Dari Lidah Buaya hingga Zucchini: Keragaman Spesies Tumbuhan

Tumbuhan adalah salah satu bentuk kehidupan yang paling beragam dan mempesona di Bumi, dengan perkiraan 350.000 spesies di seluruh dunia. Dari pohon yang menjulang tinggi hingga lumut kecil, tumbuhan hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran dan memainkan peran penting dalam ekosistem kita. Mereka menyediakan oksigen, makanan, obat-obatan, dan habitat bagi organisme lain yang tak terhitung jumlahnya, dan mereka juga merupakan sumber inspirasi dan keindahan. Namun, keanekaragaman tumbuhan terancam oleh berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, hilangnya habitat, dan spesies invasif. Pada artikel ini, kita akan menjelajahi dunia spesies tumbuhan yang menakjubkan, pentingnya keanekaragaman tumbuhan, dan tantangan untuk melestarikannya. Kami juga akan melihat lebih dekat beberapa spesies tumbuhan unik dan kurang dikenal dari seluruh dunia serta upaya para ilmuwan dan konservasionis untuk melindungi dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan. Terakhir, kami akan membahas langkah-langkah praktis yang dapat diambil individu untuk mendukung upaya konservasi tumbuhan dan merayakan keindahan dan pentingnya keanekaragaman tumbuhan.

image
Pengantar dunia spesies tanaman yang luas

Dari pohon yang menjulang tinggi hingga bunga yang lembut, dunia tanaman sangat luas dan beragam. Dengan lebih dari 300.000 spesies yang diketahui, tumbuhan memberikan manfaat penting bagi ekosistem kita dan memainkan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada artikel ini, kita akan mengeksplorasi pentingnya keanekaragaman tumbuhan, banyak kegunaannya dalam pengobatan dan makanan, dan tantangan yang kita hadapi dalam melestarikannya untuk generasi mendatang.

Mendefinisikan spesies tanaman dan perannya di dunia kita

Spesies tanaman didefinisikan sebagai sekelompok tanaman yang memiliki karakteristik fisik yang sama dan dapat kawin silang untuk menghasilkan keturunan yang layak. Dari menyediakan oksigen dan mengatur iklim kita hingga berfungsi sebagai dasar rantai makanan kita, tumbuhan sangat penting untuk kelangsungan hidup planet kita. Mereka juga berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan manusia, menyediakan segalanya mulai dari obat-obatan hingga nutrisi dan kecantikan.

Pentingnya keanekaragaman tumbuhan dalam ekosistem kita

Manfaat ekosistem tanaman yang beragam

Ekosistem tumbuhan yang beragam memberikan berbagai manfaat, termasuk peningkatan kesehatan tanah, penyerapan karbon tingkat lanjut, dan perlindungan terhadap bencana alam. Tumbuhan juga mendukung beragam ekosistem hewan dan serangga yang bergantung padanya untuk makanan dan tempat berlindung. Tanaman pertanian juga bergantung pada beragam spesies tanaman untuk menjaga kesehatan tanah dan melawan hama dan penyakit.

Risiko hilangnya keanekaragaman tumbuhan

Sayangnya, aktivitas manusia, termasuk penggundulan hutan dan perubahan iklim, mengancam keanekaragaman tumbuhan. Hilangnya spesies tumbuhan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem kita, membuatnya lebih rentan terhadap bencana alam dan ancaman lainnya. Selain itu, hilangnya keanekaragaman tumbuhan bisa berarti hilangnya potensi sumber obat dan makanan yang belum ditemukan.

Beragam kegunaan tanaman dalam pengobatan, makanan, dan lainnya

Sejarah penggunaan tanaman dalam pengobatan dan makanan

Selama ribuan tahun, tumbuhan telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit dan penyakit. Dari aspirin yang berasal dari kulit pohon willow hingga kina dari kulit pohon Amerika Selatan, pengobatan modern berhutang banyak pada tumbuhan di masa lalu. Tumbuhan juga memainkan peran sentral dalam pola makan manusia, menyediakan segalanya mulai dari buah-buahan dan sayuran hingga biji-bijian dan rempah-rempah.

Aplikasi tanaman modern dalam pengobatan, makanan, dan industri

Saat ini, tumbuhan terus menjadi sumber obat dan makanan yang berharga. Para ilmuwan terus meneliti berbagai spesies tumbuhan untuk menemukan pengobatan baru untuk penyakit dan penyakit. Tumbuhan juga memainkan peran penting dalam rantai makanan global, berfungsi sebagai sumber makanan bagi manusia dan hewan. Selain obat-obatan dan makanan, tumbuhan digunakan dalam berbagai industri, termasuk tekstil, kosmetik, dan konstruksi.

Tantangan pelestarian keanekaragaman tumbuhan dalam menghadapi perubahan iklim dan perusakan habitat

Dampak perubahan iklim terhadap spesies tumbuhan

Perubahan iklim adalah salah satu ancaman paling signifikan terhadap keanekaragaman tanaman, dengan kenaikan suhu dan perubahan pola curah hujan yang mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman. Banyak spesies tanaman tidak dapat beradaptasi dengan perubahan ini atau bermigrasi ke habitat baru, membuat mereka lebih rentan terhadap kepunahan.

Dampak perusakan habitat dan penggundulan hutan

Perusakan habitat, termasuk penggundulan hutan, merupakan ancaman besar lainnya terhadap keanekaragaman tanaman. Saat habitat alami dihancurkan, spesies tumbuhan kehilangan rumahnya, membuat mereka lebih rentan terhadap kepunahan. Deforestasi juga berkontribusi terhadap perubahan iklim dengan melepaskan karbon yang tersimpan ke atmosfer, yang semakin memperburuk masalah.

Kesimpulannya, dunia spesies tanaman sangat luas dan penting untuk kelangsungan hidup kita. Dari manfaatnya bagi ekosistem kita hingga banyak kegunaannya dalam pengobatan dan makanan, tumbuhan memainkan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, kita harus bekerja untuk melestarikan dan melindungi keanekaragaman tumbuhan dalam menghadapi perubahan iklim dan perusakan habitat untuk memastikan mereka terus berkembang untuk generasi mendatang.

Contoh unik dan spesies tanaman yang kurang dikenal dari seluruh dunia

Ada banyak sekali spesies tanaman yang ada di seluruh dunia. Meskipun kita mungkin akrab dengan yang umum seperti mawar, bunga matahari, dan tomat, ada banyak tanaman unik dan kurang dikenal yang sama menariknya. Misalnya, Bunga Bangkai yang ditemukan di Sumatera memiliki perbungaan terbesar di dunia dan mengeluarkan bau menyengat seperti daging busuk untuk menarik penyerbuk. Begitu pula dengan pohon Baobab yang tumbuh di Madagaskar dan Afrika, menyimpan air di batangnya selama musim kemarau dan dapat hidup hingga 5000 tahun. Tumbuhan menarik lainnya adalah Penangkap Lalat Venus, ditemukan di Amerika Serikat bagian tenggara, yang menggunakan struktur mirip rambut kecil untuk menjebak serangga untuk nutrisinya. Menemukan spesies tumbuhan unik seperti itu dapat membuka dunia baru eksplorasi dan apresiasi alam.

Tumbuhan yang tidak biasa dan eksotis dengan adaptasi dan kegunaan yang unik

Tumbuhan telah berevolusi selama jutaan tahun untuk mengembangkan adaptasi unik yang tidak hanya memungkinkan kelangsungan hidup mereka, tetapi juga memiliki kegunaan praktis. Puya Raimondii, ditemukan di Pegunungan Andes Amerika Selatan, memiliki batang yang dapat tumbuh setinggi 30 kaki dan menghasilkan bunga yang cukup besar untuk menampung hingga enam liter air, yang digunakan oleh penduduk asli untuk bertahan hidup selama musim kemarau. Demikian pula, Welwitschia Mirabilis, yang ditemukan di Gurun Namib, dapat hidup selama lebih dari 2.000 tahun karena kemampuannya yang unik untuk menyerap uap air dari kabut laut. Selanjutnya, pohon Cinchona, yang ditemukan di Andes Amerika Selatan, menghasilkan kina, yang digunakan untuk mengobati malaria. Memahami adaptasi unik dan penggunaan tumbuhan eksotis ini dapat memberikan wawasan tentang manfaat potensial melestarikan keanekaragaman tumbuhan.

Spesies tumbuhan langka dan upaya konservasi untuk melindunginya

Keanekaragaman tumbuhan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan semua makhluk hidup di bumi. Namun, banyak spesies tanaman yang terancam punah karena aktivitas manusia seperti penggundulan hutan, polusi, dan perubahan iklim. Tumbuhan Pitcher Ungu, yang ditemukan di Amerika Serikat bagian tenggara, adalah spesies yang terancam punah karena hilangnya habitat, sedangkan Pohon Zaitun St. Helena, yang ditemukan di Samudra Atlantik Selatan, memiliki populasi hanya tersisa 5-10 individu karena spesies invasif. Upaya konservasi, seperti restorasi habitat dan bank benih, sangat penting untuk melindungi tanaman yang terancam punah ini dan ekosistemnya. Dengan mendukung dan berpartisipasi dalam upaya tersebut, kita dapat membantu melindungi keanekaragaman tumbuhan yang unik dan tak tergantikan di planet kita.

Upaya ilmuwan dan konservasionis untuk melindungi dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan

Ilmuwan dan ahli konservasi memainkan peran penting dalam melestarikan keanekaragaman tumbuhan untuk generasi mendatang. Berbagai lembaga, seperti kebun raya, melakukan penelitian dan upaya konservasi untuk melindungi dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan.

Peran kebun raya dan lembaga penelitian tumbuhan lainnya

Kebun raya berfungsi sebagai sumber daya vital untuk konservasi dan penelitian tanaman. Mereka tidak hanya melestarikan keragaman tanaman melalui bank benih dan koleksi hidup, tetapi juga menyediakan program pendidikan dan sumber daya untuk masyarakat. Selain itu, kebun raya berfungsi sebagai pusat penelitian tentang evolusi tumbuhan, ekologi, dan biologi konservasi. Institusi penelitian tanaman lainnya, seperti pusat penelitian pertanian dan universitas, juga berperan penting dalam mengembangkan solusi untuk melestarikan dan memanfaatkan keanekaragaman tanaman secara berkelanjutan.

BACA JUGA : Mengungkap Spesies Tumbuhan Langka

Menjelajahi upaya saat ini untuk melindungi keanekaragaman tumbuhan, termasuk bank benih dan ekologi restorasi

Beberapa upaya konservasi sedang dilakukan di seluruh dunia untuk melindungi keanekaragaman tumbuhan. Bank benih, yang menyimpan benih tanaman langka, melestarikan keanekaragaman tanaman untuk generasi mendatang. Selain itu, ekologi restorasi bertujuan untuk memulihkan ekosistem yang terdegradasi melalui pengenalan kembali spesies tanaman asli. Upaya seperti ini sangat penting untuk melindungi keseimbangan rapuh ekosistem kita dan memastikan keberlangsungan spesies tanaman.

Langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan individu untuk mendukung upaya konservasi tanaman

Sementara para ilmuwan dan konservasionis memainkan peran penting dalam melindungi keanekaragaman tumbuhan, tindakan individu juga dapat memberikan dampak yang signifikan. Perubahan gaya hidup sederhana yang dapat membantu melindungi keanekaragaman tanaman
Langkah-langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan air, menghindari plastik sekali pakai, dan memilih produk dari sumber yang berkelanjutan dapat membantu melindungi keanekaragaman tumbuhan dan ekosistem yang lebih luas. Menanam spesies asli di kebun juga dapat menguntungkan keanekaragaman tumbuhan lokal dan mendukung penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu.

Cara untuk terlibat dalam upaya konservasi lokal

Menjadi sukarelawan dengan organisasi konservasi lokal, berpartisipasi dalam program sains warga, dan mengadvokasi kebijakan konservasi tumbuhan semuanya dapat memberikan dampak yang signifikan dalam melestarikan keanekaragaman tumbuhan. Upaya tersebut tidak hanya melindungi keragaman spesies tanaman tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

Cara Menanam Kangkung Secara Hidroponik

Cara Menanam Kangkung Secara Hidroponik

Cara Menanam Kangkung Secara Hidroponik

Cara Menanam Kangkung Secara Hidroponik

 

Tanaman Kangkung

Kangkung dianggap sebagai salah satu tanaman paling dicari cara enanam kangkung secara Hidroponik. Ini banyak ditanam di pertanian hidroponik yang berbeda di seluruh India karena kemampuan beradaptasi dan kekayaan nutrisinya.

Manfaat kangkung hidroponik dianggap kaya akan rasa di sekitar arena. Keserbagunaan dan harga kangkung hidroponik menjadikannya bagian dari banyak resep internasional.

Mengapa menanam kangkung di hidroponik lebih tinggi? Kisaran konduktivitas listrik kangkung yang lebar membuatnya lebih mudah untuk tumbuh dengan vegetasi yang berbeda juga, dan Anda mungkin mendapatkan panen yang banyak dan bermanfaat.

Gambang kangkung hidroponik yang paling banyak ditanam secara hidroponik adalah Curly kangkung atau masa panen kangkung hidroponik. kangkung tumbuh cepat bahkan di pertanian hidroponik dalam ruangan, dan itu membuatnya menjadi tanaman serbaguna.

Mulai dari Benih Kangkung Hidroponik

Tt’s miles selalu merupakan kesenangan yang memuaskan untuk mengintip benih Anda yang matang menjadi bunga yang tumbuh penuh. Hidroponik telah sepenuhnya memanipulasi faktor-faktor tersebut, dan inilah mengapa ini merupakan sistem yang bagus untuk benih awal.

Umumnya, benih ditempatkan dalam kubus tumbuh untuk sistem perkecambahan, namun akan memakan banyak waktu ketika Anda memiliki rencana yang lebih besar untuk cara menanam kangkung hidroponik dengan rockwool Anda. Banyak penanam bisnis menggunakan penyedot debu untuk mempercepat proses, dan Anda juga dapat menggunakan biji pelet karena dibungkus dengan tanah liat, sehingga tidak terlalu sulit untuk ditangani.

Biji kangkung membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 8 hari untuk berkecambah sambil diberikan perawatan dan kontrol yang tepat.

Bentuk sistem Hidroponik Digunakan untuk mengembangkan kangkung

Flora kangkung memiliki banyak akar yang besar, dan itulah sebabnya ia menginginkan lebih banyak area untuk pertumbuhannya. Ada struktur hidroponik tertentu di mana kehidupan tanaman kangkung Anda dapat berkembang dengan nyaman.

1. Perangkat subkultur Air Dalam (DWC):

Sistem gaya hidup air yang disukai memungkinkan akar terendam air. namun untuk mengkategorikannya sebagai sistem gaya hidup perairan dalam, kedalaman air harus minimal 12 inci (30,48 cm).

Ada dua bentuk sistem DWC di mana kangkung dapat ditanam:

  • Rakit Apung: Alat jenis ini umumnya diikuti oleh para pengusaha kangkung yang ingin menanam lebih banyak bunga di alat hidroponik mereka.
  • Mesin Bucket DWC: biasanya para penghobi memilih bentuk gadget ini untuk mengembangkan kangkung dalam kenyamanan rumah mereka. Prosedur pengaturan sistem Bucket mungkin sangat mudah.

2. Teknik Kratky :

Metode Kratky mudah untuk dimanipulasi dan dikelola, dan menawarkan semua manfaat dari gadget hidroponik tanpa memakan waktu.

Dalam metode Kratky, tanaman duduk di pot internet dengan bantuan media tanam yang sesuai. Akar tanaman memiliki publisitas parsial ke udara pada saat yang sama sebagai bagian bawah terendam dalam reservoir air dalam.

Kedua struktur memiliki kelebihan dan kegunaan. seleksi bergantung pada kesesuaian sistem untuk petani.

Lingkungan berkembang berperingkat teratas untuk kangkung

Suhu Diperlukan untuk ledakan kangkung yang tepat: Untuk mengembangkan vegetasi kangkung yang sehat, Anda harus menjaga suhu pertanian hidroponik Anda antara enam belas °C hingga 24 °C.

Konduktivitas Listrik (EC) dan variasi pH: kangkung memiliki rentang konduktivitas listrik yang lebih luas, sehingga tidak terlalu rentan terhadap perubahan di dalam EC. Kisaran EC untuk pertumbuhan maksimal tanaman kangkung berada di antara 1,6 hingga 2,5.

PH jawaban nutrisi harus dipertahankan antara 5,5 hingga 6,5 ​​untuk pertumbuhan tanaman yang lebih baik.

Persyaratan Lampu: Untuk pertanian hidroponik dalam ruangan tanaman kangkung selalu dianggap sebagai kebutuhan yang dapat diandalkan karena dapat tumbuh dengan baik di bawah kondisi lampu sintetis. lama-lama warna merah muda bisa menumbuhkan hasil tanaman kangkung. kadang-kadang kombinasi hijau muda dan merah muda jauh juga digunakan.

Manajemen nutrisi

Vitamin unik memiliki peran luar biasa dalam pertumbuhan tanaman. Seperti beberapa sayuran berdaun lainnya, kangkung juga mengkonsumsi nitrogen dalam jumlah tinggi selama segmen pertumbuhan vegetatifnya. Untuk pertumbuhan daun yang lebih besar dan lebih sehat, nitrogen merupakan detail penting.

Pada bagian awal perbaikan, saat akar tumbuh, tanaman kangkung mengkonsumsi fosfor lebih besar.

Beberapa hal akan membantu Anda memanipulasi larutan nutrisi Anda dengan lebih baik, ini adalah:

  • Pelacakan EC dari larutan nutrisi: pemantauan umum EC akan membantu Anda menyesuaikan tingkatan sebelum masalah menjadi salah. EC berlebihan atau EC rendah masing-masing mempengaruhi potensi serapan hara tanaman.
  • Mengukur suhu larutan nutrisi: ini merupakan elemen penting karena suhu yang berlebihan secara signifikan mengurangi kemampuan larutan untuk menyimpan oksigen. tanaman menyerap sebagian besar oksigen dari akarnya, dan itu sangat penting untuk perbaikan akar.

Tanaman kangkung akan siap panen setelah empat sampai 5 minggu setelah tanam.

Dalam hidroponik, selalu ada beberapa daerah di mana kita dapat meningkatkan dengan bantuan bereksperimen dengan perangkat. Kualitas tanaman dan hasil masing-masing menjadi lebih menyenangkan sementara keterampilan petani menyatu dengan kesenangan.

Cara Menanam Pakcoy Dalam Wadah Dari Biji

Cara Menanam Pakcoy Dalam Wadah Dari Biji

Cara Menanam Pakcoy Dalam Wadah Dari Biji

Cara Menanam Pakcoy Dalam Wadah Dari Biji

 

Bagaimana cara menanam pakcoy dalam wadah dari biji? kali ini saya coba share ke kalian semua. Karena mungkin sebagian orang lebih suka cara menanam pakcoy dari batang konvensional. Wadah yang kami maksud disini adalah polybag karena lebih universal dan lebih mudah didapatkan.

Biasanya pakcoy ini ditanam secara hidroponik. Karena hidroponik pakcoy sangat mudah dan sederhana untuk dilakukan. Baik itu hidroponik NFT atau hidroponik sederhana.

Meski bersih, bukan berarti mengembangkan pakcoy di tempat sampah tanpa kendala. Ada banyak hal yang juga bisa kita temui. Dan saya dapat menambahkan persentasenya di buletin ini.

Cara menanam pakcoy dalam wadah dari Pembibitan hingga Panen

Cara mengembangkan pakcoy di tempat sampah pada dasarnya sangat mudah. pakcoy sendiri merupakan jenis sayuran yang berasal dari keluarga cruciferous sendiri. Bok choy ini cara menanam pakcoy di tanah pasti berada dalam satu lingkaran kerabat yang sama dengan kembang kol, kol, dan brokoli.

Versi tanam penggunaan kotak sekarang semakin populer. terutama untuk orang-orang yang tinggal di daerah kota. Yang memiliki tanah penutup yang sangat minim di sekitar rumahnya.
Langkah-langkah cara menanam pakcoy dalam wadah kemasan

Kami mengutip di atas bahwa menanam pakcoy dalam kotak bisa sangat mulus. Demikian pula dikatakan manfaat pakcoy adalah sejenis sayuran pakcoy hidroponik berapa lama ditanam dengan mudah.
Nah yang jadi pertanyaan bagaimana cara menanam pakcoy menggunakan media polybag?

Gelar bibit

  1. Sebelum menanam pakcoy di cara menanam hidroponik, tentunya bibit harus disemai terlebih dahulu. Pendekatan penyemaian ini sebenarnya sangat mudah. berikut tangga untuk penaburan benih pakcoy :
  2. Siapkan media tanam berupa campuran tanah yang diayak, arang sekam, dan kompos. Kemudian untuk kontrasnya adalah 1:1:1.
  3. Setelah itu masukan media tanam ke dalam pot tray atau nampan semai. Kemudian siram menggunakan air secukupnya hingga sembrono. Tunggu beberapa saat hingga air tidak lagi menetes dari lubang di bagian paling bawah nampan pot atau nampan semai.
  4. Setelah air tidak menetes, buat lubang untuk bibit dengan kedalaman sekitar nol,5 cm. unggah satu benih pakcoy ke setiap lubang semai yang telah Anda buat sebelumnya. Setelah semua lubang terisi, lalu dekati lubang lagi.
  5. Agar biji pakcoy berkecambah dengan cepat, sangat dianjurkan untuk menutupi bibit dengan plastik gelap. Nantinya, dalam waktu 2 atau tiga hari, biji pakcoy akan bertunas.
  6. Segera setelah benih pakcoy mulai berkecambah, jangan lupa untuk merawatnya dengan baik. cobalah untuk mengawetkan bibit ini di siang hari langsung. Kemudian usahakan untuk tidak terkena air hujan.
  7. Jangan lupa untuk sering menyiram bibit pakcoy setiap pagi dan malam hari. Kemudian agar pertumbuhannya lebih maksimal, Anda perlu mengamati pemupukan antara 3 dan 5 hari

Menurut saya tangga untuk menabur pakcoy di atas sangat bersih. Anda hanya mematuhi dan presentasi prestasi mungkin sangat tinggi.

Hal Penting Dalam Menanam Bawang Putih Secara Hidroponik

Hal Penting Dalam Menanam Bawang Putih Secara Hidroponik

Hal Penting Dalam Menanam Bawang Putih Secara Hidroponik

Hal Penting Dalam Menanam Bawang Putih Secara Hidroponik

 

Keberkahan Budidaya Bawang Putih Secara Hidroponik

Keuntungan dari pertanian lingkungan terkontrol hidroponik terdiri dari kepadatan tanaman yang berlebihan dan sebagian besar pembuatan tanaman. Hidroponik membuat penggunaan air dan nutrisi lebih tinggi pada saat yang sama dengan cara menanam bawang putih untuk pemula. Keuntungan hidroponik dibandingkan sayuran yang ditanam di lapangan adalah bahwa tanaman itu jauh dari tanah, yang sering mencakup hama, penyakit, salinitas, dan masalah drainase.

Berkebun di hidroponik dapat dikemas dan disimpan hidup dan segar untuk waktu yang lama.

Hidroponik tidak lagi menggunakan media padat apa pun. Dan pengelolaan lengkap perangkat akar tanaman, serta mempertahankan kontak mata yang stabil.
tidak perlu khawatir tentang over-watering atau under-watering di perangkat hidroponik.

Tanaman hidroponik dapat tumbuh subur di mana saja dan kapan saja.
kebutuhan untuk menanam bawang putih secara Hidroponik

Pencahayaan :

memungkinkan banyak ringan, setidaknya 6 sampai delapan jam setiap hari, tetapi sampai sepuluh atau 12 jam adalah yang terbaik. Semua kehidupan tanaman membutuhkan kegelapan, jadi jangan menyalakan lampu sepanjang waktu.

Suhu :

Vegetasi bawang putih tersiksa oleh suhu dalam dua pendekatan berbeda. Suhu tinggi mempercepat perbaikan tanaman bawang putih, meningkatkan kebutuhan tanaman akan air. Temperatur yang ekstrim juga mendorong tanaman bawang putih untuk menggunakan lebih banyak air untuk mendinginkan dirinya sendiri melalui penguapan. Bawang putih cukup kuat segera setelah ditanam, dan suhu sesedikit 30°F untuk jangka waktu pendek dan hingga 85°F baik-baik saja.

Udara:

Angin atau gerakan udara memiliki pengaruh yang signifikan pada penggunaan air tanaman, terutama jika disertai dengan suhu yang berlebihan, seperti bagaimana pakaian lebih cepat kering di jemuran pada hari yang berangin.

Kebutuhan Nutrisi untuk Budidaya Bawang Putih Hidroponik :

Larutan nutrisi memiliki posisi yang besar dalam keberhasilan atau kegagalan hidroponik. kebanyakan pupuk yang dibeli di pembibitan terdekat sekarang tidak mengandung semua 13 unsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman karena media berkembang membawa beberapa unsur tersebut.

Perbedaan Menanam Hidroponik Dengan Menanam Biasa

Perbedaan Menanam Hidroponik Dengan Menanam Biasa

Perbedaan Menanam Hidroponik Dengan Menanam Biasa

Perbedaan Menanam Hidroponik Dengan Menanam Biasa

 

Sistem produksi dan distribusi makanan kami terlihat buruk belakangan ini. Penggunaan pestisida, pupuk, sterilisasi tanah dan tanaman monokultur yang berlebihan memiliki dampak besar pada ekosistem alam dan keanekaragaman hayati di dunia. Perubahan iklim dan meningkatnya jumlah kekeringan ekstrem, sebaliknya, mencegah pertanian dan mendorong peningkatan drastis dalam biaya makan.

Apa itu  Tanaman Hidroponik?

Sebelumnya mari kita jelaskan apa itu hidroponik. Konsepnya sendiri cukup sederhana dan kesederhanaan ini terlihat dari keunikan Tanaman Hidroponik dan kemampuannya. Hidroponik tidak lebih dari menanam tanaman di air yang diperkaya dengan nutrisi daripada tanah.

“Hidroponik” bukanlah ide yang sepenuhnya seragam. Saat ini banyak cara budidaya tanaman tanpa tanah:

Sumbu

Bunga ditempatkan dalam media stabilisasi akar yang lembam secara kimiawi (misalnya tanah liat atau kelapa yang diperluas), dan air dengan nutrisi disuplai ke kuarter dasar melalui ‘sumbu’ penyerap yang dibenamkan di dalam tangki di bawahnya;

Lubang udara

bagian bawah perangkat akar tanaman hidroponik  segera direndam dalam air, dan komponen yang lebih tinggi berada di atasnya;

DWC dan rakit, atau Budidaya Air Dalam

Kehidupan tanaman ditempatkan di lantai terapung dan akarnya tertahan di air yang berisi vitamin;

Pasang surut

Akar tanaman diposisikan di dalam media dan air dipompa ke sektor akar secara berkala. Air dibiarkan mengalir bebas melalui media ke dalam tangki;

Pengumpan atas

Perangkat ini sangat mirip dengan ‘pasang surut’ kecuali bahwa air sekarang tidak mengalir ke tangki dan dipompa keluar dari media;
NFT, atau teknik film Nutrisi – tanaman menjuntai terhubung pada sudut yang halus di atas lapisan tipis air yang terus mengalir dengan vitamin;

Mengapa Hidroponik lebih tinggi dari pertanian ‘tradisional’?

Struktur hidroponik memenangkan pendukung baik di kalangan amatir dan pemasar yang memproduksi bunga dalam skala industri. Tidak heran – mereka mendapat cukup banyak berkah atas pertanian tradisional dalam hal kinerja dan ekologi.

Awalnya, nutrisi yang ditentukan dengan baik yang beredar di air, biasanya, lebih besar tanpa masalah yang tersedia untuk kehidupan tanaman.

Akibatnya, mereka memungkinkan untuk mencapai hasil yang lebih baik, jauh lebih cepat daripada dalam kasus flora yang dibudidayakan di tanah. Terlebih lagi, tanaman dapat dipanen selama 12 bulan, terlepas dari

Iklim atau kondisi iklim. Pada tanaman hidroponik, jelas tidak akan ada kerumitan ‘kelelahan tanah’. mempertahankan kesinambungan tanaman, dari sudut pandang ini, akibatnya tidak menjadi masalah sama sekali.

 

Bagaimana membuat pertanian hidroponik Anda menguntungkan

Bagaimana Membuat Pertanian Hidroponik Anda Menguntungkan

Bagaimana Membuat Pertanian Hidroponik Anda Menguntungkan

Bagaimana membuat pertanian hidroponik Anda menguntungkan

 

Selesai menyiapkan pertanian hidroponik impian Anda, semuanya terdapat di tempatnya, tetapi Anda mengalami kesulitan pada membuat laba yang Anda inginkan. Hari ini kita membahas praktik terbaik menghasilkan pertanian hidroponik Anda lebih menguntungkan serta membantu Anda menghasilkan akibat tumbuhan tertinggi serta kualitas terbaik.

Hal – hal yg mensugesti profitabilitas pertanian hidroponik, tetapi terdapat beberapa hal yang paling menghipnotis. Kami akan melihat lebih dekat buat Anda.

Pilihan tumbuhan serta Analisis Pasar

Apa tumbuhan yang paling menguntungkan pada India? Bila Anda mencoba buat menemukan jawaban atas pertanyaan ini, cobalah buat menganalisis permintaan pasar Anda. Bila tumbuhan eksklusif berharga pada satu wilayah, itu tidak harus menguntungkan di wilayah Anda juga.
Hal-hal yang wajib Anda ingat sebelum memilih tumbuhan buat pertanian hidroponik Anda:

Tumbuhan wajib memiliki permintaan tinggi pada pasar terdekat.
Varietas tumbuhan wajib dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
yang akan terjadi panen harus mempunyai nilai ekonomi yg tinggi.
Itu wajib tahan terhadap kemungkinan penyakit akar.

Harga pasar beberapa tumbuhan hidroponik bernilai tinggi di India:

Tomat Ceri
Kubis Merah
Selada
Basil Italia
Bok Choy

Harga maksimum serta minimum tanaman bisa bervariasi dengan media tanam hidroponik

Media Tanam tumbuhan

Pemilihan media buat menanam tumbuhan sangat krusial. contohnya, Bila Anda mempunyai sistem hidroponik banjir dan tiriskan, media tanam tidak boleh bergerak ketika Anda membanjiri wadah perakaran menggunakan larutan nutrisi.

Media tanam yg paling banyak digunakan merupakan Rockwool, Stonewool, dan Perlite. Perlite artinya bahan alami yg memiliki kapasitas menunda air serta ruang pori yg tinggi, yang menjadikannya media pertumbuhan yang diinginkan buat tumbuhan hidroponik.

Kualitas Air

Pertanian hidroponik merupakan ihwal efisiensi dan kontrol atas metode penanaman hidroponik. Kualitas air yang baik akan membantu mengontrol hal-hal mirip pH, EC (Electrical Conductivity).

EC dan TDS (Total Dissolved Salts) yg optimal sangat penting buat hasil yang lebih tinggi.

Tingkatan TDS dan EC yg tidak sinkron buat air hidroponik:

  • TDS: kurang dari 480 mg/L sehat, serta lebih asal 1920 mg/L parah untuk tanaman.
  • EC: kurang dari 0,75 ds/m ialah baku, dan lebih dari 3,0 ds/m bisa berbahaya.

Solusi Nutrisi

Apa yang dapat membuat hasil panen rendah, kualitas panen yg jelek bisa menjadi alarm buat mempelajari komposisi larutan nutrisi Anda. tidak terdapat formula ajaib buat mendapatkan solusi nutrisi terbaik buat tanaman Anda. Anda hanya bisa memperoleh ini dengan bereksperimen menggunakan metode serta teknik yg berbeda. Penanam wajib melacak serta mengamati pertumbuhan tumbuhan buat mengetahui tujuan menanam hidroponik.

Keuntungan Menanam Stroberi Dengan Sistem Hidroponik

Keuntungan Menanam Stroberi Dengan Sistem Hidroponik

Keuntungan Menanam Stroberi Dengan Sistem Hidroponik

Keuntungan Menanam Stroberi Dengan Sistem Hidroponik

Penjelasan

Rasanya yang manis-manis asam dan segar membuat buah stroberi, raspberry, blackberry, red blackberry, dan black courant banyak disukai. Buah-buahan dari famili yang berbeda tapi termasuk kategori beri ini cocok hidup di daerah dingin. Sehingga sangat disarankan untuk dapat ditanam di daerah dingin seperti Bogor tepatnya didaerah puncak yang memiliki suhu dingin.

Hal ini dibutuhkan untuk membantu proses fotosintesi lebih maksimal ke buah bertipe beri seperti stroberi, serta buah ini tidak bisa di sinari secara langsung karena dapat membuat buah ini menciut. Untuk mendapatkan buah stroberi yang berkualitas, mulai dari proses penanaman hingga perawatan buah harus diperhatikan dengan benar.

Media Tanam Untuk Stroberi

Biasanya, penanaman stroberi dilakukan secara tradisional dengan mengandalkan media tanah atau disebut juga dengan teknik mulsa. Teknik ini lazim dipakai karena mudah dan murah. Petani cukup menggemburkan tanah lalu memberikan benih buah stroberi, serta diberi pupuk kandang agar benih cepat tumbuh. Tapi hal ini membutuhkan waktu dan biaya yang cukup tinggi, belum lagi setelah panen tanah bekas stroberi harus di tutup dan di gemburkan ulang terlebih dahulu, namu kira-kira bagaimana masa panen strawberry hidroponik.

Serta harus memperhatikan sistem irigasi air agar setiap lahan stroberi dapat menerima air secara merata untuk tumbuh. Secara umum, sistem hidroponik berarti sistem budi daya pertanian tanpa menggunakan media tanah, tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrien.

Keuntungan Menanam Secara Hidroponik

Jika dibandingkan dengan sistem penanaman secara tradisional (cara menanam strawberry hidroponik di dataran rendah), sistem ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu kepadatan tanaman per satuan luas dapat dilipatgandakan sehingga menghemat penggunaan lahan, terjaminnya mutu produk, baik bentuk, ukuran, rasa, warna, maupun kebersihannya karena kebutuhan nutrisi tanaman dipasok secara terkendali di dalam rumah kaca. Keuntungan lainnya dengan sistem hidroponik adalah buah stroberi dapat segera tumbuh, serta media tanam bisa dipakai secara berulang tanpa harus memperluas daerah garapan.

Dalam pengembangan hidroponik, ada dua jenis media yang dipakai, yakni media nontanah dan media air. Yang dimaksud media nontanah adalah pasir, arang sekam padi, zeolit, rockwoll, gambut, dan sabut kelapa. Sedangkan untuk air yang diberikan sebelumnya sudah dicampur dengan mineral baik, untuk membuat buah stroberi tumbuh tanpa terkena hama yang berarti.

Sistem hidroponik untuk stroberi tidaklah spesial, serta dapat dilakukan oleh siapa saja untuk tanaman berjenis apapun. Yang membuatnya istimewa, sistem hidroponik stroberi biasanya menggunakan media berupa kayu lapuk. Media tersebut berfungsi sebagai buffer atau penyeimbang jika terjadi perubahan suhu air dan terdapat sehingga semua lebih mudah terkontrol untuk mendapatkan hasil buah yang diinginkan saat dipanen nanti.

Belajar Menanam Di Media Sempit Melalui Kominitas Hidroponik

Belajar Menanam Di Media Sempit Melalui Kominitas Hidroponik

Belajar Menanam Di Media Sempit Melalui Kominitas Hidroponik

Belajar Menanam Di Media Sempit Melalui Kominitas Hidroponik

 

Pecinta Tanaman Hidroponik

Bagi anda ingin tahu cara membuat tanaman hidroponik Hidroponik ataupun ingin mengenal bertanam Hidroponik di Majalengka anda beruntung sekarang. Mereka membentuk komunitas hidroponik Kabupaten Majalengka. Ketua Komunitas Hidropnik Kabupaten Majalengka, Heryanto SP ada sekitar 20-30 orang membentuk komunitas untuk membagi ilmunya untuk dapat bercocok tanah di lahan sempit atau bertani secara Hidroponik merupakan manfaat tanaman hidroponik.

Syarat menjadi anggota komunitas tidak sekadar menyukai pola hidroponik, melestarikan budidaya dengan cara Hidroponik sebagai pokoknya. Penyuluh pertanian Kecamatan Cingambul ini menjelaskan, hidroponik masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990-an dibawa oleh Bapak almarhum Bob Sadino yang sudah melegenda dibidang ini sejak dahulu Presiden Bapak Soeharto.

Menurut Heryanto, sistem hidrponik akan membantu anda membuat desai pertanian minimalis di lahan yang tidak luas atau sempit. Selain itu bisa memenuhi kebutuhan sayuran dan buah-buahan yang dibutuhkan setiap hari. Menanam juga bisa dilakukan ibu-ibu serta anak-anak kecil saat dirumah. Serta membantu mengurangi biaya belanja sayur-sayuran.

Perbedaan Hidrponik dengan yang biasa

“Kalau menanam sayuran di sawah para petani biasanya kotor dengan tanah, tidak akan perlu tanah yang biasanya membuat teras rumah anda kotor karena berserakan,” ujar Heryanto.

Sementara anggota komunitas, H Emen memiliki tanaman hidroponik rumahan dilahan sekitar 1-2 M2 anda dapat menanam lebih dari 30 jenis sayuran dan dinikmati setiap hari. Hasil dari menanam hidroponik selain untuk dikonsumsi sendiri atau juga dapat dijual untuk mendapat pendapatan sampingan untuk Ibu Rumah Tangga.

Tanaman hidroponik juga sangat bagus buat kesehatan terutama pencernaan, banyak diburu oleh Ibu-Ibu untuk menjaga kesehatan pencernaan orang yang dicintai. Selain tanaman seperti cabai, kangkung, pakcoy, juga buah-buahan yang gunanya memenuhi kebutuhan vitamin untuk sekeluarga.

Pembinaan Santri di Majalengka

Semetara Pembina Yayasan Tanziilul Kariim Majalengka, Hj Lilis Lina Naoralita SAg mengaku tertarik dengan sejak dahulu kerena menurut dia hasilnya lebih bagus daripada yang biasa. Ini dikarenakan kandungan vitamin dan mineralnya lebih tinggi dibandingkan yang biasa.

Komunitas di Majalengka juga membantu santri-santri disana menanam melalui media Hidroponik, hal ini untuk memunculkan minat cinta ke Hidroponik. Serta membantu yayasan pesantren tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan lauk-pauk untuk santrinya, atau sebagai sumber pemasukan diwaktu tidak belajar.

“Kalau biasanya kami menggelar kajian Alquran setiap bulan, namun dihari minggu kami ajak untuk bertanam sayur dan buah-buahan secara hidroponik,” tutur Lilis.

Tanaman Terbaik untuk Hidroponik, Bernilai Jual Tinggi

Tanaman Terbaik untuk Hidroponik, Bernilai Jual Tinggi

Tanaman Terbaik untuk Hidroponik, Bernilai Jual Tinggi

Tanaman Terbaik untuk Hidroponik, Bernilai Jual Tinggi

 

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanam tanah. Teknik menanam ini cocok untuk anda yang tidak memiliki lahan luas, serta mudah untuk dilakukan walaupun di lingkungan rumah.

Hidroponik mulai banyak dipilih karena memiliki banyak keuntungan. Karena tidak tergantung iklim atau cuaca yang ada, serta tanaman hidroponik rumahan. Serta dengan Hidroponik tingkat keberhasilan anda akan meningkat.

Berikutnya adalah menentukan tanaman apa yang akan ditanam. Sebenarnya pada dasarnya semua tanaman bisa di tanam dengan teknik Hidroponik, mulai dari jenis sayur-sayuran, buah, hingga yang indah seperti bunga.

Berikut tanamanhidroponik akan memberikan jenis-jenis tanaman yang mudah untuk di eksekusi dengan menggunakan Metode Hidropnik.

Tomat ceri

Sebenarnya berbagai jenis tomat bisa dikembangkan dengan teknik hidroponik. Walaupun begitu menanamnya juga harus extra perhatian, serta harus terkena sinar matahari untuk bertumbuh dengan baik.

Tomat yang ditanam dengan teknik hidroponik akan siap dipanen dalam waktu 8-14 minggu. Sehingga hanya dalam 3 – 4 bulan anda dapat memanen hasilnya, cocok untuk anda yang ingin mulai bertani tomat ceri.

Paprika

Paprika contoh tanaman hidroponik membutuhkan kondisi yang sama seperti tomat untuk tumbuh. Walaupun mudah tanaman ini sama seperti tomat ceri harus lebih sering disinari matahari untuk tumbuh kembang yang lebih.

Kale

Kale adalah sayur yang kaya akan nutrisi, namun ketersediaannya di pasaran masih sangat rendah di pasaran. Sehingga nilai jual lebih mahal dibandingkan yang lain, cocok untuk anda yang ingin mencari uang lebih dari bercocok tanam.

Bayam

Bayam contoh tanaman hidroponik sayur yang disukai banyak orang. Permintaan akan bayam selalu tinggi, karena sering dibeli ibu rumah tangga untuk membuat sayur bening. Cara menanamnya juga mudah, hanya dalam 2-3 bulan anda dapat segera memanen hasilnya.

Selada

Selada merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Selada biasa dipakai untuk lalapan di rumah makan, bahkan sering disebut jenis tanaman hidroponik yang cepat panen.

Karena selada biasanya dimakan mentah, ditambah hasil hidroponik pasti akan lebih bersih dibandingkan yang dijual di pasaran. Serta anda akan siap dipanen dalam 9 minggu, jadi sangat potensial.

Mint

Daun mint banyak disukai karena aroma dan rasanya yang menyegarkan. Daun mint sedang sangat naik daun dikarenakan biasa dipakai untuk minuman kekinian. Dengan metode mint rasa dan kualitas akan lebih terjaga.

Stroberi

Stroberi contoh tanaman hidroponik buah yang paling sering dikembangkan dengan teknik hidroponik. Karena peminat nya tidak pernah sepi, tetapi seperti tanaman lain harus sering terkena sinar matahari untuk tumbuhnya.

Stroberi merupakan salah satu komoditas dengan harga jual tinggi dan cukup menjanjikan untuk dikembangkan dengan teknik hidroponik. Keuntungan lainnya hanya dalam 4-6 minggu hasilnya akan cepat terlihat, jadi bisa segera di panen.

Trend Hidroponik Tahun 2022

Trend Hidroponik Tahun 2022

Trend Hidroponik Tahun 2022

Trend Hidroponik Tahun 2022

 

Bagi Anda yang mau menanam hidroponik, tentu Anda butuh mengenal lebih-lebih dulu apa itu tanaman hidroponik. Terlebih lagi anda harus tau kelebihan dan kekurangan dari metode bercocok tanam ini. Secara garis besar menanam dengan metode ini berarti anda tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya.

Budi daya hidroponik menggunakan air/larutan mineral bernutrisi yang dipakai oleh tanaman dan bahan yang lain juga sebagai pengganti sarana tanah. Bahan atau alat yang digunakan lebih reuseable atau dapat didaur ulang lagi. sebagai contoh menggunakan sabut kelapa, serat mineral bahkan bisa menggunakan media pasir

Berikut tanamanhidroponik akan menjabarkan kelebihan dari menanam dengan media Hidroponik :

1.Hidroponik Biaya Murah

Ini dikarena medianya tidak memerlukan lahan yang luas, bahkan bisa di lakukan diteras apartemen dengan luas 1,5m x 1,5m.

aspek ini karena tak butuh menyiramkan air tiap-tiap hari. Larutan nutrisi atau sarana larutan mineral yang dipergunakan telah tertampung di dalam wadah yang akan anda pergunakan, Jadi anda tidak perlu takut mengotori balkon atau halaman anda dirumah.

2.Mengoptimalkan Lahan Terbatas

Bertanam hidroponik sanggup mengoptimalkan lahan terbatas lantaran tak membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Bahkan jika lahan anda sempit, anda hanya perlu membuatnya menjadi bertingkat sehingga lebih praktis dan ekonomis. Sehingga anda dapat memulai bisnis hidroponik skala rumahan.

3. Ramah Lingkungan

Bertanam hidroponik terbukti ramah lingkungan lantaran tak memanfaatkan pestisida atau obat hama yang bisa merusak tanah.Hidroponik juga dinilai lebih hemat air, dan menghasilkan CO2 lebih rendah dibandingkan media konvensional.

4. Tidak Merusak Tanah

Anda tidak perlu menggali tanah, ataupun membuat tanah anda tidak subur karena sudah ditanami. Dengan ini anda akan investasi hidropnik lebih hemat karena tidak perlu membeli pupuk untuk merawat tanamana anda.

5. Hasil mampu dikonsumsi Keseluruhan

Menurut penelitian sayur hasil hidroponik dapat dimakan seluruhnya, karena anda tidak menggunakan pestisida ataupun pupuk dalam melaksanakannya.

6. Periksa Akar Tanaman Yang Mudah

Seperti contoh anda menggunakan pipa atau pralon anda dapat mudah memantau akar tanaman anda.

7. Pertumbuhan Lebih Cepat

Karena terkontrol dengan mudah, anda dapat membuat tanaman anda lebih cepat berkembang dibandingkan media tanah. Menurut analisa usaha hidroponik skala kecil, ini akan lebih efisien dan menhasilkan cuan lebih cepat.

8. Tak Bergantung pada Musim

Karena minimnya air dalam pelaksanaannya, anda tidak perlu takut perubahan musim. Panas kemarau atau teriknya hujan anda tetap dapat melakukan penanaman dengan media Hidroponik.

9. Menghemat penggunaan Pupuk

Tanpa media tanah, anda juga pasti tidak perlu memerlukannya pupuk. Sehingga anda juga tidak perlu takut tanaman anda terserang hama.

10. Tidak Memerlukan banyak Tenaga

Dengan persiapan yang matang diawal, proses setelahnya akan lebih mudah dan jarang menguras tenaga anda.

11. Lingkungan Lebih Bersih

Metode ini lebih tertata, sehingga terlihat lebih rapi dan asri

12. Sedikitnya Hama dan Penyakit Tanaman

Tanaman hidroponik jarang memiliki masalah dengan hama dan penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, ulat dan cacing nematoda yang banyak terdapat dalam tanah.

13. Lahan Lebih Fleksibel

Dikarenakan media yang bisa diatur sesuai besar lahannya, anda dapat mengatur bagaimana medianya bahkan besar kecilnya.

Tipe Sayuran dan Buah Hidroponik

Beberapa tanaman yang tidak jarang ditanam dengan cara hidroponik, diantaranya yaitu selada, bayam, cabai, tomat, bok choy, brokoli, sawi, kailan, kangkung, bawang, stoberi dan lain sebagainya. Ini semua adalah sayur-sayuran yang dapat menggunakan metode Hidroponik
Hasilnya pun lebih degemari oleh pecinta sayuran atau vegetarian, karena hasilnya lebih terlihat segar dan kualitas vitamin serta mineral nya terjaga.

Cara menanam tomat hidroponik di rumah?

Apakah Sayuran Hidroponik Lebih Sehat dari Sayur Biasa?

Apakah Sayuran Hidroponik Lebih Sehat dari Sayur Biasa?

Cara menanam tomat hidroponik di rumah?

 

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Bedanya dengan sayuran biasa adalah proses penanaman sayuran hidroponik membutuhkan air bermineral untuk tumbuh.

Sayuran hidroponik ini juga membutuhkan lampu serta sistem filtrasi untuk air, udara dan memperhatikan kontrol iklim. Ini semua dilakukan untuk penunjang pertumbuhannya. Sayuran Hidroponok biasanya di tanam didalam rumah kaca.

Apa kelebihan dan kekurangan sayuran hidroponik?

Karena tanaman hidroponik sangat dijaga cara dan tempat penanamannya serta tidak membutuhkan tanah, sayuran tidak perlu pestisida karena sayuran hidroponik jarang di hinggapi hama.

Sehingga, kebanyakan produk tanaman hidroponik juga termasuk hasil makanan organik. Selain itu, berikut adalah kelebihan dari menanam sayuran secara Hidroponik.

1. Hanya memerlukan lebih sedikit air dibandingkan Konvensional
2. Nutrisi, kelembapan (pH), dan lingkungan sebagai tempat tumbuhnya dapat dipantau
3. Sayuran tumbuh lebih cepat karena oksigen (dari air) lebih banyak tersedia di daerah akar.
4. Hasil panen lebih banyak.
5. Bisa ditanam di mana saja, tidak memerlukan lahan yang luas untuk menanamnya.
6. Harga sayur Hidroponik lebih mahal

Apakah sayuran ini lebih sehat?

Sebenarnya, sayuran hidroponik belum terbukti secara pasti lebih menyehatkan daripada sayuran yang ditanam dengan metode lain. Hasil sayuran melalui Hidroponik juga memiliki Nutrisi yang lebih baik dibandingkan yang ditanam dengan media tanah.

Namun salah satunya yakni penelitian yang terbit dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry. Pada penelitian ini, manfaat makan sayur hidroponik kadar karotenoid yang lebih rendah. Terlepas dari penelitian ini Sayuran hasil Hidroponik memiliki kandungan yang bervariasi tergantung dari berbagai faktor, serta cara penanaman yang benar.

Penanganan dan penyimpanan sayuran setelah dipanen turut mempengaruhi nutrisi. Penyimpanan yang buruk dapat menurunkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran. Jadi semua bisa menilai sendiri beda sayur organik dan hidroponik.

 

Cara Menanam Cabai Hidroponik di Rumah

Cara becocok tanam dengan teknik hidroponik merupakan yang paling mudah untuk dilakukan di rumah loh guys! Karena tidak membutuhkan banyak lahan dan masa panennya lebih cepat dibanding tanam biasa.. Salah satu contoh tanmannya adalah cabai, kamu bisa mulai mencoba dirumah nih. Begini caranya!

Cara Menanam Cabai Hidroponik di Rumah

Pemilihan Bibit

Pertama-tama kalian harus tahu cabai apa yang ingin kalian tanam dirumah. Cara memilihnya cukup mudah, kamu tinggal memilih cabai yang merah atau yang sudah tua. Belah cabai tersebut, ambil isinya, lalu jemur hingga kering selama 2 hari atua kalian bisa membeli bibit di toko tanaman. Jika kalian membeli bibit, alangkah baiknya jangan membeli bibit cabai lokal.

Penyemaian Bibit

Di tahap ini kamu membutuhkan wadah berisi tanah, bentuk wadahnya bebas tergantung mau kamu. Kemudian, siapkan media semai yaitu campuran tanah humus, arang sekam dan pupuk kandang kering secara merata. Setelah itu, isi ke dalam tempat semai yang kamupilih, jangan terlalu penuh.

Taburkan bibit ke dalam tempat semai yang sudah disiapkan. Berikan ruang yang lebar didalam tempat semai agar calon tanaman cabai memperoleh ruang untuk tumbuh maksimal. Jangan lupa untuk di siram setiap hari pada pagi dan sore. Tunggu lah bibit tumbuh menjadi tunas.

Pemindahan Bibit

Urutan proses menanam cabe hidroponik yang ketiga adalah dengan memindahkan bibit tanaman. Bibit tanaman cabe pada umumnya memiliki tunas ke-3 atau ke-4 setelah berumur 2 minggu. Pada usia ini, cabe siap dipindahkan ke sistem tanam hidroponik.

Siapkan Media Tanam

Banyak sekali pilihan yang bisa di jadikan sebagai media tanam. Salah satu nya adalah botol air mineral atau potongan pipa sebagai media tanam nya. Potong botol air mineral secara horizontal sampai kamu mendapatkan 2 potongan. Selanjutnya, masukkan campuran cocopeat dan arang sekam ke bagian bibir botol dan jangan lupa untuk memberi air dibawahnya ya guys. Kamu juga harus memberi tanaman kamu nutrisi ya!

Masa Panen

Saat tanaman cabai kmau sudah berusia 60-70 hari setelah penanaman, cabai kalian pun sudah siap dipanen. Waktu terbaik untuk memanen cabai adalah ketika cabai sudah berwarna kemerahan, menandakan buah tanaman sudah matang dan siap dipanen. Sebaiknya kalian panen di pagi hari agar lebih segar.

Definisi dan Kelebihan Hidroponik

Sebelumnya kalian udah tau apa belum nih guys tentang Hidroponik? Kalau belum tau, boleh baca penjelasan ini ya!. Hidroponik itu berasal dari bahasa latin yaitu hydro yang berarti air dan ponous yang berarti kerja. Hidroponik juga dapat diartikan sebagai sistem penanaman tanpa menggunakan media tanah. Berdasarkan arti tersebut, bercocok tanam secara hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen.

 

Kalian juga harus tau kalau hidroponik ini memiliki berbagai jenis, seperti Hidroponik Subtart, Hidroponik NFT, dan Aeroponik. Hidroponik substrat adalah jenis hidroponik yang pertama kali berkembang di negara kita ini, setelahnya ada hidroponik NFT (Nutrien Film Technique) mulai dikenal di Indonesia, kemudian berkembang lagi menjadi aeroponik yang memberdayakan udara.

Tentunya cara bercocok tanam atau berkebun ini dapat dilakukan dirumah kalian masing-masing dan yang pastinya kalian harus niat untuk merawat tanaman kalian ya! Yang perlu kalian tahu lagi adalah ada berbagai macam sayuran ataupun buah-buahan yang dapat kalian tanam dari hidroponik loh. Yuk kita liat disini contoh-contohnya. Berikut contoh dari hidroponik:

Buah-buahan

seperti Stroberi, Semangka, Tomat, Paprika, Pisang, dan lain-lain.

Sayuran

seperti Kangkung, Selada, Seledri, Bayam, dan lain-lain.

Bunga

Bunga Mawar, Ros, Orkid, dan lain-lain.

Disini kita juga akan membahas berbagai kelebihan dan kekurangan sistem hidroponik dibandingkan dengan bercocok tanam menggunakan media tanah.

Kelebihan sistem hidroponik antara lain:

  • Tidak menggunakan tanah untuk menanamnya karena tergantikan oleh air.
  • Penggunaan air yang hemat karena sistem pengairannya yang telah sediakan.
  • Terhindar dari hama yang ada di tanah.
  •  Mudah untuk panen.
  • Penggunaan lahan lebih efisien.
  • Kuantitas dan kualitas produksi lebih banyak dan lebih bagus dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di tanah.
  • Penggunaan pupuk dan air lebih efisien dan tentunya sedikit.
  •  Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah

Kekurangan sistem hidroponik antara lain:

  • Membutuhkan modal yang besar.
  • Pada kultur substrat, kapisitas penampungan air sebagai media substrat lebih kecil dari pada media tanah sehingga akan menyebabkan tanaman layu lebih cepat dan tingkat stres yang serius.

Nah, jadi itu dia guys penjelasan tentang hidroponik serta kelebihan, kekurangan dan contohnya. Apa kalian tertarik buat bercocok tanam dengan cara hidroponik?

Mengenal Ciri dan Jenis Tanaman Hidroponik

Pasti kalian sering mendengar istilah atau kata kata dari Tanaman Hidroponik entah darimana kalian mendengernya. Lalu kalian bertanya tanya pada diri sendiri, Apa itu Tanaman Hidroponik? Apa Hidroponik itu? kalo gitu kita simak ulasan berikut agar kalian lebih mengetahui lagi apa itu Tanaman Hidroponik.

Tanaman hidroponik adalah tumbuhan yang bisa di tanam dengan menggunakan sistem budidaya hidroponik.

Hidroponik

adalah salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi kesehatan tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih minim dan sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan media tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan atau ketersediaan air yang terbatas dan minim dengan kata lain kurang air.

 

Apa Saja Ciri dari Tanaman Hidroponik?

Ciri-Ciri Tanaman Hidroponik

Merupakan Tanaman Semusim

Tanaman semusim adalah tanaman yang jika usia produktifnya telah selesai bisa di cabut untuk kemudian ditanami lagi bibit yang lebih baru. Tumbuhan yang di tanam dengan hidroponik biasanya adalah tumbuhan semusim sehingga nanti bisa dirotasi dan ditukan atau diganti dengan jenis tumbuhan yang lainnya.

Memiliki usia yang pendek dan tidak lama

Usia tumbuhan hidroponik biasanya paling lama 6 bulan bahkan banyak yang kurang dari itu. Hal ini tentu saja berhubungan dengan jumlah nutrisi yang dapat diberikan kepada tanaman hidroponik ini dengan dibandingkan kepada usia produktifnya atau sampai usia siap jual nya.

Pohonnya tidak terlalu besar.

Media tanam hidroponik biasanya dalam bentuk wadah yang ukurannya tidak besar dengan kata lain menggunakan pot pun kalian bisa ya kawan dan hanya mampu menampung maksimal bobot tertentu.

Jenis Tanaman Hidroponik

Selada/lettuce

Selada adalah tanaman daun yang banyak digunakan untuk pelengkap lalapan. Rasanya yang segar dan warnanya yang menarik sering menjadi pilihan utama lalapan ditemani daun kemangi dan timun di restoran restoran biasanya.

Kangkung

Sayuran kangkung begitu populer di kalangan masyarakat. Rasanya yang lezat ketika di masak sering menjadi pilihan selain rasanya yang lezat zat vitamin yang terkandung di kangkung juga sangat bagus untuk tubuh manusia kawan. Biasanya sayuran ini disajikan dalam bentuk sayur matang baik untuk pecel ataupun oseng kangkung.

Cabe

Tanaman yang satu ini menjadi salah satu tanaman yang prospek untuk dibudidayakan. Jika waktunya tepat, menanam cabe bisa memberikan keuntungan yang besar.
Tentunya jika pada saat panen harga cabe tinggi, maka kita bisa mendapatkan keuntungan berlipat lipat kawan, tapi apabila gagal panen juga kerugian waktu dan materi yang didapat juga lumayan tinggi ya kawan. Maka kita harus tepat dalam memanage waktu ketika menanam cabe ya kawan.

Tomat

Tanaman tomat adalah sayuran buah. Kegunaannya banyak sekali. Bisa untuk lalapan, campuran sayur, atau untuk kecantikan dan kesehatan juga sering dijadikan minuman jus tomat yang khasiat juga sangat bagus terutama untuk mata karena kandungan Vit A yang terdapat di Tomat ini cukup tinggi kawan.
Ia juga merupakan sayuran buah yang banyak disukai sehingga permintaannya akan selalu banyak bahkan bisa saja meningkat tinggi karena kebutuhan restoran dan yang lainnya juga ya kawan

Cara Mudah Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas

Cara Mudah Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas

Akibat semakin berkurangnya lahan kosong di kota-kota besar, metode bercocok tanamn hidroponik menggunakan botol bekas menjadi salah satu yang banyak dilakukan masyarakat. Metode hidroponik pada umumnya memang sudah menjadi teknik bertanam yang digemari. Hanya dengan media air dan tidak butuh tempat yang luas cara menanam hidroponik menggunakan botol bekas pastinya tidak sulit dilakukan walaupun Anda masih pemula. Berikut ini merupakan cara mudah menanam hidroponik dengan botol bekas.

1.Siapkan Alat dan Bahan

Tahap pertama sebelum memulai bertanam hidroponik, Anda harus mempersiapkan beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan. Sediakan botol air mineral ukuran 1,5 liter yang sudah dikosongkan, alat pemotong, dan potongan kain flanel. Untuk bahannya, Anda membutuhkan media tanam hidroponik, yaitu air yang sudah dicamput nutrisi untuk tanaman, dan bibit benih tanaman.

2.Lubangi Bagian Botol

Untuk dapat menghubungkan kedua bagian botol yang sudah dilubangi bisa menggunakan potongan kain flanel atau sumbu kompor. Tapi, disarankan buat lubang terlebih dahulu diarea tutup botol agar bisa dilewati kain. Pada metode bertanam hidroponik ini, kain digunakan sebagai penghubung nutrisi air dengan media tanam.

Cara Mudah Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas

3.Mengisi air berzat hara

Setelah semua media dan tempat sudah terbuat dengan benar, tuangkan air nutrisi atau air berzat hara di bagian bawah botol yang sudah disiapkan sebelumnya. Air berzat hara merupakan air yang memiliki nutrisi tinggi dan mengandung banyak mineral yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang.

4.Masukkan media tanam dan bibit tanaman

Media tanam hidroponik terbagi dalam beberapa jenis, seperti cocopeat, rockwool dan sekam bakar. Walaupun sudah mendapatkan nutrisi dari air berzat hara, Anda juga perlu menambahkan pupuk kompos di media tanam yang akan digunakan agar proses dari menanam hidroponik makin cepat tumbuh. JIka sudah selanjutnya, gali sedikit media tanam lalu masukkan biji atau bibit tanaman dan kubur. Tidak harus menggunakan bibit biji, menanam hidroponik dalam botol juga bisa Anda lakukan dengan tanaman yang sudah menjadi kecambah.

5.Cek secara berkala

Yang terakhir lakukan pengecekan tanaman hidroponik secara rutin. Disarankan tiga kali sehari. Anda harus teliti ketika menanam tanaman hidroponik menggunakan botol bekas ini. Karena, jika terdapat lumut atau airnya habis, harus segera dibersihkan atapun diganti.

Jenis Buah Buahan Hidroponik

Jenis Buah Buahan Hidroponik

Sebelumya sudah membahas tentang jenis sayuran apa saja yang bisa ditanam menggunakan teknik hidroponik. Untuk sekarang akan membahas tentang buah buahan yang bisa ditanam menggunakan teknik hidroponik. Cara menanamnya juga pasti sama dengan sayuran. Berikut jenis buah buahan hidroponik.

1. Stroberi

Buah stroberi kaya dengan antioksidan dan vitamin dapat memperkuat imun tubuh. Buah yang satu ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan bisa menghilangkan banyak penyakit. Buah stroberi merupakan salah satu buah yang bisa tumbuh dengan baik menggunakan metode hidroponik. Dikarenakan stroberi akan tumbuh dengan baik di lingkungan yang basah. Buah stroberi yang tumbuh menggunakan metode hidroponin akan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan yang menggunakan tanah sebagai medianya

2.Semangka

Semangka memang terkenal sebagai buah musim panas. Diakrenakan semangka mengandung banyak air yang bisa menyegarkan tenggorokan di tengah cuaca yang panas terik. Bercocok tanam semangka dengan menggunakan metode hidroponik perlu perhatian khusus. Untuk masa panen, semangka hidroponik memerlukan waktu 2 sampai 3 bulan saja.

Jenis Buah Buahan Hidroponik

3.Tomat

Tomat adalah salah satu buah yang memiliki manfaat yang bagus untuk tubuh. Buah yang memiliki rasa ssedikit asam ini mengandung banyak vitamin dan mineral yang sangat baik untuk menjaga imun tubuh. Tomat yang ditanam dengan teknik hidroponik akan memiliki waktu panen yang lebih cepat. Selain itu hasil panennya juga bermutu dan lebih bagus. Tomat salah satu yang terbaik untuk jenis buah buahan hidroponik.

4.Melon

Buah selanjutnya adalah melon, siapa sih yang tidak tahu buah melon. Buah berwarna hijau yang memilik rasa ygn sangat manis. Buah melon juga bisa ditanam menggunakan metode hidroponik. Namun, Anda membutuhkan tempat yang luas untuk bercocok tanam melon dengan cara hidroponik. Dikarenakan buah melon memiliki ukuran yang lebih besar dari buah yang lain

5.Cabe

Cabe atau yang biasa disebut cabai adalah sejenis tanaman buah dan tumbuhan. Tergantung bagaimana Anda menggunakannya cabai bisa menjadi sebuah buah ataupun sayuran. Bercocok tanam cabe dengan teknik hidroponik memang sudah sangat popular dan sudah banyak petani yang melakukannya. Menanam cabai secara hidroponik juga harus diperhatikan, Anda harus memperhatikan kadar airnya. Agar cabai tumbuh dengan baik.

5 Jenis Sayuran Hidroponik yang Mudah Ditanam

5 Jenis Sayuran Hidroponik yang Mudah Ditanam

Jika sebelumnya membahas tentang manfaat dan keunggulan tanaman hidroponik, kali ini akan membahas tentang jenis sayuran hidroponik yang mudah ditanam. Selain caranya yang mudah, menanam sayuran juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Dan sayuran juga mengandur berbagai macam mineral dan vitamin yang sangat berguna untuk tubuh Anda. Jadi untuk Anda yang mau mulai mencoba menanam sayuran hidroponik, berikut rekomendasinya.

1.Bayam

Bayam adalah salah satu sayuran yang memiliki banyak manfaat. Selain mengandung mineral dan kaya akan vitamin, bayam juga terdapat zat besi yang lebih banyak dari sayur yang lainnya. Sayuran bayam ini juga bisa ditanam dengan mudah menggunakan metode hidroponik. Memang pada umumnya Bayam adalah sayur dedaunan yang cepat tumbuh menggunakan air sebagai medianya. Bayam juga tidak memerlukan waktu yang lama untuk dipanen, cukup menunggu selama 12 minggu saja.

2.Kangkung

Jenis sayuran hidroponik yang selanjutnya adalah kangkung. Kangkung merupakan sayuran yang bisa tumbuh alami di mana saja, dan tidak membutuhkan cara yang sulit. Maka dari itu, kangkung sangat pas untuk ditanam menggunakan cara hidroponik. Cara mudahnya Anda harus merendam bibit kangkung di air hangat selama 4 sampai 5 jam, jika sudah pindahkan bibit ke tisu yang sudah dibasahi sampai tumbuh kecambah dan bibit siap untuk ditanam.

5 Jenis Sayuran Hidroponik yang Mudah Ditanam

3.Brokoli

Jenis sayuran hidroponik yang mudah di tanam selanjutnya ialah brokoli. Biasanya brokoli banyak tumbuh di daerah yang berada di dataran tinggi. Tapu jika Anda berada di dataran renda juga bisa menanam brokoli menggunakan metode hidroponik. Selain cara bertanamnya yang cukup mudah, brokoli juga menjadi komoditas utama sayuran yang paling di cari. Jadi bisa menjadi peluang bisnis bagi Anda yang ingin menekuninya.

4.Timun

Timun adalah salah satu jenis sayuran yang paling banyak memiliki kandungan air. Selain rasanya yang segar, timun memiliki manfaat lain bagi tubuh. Dan yang terpenting timun merupakan salah satu yang favorit untuk ditanam menggunakan metode hidroponik karena tidak sulit untuk membudidayakannya. Karena pada dasarnya timun adalah sayuran yang membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya.

5.Sawi hijau

Jenis sayuran yang satu ini merupakan yang paling mudah untuk ditanam menggunakan cara hidroponik. Karena sawi hijau dapat beradaptasi dalam lingkungan yang sulit dan berbagai macam media tanam. Sawi hijau yang di tanam menggunakan metode hidroponik bisa di panen setelah berumur 2 sampai 3 bulan. Jika Anda memiliki bibit yang unggul dan cara menanamnya yang benar, sawi hijau bisa tumbuh lebih cepat.

Tanaman Hidroponik

Kelebihan Tanaman Hidroponik Yang Sangat Bermanfaat

Untuk Anda yang belum tahu hidroponik merupakan cara menanam tanaman dengan menggunakan air sebagai media tumbuh utamannya. Berbeda denga cara bercocok tanam yang umumnya menggunakan tanah sebagai media tumbuh. Pada umumnya cara bercocok tanam hidroponik di gunakan oleh petani yang tinggal di daerah perkotaan. Untuk Anda yang hobi bercocok tanam juga bisa melakukan teknik hidroponik dengan menggunakan halaman yang ada di rumah Anda sebagai lahannya.

Untuk saat ini sudah banyak sekali pengusaha sayuran yang menggunakan tenik hidroponik sebagai cara bercocok tanamnya. Tanaman yang di budidayakan juga ada banyak macamnya, seperti sayur selada, sawi, cabe, tomat, pocoy, bayam dan lain-lain. Karena caranya yang tidak sulit dan banyak manfaatnya. Berikut kelebihan tanaman hidroponik yang sangat bermanfaat bagi Anda dan lingkungan sekitar.

Tanaman Hidroponik

Tanaman bebas hama

Bercocok tanam dengan menggunakan media tanah, kadang dapat memunculkan hama yang bisa merusak tanaman. Jika Anda menggunakan teknik bercocok tanamn hidroponik dapat memperkecil kemungkinan serangan hama yang menjadi musuh utama para tanaman.

Hasilnya lebih banyak

Hasil yang di dapatkan dari cara bercocok tanam hidroponik lebih banyak. Karena persentase serangan hama yang lebih rendah, membuat janga hidup tanaman yang Anda tanam lebih lama. Inilah salah satu kelebihan tanaman hidroponik yang disukai para petani.

Pertumbuhan tanaman lebih cepat

Tanaman yang tumbuh dengan cara bercocok tanam hidroponik dapat tumbuh lebih cepat daripada tanaman yang ditanam di tanah. Perbedaan pertumbuhannnya bisa sampai 30% hingga 50%. Untuk mendapatkan pertumbuhan yang maksimal, Anda perlu menanam tanaman hidroponik di dalam ruangan, atau menggunakan greenhouse atau rumah kaca, untuk menghindari serangan hama dari luar.Tapi tidak menutup kemungkinan jika tanaman hidroponik yang di tanam di luat juga dapat tumbuh dengan cepat dan baik.

Irit Tempat

Bercocock tanam menggunakan metode hidroponik lebih irit tempat di banding bercocok tanam pada umumnya. Tanaman hidroponik tidak membutuhkan lahan yang sangat luas. Oleh karena itu cara bercocok tanam hidroponik sangat pas di terapkan di daerah perkotaan yang sudah minim dengan lahan kosong yang luas.

Tidak butuh tanah

Keunggulan yang paling utama dari metode hidroponik ialah tidak membutuhkan tanah. Tanaman hidroponih hanya menggunakan air sebagai media pertumbuhannya. Sama seperti semua tumbuhan, tanaman hidroponik juga membutuhkan sinar matahari.

Mengenal Awal Mula Sejarah Tanaman Aeroponik

Mengenal Awal Mula Sejarah Tanaman Aeroponik

Mengenal Awal Mula Sejarah Tanaman Aeroponik

Sejarah Aeroponik

Sejarah ditemukannya aeroponik pada indonesia adalah pada saat penjajahan zaman belanda yang diajarakan dari nenek moyang dan menjadi tradisi turun temurun sampai saat ini. pengertian aeroponik Selanjutnya dikembangkanlah system aeroponik pertama kali oleh Dr. Franco Massantini di University of Pia,Italia. Di Indonesia, perintis aeroponik secara komersial yang menjadikan tanaman ini menjadi hal yang mudah untuk di lakukan.

Saat ini memang sulit untuk menemukan pekerjaan yang memang terdampak covid 19, salah satunya berkebun. Selain sistem hidroponik, bercocok tanam juga dapat di kalkulasikan dengan adanya metode yang tidak mengandalkan air atau tanah menurut Chilean Journal of Agricultural Research, aeroponik adalah teknik modern untuk menumbuhkan nutrisi dan cahaya yang cukup untuk pertumbuhan tanaman.

Sementara yang di lakukan di indonesia tentang tanaman yang bisa di tanam di perkotaan karena tidak membutuhkan lahan yang luas.“(Sistem aeroponik) tidak memerlukan lahan yang luas sehingga cocok dit anam di kawasan perkotaan yang tidka memerlukan lahan yang luas

Selain itu tanaman yang di hasilkan dengan metode aeroponik memang sangta berbeda dengan tanaman yang di tanam di tanah. dihasilkan tidak kalah dari tanaman yang dibudidayakan secara konvensional.“Kelebihan aeroponik dari sistem tanam lain itu tanaman lebih mudah dipanen.dan juga apa yang menjadikan tanaman itu lebih sehat dan juga bernutrisi saat di konsumsi

Di Indonesia memang sudah banyak sekali orang yang menanam tanaman dengan dmetode areoponik untuk menghemat lahan yang memang sangat sulit di jakarta dan di surabaya.“Di Indonesia sudah banyak di terapkan terutama pada kota-kota besar yang menerapkan konsep urban farming seperti yang sudah anda ketahui di perkotaan memang sudah sangat sulit lahan yang terbuka dan area yang subur.

Pemerintah yang ada di indonesia juga sangat merespon positif metode yang menjadikan aeroponik sebagai metode yang cocok di perkotaan.” lanjutnya.Meski demikian sistem aeroponik juga memiliki kekurangan.Tidak lain halnya dengan di bogor yang mempunyai lahan yang luas juga tanah yang subur

Yangs angat menjadikan sistem ini banyak sekali di minati di berbagai hal adalah dengan panennya yang sangat bagus dan cocok media tanam yang digunakan berupa styrofoam dan membiarkan akar tanaman menggantung di udara akan menjadikan kualitas tanaman ini akan lebih bagus dan sempurna

3 Teknik Dasar Menanam Tanaman Aeroponik Di Rumah

3 Teknik Dasar Menanam Tanaman Aeroponik Di Rumah

3 Teknik Dasar Menanam Tanaman Aeroponik Di Rumah

Ada banyak sekali menanam dengan car aynag sangat berbeda-beda Bagi kamu yang belum tahu, aeroponik adalah proses menanam tanaman di udara tanpa menggunakan tanah. Salah satu keuntungan aeroponik adalah menghemat tanah yang kamu miliki dan memudahkan untuk menanam tanaman.

Tentu, tidak semua penanaman sama dengan yang anda lihat sebuelumnya di zaman sekarang dengan metode aeroponik. Intip yuk!Nah, kali ini kita akan mengupas teknik budidaya aeroponik alias bercocok tanam di udara. Di udara? Kok bisa sih? Nah, kalo ini saya kaan menjelaskan tentang cara menanam tanmaan Aeroponik yang benar dan tepat :

1. Memberikan Nutrisi Yang Cukup

Budidaya tanaman ini memang tidak memerlukan tanah seperti tanaman yang lain. Media tanam aeroponik seringkali berupa styrofoam dengan akar yang menggantung di atas udara dengan bantuan pipa

Sebenarnya,untuk mencoba teknik ini anda perlu kelemahan aeroponik menanamkan kemauan apa yang ada pada diri andaatau larutan nutrisi sebagai pengganti media tanah. Namun pada sistem aeroponik, akar tanaman tidak dicelupkan terus menerus pada larutan nutrisi ini. Larutan nutrisi tadi disemprotkan menjadi bentuk kabut ke daerah perakaran tanaman,Agar proses tanaman ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan panduan yang ada di artikel ini.

2. Menyemprotkan kabut air ke daerah perakaran tanaman tidak boleh berhenti sampai panen

Dalam teknik aeroponik,Hal ini memang di wajibkan untuk semua yang menjadikan tanaman sebagai apa yang ia tanam Menyemprot tanaman secara terus menerus akan menurunkan suhu di sekitar daun dan mengurangi evapotranspirasi agar tanaman dapat memepercepat masa panen sebelum tanggal panen.

Penggunaan , cara ini memang relatif mudah di bandingkan menanam dengan cara Hidroponik dan keseragaman distribusi air yang diberikan. Penyemprotan dengan sprinkler sebenarnya bisa mengatur suhu kelembapan yang ada pada ruangan tersebut dengan menggunakan alat cek suhu.

3. Persiapan Alat

Proses persiapan alatb yang harus memadai sebelum memulai sesuatu adalah hal yang sangat wajib di persiapkan. Untuk proses penanaman dengan sistem aeroponik, harus diperiksa juga keadaan nozzle/jet spray yang telah dipasang dan juga dipastikan sudah memenuhi standar tanaman yang akan anda tanam di rumah anda.

Tanaman Hidroponik Yang Tidak Membutuhkan Sinar Matahari

Tanaman Hidroponik Yang Tidak Membutuhkan Sinar Matahari

Tanaman Hidroponik Yang Tidak Membutuhkan Sinar Matahari

Teknik pencakokan hidroponik merupakan salah satu cara yang sering digunakan oleh para petani Teknik ini sangat mudah untuk diterapkan, tidak memerlukan biaya yang mahal, tidak memerlukan lahan yang luas, dan dapat dilakukan di dalam atau luar rumah.

Namun, untuk pengelolaan secara ruangan, tidak lupa untuk media tanam hidroponik memastikan cahaya dari lampu agar tumbuh secara maksimal. Akan tetapi, banyak yang khawatir tanaman tersebut akan layu dan mati karena cuaca yang panas. Tidak hanya itu saja, timun juga tidak membutuhkan waktu yang lama juga lho

Karena tidak menyukai yang berada di salah satu tempat yang sejuk dan memiliki wangi yang baik, sehingga dianjurkan untuk budidaya hidroponik dalam ruangan. Pada umunya, tanaman membutuhkan sinar matahari untuk tetap hidup dan dapat tumbuh dengan baik. Untuk memastikan tanaman tetap sehat dan alami saat di proses kembali tidak bau dan busuk.

Jenis Tanaman Hidroponik Tanpa Sinar Matahari Yang Tidak Dapat Bertahan Hidup

Tidak semua jenis tanaman dapat ditanam dengan teknik hidroponik tanpa sinar matahari. Jenis tanaman juga perlu diperhatikan sebelum menanamnya.

Jadi Disini kita akan membahas eberapa jenis tanaman hidroponik tanpa sinar matahari adalah sebagai berikut:

1. Bayam

Yang pertama adalah bayam. Bayam dapat ditanam dengan teknik hidroponik sensera yang tidak membutuhkan ruang yang cukup luas. Tanaman ini tidak membutuhkan cahaya matahari yang terlalu banyak, sehingga dapat ditanam tanpa sinar matahari.dan juga banyak yang berhasil melakukan hal tersebut

2. Tomat

Tanaman sayur lain yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari adalah tomat.Jadi salha satu tanaman yang dapat tumbuh dengan baik mungkin sebagian dari kita ada yang beranggapan kalau tomat termasuk buah-buahan. Padahal sebenarnya tergolong sayuran.

Tanaman tomat memang akan lebih efektif jika ditanam di ruangan yang sejuk. Tapi bukan berarti tidak membutuhkan sinar matahari sama sekali. Tanaman in akan tetap hidup walau tanpa sinar matahari

3. Kangkung

Yang Ketiga adalah Kangkung Tanaman sayur lebih subur di sekitar daerah tropis seperti di Indonesia. pasti sudah tidak asing lagi dengan tanaman yang satu ini yang cepat dan menjadi konsumsi sehari-hari. Sudah banyak yang mencoba untuk membudidayakan hidroponik kangkung karena tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas atau dengan menjalurkan tanha di sekitar rumah

4 Cara Berkebun Tanaman Hidroponik di Rumah

4 Cara Berkebun Tanaman Hidroponik Di Rumah

\ 4 Cara Berkebun Tanaman Hidroponik di Rumah

Hidroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa media tanah dan menggunakan air.
Meski demikian, memiliki tanaman hidroponik tidak membutuhkan banyak air seperti saat menanam menggunakan media tanah.
Tanaman hidroponik cocok bagi kamu yang ingin menghemat air,dan tinggal di daerah yang tidak memiliki banyak pasokan air.jadi tidak terlalu sulit untuk menanam tanaman tersebut

Bukan hanya membuat taman vertikal, membuat kebun berisi tanaman hidroponik pun tidak sesulit yang dibayangkan. Bahan-bahannya mudah ditemukan di pasaran, misalnya saja pralon dan gelas plastik.
Nah, untuk kamu yang tertarik, dan langsung saja simak cara yang akan jelaskan berikut ini!

1. Bahan-Bahan dan alat untuk kebun tanaman hidroponik sebagai berikut :

  • Antara lain:
  • pipa paralon dengan diameter 3 inci,
  • gelas plastik,
  •  penyambung paralon,
  •  penutup paralon
  •  gergaji,
  •  selang,
  •  pompa aquarium,
  • alat solder,
  • alat bor,
  • air,
  • spons,
  • biji tanaman hidroponik.

2. Cara menanam hidroponik dengan pipa PVC

Cara menanam hidroponik berikutnya bisa dengan pipa PVC. Ini memanfaatkan pipa PVC yang disusun bertingkat. dan Dilansir The Better India, berikut cara membuat kebun hidroponik dengan pipa PVC,Berikut adalah alat-alat yang diperlukan sebagai berikut :

  • 4 pipa PVC sesuai kebutuhan
  •  Konektor siku PVC untuk menyambungkan pipa
  • 1 tutup PVC
  • Wadah ukuran besar dengan penutup
  • Pompa hidroponik
  • Net pot atau gelas plastik
  • Media tanam siap pakai
  • Pipa air

3. Cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu

Satu lagi cara menanam hidroponik sederhana yang bisa Bunda lakukan di rumah adalah dengan sistem sumbu. Cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu ini mudah dicoba.
Alat dan bahan:

  • Ember atau baskom untuk penampung air (reservoir)
  • Pupuk hidroponik (kering atau cair)
  • Tali katun atau nilon
  • Media tanam
  • Bibit
  • Nampan tanam

4. Sistem Irigasi Tetes (Drip System)

Dan Cara menanam hidroponik yang keempat adalah dengan menggunakan cara  irigasi tetes. Sistem irigasi tetes (Drip System) adalah salah satu  sistem di  hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman.

cara irigasi tetes (drip system) di sebut juga sistem fertigasi dan karena pemberian dan pengairan nutrisi di lakukan secara bersamaan. Sistem irigasi tetes (drip  cara atau fertigasi) adalah sistem hidroponik dan yang paling sering di gunakan di dunia, mulai dari hobi hingga skala komersil.

Jadi seperti berikut adalah cara-cara menanam dan manfaat tanaman hidroponik di rumah dengan mudah,semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman yang mau mencoba menanam tanaman hidroponik di rumah,Terima kasih

tanaman hidroponik berharga tinggi

Tanaman Hidroponik Yang Berharga Tinggi

  Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanam tanah. Hidroponik merupakan solusi menanam dengan lahan terbatas. Anda bisa menanam secara hidroponik dengan memanfaatkan lahan kecil seperti halaman rumah. Hidroponik mulai banyak di pilih karena memiliki banyak keuntungan. Tanaman hidroponik tidak bergantung  pada musim dan dapat dipanen kapan saja. Selain itu, tanaman hidroponik memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi karena hampir semua faktor pertumbuhan bisa dikontrol, berbeda jika Anda menggunakan media tanam biasa seperti tanah. Setelah menyiapkan fasilitas untuk menanam secara hidroponik, tahap berikutnya adalah menentukan tanaman apa yang akan ditanam. Pada dasarnya, semua tanaman bisa ditanam dengan teknik hidroponik. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, hingga bunga-bunga. Menentukan komoditas apa yang akan ditanam sangat penting, terutama jika Anda ingin menanam hidroponik untuk tujuan komersil dan bukan sekadar hobi.

tanaman hidroponik berharga tinggi

1. Paprika

Paprika membutuhkan kondisi yang sama seperti tomat untuk tumbuh. di tanam dengan teknik hidroponik namun membutuhkan banyak cahaya matahari dan cuaca yang cenderung panas. tanaman bisa dipanen dalam waktu dua hingga tiga bulan.

2 .Selada

Selada merupakan sayuran yang banyak di konsumsi oleh masyarakat. Selada mungkin merupakan salah satu tanaman yang paling banyak di tanam menggunakan teknik hidroponik. Karena selada biasanya di makan mentah, orang cenderung akan memilih selada hidroponik karena lebih bersih dan terjamin mutunya, di bandingkan dengan selada biasa. Selada yang di tanam dengan teknik hidroponik bisa dipanen dalam waktu enam hingga sembilan minggu.

3.Terong Jepang.

Terong Jepang memiliki bentuk yang bermacam-macam, ada panjang, bulat, dan pendek. Jenis sayuran dari Jepang ini seringkali di gunakan sebagai tempura dan campuran salad. Tak hanya itu terong Jepang juga di gunakan sebagai salah satu pengobatan alami. Di antaranya juga di manfaatkan khasiatnya untuk mencegah kanker usus.

4. Melon

Selain sayuran, buah-buahan juga bisa di tanam menggunakan sistem hidroponik. Proses budidaya melon hidroponik di awali dengan pemilihan benih, penyemaian, penanaman, perawatan, hingga panen. Seluruh tahapan tersebut harus di lakukan dengan baik agar melon dapat tumbuh dengan sehat dan optimal.

5. Semangka

Selain melon, semangka juga bisa menjadi pilihan tanaman hiroponik lainnya. Buah yang kaya air ini memang banyak di gemari. Semangka hasil hidroponik memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi di bandingkan semangka biasa. Untuk menanamnya tidak sulit. Tahapan budidanya di awali dengan pemilihan bibit, penyemaian, penenaman, pemeliharaan, hingga akhrinya penen. Waktu panen buah semangka hidroponik sekitar 2 – 3 bulan setelah tanam.

Itulah beberapa jenis tanaman hidroponik yang bisa di budidayakan di rumah. Menanam tanaman dengan sistem hidroponik tidaklah sulit. Namun Anda tetap harus memperhatikan syarat tumbuh dari setiap tanaman yang di budidayakan.

tanaman hias hidroponik

Tanaman Hias Hidroponik, Dekorasi Asri Untuk Rumah Kamu!

Banyak jenis tanaman hias yang dikoleksi dengan menggunakan sistem hidroponik. Hidroponik sendiri adalah sistem budidaya tanaman yang tidak menggunakan media tanah. Namun, menggunakan air yang sudah di racik sedemikian rupa sehingga memiliki banyak kandungan nutrisi yang cukup untuk tanaman.
Selain lebih bersih dan juga hemat lahan penanaman, menanam tanaman hias dengan menggunakan sistem hidroponik dinilai lebih efektif dan membuat tanaman lebih cepat berbunga dibandingkan dengan media tanah loh. Ini dia beberapa tanaman yang dapat tumbuh maksimal dengan teknik penanaman hidroponik

tanaman hias hidroponik

Tanaman Hias Hidroponik Lidah buaya

Tanaman hias yang dapat kamu jadikan dekorasi untuk memperindah rumah kamu yaitu lidah buaya atau aloe vera. Kamu dapat meletakkan tanaman satu ini baik di dalam rumah maupun di pekarangan. Biasanya, Tanaman hias ini memakai arang sekam sebagai medianya.

Tanaman Hias Hidroponik Dracaena

Selanjutnya ada, Tanaman Hias Dracaena.  Dracaena termasuk contoh jenis tanaman hias hidroponik yang paling banyak di jadikan untuk dekorasi. Pasalnya, perawatan dari tanaman hias dracaena satu ini terbilang sangatlah mudah. Kamu bisa meletakkan dracaena ke dalam suatu wadah berisi air untuk membuat Jenis tanaman satu ini tetap hidup.

Paperwhite

Selanjutnya, ada tanaman yang termasuk ke dalam jenis tanaman hias dengan media air. tanaman Paperwhite memiliki bunga berwarna putih yang indah nan cantik. Tanaman satu ini terlihat seperti rangkaian bunga yang terbuat dari kertas. Paperwhite terlihat elegan dan cocok dijadikan tanaman hidroponik gantung ataupun dapat kamu jadikan hiasan di ruang tamu ataupun di tengah meja makan. Perawatan tanaman hidroponik ini cukup mudah. Kamu hanya harus mengganti airnya 3 hari sekali agar membuat tanaman ini tetap hidup.

Anggrek

Siapa yang tak kagum dengan indahnya bunga anggrek? Tanaman hias yang di minati oleh banyak orang ini ternyata dapat menggunakan teknik hidroponik loh! Dengan total jumlah spesies lebih dari 30 ribu jenis anggrek, bunga ini memberikan bentuk daun dan warna bunga yang unik dan juga elegan. Sangat cocok untuk di jadikan tanaman hias dekorasi di rumah kamu.

Selain itu, bunga anggrek ini cocok untuk ditanam dengan hidroponik karena anggrek menyukai area dengan kelembapan tinggi dan dan sistem akar mereka menyerap nutrisi langsung dari udara.Biasanya Anggrek menggunakan media arang sekam dan memakai konsep hidroponik minimalis untuk menanamnya.

Hidroponik Sistem Wick

Teknik Hidroponik Menggunakan Sistem Wick

Ada berbagai jenis teknik Hidroponik yang dapat kalian lakukan, salah satunya adalah yang termudah yaitu Sistem Wick. Sistem satu ini merupakan  sistem yang paling sederhana dari ke 6 dasar sistem hidroponik.
Teknik ini termasuk ke dalam sistem pasif, yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke dalam media tanam dari wadah nutrisi menggunakan perantara sumbu. Biasanya bahan yang di gunakan dalam sistem ini adalah kain flannel atau jenis bahan lain yang mudah menyerap air dan dapat membuat tanaman hidroponik kita mendapat air dan nutrisi yang cukup. Sebelum lebih lanjut, tanamanhidroponik akan menjelaskan kepada kamu lebih lengkap mengenai sistem ini.

Hidroponik Sistem Wick

Sistem Wick

Sistem wick biasanya menggunakan media tanam seperti Rockwool, Perlite, Vermiculite, batu kerikil, hydroton, sekam bakar, dan cocopeat. Teknik ini juga memungkinkan hidroponik sistem wick botol bekas yang menjadi media terpopuler di kalangan pemula.

Prinsip kerja teknik hidroponik satu ini ialah dengan menempatkan nutrisi pada potongan botol bagian bawah. Nutrisi tersebut akan menjalar melewati kain sumbu ke atas dan berada di antara media tanaman sehingga akar tanaman memperoleh nutrisi.

Adapun kelebihan dan kekurangan hidroponik sistem wick ini, di antaranya:

  • Biaya untuk mengumpulkan bahan yang di perlukan tergolong sangat murah karena dapat memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita.
  • Selain itu, Bentuk nya yang sederhana dan pembuatannya yang termasuk mudah dapat membuat teknik ini cocok di gunakan oleh siapa saja.

Selanjutnya ada kekurangan dari teknik tanam satu ini, Adalah :

  • Jumlah tanaman yang di hidroponikkan apabila berjumlah banyak maka akan sedikit sulit dalam mengontrol pH air.
  • Hanya cocok untuk jenis tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Hal ini di sebabkan oleh kemampuan kapiler sumbu dalam menyalurkan nutrisi bersifat terbatas.

Ada beberapa jenis tanaman yang cocok di tanam menggunakan teknik hidroponik satu ini. Yakni, Pakcoy, bayam Brazil, kangkung, sawi, selada merah dan selada hijau yang tidak membutuhkan banyak air untuk tumbuh dan termasuk ke dalam tanaman hidroponik yang dapat cepat di panen

Cara Menanam Bayam Hidroponik Mudah di Rumah

Cara Menanam Bayam Hidroponik Mudah Di Rumah

Bagi kamu pecinta bayam, apakah berminat mencari tahu bagaimana cara menanam bayam Hidroponik dengan mudah?
Sayuran hijau adalah salah satu komponen jika kamu ingin memiliki pola makan dan hidup sehat. Sayur satu ini mengandung segudang nutrisi seperti serat, mineral, vitamin dan senyawa nabati.
Salah satu sayuran yang sangat disarankan untuk dikonsumsi adalah bayam. Untuk kamu yang khawatir dengan kandungan pestisida yang terkandung dalam sayuran yang di jual bebas dan ingin coba menanam sendiri kamu dapat menggunakan teknik Hidroponik. Kamu bisa mendapatkan sayuran segar tanpa harus berkotor – kotor dan prosesnya pun sangatlah mudah.

Cara Menanam Bayam Hidroponik Mudah di Rumah

Cara Menanam Bayam Hidroponik Mudah

Ada beberapa peralatan dan bahan yang perlu Anda persiapkan terlebih dahulu sebelum mulai menanam bayam menggunakan metode hidroponik :

  • Biji bayam varietas unggul
  • Rockwool sebagai media tanam
  • Gergaji besi kecil untuk mengiris rockwool
  • Semprotan air yang di gunakan untuk melembabkan rockwool
  • Tusuk sate ataupun lidi yang berguna untuk melubangi rockwool
  • Baki atau nampan untuk meletakkan media tanam
  • Rakit apung dengan sistem sederhana untuk menanam secara hidroponik

Cara menanam bayam bagi pemula yang pastinya mudah dan gampang untuk kamu ikuti.

sebelum langsung pada media tanam, kita harus melakukan penyemaian dengan cara menanam bayam hidroponik dengan rockwool. Berikut adalah langkah – langkahnya :

  1. Untuk menanam bayam dengan hidroponik, rendam terlebih dahulu benih ke dalam air hangat selama kurang lebih 1 jam. Cara ini dapat melunakkan kulit benih dan memudahkan pada saat akan membentuk tunas baru.
  2. Selanjutnya, siapkan media tanam berupa rockwool. Potong rockwool dan lubangi dengan menggunakan lidi ataupun tusuk sate.
  3. Setelah itu,  lalu masukkan benih ke lubang rockwool tersebut.
  4. Berikutnya, siram semua bagian rockwool dengan air bersih yang belum tercampur klorin sampai merata.
  5. Selanjutnya, taruh baki semai di tempat yang kering dan teduh.
  6. Tutup baki menggunakan plastik hitam supaya proses penyemaian lebih cepat. Proses ini biasanya memakan waktu 48jam sampai benih berkecambah.

Setelah proses semai yang sebelumnya kita lakukan sudah selesai. maka selanjutnya yang harus kita lakukan adalah penanaman bibit bayam hidroponk, berikut cara nya :

  1. Buatlah lubang pada media net pot atau gelas plastik untuk memberi tempat pada sumbu atau kain flanel.
  2. Selanjutnya, indahkan setiap bibit bayam yang setidaknya memiliki 4 daun ke dalam net pot atau botol plastik bekas ya.
  3. Setelah semua net pot terisi tanaman bayam, kamu dapat memasukan benih yang sudah di pindahkan ke dalam lubang penutup sterofoam tadi dengan posisi bibit yang lebih tinggi dari penutup.
  4. Siram setiap bibit dengan air bersih yang belum tercampur bahan kimia secukupnya.
  5. Letakkan box air berisi bibit bayam ini secara teratur di pekarangan rumah Kamu.  Usahakan agar setiap bibit tanaman bayam hidroponik terkena sinar matahari sebanyak 70 – 90% setiap harinya agar bibit dapat tumbuh dengan cepat dan juga tidak gagal panen.

Itu dia cara cara menanam bayam hidroponik dengan botol bekas. Kamu pasti bertanya bayam hidroponik berapa lama? biasanya bayam bisa kita panen 25 – 30 hari setelah proses penanaman.

Jenis Tanaman Hidroponik Paling Menguntungkan

Jenis Tanaman Hidroponik Paling Menguntungkan

Tanaman Hidroponik sangat menguntungkan untuk kita. Bagaimana tidak? Teknik ini mulai di gemari oleh masyarakat pada masa pandemi. Dengan menanam sayuran hidroponik, kamu akan memiliki persediaan sayuran dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, Apabila Anda hendak memulai kegiatan hidroponik di dalam atau pekarangan rumah, maka tentukan terlebih dahulu apa yang ingin Anda tanam dan panen nanti. hidroponik berasal dari kata “hidros” dan “ponos” . Hidros (hydro dalam bahasa inggris) artinya air, sedangkan Ponos (ponic dalam bahasa inggris) artinya mengerjakan. Singkatnya, air menjadi media tanam yang digunakan untuk menanam dengan teknik hidroponik.

Untuk memudahkannya, Anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis tanaman hidroponik yang mempunyai nilai ekonomi tinggi sehingga sewaktu-waktu bisa Anda jadikan hobi yang menghasilkan. Berikut akan kami ulas beberapa macam tanamannya.

Jenis Tanaman Hidroponik Paling Menguntungkan

Jenis Tanaman Hidroponik Paling Menguntungkan

Buah-buahan

Tak hanya sayuran, buah-buahan seperti hidroponik tomat, melon, dan cabe juga dapat di budidayakan secara hidroponik. Agar buah-buahan tersebut tumbuh dengan baik, hal yang harus anda perhatikan yaitu nutrisi air serta asupan cahaya. Sedangkan untuk tanaman berukuran besar jangan lupa untuk menyediakan tempat untuk merambat yang kokoh untuk menopang tanaman dan buahnya.

Tanaman Hidroponik Selada

Jenis sayuran menguntungkan yang bisa Anda tanam dengan metode hidroponik berikutnya adalah selada. Tingkat kebutuhan terhadap sayuran ini sangat tinggi. Masyarakat Indonesia mengonsumsi selada dalam berbagai bentuk, seperti lalapan, campuran pecel lele, dan lain sebagainya. Selain itu, Selada termasuk jenis tanaman hidroponik yang cepat panen.

Timun

Seperti yang kita tahu, timun termasuk ke dalam salah satu jenis sayuran yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan masakan. Makanya, timun juga kerap dibudidayakan secara hidroponik. Kamu harus memberi cahaya matahari untuk tanaman yang satu ini. Selain itu, timun juga dapat menghasilkan uang yang cukup besar dengan modal yang dapat dibilang kecil.

Paprika

Paprika masuk ke dalam jenis tanaman hidroponik yang cepat panen Selain itu paprika juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini biasanya di jual di pasar atau supermarket dengan harga yang cukup mahal. Tak heran kalau paprika ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Itu dia beberapa buah dan sayur yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat kalian jual untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Menanam Strawberry Dengan Metode Hidroponik

Menanam Strawberry Dengan Metode Hidroponik

Menanam Strawberry Dengan Metode Hidroponik

Tanaman hidroponik sekarang punya banyak penggemar. Selain lebih hemat lahan, hasil panen dengan metode tanam hidroponik juga lebih melimpah di banding dengan cara konvensional. Karena teknik ini memungkinkan tumbuhan menyerap nutrisi lebih banyak sehingga bisa tumbuh dengan baik. Salah satu tumbuhan yang bisa berhasil di tanam dengan metode hidroponik adalah strawberry. Buah yang mengandung vitamin C yang sangat tinggi ini biasanya banyak tumbuh subur di dataran tinggi. Karena strawberry akan bertumbuh dengan baik di suhu yang cukup rendah, namun dengan metode hidroponik strawberry bisa tumbuh dengan baik walaupun berada di dataran rendah loh. Berikut cara menanam strawberry dengan metode hidroponik:

Menyemai bibit strawberry

  • Cuci biji buah strawberry sampai bersih.
  • Lalu keringkan kembali.
  • Setelah itu rendamlah biji strawberry ke dalam larutan pupuk NPK.
  • Setelah direndam, pindahkan ke media tanam yang berupa polybag yang berisi campuran pasir dan pupuk dengan perbandingan 1:1.
  • Letakkan benih buah strawberry ke ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
  • Lalu pindahkan ke ruangan ber AC, lakukan poin ini dan poin sebelumnya secara berulang selama 5 hari.
  • Setelah akar strawberrynya muncul dan tumbuh 3-4 helai daun, siapkan media tanam asli.

Media Tanam Asli

  • Siapkan sekam uang sudah kering.
  • Dan bakar sampai menjadi kehitaman, sehingga menjadi arang sekam.
  • Siapkan polybag ukuran 50×50 cm dan polybag ukuran 20×18 cm.
  • Masukkan arang sekam ke dalam polybag kecil.
  • Pindahkan 4 polybag kecil ke dalam polybag besar.
  • Atau bisa mengisi polybag kecil dengan tanah, cocopeat, dan pupuk kompos dengan perbandingan yang pas.
  • Buatlah lubang kecil yang tidak terlalu dalam.
  • Masukkan benih bibit strawberry ke dalam lubang tersebut.
  • Siram tangkai strawberry secara berkala
  • Setelah sudah berumur sekitar kurang lebih 14 hari, pindahkan ke media tanam hidroponik paralon.

Menanam Strawberry Dengan Metode Hidroponik

Media Tanam Hidroponik

  • Lakukan pemindahan tanaman dengan sangat hati-hati agar bagian akar dan tangkainya tidak rusak.
  • Setelah selesai pemindahan, berikan larutan nutrisi terhadap tanaman.
  • Berikan pupuk secara berkala (kira-kira 2 minggu sekali).
  • Setelah semuanya selesai, sisanya kalian bisa melakukan perawatan.

Perawatan tanaman strawberry memang harus berhati-hati karena tanaman dari buah ini rentang terkena serangan penyakit. Kalian harus lebih memerhatikan kadar keasaman pada media tanam sesuai anjuran para ahli yaitu 6,3. Kalian juga perlu mencabut gulma apabila tumbuh di sekitar polybag dan memotong daun-daun tua atau menguning. Berikan pestisida alami untuk mencegah hama menempel di buah, dan berikan juga fungisida secara berkala. Demikian cara menanam strawberry dengan metode hidroponik. Cara menanam tumbuhan lainnya dengan metode tanaman hidroponik bisa baca di website kami.

Cara Menanam Cabe Dengan Hidroponik

Cara Menanam Cabe Dengan Hidroponik

Hidroponik adalah salah satu cara menanam yang populer dilakukan di rumah. Cara tanam menggunakan media air ini banyak disukai orang-orang karena tidak membutuhkan banyak lahan dan masa panennya lebih cepat dibanding tanam biasa. Untuk saat ini kita gunakan cara menanam cabe dari biji. Sebenarnya selain dari hidropinik, ada juga cara menanam cabai dalam polybag, tapi kita bahas yang ini lain kali di tanamanhidroponik.org. Karena bahasan kita kali ini adalah Cara Menanam Cabe Dengan Hidroponik.

 

Cara Menanam Cabe Dengan Hidroponik

Oke, kita kembali ke cabai. Tertarik untuk melakukannya di rumah? Silakan simak saya dalam memberikan caranya.

 

Cara Menanam Cabe Dengan Hidroponik

 

1. Memilih Benih

 

Langkah pertama yang harus kamu lakukan jika ingin tahu cara menanam cabe dari biji adalah dari biji dulu.

Cara memilihnya cukup mudah, kamu tinggal memilih cabai yang merah atau yang sudah tua.

Belah cabai tersebut, ambil isinya, lalu jemur hingga kering kurang lebih selama 1 hari.

 

2. Menyemai Benih Cabai

 

Menanam melalui sistem hidroponik tidak bisa langsung, benih harus disemai dulu. Tempat persemaian atau pembibitan biasanya menggunakan tray semai.

Semai benih tersebut dengan menggunakan campuran sekam bakar, cocopeat, dan pasir dengan perbandingan dengan skala 1:1:1.

Selanjutnya, basahi media tanam dengan air secukupnya. Lakukan perawatan dengan menyirami setiap hari dan selalu paparkan benih pada sinar matahari.

Dalam waktu 7-10 hari, bibit bisa dipindah tanamkan ke media hidroponik.

 

3. Menyiapkan Media Tanam Hidroponik

 

Terdapat berbagai macam media tanam hidroponik yang bisa kamu temukan. Kali ini kita menggunakan botol air mineral bekas.

Pertama potong botol air mineral secara horizontal sampai kamu mendapatkan 2 potongan.

Selanjutnya, masukkan campuran cocopeat dan arang sekam ke bagian bibir botol .

Kemudian, masukkan pula air pada bagian bawah botol sebanyak 1/3 dari ukuran bawah botol.

 

4. Menanam Bibit Cabe Hidroponik

 

Benih yang sudah mempunyai 4 daun bisa dipindahkan ke media hidroponik.

Tanam bibit ke tempat atau botol yang sudah disiapkan.

Tempatkan bibit cabai ke tempat yang terpapar sinar matahari agar dapat tumbuh dengan maksimal.

Baiknya untuk memindahkan bibit cabai saat pagi dan sore hari karena bibit akan layu jika dibiarkan terpapar matahari pada siang hari.

 

5. Pemberian Nutrisi

 

Untuk nutrisi bisa menggunakan AB Mix khusus untuk hidroponik pada cabai.

Beri nutrisi sebanyak 1400 hingga 1800 PPM untuk tanaman cabai.

 

6. Masa Panen

 

Cabai dapat dipanen saat sudah menginjak usia 60-70 hari setelah penanaman.

Waktu terbaik untuk memanen cabai adalah ketika cabai sudah berwarna kemerahan, menandakan buah tanaman sudah masak dan siap dipanen.

Lakukan panen ketika pagi hari agar kesegaran cabai terjaga.

Sebenarnya selain cabai, kalian bisa juga menanam tomat, tanam pakcoy, menanam tomat cherry hidroponik. Cuma kali ini memang kebetulan membahas Cara Menanam Cabe Dengan Hidroponik. Cara menanam cabe hidroponik dengan paralon juga sebenarnya bisa dilakukan, cuma biaya yang akan dikeluarkan akan sedikit lebih mahal.

Cara Meracik Nutrisi Untuk Tanaman Hidroponik

Cara Meracik Nutrisi Untuk Tanaman Hidroponik

Tanaman memerlukan nutrisi yang cukup agar bisa berkembang cepat, tanamanhidroponik akan memberi tahu kamu  Cara Meracik Nutrisi Untuk Tanaman Hidroponik. Tanaman Hidroponik adalah teknik menanam tanpa menggunakan media tanah dan menggunakan media lain seperti air, arang, sekam dan yang lainnya. Oleh karena itu, tanaman ini memerlukan nutrisi yang cukup karena tidak mendapatkan beberapa nutrisi zat hara yang terkandung dalam tanah.

Teknik tanam  Hidroponik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing di bandingkan dengan cara konvensional. Salah satunya adalah jika kita salah memberi takaran nutrisi, Maka tanaman bisa saja layu atau mati. Oleh sebab itu, Kami akan mengajarkan kamu cara membuat Nutrisi Sederhana. Sebelum lebih jauh lagi, kami akan memberi tahu sedikit tentang kandungan dan zat apa saja yang di butuhkan tanaman hidroponik.

Cara Meracik Nutrisi Untuk Tanaman Hidroponik

Komposisi Nutrisi Hidroponik

Normalnya, tanaman mendapatkan unsur hara dari dalam tanah. Namun, karena teknik ini tanpa menggunakan media tanah sehingga kita harus memberikan Nutrisi yang cukup. komposisi nutrisi hidroponik harus mengandung Fosfor, Kalsium, Kalium, Sulfur dan Magnesium. Selain itu, Tanaman juga membutuhkan unsur mikro lainnya seperti Besi, Mangan, Boron, Klor dan juga Molibdenum.

Sederhana nya,  beberapa unsur makro dan mikro tersebut banyak di jual di toko berkebun dan dapat dengan mudah kita dapatkan. Namun, untuk meracik nutrisi tanaman hidroponik memerlukan langkah lebih lanjut yang akan kami jelaskan.

Cara Meracik Nutrisi Untuk Tanaman Hidroponik

Alat dan Bahan Yang Harus di Siapkan

  • Nutrisi A = merk Meroke Calnit sebanyak 500gram
  • Nutrisi B = Meroke MAG-S sebanyak 220gram , Meoke FLEX – G sebanyak 625 gram, dan  Meroke MAP sebanyak 30 gram.
  • 2 Ember
  • 16 Liter Air yang belum tercampur bahan kimia.

Cara Membuat

  1. Siapkan 2 ember terpisah, masing – masing isi dengan 3liter air
  2. Lalu, Larutkan Nutrisi A dan B di ember yang berbeda, sesuai dengan takaran yang di berikan
  3. Jika Nutrisi sudah cair dan menyatu dengan air. Berikutnya, kamu dapat menambahkan 5Liter air ke masing – masing ember dan terus aduk lagi sampai tercampur dengan rata.
  4. Selanjutnya, Kamu dapat mencampurkan racikan tersebut untuk konsumsi 500liter dengan kecepatan 1200 ppm.

 Di atas adalah cara membuat nutrisi hidroponik ab mix sendiri, dan mudah karena bahan – bahannya dapat kamu beli di platform online ataupun di peralatan berkebun yang ada di Kota mu.

Meracik Nutrisi Menggunakan bahan Alami Tanaman Hidroponik

Selanjutnya, kamu dapat menggunakan pupuk organik yang terbuat dari kotoran hewan. ini adalah cara membuat nutrisi hidroponik dari kotoran kambing. Anda cukup mencampurkan kotoran kambing dan pupuk NPK dan tidak lupa dengan bahan lainnya seperti gula, terasi, dan Cairan EML secukupnya, selain itu tambahkan air yang belum terkontaminasi dengan bahan kimia. Setelah itu, Kalian hanya perlu mencampur bahan tersebut lalu mengaduknya sampai tercampur dan pupuk organik siap dipakai.

 

Itulah beberapa cara yang dapat kami berikan untuk anda, Semoga bermanfaat!

Cara Berkebun Di Apartemen

Cara Berkebun Di Apartemen

Siapa yang bilang tinggal di apartemen tidak bisa berkebun? Dengan metode hidroponik mau menanam di lahan sesempit apapun bisa kok. Metode menanam dengan hidroponik tidak menggunakan tanah sehingga sangat cocok bagi para penghuni apartemen. Sehingga kalian bisa menghiasi balkon apartemen kalian dengan tanaman-tanaman hijau. Bahkan kalian juga bisa meletakkan tanaman di dalam apartemen. Nah ingin tahu caranya? Yuk ikuti cara berkebun di apartemen ini untuk tahu bagaimana cara menanam tanaman hidroponik di apartemen.

Cara Berkebun Di Apartemen

Teknik Hidroponik Dengan Sumbu Kain Dan Air

Bagi para pemula sangat cocok menggunakan cara ini. Karena cara ini adalah teknik hidroponik yang paling mudah. Tenik hidroponik bisa sekaligus mendaur ulang sampah botol plastik yang menumpuk di apartemen kalian. Kalian bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar apartemen kalian untuk membuat tanaman hidroponik menggunakan teknik ini sehingga sangat praktis. Untuk menerapkan teknik hidroponik satu ini juga tidak memakan biaya yang besar karena teknik ini tidak menggunakan listrik.

Teknik Hidroponik Terrarium

Teknik hidroponik satu ini menggunakan akuarium sebagai wadah media tanaman hidroponik. Kalian bisa menggunakan akuarium bekas yang sudah tidak terpakai untuk membuat tanaman hidroponik satu ini. Dan kalian juga bisa menggunakan media tanam yang sama dengan teknik dengan sumbu kain, seperti arang atau bebatuan. Karena penampilannya yang terlihat estetik sebagai hiasan ruangan banyak orang yang menerapkan teknik ini juga loh. Jadi sangat cocok untuk mempercantik apartemen kalian.

Teknik Hidroponik Vertikal

Teknik hidroponik ini merupakan teknik hidoponik modern. Dengan tanaman yang menggunakan teknik ini di apartemen kalian akan membuat suasana ruangan apartemen kalkian menjadi rindang sekaligus mengatur sirkulasi udara di ruangan tersebut. Teknik ini menggunakan pipa paralon yang diberdirikan dengan tegak untuk merawat tanaman hidroponik. Kalian bisa memasukkan kain, bebatuan, sekam atau air ke dalam pot sebagai media tanam untuk tanaman hidroponik jenis ini.

Teknik Hidroponik Lampu Bohlam

Apakah kalian pernah terpikirkan untuk menanam tumbuhan di dalam lampu bohlam bekas? Siapa sangka hasilnya akan membuat ruangan menjadi terlihat lebih elegan loh. Caranya pun cukup mudah kalian bisa mengisi lampu bohlam bekas dengan air atau hidrogel, lalu gantungkan di dalam ruangan dengan sangat hati-hati karena dapat pecah. Karena kaca lampu bohlam tidak memiliki pori-pori kalian harus rajin mengganti air agar tidak keruh. Bagi kalian yang memiliki anak kecil di tempat tinggal kalian teknik ini sangat tidak disarankan.

Cukup banyak juga kan cara berkebun di apartemen dengan berbagai teknik tanaman hidroponik. Ingin mengetahui tentang tanaman hidroponik lebih banyak lagi kalian bisa baca di website kami.

Mengenal Sejarah Tanaman Hidroponik

Mengenal Sejarah Tanaman Hidroponik

Sejarah Hidroponik memiliki perjalanan yang panjang, Mulai dari berbagai penelitian sampai akhirnya kini menjadi salah satu teknik yang digunakan banyak orang. Meski baru – baru ini di pilih menjadi teknik menanam pilihan oleh banyak orang. Hidroponik ternyata sudah ada dari zaman dahulu dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih dan maju.

Kali ini tanamanhidroponik akan membahas secara singkat tentang sejarah, jenis – jenis teknik hidroponik serta manfaat menanam tanaman menggunakan teknik ini.

Mengenal Sejarah Tanaman Hidroponik

Sejarah Hidroponik

Di yakini teknik ini sudah ada sejak dari 600 SM dan di kembangkan pertama kali oleh bangsa Babilonia. Mereka menggunakan teknik hidroponik dengan sistem tanaman gantung pada saat pemerintahan di bawah Raja Nebuchadnezzar.  yang lalu diterapkan oleh suku Aztek. Beberapa lainnya juga melakukan hal yang sama meski menggunakan teknik yang berbeda. Baru pada tahun 1600-an ada ahli botani yang bernama Jan Van Helmont yang melakukan penelitian tentang sistem tanaman hidroponik dan mengambil kesimpulan bahwa tanaman mendapat zat – zat penyusun dari air.

Setelah itu ada beberapa penelitian lagi yang mempelajari tentang bagaimana sistem Hidroponik dapat membuat tanaman tumbuh walaupun hanya dengan air saja, sampai pada akhirnya di tahun 1860 dan 1861 ada dua peneliti asal Jerman. Yaitu, Julius von Sachs dan Wilhelm Knop  yang sukses membuat media tanam hidroponik dari air tanpa menggunakan media tanah. Sehingga Knop mendapat julukan the Father of Water Culture. 

Hidroponik Di Indonesia

Hidroponik masuk di Indonesia di tahun 1970-an dan menjadi materi di perguruan tinggi, pada tahun tersebut ada praktisi pertanian di Cipanas Jawa Barat bernama Lin Hasim yang sudah menggunakan teknik ini untuk mengelola tanaman hias miliknya. Namun pengaplikasiannya berada di Singapura.

Teknik ini pertama kali di populerkan oleh Bob Sadino di Indonesia, Ia menjadi orang pertama yang mengaplikasikan teknik ini untuk perladangan sayur miliknya. Selain itu, Ia juga menerapkan sistem tanaman hidroponik untuk tanaman hias yang menghiasi rumahnya.

Lain dengan dulu, Hidroponik sekarang sudah menjadi salah satu teknik penanaman yang dapat menghasilkan banyak uang.

Setelah selesai mengulas sejarah singkat dari Hidroponik, ini dia jenis – jenis teknik yang ada di metode tanam satu ini.

 Jenis – Jenis Teknik Tanam Hidroponik

a. Teknik Sistem Sederhana/ Sumbu Wick

b. Teknik Sistem Irigasi / Pengairan

c. Teknik Hidroponik Pasang Surut

d. Teknik Sistem NFT ( Nutrient Film Technique )

e.  Teknik Sistem Apung

f. Teknik Aeroponik

Itulah sejarah singkat dan beberapa jenis teknik hidroponik. Hidroponik memiliki banyak manfaat yang kita rasakan, salah satunya adalah makanan kita menjadi lebih sehat dan bersih karena nutrisi sangat terjamin.

Tanaman Hidroponik Yang Tumbuh Dengan Cepat

Tanaman Hidroponik Yang Tumbuh Dengan Cepat

Tanaman Hidroponik Yang Tumbuh Dengan Cepat

Cara menanam dengan metode hidroponik sudah menjadi cukup populer. Penggunaan lahan yang lebih minimalis membuat banyak orang mencoba bercocok tanam dengan metode ini. Apalagi bagi orang-orang yang tinggal di kota yang padat penduduknya, metode ini menjadi pilihan yang praktis. Karena menanam dengan metode hidroponik tidak membutuhkan tanah. Tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik pun bermacam-macam jenisnya. Ada tanaman hidroponik yang tumbuh dengan cepat dan ada yang lambat. Tanaman hidroponik yang tumbuh dengan cepat pun ada cukup banyak.

Bagi yang baru ingin mencoba bercocok tanam dengan metode hidroponik, kalian bisa mencoba dari tanaman-tanaman yang tumbuhnya cepat, seperti:

Timun

Timun sangat cocok untuk ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Kurang lebih 30 hari setelah masa tanam timun sudah bisa langsung dipanen. Lalu memanen timun bisa dilakukan secara bertahap dengan jarak kurang lebih 1 minggu sejak panen pertama.

Cabai

Biji cabai harus dikeringkan terlebih dahulu untuk ditanam. Setelah dikeringkan biji cabai ditanamkan ke tanah dahulu. Lalu setelah tanaman cabainya berkecambah bisa langsung dipindahkan ke media yang jadi tempat penanaman secara hidroponik. Jika ingin mendapatkan hasil panen cabai yang pedas, kalian perlu menunggu hingga kurang lebih 90 hari untuk masa panen. Setelah panen pertama cabai bisa dipanen lagi dalam waktu kurang lebih 5 hari dan begitu seterusnya.

Kangkung

Masa tanam kangkung hanya membutuhkan kurang lebih 30 hari untuk dipanen. Bukan hanya cepat tumbuh menanam kangkung juga tergolong yang paling mudah perawatannya. Dan dapat dipanen lagi setiap 5 hari sekali dari panen pertama.

Bayam

Teman sepaket dari kangkung ini juga kurang lebih sama dengan kangkung. Tanaman Hidroponik satu ini juga yang termasuk mudah untuk dirawat dan cepat tumbuhnya, dapat dipanen 30 hari setelah masa tanam dan juga dapat dipanen kebali setiap 5 hari sekali dari panen pertama.

Pakcoy

Sayuran hijau ini membutuhkan waktu yang lebih singkat masa tanamnya daripada menanam kangkung dan bayam. Untuk memanen sayur pakcoy kalian hanya perlu menunggu selama kurang lebih 20 hari setelah masa tanam.

Tomat

Untuk menanam tomat sedikit lebih membutuhkan perhatian daripada tanaman hidroponik lainnya. Intensitas cahaya yang diperlukan untuk menanam Tomat harus lebih banyak daripada menanam tanaman hidroponik lain. Waktu yang dibutuhkan tomat untuk dipanen pun sedikit lebih lama dari tanaman lainnya yaitu 9 minggu dari masa tanam. Tapi setelah panen pertama tomat bisa dipanen lagi secara bertahap setaip 5 hari sekali.

Kalian mau mulai mencoba tanaman hidroponik yang mana nih? Untuk info tanaman hidopnik lainnya selalu baca di website http://tanamanhidroponik.org/

6 Tanaman yang Bisa Ditanam Dengan Teknik Hidroponik

teknik tanaman hidroponik

 

Teknik hidroponik

Pernahkah kamu mencoba untuk menanam tanaman di dalam rumah? Cara paling umum yang digunakan adalah menggunakan media pot dengan menggunakan tanah sebagai medianya, bukan? Tapi belakangan ini ada teknik bercocok tanam yang bisa melakukannya tanpa menggunakan media tanah. Teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah inilah yang dinamakan teknik hidroponik.

Cara menanam dengan hidroponik ini menggunakan air sebagai medianya ditambah dengan berbagai nutrisi yang dimasukkan ke dalam airnya. Tanaman hidroponik ini sangatlah sehat dan bergizi, apalagi dalam prosesnya tanaman selalu terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Walaupun menggunakan media air, air yang dibutuhkan tidaklah banyak. Tanaman yang bisa ditanam menggunakan teknik ini juga ada berbagai macam. Berikut ini adalah 6 macam tanaman hidroponik yang berhasil dirangkum oleh tanamanhidroponik.

 

1.Sawi Hijau

Sawi termasuk tanaman yang banyak dikonsumsi dan sering dijumpai di berbagai jajanan keliling di sekitar kita. Selain itu sawi hijau tahan terhadap hujan sehingga bisa tumbuh sepanjang tahun. Tanaman ini juga sangat laku di pasaran sehingga para petani banyak menggunakan teknik hidroponik untuk membudidayakannya.

 

2.Tomat

Dalam penanaman tomat ini hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibitnya. Bibit unggul yang anda pilih nanti akan menentukan hasil dari panennya. Penyemaian bibit tomat juga sebaiknya menggunakan media seperti serbuk sabut kelapa sebgai pengikatnya. Selain itu, Anda harus melakukan perawatan rutin hingga satu bulan sebelum siap ditanam dengan teknik hidroponik.

 

3.Brokoli

Tanaman ini biasanya tumbuh di dataran tinggi. Tapi, sekarang brokoli dapat ditanam di dataran rendah menggunakan teknik hidroponik ini. Selain itu karena hidroponk ini juga, brokoli bisa tumbuh lebih subur dari biasanya karena diberikan asupan nutrisi yang banyak.

 

4.Seledri

Tanaman ini memiliki bau yang khas dan mempunyai manfaat yang banyak. Seledri ditanam secara hidroponik menggunakan sistem sumbu. Selain menggunakan sistem sumbu, seledri juga bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik lain.

 

5.Paprika

 

Paprika biasanya digunakan sebagai campuran masakan luar negeri. Karenanya, di Indonesia tidak terlalu banyak orang yang mengonsumsi paprika. Saat ini paprika lebih banyak dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik. Untuk membudidayakan tumbuhan ini dengan hidroponik, yang harus diperhatikan adalah nutrisi yang diperoleh paprika dalam airnya.

 

6.Cabe

Yang terpenting dalam hal ini adalah pemilihan bibitnya. Selain itu, cabe termasuk tanaman yang sangat laku di Indonesia dan permintaannya cukup banyak. Jika anda berhasil menggunakan tekinik ini dan menanam banyak cabe, sudah dipastikan keuntungan yang didapat akan banyak pula.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Teknik Hidroponik

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Teknik Hidroponik

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Teknik Hidroponik.


Hidroponik adalah salah satu teknik menanam dengan memanfaatkan media Air tanpa menggunakan tanah. ada berbagai macam Teknik dalam Metode satu ini, salah satunya Wick sistem atau sistem sumbu yang menjadi teknik paling sederhana.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Teknik Hidroponik

Banyak sekali kawula muda yang menanam tanaman sendiri demi mengejar gaya hidup yang lebih sehat.  Namun, sebelum itu kalian harus mengetahui Kelebihan dan Kekurangan menggunakan teknik ini.

Kelebihan Menggunakan Teknik Hidroponik

Penggunaan Lahan yang lebih efisien. Hal ini dikarenakan Media yang kita gunakan bisa apa saja, contohnya kita dapat menggunakan bahan yang ada di rumah seperti paralon dan botol bekas.  Selain itu, kita bisa mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dengan media lahan yang kecil.

Perawatan yang Mudah. Perawatan menggunakan Teknik satu ini cenderung lebih mudah dan tidak membuat kita menggunakan banyak tenaga.

Kualitas Produk dapat kita Kontrol dan Lebih bersih. hal ini di karenakan kita dapat mengukur sendiri kebutuhan nutrisi setiap tanaman yang kita tanam melalui resapan air yang ada.

Pengendalian Hama dan Penyakit Lebih Mudah. Hal ini dapat terjadi karena kita tidak menggunakan media tanah, biasanya hama datang dari dalam tanah dan dapat merusak atau mungkin memakan tanaman kita.

Tidak Tergantung dengan cuaca atau faktor alam Lainnya. Teknik satu ini tidak terpatok dengan keadaan cuaca karena kita dapat membudidayakannya dari dalam rumah atau bahkan mungkin kost kita, loh! sehingga banjir atau kekeringan tidak mempengaruhi laju perkembangan tanaman kita.

Harga Jual Produk lebih mahal. dikarenakan tanaman yang dihasilkan lebih steril dan terjamin kualitasnya, menjadikan hasil produk menggunakan teknik ini menjadi lebih mahal dari cara konvensional dan kalian dapat meraup untung yang lebih banyak.

Kekurangan Menggunakan Teknik Hidroponik

Membutuhkan Modal yang cukup Besar. Jika kalian memutuskan untuk menanam menggunakan teknik ini dengan jumlah yang lumayan besar, maka kalian juga akan merogoh kocek yang lebih dalam untuk modal awal untuk membeli pupuk dan booster tanaman kita.

Memiliki keahlian yang khusus untuk meramu Nutrisi. Apabila kita tidak mempunyai keterampilan untuk meramu nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan jenis tanaman.

Perawatan Peralatan Yang Cukup Sulit. Metode ini termasuk baru di Indonesia, sehingga belum banyak toko yang menjual alat perawatan untuk perangkat hidroponik kita. 

 

Tentunya setiap metode mempunyai Kelebihan dan Kekurangannya masing – masing. Namun, metode ini dirasa sangat cocok untuk anda yang ingin bertanam tetapi tidak memiliki lahan yang luas.

 

Pembelajaran Tanaman Hidroponik Untuk Siswa Di Sekolah

Pembelajaran Tanaman Hidroponik Untuk Siswa Di Sekolah – Materi pembelajaran yang membahas Tanaman hidroponik yang bisa di praktekan di berbagai lingkungan.

Tanaman Hidroponik merupakah metode untuk kamu yang ingin melakukan kegiatan berkebun tanpa butuh tanah yang luas. Tanaman Hidroponik ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat maupun siswa di sekolah akan kebersihan lingkungan dan kesehatan.

Lingkungan sekolah bisa menjadi bahan pembelajaran tentang tanaman hidroponik ini. Dari mulai materi baru guru tentang kebersihan lingkungan yang asri, maupun untuk kegiatan ekstrakulikuler dalam cara penanaman secara hidroponik ini.

Apakah kamu tau ternyata tanaman hidroponik bisa juga bisa di lakukan oleh semua orang. Maka dari itu di sini kami akan memberi tahu apa itu tanaman hidroponik, manfaat dan apa saja yang bisa di tanam dalam media ini. Bisa juga di praktek kan di lingkungan sekolah, selain menambah asri di lingkungan sekolah hasil nya juga bisa kamu nikmati nih.

Apa Itu Tanaman Hidroponik

Hidroponik yaitu sistem penanaman dengan media tanpa tanah, jadi media tanamnya menggunakan air yang ada dan mengandung nutrisi agar tumbuhan berkembang secara cepat dan adapun sebagian tanaman menggunakan media tanam pasir kasar, kerikil sabut kelapa, rockwool, serat kayu dan lain nya

Manfaat Hidroponik

Dari segi manfaat Hidroponik juga tergolong sangat menguntungkan. Karena manfaat yang di dapatkan sangat banyak. Selain hasilnya lebih bersih dan steril, namun kondisi tanaman yang kurang baik kemungkinan sangat kecil, karena tekhnik ini tidak mudah terserang hama, gulma dan penyakit.

Tanaman yang di tanam dalam metode ini juga tidak semua bisa tumbuh dengan subur loh. Karena metode nya berbeda jadi harus memilih tanaman yang tumbuh cepat sekali panen seperti contoh : Buah tomat, kangkung, bayam, cabai, timun, strawberry,kacang panjang.

Kamu juga harus tahu tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh sistem ini berikut keterangan nya :

Kelebihan Tanaman Hidroponik

Kelebihan dalam metode ini sangat lah banyak, karena sistem nya yang tergolong bersih dan terjaga jadi gampang untuk merawat tanaman nya. Berikut kelebihan yang bisa kamu dapat kan jika menggunakan sistem ini.

  • Hasil tanaman hidroponik akan lebih subur, segar dan sangat sehat untuk di konsumsi karena tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia lain nya .
  • Dalam cuaca apapun akan tumbuh secara baik, karena media yang di gunakan tidak terlalu besar jadi mempermudahkan untuk memindahkan nya saat cuaca sedang buruk.
  • Cukup menggunakan lahan kosong yang seadanya yang bisa di tempati.
  • Memudahkan perawatan tanaman  dan tidak repot kotor karena semua bisa kamu awasi.
  • Hasil kualitas dan kuantitas lebih bermutu tinggi

Kekurangan Tanaman Hidroponik

  • Metode penanaman dalam jumlah besar butuh juga modal yang besar.
  • Sebagian media tanam masih terbilang sulit di cari, yang memungkinkan harus membeli secara import.
  • Meskipun hidroponik hanya menggunakan media air, tetapi bagian yang terpenting membutuhkan perawatan yang sangat ekstra, dengan cara memakai nutrisi yang baik, tingkat pH yang benar, dan harus lebih mendalami metode ini dengan cermat.

Nahh jika kamu sudah belajar tentang metode tanaman hidroponik ini apakah kamu tertarik untuk mencoba nya?

Menanam Strawberry Secara Hidroponik Untuk Pemula

Menanam Strawberry Secara Hidroponik Untuk Pemula – Buah yang bisa kamu tanam walau masih pemula dan gampang sekali menanam nya.

Menanam dengan cara hidroponik merupakan cara yang sangat tepat untuk menanam buah strawberry. Karena sistem ini sudah di gemari oleh para petani hidroponik, karena sistem penanamannya menggunakan media air, lebih hemat tempat dan bisa menghasilkan tanaman yang lebih melimpah.

Mendapat nutrisi yang banyak merupakan kelebihan menggunakan sistem hidroponik ini, sehingga pertumbuhan nya akan sangat cepat dan maksimal. Dari berbagai jenis tanaman yang bisa di budi dayakan menggunakan sistem ini, tumbuhan strawberry adalah salah satu nya.

Buah strawberry adalah buah yang mengandung banyak air, Vitamin C yang tinggi dan nutrisi lainya. Karena mengandung banyak air tumbuhan ini pun sangat lah cocok untuk media hidroponik yang di pakai. Menggunakan sistem ini membuat tanaman strawberry lebih banyak mengeluarkan buah nya, di sini kami akan memberi tips cara menanam strawberry memakai sistem hidroponik.

Menanam Strawberry Secara Hidroponik

1. Alat Dan Bahan

Hal yang pertama kali harus anda lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan-bahan nya terlebih dahulu. Berikut alat dan bahan yang harus kalian siapkan :

  • Pot
  • Jerigen Air
  • Baki Persemaian
  • Sprayer
  • Timbangan Ohaus
  • Paralon
  • Ember
  • Bibit Strawberry
  • Pupuk
  • dan garam mineral

2. Persiapan Menanam

Tahap awal yang harus di lakukan adlah pembibitan dari buah tersebut terlebih dahulu. Bibit harus di semaikan menggunakan pasir yang sudah di haluskan mengunakan ayakan.

  • Cuci rendam terlebih dahulu ya bibit yang akan di gunakan.
  • Bersihkan baki persamaian dan masukan pasir yang sudah di bersihkan tadi sampai ketinggian 4 cm.
  • Siram baki dengan menggunakan air sampai baki terlihat kelebihan air beberapa menit saja.
  • Taburkan biji stawbery ke dalam baki.

Pada saat proses penyemaian jangan sampai pasir menjadi kering, Jadi harus di lakukan penyemprotan setiap hari. Jika sudah tumbuh 2 sampai 4 helai daun. Berarti bibit strawberry sudah siap untuk dipindah ke media tanam nanti nya.

3. Penanaman

Siap kan wadah yang sudah di sediakan seperti paralon, belah menjadi dua bagian dan lubangi sesuai dengan keinginan menanam yang kamu mau atur. untuk media nya bisa menggunakan kerikil ataupun tanah yang sudah kamu beri pupuk. Letakan tanaman jauh dari serangga atau pun hama lainya dan berikan sinar matahari yang cukup dan pemberian air yang rutin agar membuat tanaman mu sehat dan subur.

Berikut adalah cara penanaman yang bisa kamu lakukan untuk pemula, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi menanam buah strawberry kamu ya.

4 Fakta Menarik Tanaman Hidroponik

4 Fakta Menarik Tanaman Hidroponik – Disini kami akan menjelaskan fakta-fakta menarik tentang tanaman hdroponik yang bisa kamu ketahui.

Tanamanhidroponik.org Hidroponik merupakan cara unik yang bisa menjadi solusi buat kamu yang tidak memiliki lahan yang cukup untuk bercocok tanam. Karena metode ini tergolong ramah lingkungan dan juga tidak terlalu mahal, banyak orang yang sudah menerapkannya.

Yuk kita intip beberapa fakta menarik tentang Tanaman Hidroponik :

1. Sayuran Lebih Sehat Dari Sayur Biasa.

Bisa saja sayuran yang kamu tanam dalam metode hidroponik ini lebih sehat ketimbang dengan sayuran biasa. Kenapa bisa seperti itu? karena dalam penanganan nya tanaman hidroponik lebih sehat dan terjaga. Faktor penanganan dan penyimpanan saat sudah di panen pun berpengaruh dalam nutrsisi yang terkandung nantinya,.

Terlepas dari cara menanam nya, selama tanaman kamu memiliki nutrisi mineral, kadar Ph yang baik dan cahaya matahari yang cukup untuk tumbuh. Maka tanaman kamu akan memiliki nutrisi yang lebih baik.

2. Beragam jenis Tumbuhan Secara Hidroponik

Ada berbagai jenis tumbuhan yang bisa kamu tanam dalam metode ini. Tetapi tidak semua tumbuhan yang bisa kamu tanam ya, metode ini cocok untuk tanaman yang memiliki waktu relatif singkat untuk pembuahan dan pertunasan.

Kamu gak perlu khawatir ingin menanam apa dalam metode hidroponik ini. Tanaman yang cocok dalam metode hidroponik ini adalah Kangkung, Selada, Bayam, Sawi. Seledri, Pakcoy, Strawberry dan masih banyak lagi yang bisa kamu tanam dalam metode ini.

3. Lebih Cepat Tumbuh Dan lebih Subur

Jika kamu menggunakan metode ini maka akan bingung kenapa tanaman kamu lebih cepat 2X lipat pertumbuhan nya. Bahkan tanaman kamu bisa lebih subur di bandingkan tanaman biasa di tanah. Itu karena asupan oksigen dan nutrien serta air yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman bisa kamu atur pada sistem hidroponik.

4. Hemat Penggunaan Air Dan Pupuk

Meski pengunaanya memakai air, tetapi metode ini bisa menghemat air loh. Efisiensi penggunaan air menjadi tinggi karena kamu gak perlu menyiram tanaman seperti budidaya dengan media tanah. Bukan itu saja, kamu juga bisa menghemat pupuk karena media yang kamu gunakan sudah mengandung nutrisi yang di butuhkan tanaman untuk tumbuh.

Penggunaan metode hidroponik ini bisa kamu lakukan dengan mudah, tetapi ingat juga tidak selalu yang mudah selalu lancar. Petimbangkan juga ya faktor-faktor dalam merawat tanaman kamu agar sehat dan subur.

Teknik Berkebun Tanaman Hidroponik Di Rumah Untuk Pemula

Teknik Berkebun Tanaman Hidroponik Di Rumah Untuk Pemula. Di sini kami akan membahas tentang teknik berkebun tanaman hidroponik yang bisa di lakukan di rumah.

Metode tanaman hidroponik adalah suatu solusi jika kamu tidak memiliki lahan yang luas untuk berkebun. Dan juga berkebun dengan metode ini bisa menjadi contoh hidup yang lebih sehat.

Tanaman hidroponik adalah tanaman yang media tanam nya berupa tanah, yang menggunakan teknik media tanam air. Tetapi perlu kamu ketahui juga tidak semua tanaman akan subur jika di tanam menggunakan teknik ini.

Teknik penanaman hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang ramah lingkungan. Sayuran yang ditanam dengan hidroponik lebih sehat serta aman dikonsumsi. Sebagian orang mungkin masih sangat asing dengan tanaman hidroponik. Namun sebenarnya sudah banyak orang yang menggunakan metode penanaman tanaman yang satu ini.

Agar kamu lebih mengetahui tentang metode ini kami akan membahasnya berikut ini :

Teknik Berkebun Hidroponik Di Rumah

1. Hidroponik Sistem NFT

NFT atau Nutrient Film Technique bisa di gunakan dalam teknik hidroponik dari industri maupun rumahan, teknik ini Berkembang sejak 1960-an oleh Dr. A.J Cooper di Glasshouse Crops Little Research Institute Litlehampton, Inggris

Dengan mengandalkan media air yang berpenopang pada sirkulasi oksigen yang di atur dan juga dalam pemberian nutrisi yang optimal untuk tumbuhan yang kamu tanam.

2. Hidroponik Sistem Wick

Untuk kamu para pemula teknik yang satu ini sangat lah cocok untuk di terapkan. Karena teknik ini sangat cocok untuk menanam tanaman yang berskala kecil, seperti kangkung, bayam, sawi, strawberry dan tumbuhan lain yang tidak membutuhkan banyak air.

Tetapi dalam sistem ini kamu harus selalu mengganti larutan nutrisi yang berada di bawah nya ya. Sistem ini juga kamu harus rajin menyiram nya.

Nahh itu adalah teknik yang bisa kamu lakukan jika ingin berkebun tanaman hidroponik di rumah. Karena kemudahan akan perawatan, tidak membutuhkan ruangan yang luas dan tidak mahal akan biaya nya. Menjadi kan tanaman hidroponik bisa di contoh oleh pemula ataupun oleh semua orang.

4 Tanaman Hidroponik Yang Cocok Untuk Bisnis

4 Tanaman Hidroponik Yang Cocok Untuk Bisnis – Berikut kami akan memberi rekomendasi tanaman hidroponik yang sangat cocok untuk memulai bisnis kamu.

Jika kamu ingin memulai bisnis yang sangat menguntungkan dan juga meningkatkan kesehatan lingkungan.

Tanaman hidroponik sangat lah cocok untuk usaha kamu dalam segi keuangan, waktu dan tenaga yang di habiskan. Pembeli akan sangat menghargai bisnis usaha kamu ini karena tanaman hidroponik tidak merusak lingkungan setempat. Karena tidak membutuh kan lahan yang sangat besar untuk bisnis ini.

Karena tanaman hidroponik tergolong ramah lingkungan, Peluang bisnis ini pun sangat lah besar khusus nya di daerah perkotaan. Dari kesadaran masyarakat akan hidup yang sehat dengan menjaga pola hidup yang hijau.

Gaya hidup ini di awali dengan menjaga lingkungan sekitar rumah, seperti memanfaatkan halaman maupun ruang terbuka lainnya sebagai tempat untuk berkebun. Nahh karena itu bisnis hidroponik juga sangat mudah di kembangkan.

Tanaman Hidroponik Yang Cocok Untuk Bisnis Kamu

1. Selada Segar

Selada merupakan sayuran yang cepat tumbuh dan juga mudah untuk ditanam.

Itu mengapa selada cocok untuk dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik yang simpel. Meskipun ditanam dengan media yang simpel, hasil yang dapat dipanen bisa sangat berkualitas. Pada umumnya bibit selada akan mulai tumbuh setelah dua minggu penanaman.

2. Pakcoy

Pakcoy atau kerap disebut juga sebagai bok choy adalah sayuran hijau yang umum di dapur masyarakat karena terdapat kadungan vitamin dan mineral yang tinggi.

Membudidayakannya di rumah menggunakan hidroponik pun sangat mudah untuk dilakukan.

3. Strawberry

Buah yang satu ini merupakan buah yang kaya akan vitamin C yang sangat di gemari oleh masyarakat. Dari segi budi daya pun buah yang satu ini sangat mudah di lakukan.

Karena dalam memberi pupuk yang tepat dan mejaga kadar air yang cukup saja sudah membuat buah ini tumbuh lebat. Dan sangat cocok untuk tanaman bisnis hidroponik kamu.

4. Kangkung

Siapa yang tidak mengenal sayuran yang satu ini? kangkung merupakan sayur yang sering di temui di pasar maupun di abang-abang sayur keliling, selain mudah untuk di olah sayur kankung pun memiliki gizi yang baik untuk makanan sehari-hari.

Tumbuhan kangkung bisa di budidaya kan secara besar dalam metode hidroponik nih, selain bisa untuk usaha kangkung juga bisa kamu kembangkan di rumah loh.

Berikut adalah 4 tanaman hidroponik yang sangat cocok untuk ide bisnis kamu, jadi kamu sudah tahu ingin memulai bisnis kapan? pasti setelah membaca artikel ini kamu ingin segera memulainya.

Semoga dengan teknik hidroponik ini, kamu bisa menjadi pengusaha sukses dan selalu menjaga lingkungan tetap sehat..

Petani Hidroponik

Jujul, Contoh Petani Hidroponik Muda Dari Banten

Saat masa pandemi Covid 19 ini, menjadikan masyarakat sulit untuk berbelanja langsung ke pasar. Anjuran untuk memminimalisir kontak langusng dengan orang dan bepergian keluar rumah membuat para masyarakat kesusahan jika barang kebutuhan di rumah habis.

Selain itu, sayur mayur yang biasa ditemukan di pasar juga terkadang menipis dan sulit ditemukan. Padahal sayur merupakan bahan makanan penting untuk tubuh kita dan sangat membantu menjaga keseinbangan metabolisme kita.

Untuk mengatasi hal tersebut, banyak masayarakat di Indonesia mulai melakukan bercocok tanam di halaman rumahnya sendiri. Awalnya hanya uintuk memenuhi kebutuha sehari-hari, namun semakin lama menjadi peluang bisnis yang bagus untuk di jalankan. Hasil panen yang dihasilkan sangatlah menggiurkan dan mempunyai nilai harga yang lumayan tinggi.

Namun hal tersebut sulit dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di kota besar. Hal ini disebabkan oleh sempitnya lahan terbuka yang ada di perkotaan besar. Bercocok tanam dengan Teknik hidroponbik menjadi jawaban atas maslah tersebut. Karena dengan teknik ini, kita tidak perlu membutuhkan laha yang luas untuk bercocok tanam.

Hal  tersebut menggerakan hati Jujul, seorang pemuda asal Banten untuk menjadi petani saat pandemi Covid 19 ini. Perasaan khawatir yang dirasakan Jujul saat kesusahan mencari sayur mayur di pasar menjadi alasan awal dia menjadi petani.

Ia Bertani di lahan yang mempunyai luas 35.000 meter persegi untuk melakukan cocok tanam dengan berbagai teknik disana. Salah satunya adalah dengan teknik Hidroponik yang tidak membutuhkan lahan yang luas. Di sisa lahan yang ada dia membangun 3 green house untuk menanam sayuran yang susah di cari di pasar maupun di super market.

Tanaman yang dilahan tersebut adalah Bayam, Pakcoy, Selada, Caisim dan kangkong. Untuk sayuran yang sulit ditemukan di supermarket adalah Romaine, thyme, dan Basil juga di tanam di lahannya.

Tidak hanya sayuran saja yang ditanam  di lahannya, buah-buahan juga ditanam disana seperti papaya, lengkeng, lemon, jeruk nipis dan umbi-umbian.

Menurutnya, bisnis dalam bentuk bercocok tana mini tidak terlalu berpengaruh saat masa pandemic ini, sehingga merupakan bisnis yang bagus dijalankan pada saat masa pandemi ini. Keuntungan yang didapat juga bisa dibilang sangat memuaskan.

Jujul merupakan salah satu contoh pemuda yang tidak menyerah dengan keadaan pandemi yang melanda Indonesia. sulitnya mencari pekerjaan dan kepeduliannya dengan lingkungan membuatnya memberanikan diri untuk banting stir menjadi petani. Alhasil pada saat ini kebun yang digarapnya mengahsilkan panen yang luar biasa. Keanekaragaman tanaman ynag dipanen juga sangat memuaskan.

Jadi, buat anda pemuda tidak usah malu dengan menjadi seorang petani atau bekerja di lading yang kalian miliki. Karena hal tersbeut bisa menjadi lading rejeki yang ada punya nantinya. Pemuda yang  berasar dari Banten ini juga berharap bahwa pemuda lainnya juga bisa mengikuti langkahnya. Selain baik untuk memperbaiki ekonimi, bercocok tanam juga berdampak positif untuk lingkungan sekitar. Kualitas udara jadi membaik karena tanaman di kebun tersebut bisa menurunkan polusi udara yang ada disana dan tempatnya pun menjadi sejuk.

Rumah Kaca Sunter

Rumah Kaca di Sunter, Usaha Penghijauan Wilayah Jakarta Utara

Bercocok Tanam dengan Teknik Hidroponik sudah populer di masa pandemi ini. Sudah banyak masyarakat di perkotaan besar yang ada di Indonesia sudah mulai mencoba tekbik tersebut. Mudahnya Teknik tersebut menjadi alasan masyarakat untuk mencoba melakukan bercocok tanam teknni itu. Selain cara yang mudah, lahan yang digunakan juga tidaklah besar. Dengan lahan yang minimal, para masyarakat bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Hasil panen yang didapatkan biasa digunakan untuk konsumsi sehari-hari, bahkan banyak yang menjual dan mendapatkan untuk banyak dari hasil menjual hasil panen dari becocok tanam teknik hidroponik. Hal tersebut membuat banyaknya muncul pengusaha yang bergerak di bidang ini.

Selain membantu dalam factor ekonomi, dengan bercocok tanam dengan teknok hidroponik ini mebuat lingkungan sekitar menjadi asri. Udara di kampung dan sekitranya yang bercocok tanam dengan teknik ini menjadi segar. Hal tersebut menjadi salah satu solusi bagi kota-kota besar yang ada di Indonesia dalam menghadapi polusi udara yang semakin parah.

Salah satu wilayah di Jakarta yang mulai melakukan usaha penghijauan dengan membuat daerah atau perkampungan menjadi tempat bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Sunter menjadi salah satu wilayah Jakarta Utara yang menjadikan wilayahnya menjadi perkampungan Hidroponik.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kelompok Tani Teratai Taman Hatinya. Tidak tanggung-tanggung mereka mendirikan sebuah rumah kaca untuk menjadi tempat budidaya tanaman dengan Teknik Hidroponik disana. Setiap hari mereka merawat tanaman yang berada di dalamnya dengan sangat tekun.

Selain untuk mendapatkan hasil panen dari budidaya tersebut, dengan adanya rumah kaca ini, diharapkan dapat membantu wilayah penghijauan di Jakarta Utara di Wilayah Sunter dan sekitarnya.

Rumah Kaca ini dipilih karena tanaman yang berada didalamnya akan mudah terhindar dari serangan hama yang menganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Adanya hama juga dapat menyebabkan gagal panen.

Sebelum adanya rumah kaca tersebut, warga disana sudah mencoba berbagai Teknik untuk bercocok tanam, namu dinilai belum mendapatkan hasil yang maksimal. Banyak juga kasus yang menyebabkan tanaman mereka gagal panen.

Tanaman yang berada disana sangat banyak jenisnya. Tranaman sayur seperti pakcoy, sawi, kangkong, bahkan sampai melon telah budidayakan  dalam rumah kaca ini.

Pengurus RT dan RW disini mempunyai rencana untuk mengembangkan program penghinjauan ini diteruskan ke wilayah yang ada disekitarnya. Dimulai dari RW ke RW dan bisa berkembang ke berbagai wilayah yang ada di Jakarta Utara.

Wilayah Jakarta Utara yang makin buruk kualitas udarnaya akan semakin membaik perlahan jika wilayah di sekitarnya melakukan penghijauan. Dengan sedikitnya lahan yang ada di Jakarta menjadikan Teknik bercocok tanam Hidroponik ini menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi kurangnya lahan hijau di Jakarta.

hidroponik teknik Knockdown

Knockdown, Sistem Hidroponik Praktis Masa Kini

Bercocok tanam dengan menggunakan tekik hidroponik menjadi terkenal saat ini. pandemi Covid 19 yang memaksa kita untuk tidak keluar rumah dan berkontak langsung dengan orang lain membuat kita beroikir untuk melakukan sesuatu yang baru, kejenuhan yang melanda para pekerja yang melakukan pekerjaan di rumah membuat mereka mencari sesuatu yang baru untuk dikerjakan. Salah satu yang sedang banyak dikerjakan oleh masyarakat perotaan saat uni adalah bercocok tanam. Dengan lahan yang sempit mereka juga masih bisa melakukan hal tersebut dengan cara bercocok tanam hidroponik. Hal tersebut dianjurkan karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

Saat ini teknik hidroponik yang sedang terkenal sekarang ini adalah sistem Knockdown. Sistem tersebut adalah mengaplikasikan bercoock tanam dengan hidroponik namun denga tempat yang bisa dibongkar pasang atau biasa disebut portable, hal ini menguntungkan bagi para masyarakat yang mempunyai lahan kecil. Karena merupakan hasil boongkar pasang, tempat dari tanaman hidroponik ini bisa dipindahkan. Hingga sangat praktis untuk semua orang yang cepat bosan, mereka bisa langsung mengganti tempat dan lokasi untuk menaruh tanaman tersebut.

Ebagian besar bahan dari hidroponik portable menggunakan teknik bongkr pasang. Jadi tidak ada lem yang menempel pada tempat hidroponik tersebut. Anda bebas membongkar pasang tempat yang sudah dibuat dan mengatur tata letak sesuai dengan keinginan anda.

Pada pembuatan tempat ini, ukuran, kejelian dan ketelatenan menjadi kunci dalam pembuatan tempat portable tersebut. Karena tidak memakai lem atau penyambung lainnya, ukuran yang dibuat haruslah pas tidak bisa asal sembarangan. Kamis sarankan untuk menggunakan tenaga porfesional untuk menanganinhal tersebut agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Hal tersebut menjadi tren baru saat ini. praktisnya pemindahan tempat tersebut dan ditambah lagi dengan mudahnya bahan-bahan yang dicari untuk membuat hidroponik portable membuat teknik ini menjadi primadona di kalangan masyarakat yang hobi bercocok tanam. Tidak hanya itu dengan teknik ini anda akan mendapatkan panen yang bagus karena tumbuhan tetap terjaga dan tumbuh dengan baik.

Kampung Hidroponik Simorejo

Tak Ada Lahan, Warga Mendirikan Kampung Hidroponik Di Simorejo

Kesulitan lahan untuk berococok tanam merupakan msalah bagi setiap warga di tengah kota yang ingin melakukan kegiatan bercocok tanam. Namun halk tersebut tidak menyurutkan semangat bercocok tanam para warga kampung Simorejo yang berada di Surabaya surut. Mereka menjadikan kampong yang mereka tinggali menjadi kampung hidroponik.

Teknik bercocok tanam hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa media tanah, teknik ini menggunakan air untuk nmemenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman. Hal tersebut membuat para warga tidak memerlukan lahan yang luar untuk melakukan kegiatan bercocok tanam.

Setiap rumah dan penjuru gang pada kampong ini berisikan tanaman hidroponik yang dirawat dengan baik oleh para warga sekitar. Mereka serempak salinng membantu mengatasi kesulitan dan memecahkan masalah dalam bercocok tanam.

Banyaknya tanaman yang dibudidayakan disana membuat kampung ini menjadi sejuk. Di tengah kota Surabaya yang mempunyai suhu yang sangat tinggi, kampong ini tetap menyajikan kesejukan untuk setiap orang yang datang melewati kampung tersebut.

Jenis tanaman yang dibudidayakan disana berbagai macam seperti selada merah, kangkung dan sawi.  Warga memanen tanaman tersebut sekitar tiga bulan sekali. Hasil panen tersebut biasa warga untuk konsumsi sendiri. Namun tidak sedikit warga disana menjualhasil panenya kepada pedagang sekitar.

Banyak para pedagang kaki lima seperti pedagang mie ayam yang memebeli sawi disini. Harga yang jauh lebih murah dari pada di pasar menjadi alasan para pedagang tersebut membeli bahan-bahan tersebut di kampung ini.

Dengan banyak tumbuhan yang dibudidaya dikampung ini, membantu mengurangi polusi udara yang ada di kota Surabaya. Kita tau Surabaya merupakan kota metropolitan yang berada di Jawa Timur, banyak kegiatan warganya yang menggunakan kendaaraan bermotor. Tingkat polusi semakin naik setiap tahunnya. Dengan kehadiran kampong ini diharapkan dapat membantu menurunkan tinglkat polusi yang ada di Kota Surabaya.

Kampung Simorejo yang menyediakan suasana segar dan asri ini juga banyak dikunjungi para siswa maupun mahasiswa untuk mempelajari cara untuk membangun sebuah kampong hidroponik.

Selain asri dan sejuk, tempat ini juga menjadi tempat yang memiliki pemandangan yang bagus. Nuansa hijau yang disajikan, membuat setiap orang berasa di sebuat hutan yang berada di tengah kota. Banyak para pemuda yang datang untuk berfoto disana.

Selain tanaman hidroponik, warga Simorejo juga bertenak ikan patin dan nila. Dengan lahan yang terbatas para warga membuka lahan yang seadanya untuk berternak ikan. Hasil terbnak tersebut juga biasa dikonsumsi pribadi.

Dengan adanya Kampung Simorejo ini, memicu Kampung di sekitaran  kota Surabaya juga membuat kampong mereka menjadi kampong hidroponik dengan tujuan membuat kampong mereka menjadi asri dan menarik minat para wisatawan untuk datang ke kampung.

Desa yang sduah melakukan hal yang sama adalah kampung Margorejo. Kampung yang terletak di Jalan Margorejo, Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya. Sudah menjadi kampung hidroponik kedua yang ada di Kota Surabaya.

Dengan adanya dua contoh kampung tadi, diharapkan bahwa warga kampung yang ada di Indonesia bisa mencontoh dan melakukan hal yang sama. Dengan dijadikan tempat sekitar anda menjadi kampung hidroponik, membuat daerah kampung anda menjadi asri. Selain itu, dapat menaikan perekonomian warga sekitar dengan cara menjual hasil panen dari budidaya tersebut. Yuk mari jadikan kampung anda menjadi kampung hidroponik, agar kampung anda menjadi asri dan segar udaranya.

Hama di Tanaman Hidroponik

5 Hama Yang Dapat Menyerang Tanaman Hidroponik

Pada Masa Pandemi Covid 19, seluruh masyarakat di Indonesia mencari kegitan yang dapat menghilangkan rasa bosan mereka. Terkurung lama di rumah pastinmya membuat jenuh setiap orang. Apalagi dengan diberlakukannya bekerja dari rumah, yang mengakibatkan para pekerja akan melakuakn pekerjaan dirumah dan tidak bisa pergi kemanapun.

Bercocok tanam mencajdi trend baru saat ini. bagi masyarakat pedesaan yang mempunyai lahan ynag luas hal tersebut bukanlah maslah bwsar dan bisa dilakukan kapan saja. Namun, untuk masyarakat perkotaan, lahan adalah sesuatu yang sangat langka.

Masyarakat perkotaan yang memeiliki hobi becocok tanam mengakali hal tersebut dengan memakai teknik bercocok tanam hidropolik. Hal tesebut sungguh praktir karena tidak memerlukan lahan yang luas. Bahkan saat ini, hobi tersebut telah erambat menjadi bisnis yang berkembang di daerah perkotaan saat ini.

Hama yang Menyerang Tanaman Hidroponik

Hama merupakan musuh bagi para petani. Bahkan tanaman hidroponikpun bisa terserang hama yang menyebabkan tanaman tersebut jadi layu lalu mati. Berikut beberapa hama yang bisa menyerang tanman hidroponik anda.

1.Ulat

ulat

Ulat sudah menjadi musuh bagi setiap petani yang ada di Indonesia. Hama tersebut bisa membuat lubang pada daun tanaman. Salah satu jenis ulat yang benama ulat grayak dapat bmengahbiskan daun yang besar dalam waktu yang tidak lama. Hal tesebut sangat merugikan anda jika hama ulat tersebut menyerang tanaman anda. Tanaman yang telah anda rawat, tiba-tiba habis dimakan ulat. Hati-hati semoga bukan tanaman anda yang menjadi korban hama ulat ini.

2. Belalang

 Belalang

Serangga ini menyerang tanaman secara berkelompok. Mereka akan datang dan langsung memakan habis dauh yang ada di depannya. Para petani jga sering di serang dengan hama belalang ini. belalang merupakan serangga yang tangguh, banyak obat anti serangga yang tidak mempan terhadapnya. Banyak petani yang juga bingung dengan cara membasmi hama tersebut.

3. Hama Thrips

Hama Thrips

Hama ini dapat menyebabkan fatal pada tanaman anda. Seranga hama inni mengakibatkan ppohon anda mengalami kekeringan, karena mengalami kekeringan tersebut pohon menjadi mati. Hama ini terus menyebar makan anda bisa dipastikan akan gagal panen. Hama ini menyerang pucuk pohon pada awalnya dan llalu menyebar ke seluruh tanaman anda. Jika hama ini menyerang tanaman muda, maka menybabkan layu pada tanaman tersebut.

4. Tungau

Tungau

Tungau merupakan hama yang berada dibalik daun tanaman. Hama ini menyerang bagian mesofil pada daun. Jika mesofil rusak, Klorofil dauh juga ikut rusak dan menyebabkan tanaman susah untuk melakukan fotosintesis. Jika tanaman tidak melakiukan fotosintesis, tanaman akan sulit tumbuh dan pada akhirnya mati. Awal dari serangan hama ini adalah adanya bercak kuning di daun tanman anda yang semakin lama semakin melebar. Jadi jika anda melihat tanman anda menguning, cepat ditangani agar hama tersebut tidak menyebar. 

5.Jangkrik

Jangkrik

Jangkrik merupakan serangga yang menjadi hama bagi para petani. Hampir sama seperti belalang yang menyerang tanaman secara berkelompok. Kerusakan ditimbukan sangat besar karena menyerang secara berkelompok. Daun-daun pada tanman anda kan dimakan dan menyebabkan daun menjadi bolong.

Itu tadi macam-macam hama yang dapatmenyerang tanaman hidroponik anda. Tetap waspada dan rawat tanaman anda dengan tekun. Berikan obat anti hama untuk menghindari hama serangga yang akan menyerang tanaman anda. Semoga anda terhindar dari hama dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. 

Peralatan Hidroponik

Daftar Peralatan Hidroponik yang Wajib Kalian Ketahui!

Masyarakat sudah makin sadar akan pentingnya penghijauan dan pemenuhan pangan. Meski begitu, sebagian dari mereka masih terhambat problem lahan penanaman. Namun, kendala tersebut bisa dipecahkan dengan memanfaatkan urban farming memakai hidroponik. Menanam dengan cara hidroponik dahulu dianggap susah dan membutuhkan modal awal yang cukup besar.

Kini, ada cara hidroponik simpel memakai wick (sumbu) yang bisa dipraktikkan sendiri di rumah malah oleh orang awam sekalipun. Bahan dan perlengkapan untuk memulai hidroponik ini juga gampang ditemukan baik di warung pertanian ataupun warung online. Melalui artikel ini, aku ingin berbagi info perlengkapan apa saja yang harus dimiliki untuk memulai hidroponik simpel di rumah.

1.EAST WEST SEED INDONESIA

EAST WEST SEED INDONESIA

Benih pakcoy Nauli F1 yakni jenis bibit hibrida yang dikenal mempunyai produksi tinggi dengan penampilan yang seragam. Benih cap panah merah dengan spesifikasi penampilan seragam ini sesuai untuk jenis penanaman hidroponik yang juga menunjukkan keindahan.

Berdasarkan pengalaman aku, daya tumbuh bibit ini sudah teruji baik sehingga tak perlu melakukan penyulaman atau penanaman ulang. Apalagi jika sudah ditopang dengan nutrisi hidroponik sehingga membikin bibit bisa tumbuh menjadi tanaman yang subur.

2. Rockwool Cultilene

Rockwool Cultilene

Rockwool yakni media tanam yang awam diterapkan sebagai daerah tumbuhnya tanaman hidroponik. Media tanam ini terbuat dari batu sehingga terasa sedikit kasar saat diraba dan malah sesekali membikin gatal di kulit.

Media tanam khusus hidroponik ini seperti busa dengan serabut halus namun mempunyai muatan yang betul-betul ringan. Kelebihan dari media tanam ini yakni sanggup menaruh cukup air dan udara. Hasilnya, media tanam ini betul-betul menolong tanaman dalam meresap nutrisi malah pada saat penyemaian bibit.

3. Box Sterofoam

Box Sterofoam

Pemakaian box stirofoam yakni salah satu trik untuk merakit hidroponik simpel di rumah dengan harga yang relatif murah. Box stirofoam ini diterapkan untuk media nutrisi hidroponik cara wick. Wadah box stirofoam yang diperlukan berukuran 5 liter bervolume 37 cm x 23 cm x 16 cm.

Sebelum memakai box ini sebagai wadah hidroponik, kalian perlu melapisi bagian dalam box dengan plastik hitam secara merata. Sesudah dilapisi plastik, karenanya kalian bisa memasukkan larutan nutrisi hidroponik AB mix ke dalam box stirofoam tersebut.

4. Kantong Sampah

Kantong Sampah

Kantong sampah plastik ini diterapkan untuk melapisi box stirofoam yang dijadikan wadah hidroponik. Manfaatnya yakni menjaga agar larutan nutrisi yang dimasukkan ke dalam box tak bocor. Kantong sampah merek Trima Beri ini mempunyai ketebalan yang baik dan ukuran yang pas untuk box stirofoam.

Untuk melapisi box stirofoam, kalian cukup memasukkan kantong sampah plastik ini ke dalam box stirofoam. Kemudian, atur plastik sedemikian rupa agar semua lapisan box terlapisi. Lalu, kasihlah perekat di bagian luar sehingga posisi plastik tak berubah.

5.Hole Saw Kits

Hole Saw Kits

Tutup box stirofoam bisa dimanfaatkan sebagai daerah tanaman mengambang di atas larutan nutrisi hidroponik AB mix. Untuk itu, tutup box stirofoam perlu dilubangi untuk meletakkan net pot. Untuk mempermudah pembuatan lubang tanam tersebut, kalian membutuhkan alat pelubang yang bernama hole saw.

Tidak hanya pada stirofoam, alat pelubang ini juga bisa diterapkan untuk membikin lubang pada paralon, ember plastik, dan lain-lain. Hole Saw Kits ini terdiri dari 13 kits dan 10 tool steel cutting cups. Kalian bisa memilih kit dan tool ini sesuai dengan lebar lubang tanam yang diinginkan.

Itulah sebagian perlengkapan dari hidroponik yang diperlukan.

Modal Budidaya Sayur Hidroponik di Rumah

Pandemi virus corona ( Covid-19) membikin pamor hidroponik kian populer. Mulai banyak orang kini terjun menggeluti budidaya tanaman berbasis urban farming hal yang demikian.

Ada yang sekedar hobi, tak sedikit pula mereka yang serius menekuninya dan mulai dihasilkan bisnis rumahan.

Para pakar bilang, hidroponik juga jadi obat stres bagi mereka yang terlalu lama berdiam di rumah. Lalu, berapa modal untuk memulai hidroponik? Ginanjar Ibnu Tamimi, praktisi hidropinik yang juga pemilik usaha Hanifarm, menyatakan modal memulai kultur hidropinik sangat tergantung dengan model yang diinginkan.

Contoh umumnya menyesuaikan dengan luasan lahan. Kian tinggi atau banyaknya tingkat, biayanya tentu akan kian mahal dan tergantung jumlah pipa PVC yang terpakai. Kisarannya dapat menghabiskan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

“Kalau untuk pemula, sekedar hobi dan memenuhi kebutuhan sayuran untuk dapur sendiri, dapat mulai dengan ukuran 1×4 meter. Bahkan dapat 1×2 meter dengan dihasilkan meninggi ke atas. Itu kaprah-kaprah untuk instalasi habis Rp 1,5 juta,” terang Ginanjar kepada Arah.com beberapa waktu lalu. 

Diamati di sejumlah marketplace, gampang ditemukan paket instalasi hidroponik dengan pipa paralon. Sebagai model, media tanam dengan menerapkan pipa 2,5 tipe D, panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 90 cm, serta jumlah lubang 44 dipasarkan seharga Rp 1,1 juta.

Contoh media tanam pipa hidroponik yang dipasarkan di pasaran umumnya gampang dibongkar pasang. Peralatan dipasarkan lengkap dengan modul instalasinya yang relatif cukup gampang dipahami.

Sementara, banyak pula instalasi hidroponik lengkap yang dipasarkan di bawah Rp 1 juta, tetapi dengan spesifikasi yang lebih sederhana.

Menurut dia, mutu sayur yang lebih baik membikin harga sayuran hidroponik relatif lebih mahal. Tapi, faktor itulah yang membikin sayur-mayur yang dihasilkan dari kebun hidroponik mempunyai segmen pasar tersendiri.

Lanjut Ginanjar, kesadaran orang akan hidup sehat ketika pandemi Covid-19 membikin permintaan sayuran dari kebun hidroponik meningkat.

Berbeda dengan sayuran yang dipasarkan di pasar, hidroponik menciptakan sayuran yang relatif lebih segar dan bebas pestisida. “Selain dari perorangan, pembeli banyak juga dari kafe-kafe dan beberapa hotel.”

“Kalau ke swalayan belum masuk, karena patut kontinu. Saya sendiri berencana memperluas kebun,” ucap Ginanjar yang ketika mengelola kebun seluas 20×15 meter yang dibantu dua orang energi kerja.

Ginanjar yang umum memanen sayur sepekan sekali ini dapat memasarkan hingga 400 kilogram berbagai tipe sayuran dalam sebulan. Sebagian sayuran yang dihasilkan di kebunnya antara lain kale, selada, dan berbagai tipe sawi seperti pakchoy, caisim, dan sawi putih.

“Primadona ketika ini kale, harganya per kilogram dapat hingga Rp 120.000. Lalu selada Rp 40.000, sawi saya jual Rp 35.000. Walaupun lebih mahal dari sayuran di pasar, sayur hidroponik kian banyak dicari,” tuturnya.

Sementara itu, diinfokan dari Antara, Ketua Program Studi S2 lahan Kering sekalian Ketua Program Studi S2 Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Dr. Gede Wijana mengatakan menerapkan cara hidroponik di rumah dapat membantu sebagai obat stres selama masa pandemi Covid-19.

” Hidroponik ini kapabel menciptakan kuantitas dan mutu sayuran yang baik dengan pemeliharaan yang baik. Jadi yang dipersiapkan adalah instalasinya,” kata Gede Wijana.

“Bibit, nutrisi AB mix atau racikan sendiri, pompa pengangkat larutan nutrisi dan tentu perlu listrik. Dalam pembuatan bibit perlu bibit dan media penanam bibit antara lain rockwool,” kata dia lagi.

Alat Hidroponik Sawi

Alat Hidroponik Sawi yang Mudah dan Wajib Dicoba!

Sawi merupakan salha satu jenis sayuran hijau yang mudah tumbuh. Dimana sayuran in sendiri cukup banyak diolah menjadi makanan yang cukup lezat untuk dinikmati. Rasa sawi yang segar dengan tekstur renyah dan halus. Dimana sawi adalah salah satu jenis bahan makanan favorit untuk para keluarga. Sayuran ini memiliki kandungan air dan serat yang tinggi. Dimana sayuran ini diperkaya dengan berbagai jenis vitamin dan mineral yang baik dalam tubuh. Sawi ini sangat mudah untuk dilakukan pad alahan yang sempit maupun luas.

Dimana sawi hijau ini diketahui memiliki cukup banyak kandungan antioksidan yang kaya. Zat ini dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah tubuh terjangkitnya kanker. Penghematan lagan dengan harapan hasil melimpah bisa diupayakan dengan menanam hidroponik. Kali ini, kami akan memberikan beberapa cara menanam sawi hijau yang bisa kalian lakukan di berbagai jenis perkarangan. Kali ini, kami akan memberikan beberpaa cara yang baik untuk bisa kalian lakukan penanaman sawi hijau. Langsung saja simak daftar lengkapnya berikut di bawah ini!

Hal yang pertama ini bisa kalian lakukan dan bisa menjadi salah satu alat daur ulang yang baik dan mudah untuk kalian dapatkan. Dimana bisa kalian lakukan dari kemasan botol enam ratus militer sampai dengan seribu lima ratus mililiter. Bagian botol ini masih utuh dibuka label kemasannya dan bisa dibersihkan. Dimana botol yang telah bersih bisa kalian potong, sehingga bsia kalian dapatkan di bagian bawah dan atas botol dengan lubang yang besar. Botol bekas ini sendiri bisa kalian manfaatkan sebagai tempat penampung nutrisi dan wadah media tanam.

Alat seperti Pisau, gunting, dan cutter ini merupakan salah satu peralatan bantu yang bisa digunakan untuk memotong dan mengiris berbagai perlaatan dan bahan yang kalian gunakan. Dimana berbagai ukuran dan alat pemotong ini bisa digunakan untuk mempermudah proses penanaman sawi hijau.

Dimana larutan nutrisi ini memiliki peran sepertti pupuk cair. Larutan ini dibuat dengan mencampurkan satu liter air dalam 50 mililiter nutrisi. Akan ada berbagai banyak jenis nutrisi yang bisa digunakna antara AB-Mix. Nutrisi ini sendiri akan mudah ditemukan di banyak toko pertanian.

Tips Menanam Tanaman Hidroponik Rockwool Untuk Pemula

Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan cocok tanam, pasti sudah tidak asing lagi dengan teknik hidroponik. Teknik ini terbukti dapat membuat tanaman menjadi lebih cepat tumbuh dan sangat cocok diaplikasikan ke berbagai kondisi lingkungan.

Kini banyak petani yang memanfaatkan media ini untuk menanam dengan media tanam rockwool, atau biasanya juga disebut dengan stonewool. Ini adalah salah satu mineral fiber yang keunggulannya adalah bisa menahan dari udara dan air, jadi pertumbuhan akarnya dan penyerapan nutrisi di tanaman bisa berlangsung dengan lebih baik.

Biasanya bahan rockwool bisa dipakai tanpa adanya batas waktu. Sayuran yang cocok dengan sistem ini seperti paprika, mentimun, terong, dan sayuran hijau lain.

Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk mengaplikasikan rockwool. Bagi kamu yang masih pemula, berikut ini adalah cara untuk melakukan penanaman dengan rockwool.

Cara Menggunakan Metode Rockwool

1.Pemilihan Rockwool

Syarat utamanya adalah kamu harus memilih media tanam hidroponik yang ringan dan memiliki porositas yang baik. Substrat yang ada di dalam hidroponik pada umumnya memiliki fungsi yang sama dengan tanah, di sini mereka akan menyerap air, unsur hara, dan oksigen yang nantinya akan akar serap. Pilihlah rockwool yang memiliki kualitas baik dan perhatikan juga kemampuannya dalam menyerap air.

2. Potong Rockwool

Potong Rockwool

Biasanya rockwool yang dijual di toko-toko memiliki potongan seperti balok yang ukurannya bermacam-macam. Jadi untuk melakukan penyemaian, maka ada baiknya potong rockwool dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm, gunakanlah cutter atau gergaji.

Alat potong yang digunakan haruslah tajam agar tidak merusak rockwool dan serpihan yang nantinya malah terhirup di udara. Hati-hatilah saat memotong dan sangat disarankan untuk menggunakan masker. Potongan ini nantinya direndam di dalam air serta letakkan pada wadah semai.

3. Semai Benih Tanaman

Semai Benih Tanaman

Selanjutnya sekarang kita semai bibit tanaman dengan cara membuat lubang-lubang kecil di rockwool. Gariskan bentuk bujur sangkar dengan jarak 2 cm. Letakkan bibir ke setiap lubang dengan posisi titik tumbuh nantinya mengarah ke bawah sekitar 0,5 cm, kamu bisa lakukan ini dengan menggunakan pinset.

Perrockwoolnya, masukkan 2 biji dan kalau sudah semua, tutup dengan kain atau kresek berwarna hitam. Tujuannya agar bibit bisa lebih cepat tumbuh tunas.

4. Rawat Bibitnya

Rawat Bibitnya

Setelah disemai, kini kita rawat bibit tanamannya. Simpan bibit tersebut pada suhu yang bisa terjaga kelembapannya lalu semprotkan dengan menggunakan hand sprayer.

Setelah 7 hari, bibit nantinya akan mulai tumbuh kecambah juga plastik sudah bisa dibuka agar bibit bisa terkena sinar matahari. Bibit sebaiknya disiram 2 kali sehari, baik di pagi dan sore hari agar rockwool tidak mengering.

5. Pemindahan Tanaman

Pemindahan Tanaman

Terakhir adalah pindahkan tanaman yang dilakukan pada hari ke 10 atau hari ke 14, karena pada saat itu tanaman sudah bertunas dan juga ada 2 lembar daun di atasnya.

Kamu tidak perlu memisahkan bibit dari media tanamnya, jadi bisa langsung dipindahkan ke tempat tanam yang sudah kamu siapkan.

Bagaimana? Mudah bukan menanam tanaman dengan media tanam rockwool? Ditambah dengan media tanam hidroponik, tanaman bisa semakin tumbuh dengan maksimal serta hasil yang didapatkan nanti lebih baik.

Media ini juga tidak mengandung pathogen penyakit serta memiliki daya tamping air yang lebih lama. Sebenarnya rockwool bisa digunakan berulang kali, sayangnya ini adalah gabus yang mudah untuk hancur.

Setelah membaca ini, apakah kamu tertarik untuk mencoba media tanam ini?

Ternyata Lampu UV Dapat Tingkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik, Loh!

Sinar dari lampu ultra violet atau Sinar UV dimanfaatkan oleh Perusahaan Listrik Negara untuk meningkatkan produktivitas dari tanaman hidroponik. Inovasi yang sangat berguna ini mendapatkan apresiasi dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Terobosan teknologi pada sector pertanian ini adalah hasil kerja sama dari Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Seperti yang diungkapkan oleh Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja sama, dalam keterangannya Selasa (02/02/21) lalu “Langkah pemanfaatan lampu UV ini bisa digunakan sebagai cara meningkatkan penjualan kWh listrik. Ini salah satu bukti bahwa penjualan listrik yang dilakukan PLN tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif semata. Kami mengapresiasi terobosan ini,”

Pemanfaatan dari listrik di dalam meningkatkan produktivitas ini sejalan dengan upaya dari pemerintah untuk semakin meningkatkan pasokan listrik ke masyarakat pada wilayah perekonomiannya saat ini tengah bertumbuh.

Keberadaan dari lampu UV sendiri dirasa semakin meningkatkan hasil dari panen tanaman hidroponik, di mana cahaya ini kini dimanfaatkan untuk menggantikan cahaya matahari ketika di malam hari.

Jadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman hidroponik saat malam hari tetap didapatkan oleh tanaman selama 24 jam penuh, jadi tanaman bisa tumbuh lebih optimal.

Dengan adanya system pengairan stabil dan juga penerangan dari lampu UV ini, satur organik bisa dipanen hanya dalam kurun waktu 30-35 hari saja, bahkan beratnya bisa mencapai 200-250 gram. Ini tentunya lebih berat dibandingkan dengan tanaman hidroponik biasanya, di mana hanya seberat 150 gram.

Tapi lampu yang digunakan tidak bisa sembarang lampu. Untuk menerapkan teknik ini dibutuhkan lampu yang disebut dengan GROW LED, di mana ia memanarkan cahaya spectrum ultra violet. Selain itu jarak antar lampunya juga harus disesuaikan.

Idealnya, digunakan 1 lampu untuk 2 meter persegi dan dengan tinggi 150 cm dari tanaman.

Idealnya lampu ini akan meningkatkan kualitas dari tanaman, mulai dari daun, sampai ke akar yang lebih cerah, ini adalah indikator dari tanaman yang sehat.

Jadi bagaimana? Ingin mencoba teknik baru satu ini?

APASIH PENGARUH AIR HUJAN DALAM MENANA TANAMAN HIDROPONIK?

Air hujan yang turun sangat lah memiliki manfaat karena hujan merupakan air bersih yang langsung diturun kan dari awan dan tak perlu diolah sendirian. Ah tapi sayang sekali kalau air hujan sendiri bisa membuat rugi tanaman hidroponik yang kamu tanam nih fellas. Tapi sebelum masuk ke dalam bahasan, apa sih definisi tanaman hidroponik itu sendiri ? Tanaman hidroponik adalah teknik untuk membudidaya tanaman yang mana utama nya buah – buahan dan sayur mayur dengan menggunakan tanah. Nah tanah yang di gunakan adalah memakai tanah jenisrock wool, hidroton, sekam bakar dan pasir dengan memfokuskan ke dalam suatu kebutuhan nutrisi untuk tanaman.Di kota besar, lahan menanam sudahlah masuk dalam ke langkaan, nah maka dari itu teknik menanam hidroponik bisa di lakukan, apalagi di jaman sekarang tanaman seperti saayur mayur dan buah – buahan sangat penting . Nah untuk bertanam tanaman hidruponik mudah banget nih fellas, kamu bisa menanam tanaman hidroponik di rumah dan kamu tidak perlu memiliki lahan yang sangat luas, nah ragam ang mesti kamu fikirkan dan perhatikan adalah oxygen, air, cahaya dan juga nutrisi. Nah berbicara tentang hasil tanaman yang menggunakan teknikhidroponik adalah lebih aman dan bersih di bandingka dengan menanam di tanah langsung. Teknologi hidroponik sendiri merupakan suatu hal yang termasuk ke dalam ramah lingkungan, mengapa bisa di katakan ramah lingkungan? Karena menanam dengan teknik hidroponik tidak memakai pestisida dan membuat lingkungan juga semakin tertata indah. Nah balik lagi ke dalam bahasan, apa sih pengaruh air ujan dalam menanam tanaman hidroponik ? Patut kamu ketahui nih fellas :

1.Green house

HIDROPONIK

Menggunakan green house yang kamu ciptakan dengan sedeerhana bisa banget ngebuat tanaman hidroponik kamu menjadi rusak fellas, hal ini di karenakan air hujan yang turun dengan banyak dan juga keseringan bisa membuat rusak tanaman green house kamu loh. Nah supaya tak ada pengaruh yang buruk dari turunnya air hujan, kamu harus membangun green house yang di rencanakan nah supaya ketika ada air hujan yang turun nggak bakal merusak green house yang sudah kamu ciptakan

2.pH

HIDROPONIK

Nah air hujan yang telah turun bisa banget loh menjadi pengaruh keasaman air di dalam tanaman hidroponik kamu, tanaman hidroponik yang mempunyai gerak tumbuh yang baik kalau pH air nya ada di angka 6 sampai dengan 7,5. Nah jenis air netral adalah air yang tingkat keasaman nya 6 sampai dengan 7,5. Nah kalau air berubah jadi basa atau asam yang di pengaruhi oleh air hujan, kamu bisa mengantisipasi dengan melakukan perencanaan tertentu. NAh di dalam air hidroponik yang asam, kamu bisa banget untuk menaruh es k dalam air tanaman hidroponik kamu yang mana agar air yang telah asal bisa berubah menjadi netral. Di samping itu di dalam tanaman hidroponik yang sudah menjadi basa bisa loh kamu menambahkan asam sulfat, asam nitrat dan asam fosfat. Tetapi di samping itu kamu wahib banget memperhatikan beragam jenis asam yang cukup bahaya kalau kena kulit kamu fellas, kamu harus lah berhati – hati ya.

3. Nutrisi

HIDROPONIK

Nutrisi sendiri adalah suatu hal yang sangat di perlukan untuk tanaman, di dalam zat yang tertentu bisa saja nutrisi nya bertambah atau juga berkurang. Nah maka dari itu tanaman – tanaman hidroponik bisa banget di pengaruhi air hujan. Untuk kamu ketahui kalau air hujan memiliki kandungan nutrisi yani uap air, asam sulfat, garam, asam nitrat dan juga karbon. Nah dalam jumlah nya sendiri, bergantung pada sebuah takaran sehingga efek nya bisa terlihat jelas sekali di dalam pertumbuhan suatu tanaman hidroponik. Nah air hujan yang turun dalam jumlah yang sangat banyak bisa loh menjadi penyebab air nutrisi yang sudah di beri wadah hilang yang di akibatkan oleh terpenuhi oleh air ujan.

4. Pertumbuhan tanaman – tanaman

HIDROPONIK

Kalau air hujan turun dengan jumlah yang banyak masuk ke dalam ladang hidroponik kamu, akan mengakibatkan terganggu nya pertumbuhan tanaman hidroponik kamu loh fellas, hal ini ada kaitannya dengan point nutrisi yang sebelum nya, semua itu di karenakan dengan terbuang nya si nutrisi tersebut dengan air hujan yang mana nutrisi yang kamu butuhkan akan menghilang.

5. Penyakit dan para hama

HIDROPONIK

Nah yang selanjutnya adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman hidroponik kamu. Ulat kutu daun dan ulat merupakan salah satu dari banyak nya hama yang ada pada saat hujan turun loh fellas, mereka itu adalah sebuah penyakit yang serius untuk tanaman hidroponik kamu. Nah si hama – hama tersebut muncul sesuai bagaimana kondisi hujan yang turun. Nah disini kamu harus lah berhati – hati jangan sampa hama dan penyakit tersebut menyerang tanaman – tanaman hidroponik kamu ya fellas, soalnya akan sayang banget deh !

KENAPA HIDROPONIK BISA DIJADIKAN SEBAGAI LADANG BISNIS?

Banyak hobi yang bisa menjadi ladang untuk berbisnis salah satunya adalah dengan bercocok tanam hidroponik. Semakin cinta dengan apa yang kita lakukan, maka akan membuahkan hasil yang lebih, apalagi kita bisa mendapatkan keuntungannya.

Selain gak perlu tanah yang penanamannya, hidroponik juga cocok untuk kamu yang punya lahan terbatas. Sehingga itu bukan menjadi alasan untuk gak mencoba melakukannya. Dengan begitu seorang pemula maupun yang sudah professional bisa budidaya dan hasilnya bisa di manfaatkan oleh orang banyak.

Lalu kenapa ya budidaya hidroponik bisa menjadi ladang bisnis? Simak bareng-bareng yuk!

1.Bisa dilakukan oleh siapapun

Bisa dilakukan oleh siapapun

Budidaya hidroponik ini memang termasuk susah-susah gampang. Tapi jika dilakukannya dengan tekun dan telaten, pastinya akan ada peluang bisnis sehingga bisa mendatangankan keuntungan. Yang terpenting kamu harus terus belajar dan mencoba berbagai hal yang baru seperti menambah hiasan agar hasilnya lebih optimal.

2.Mudah untuk di kembangkan

Mudah untuk di kembangkan

Budidaya seperti ini bisa dengan mudah di kembangkan dan termasuk cepat perkembangannya. Karena jaman sekarang, halaman rumah bukan hanya di taruh tanaman-tanaman hias saja, tapi orang-orang sudah mulai mencoba hidroponik. Selain itu pangsa pasanya cukup luas belum lagi akan menjadin prospek kedepannya jika di lakukan secara tepat. Kita pun bisa menentukan modalnya dari tergantung mau sebesar apa yang akan di pakai, meskipun modal besar tapi lama-lama bisa tertutup.

3.Media tanam dengan barang-barang yang tak terpakai

Media tanam dengan barang-barang yang tak terpakai

Media tanam hidroponik itu gak selamanya harus memakai pot. Karena kamu bisa menggunakan barang-barang yang mungkin sudah lama tak terpakai atau menggunakan benda-benda ayang ada di rumah seperti gelas plastik, paralon, ember dan lainnya. Dengan begitu kamu gak perlu untuk membeli yang baru, kecuali tujuan hidroponikmu hanya untuk sebagai hiasan di taman saja.

Penanaman hidroponik juga akan menghambat pertumbuhan lumut dibandingkan bila budidaya tanamanan secaya konvensional.

4.Hemat lahan

Hemat lahan

Gak perlu bingung jika memang kamu gak punya lahan yang besar untuk menanam hidroponik. Karena di lahan sempit pun, budidaya ini tetap bisa di lakukan. Yang harus diperhatikannya yaitu bagaimana kamu menata wadah-wadah, sehingga tetap bisa sesuai dengan tempat serta kebanyakan orang membuat wadah yang bertingkat, agar tak menghabisi tempat sekitarnya.

5.Hemat Pestisida

Hemat Pestisida

Jika tanaman di rawat dengan baik dengan kebutuhan nutrisi yang cukup, budidaya ini tak memerlukan pestisida. Faktanya, orang-orang yang memberi pestisida pada tanamannya cenderung menghasilkan residu. Sehingga dalam hal pembuangan residu pun gak usah bingung lagi.

6.Cabai yang paling mudah dengan hidroponik

Cabai yang paling mudah dengan hidroponik

Salah satu banyak peminatnya dan selalu banyak di cari dalam bahan masakan yaitu cabai hidroponik. Alasannya adalah karena cabai ini akan tumbuh dengan menggantung, sehingga lebih higienis, lalu gak perlu pakai pestisida, bebas dari hama.

7.Teknik hidroponik yang terkenal mudah

Teknik hidroponik yang terkenal mudah

Biasanya orang-orang menggunakan 3 teknik ini yaitu NFT yaitu biasanya terbuat dari pipa yang dibentuk selokan, sehingga akar tanaman bisa langsung berada di atas air nutrisi. Kemudian ada juga yang memakai Wick System yang hampir sama dengan NFT namun pipa di potong setengah. Dan ada pula yang menggunakan teknik air tetes, dimana medianya menggunakan polybag denga nisi sekam padi, nantinya akan ada air nutrisi yang menetes.

8.Modal kecil, untung besar

Modal kecil, untung besar

Meskipun gak semua bisa di terapkan seperti ini tapi kita bisa mengambil garis besarnya. Misalnya untuk budidaya selada, kamu perlu modal sekitar 20 ribu untuk 1 kg, jika sudah panen harga jual ke supermarket bisa hingga 30-35 ribu. Dengan begitu kamu bisa untuk kurang lebih 10 ribu kan, nah coba bayangkan jika selada yang kamu hasilkan mencapai kwintal. Untungnya pun akan lebih besar bukan?

Itu dia mengapa budidaya hidroponik bisa menjadi ladang bisnis, ada yang tertarik untuk coba?

TANAMAN YANG PUNYA NILAI TINGGI PADA BUDIDAYA HIDROPONIK

Seperti yang sudah pernah di jelaskan sebelumnya bahwa gak semua tanaman bisa di tanam dengan cara hidroponik. Banyak syarat khusus yang bisa cocok untuk ditanam secara hidroponik. Karena media tanam yang dipakai pun harus jelas, sehingga saat sudah memasuki masa panen tak ada kendala ataupun kesalahan.

Ada baiknya lagi bila jenis tanaman yang akan ditanam punya nilai ekonomi yang tinggi. Barangkali ketika kamu berhasil panen dan hasilnya bagus, bisa dijadikan bisnis. Kapan lagi kan ada hobi yang bisa menghasilkan? Nah untuk itu kami akan kasih tau jenis tanaman apa saja yang bernilai tinggi.

1.Timun Jepang

Timun Jepang

Timun Jepang memiliki ukuran yang lebih besar dengan warna hijau yang lebih pekat. Sayuran yang satu ini agak sudah untuk dicari kecuali di supermarket, itupun harganya lumayan tinggi. Timun ini yang biasa dijadikan sebagai sayuran pada sushi, oleh karena itu rasa yang dihasilkannya pun sangat berbeda dengan timun biasanya.

Semenjak ada teknik hidroponik ini, kamu sudah bisa mencoba menanamnya di rumah loh. Namun kamu harus siap dengan segala bahan serta alat-alat pendukungnya, bila dirawat dengan baik dan benar tentunya hasilnya pun akan maksimal. Pilihlah benih yang baik juga pupuk organic yang terbaik ya, sehingga nutrisinya bisa lebih tercukupi.

2.Paprika

Paprika

Meskipun keberadaan paprika ini gak terlal sulit di cari, tapi gak semua orang mengonsumsi atau menjadikan paprika sebagai bahan masakan. Kecuali pada makanan-makanan western yang cenderung lebih sering menggunakan paprika.

Alasan mengapa paprika memiliki nilai yang cukup tinggi, karena budidayanya yang cukup sulit dan berbeda seperti cabai pada umumnya. Meskipun begitu, paprika sudah bisa ditanam secara hidroponik tentunya dengan perawatan yang lebih ekstra, seperti pemberian nutrisinya. Karena budidaya paprika menggunakan hidroponik ini bisa 75% lebih banyak ketimbang menggunaan budidaya konvensional (memakai tanah).

Selain itu paprika juga disebut sebagai cabai yang banyak manfaatnya bagi tubuh, gak heran kan bila harganya mahal dan nilainya yang tinggi

3.Selada

Selada

Selada memang terkenal dengan budidaya hidroponik. Bagaimana tidak karena tumbuhan ini bisa memajukan ekonomi, dimana dengan lahan sekitar 300 ribu hektar bisa menghasilkan 3 juta ton dalam satu tahunnya. Gak heran meskipun harganya yang gak terlalu mahal dan bisa dicari dimanapun, tapi selada punya nilai yang tinggi.

4.Tomat

Tomat

Tomat bisa bernilai tinggi bila dilakukan dengan budidaya hidroponik. Kunci utama untuk menghasilkan kualitas tomat yang baik yaitu ada pada modal. Dimana modal ini diperlukan untuk membeli benih yang terbaik, sehingga bisa sangat memuaskan. Kebanyakan media yang dipakainya mengguna serbuk sabut kelapa dan kandungan nutrisinya pun harus sangat di perhatikan. Tomat pun gak butuh waktu lama untuk di panen kok, mau mencobanya?

5.Anggur

Anggur

Selain ditanam pada media konvensioanl, anggur ini cocok dibudidaya dengan menggunakan hidroponik yang lebih tepatnya di daerah curah huan yang tinggi. Banyak syarat yang harus diperhatikan dalam budidaya anggur, dimana kondisi suhu yang harus ada di angka sekitar 25-30 derajat dan kelembaban udara di angka sekitar 50 persen.

Alasan mengapa anggur bisa bernilai cukup tinggi karena penanamannya yang gak mudah dimana harus mempertimbangkan beberapa aspek. Karena ada perbedaan sedikit saja, hasil anggur pun akan berbeda. Lalu masa panennya yang lumayan cukup lama bisa mencapai 3 bulan. Anggur pun punya berbagai macam varietas sehingga harga yang dihasilkannya pun berbeda-beda.

Sudah mengerti kan kenapa 5 tanaman diatas punya nilai yang tinggi? jadi pikirkan lagi ya sebelum menanamnya.

JENIS SAYURAN YANG BISA DITANAM DENGAN TEKNIK HIDROPONIK PADA DATARAN RENDAH

Menanam tanaman memang gak bisa asal-asalan jika ingin menghasilkan tanaman yang baik. Setiap tanaman pasti memiliki perawatannya sendiri dan tentunya harus di sesuaikan dengan sifat-sifatnya. Berbagai macam teknik tanam yang dilakukan pun punya perlakuan yang khusus, seperti halnya teknik hidroponik.

Meski bisa dilakukan di rumah, tapi kita harus tahu apakah tanaman yang akan di tanam menggunakan teknik ini akan cocok dengan lingkungan sekitar atau tidak. Karena setiap daerah punya kondisi tanah dan juga suhu yang berbeda, sehingga kita harus bisa menyesuaikan itu.

Bila berada di dataran rendah, tentunya kita harus bisa memilih tanaman apa saja yang tahan dengan panas dan kelembaban yang rendah. Sehingga bila dilakukannya dengan benar, tanaman itu akan berhasil sesuai dengan yang kita inginkan. Bila rumahmu berada di dataran rendah, kami punya rekomendasi tanaman yang bisa di tanam dengan teknik hidroponik nih. Penasaran kan? Simak ya!

1.Brokoli

Brokoli

Mungkin banyak yang sudah tahu, bila brokoli ini hanya bisa ditanam di dataran tinggi saja. Tapi akhir-akhir ini banyak yang mencoba menanam dengan teknik hidroponil di dataran rendah loh. Yang jelas, brokoli ini harus di rawat secara ekstra dan jangan sampai salah memberikan nutrisinya. Karena sifatnya yang menyimpan banyak nutrisi di tubuh, brokoli ini sangat perlu nutrisi yang tepat dan juga penanaman dengan teknik bisa mempercepat produksi brokoli.

2.Kangkung

Kangkung

Kangkung memiliki 2 jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Keduanya memiliki ciri-ciri, bentuk, habitat, ukuran yang berbeda. Untuk teknik hidroponik ini lebih cocok untuk menanam kangkung darat. Kangkung ini sudah bisa di panen sekitar hari k 20-25 dengan ciri panen ketika daun sudah hijau tau dan terbuka lebar.

Sifat kangkung ini suka di tempat yang terbuka tapi jangan terlalu kena matahari secara langsung, karena akan menghasilkan daun dan batang lebih keras. Jadi alangkah baiknya bila kangkung ini berada di tempat yang lebih tertutup agar kangkung bisa tumbuh memanjang.

3.Bayam

Bayam

Bayam sangat cocok untuk di tanam di dataran rendah. Sayur ini gak hanya terkenal di Indonesia tapi terkenal juga di kawasan Asia Timur, China dan juga Afrika. Kandungan nutrisi pada bayam juga cukup banyak terdiri dari vitamin A, vitamin C dan asam folat. Terdapat 2 jenis bayam yang berbeda yang bisa dilakukan dengan cara hidroponik yaitu berdaun hijau dan berdaun merah.

4.Sawi

Sawi

Selain bayam, sawi juga terkenal dan sering dijadikan sebagai bahan masakan. Biasanya masa panen sawi di hari ke 25-30 hari dengan ciri-ciri tangkai daun yang cerah dan daun yang melebar. Untuk menanam sawi ini, perlu jarak sekitar 15 cm karena batangnya yang cukup panjang. Selain itu ada juga sawi sendok atau yang sering disebut dengan pakcoy. Pakcoy ini bisa di panen dengan akarnya dan bisa juga dibuang bagian pangkalnya.

Jadi itulah 4 sayuran yang cocok ditanam di dataran rendah dengan tkenik hidroponik. Setiap tanaman ini tentunya punya treatment tersendiri dan juga bisa di kontrol lewat green house. Dengan pengontrolan yang rutin, kita pun bisa tahu bagaiaman kondisi tanamannya apakah kelembabab dan suhunya sudah pas atau belum. Dengan begitu, tanaman yang dihasilkan pun bisa lebih optimal.

Semoga membantu ya!

MENGENAL BERBAGAI SISTEM YANG DIGUNAKAN PADA TEKNIK HIDROPONIK

Teknik hidroponik merupakan teknik menanam yang bisa dilakukan di berbagai media tanpa menggunakan tanah. Begitu pula dengan sistemnya, dimana tak semua jenis tanaman bisa diperlakukan yang sama. Meskipun sama-sama menggunakan teknik hidroponik, tapi kalian harus tahu bagaimana sistem yang paling baik digunakan untuk tanaman tersebut, agar pertumbuhannya semakin lebih optimal.

Jadi sebelum bercocok tanam dengan teknik ini, ada baiknya untuk mengenal keseluruhan dari metode atau sistemnya terlebih dahulu.

1.Nutrient Film Technique (NFT)

Nutrient Film Technique (NFT)

Metode yang pertama ini merupakan metode yang paling terkenal dan sering digunakan. Metode ini bisa berjalan tanpa timer, karena medianya dibuat lebih miring agar memudahkan air mengalir ke akar tanaman. Tanaman tersebut dibuat dengan menggantung sehingga akarnya lebih leluasa dalam menerima nutrisi yang terkandung oleh aor.

Nantinya air tersebut akan dibawa kepada netpot yang diatas dengan menggunakan pipa. Sehingga tanaman tidak akan kekurangan air, karena sistem ini akan berjalan seperti itu, mempoma air, dan mendsitribusikan ke netpot yang diatas. Sistem seperti ini akan cocok untuk menanam selada, pakcoy dan sawi.

2.Deep Flow System (DFT)

Deep Flow System (DFT)

Sistem DFT biasa banyak digunakan oleh orang-orang yang bercocok tanam di rumah. Sistem ini bisa menjadi alternatif bagi kamu yang tak memiliki banyak ruang untuk bertanam, karena sistemnya dibuat dengan cara bertingkat sehingga bisa menampung tanaman dalam jumlah yang banyak.

Berbeda dengan sistem sebelumnya, dimana pada sistem ini menggunakan timer untuk mengalirkan nutrisi lewat pompa. Nutrisi tersebut nantinya akan di pompa dan dialirkan melalui akar, lalu kembali lagi ke penampungan.

Sayuran yang bisa cocok dengan sistem ini yaitu selada, kangkung, bayam, pakcoy dan sawi. Keuntungannya, jika listrik mati tak akan membuat tanaman menjadi layu.

3.Floating Hydroponic System (FHS)

Floating Hydroponic System (FHS)

Sesuai dengan namanya, metode ini dibuat dengan cara mengapung dengan menggunakan Styrofoam. Nantinya styrofoam tersebut akan di beri lubang sehingga memudahkan akar untuk cepat menyerap nutrisi. Permukaan yang rapat ini biasanya akan menutup keluar masuknya oksigen, jadi bisa diakali dengan menggunakan air stone yang bertujuan untuk menghasilkan gelembung udara, jadi oksigen tetap ada.

Keuntungan dari sistem ini dimana kita bisa mengontrol nutrisi pada waktu tertentu. Namun jangan sama kontrol tersebut lewat dari waktu yang telah di tentukan karena bisa memicu nutrisi yang mengendap, sehingga akan menghambat pertumbuhan tanaman. Biasanya metode ini akan cocok untuk tanaman yang berbatang kuat, seperti bayam dan kangkung.

4.Sistem Aeoponics

Sistem Aeoponics

Sistem yang satu ini mengandalkan penyemprotan dan penyerapan nutrisi yang langsung tertuju pada akar tanaman. Dengan begitu, oksigen pada sistem ini lebih banyak jumlahnya. Untuk membuat sistem seperti ini memang butuh biaya yang cukup mahal karena perakitan yang rumit, tapi kamu bisa lebih hemat nutrisi dan air, perawatannya pun terbilang mudah. Sawi dan selada bisa dijual dengan mahal, sehingga harga jualnya bisa menutupi modal.

5.Sistem  Irigasi Tetes (Drip)

Sistem  Irigasi Tetes (Drip)

Sistem yang satu ini lebih disarankan untuk menanam buah-buahan seperti tomat, stroberi, terong, melon dan cabai rawit. Cara kerjanya dari sistem ini yaitu meneteskan nutrisinya yang telah di alirkan dari penampungan. Nantinya aka nada slang yang telah di tancap di samping tanaman, dan tetesan yang mengalir dari pompa sedikit-sedikit akan menetes lewat selang. Dan tetesan itu akan mengalir hingga ke akarnya.

Jadi sebelum melakukan teknik hidroponik, ada baiknya mempelajari setiap sistem yang ada agar sesuai dengan tanaman yang akan ditanam.

Cara Mudah Menanam Hidroponik Brokoli

Sayuran brokoli merupakan sayuran dengan banyak kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Budidaya brokoli juga sangat mudah untuk dilakukan oleh siapa saja.

Namun jika kalian tak memiliki lahan yang luas dan ingin mencoba budidaya brokoli, maka kalian bisa melakukan budidaya brokoli hidroponik.

Menanam brokoli dengan sistem hidroponik tak membutuhkan lahan yang luas dan tak memerlukan tanam sebagai media tanamnya.

Nah, untuk kalian yang penasaran dengan cara menanam brokoli dengan hodroponik, di bawah ini kami akan berikan penjelasannya.

1.Persiapan dan Penyemaian

Persiapan dan Penyemaian

Hal pertama yang harus kalian siapkan adalah tempat untuk menanam brokoli. Bersihkan lahan atau tempat yang akan kalian gunakan baik dari kototan maupun tanaman gulma.

Lalu, siapkan bibit brokoli yang unggul dan bebas dari hama dan penyakit. Rendam bibit ked alam air hangat dan pilih bibit yang tenggelam.

Untuk menyemai tanaman brokoli hidroponik, kalian bisa menggunakan rockwool. Potong rockwool dengan ukuran kurang lebih 3 x 3 cm dan letakkan ke nampan persemaian.

Siram rockwool dengan air secukupnya jangan sampai ada air menggenang di dalam nampan. Lalu buat lubang tanam dengan menusuk rockwool menggunakan tusuk gigi atau lidi.

Masukkan benih brokoli hidroponik pada lubang tanam. Satu lubang untuk satu benih brokoli. Lalu, tutup nampan persemaian selama kurang lebih 2 – 3 hari menggunakan plastic hitam dan letakkan pada tempat yang tak terkenal sinar matahari.

Setelah benih berkecambah, segera letakkan persemaian pada lahan yang terkena sinar matahari. Jika kalian terlambat dalam memindahkan benih maka biasanya akan terjadi stiolaso dan kalian harus mengulangi lagi tahap persemaian dari awal.

Jika cuaca hujan, segera pindahkan bibit ke tempat yang teduh agar bibti brokoli tidak terserang penyakit. Atau, kalian harus membuang dan mengganti bibit baru.

2.Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman dan Pemeliharaan

Bibit yang layak untuk dipindahkan tanam ke instalasi hidroponik atau hidroponik kita adalah bibit yang telah memiliki 4 daun majemuk.

Untuk menghemat biaya hidroponik kalian bisa menambahkan sekam agar tanaman bisa tumbuh kuat. Untuk menghemat biaya hidroponik kalian bisa menggunakan hidroponik kit berupa botol bekas kemasan minuman.

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Cara proses penanamannya adalah dengan menyiapkan netpot lalu pindahkan tanaman dari nampan semai ked alam netpot.

Lalu tambahkan sekam agar tanaman nantinya bisa tumbuh dengan kuat. Lalu kalian masukkan pada lubang tanam yang ada di instalasi dan jangan lupa untuk mengatur kadar nutrisi dan air yang akan digunakan tanaman brokoli untuk tumbuh dan berkembang.

Proses pemeliharaan tanaman brokolo hidroponik merupakan proses yang sangat penting. Lakukan sedikit perempalan pada cabang samping sedini mungkin untuk memelihara pertumbuhan tanaman dan agar terpusat pada penyusunan bunga brokoli.

Jika ada hama yang menyerang maka lakukan pengendalian secara manual. Jika serangan hama sudah meluas maka kalian bisa menggunakan pestisidan untuk menanggulanginya.

Untuk pemanenan biasanya bisa dilakukan saat umur tanaman 2 – 3 bulan, tergantung varietas yang kalian gunakan.

Kalian bisa memanen hidroponik brokoli ini jika massa bunga telah padat dan mencapaibukuran ang maksimal namun kuncup pada bunga belum tumuh.

Cara panennya adalah dengan memotong tangkai bunga, sebagian batang brokoli dan daun brokoli dengan panjang sekitar 25 cm.

Lalu kumpulakn brokoli pada tempat yang terlindungi dari paparan sinar matahari langsung agar laju respirasi tanaman menurun.

Itulah cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk menanam tanaman hidroponik brokoli. Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Menanam Tanaman Hidroponik Sawi

Sawi merupakan salah satu sayuran hijau yang mudah tumbuh. Sayuran ini juga merupakan salah satu jenis sayur yang banyak diolah menjadi makanan lezat.

Rasa sawi sangat segar dengan tekstur yang renyah dan halus. Sawi sendiri merupakan salah satu bahan makanan favorit keluarga.

Sawi hijau juga memiliki kandungan air serta serat yang tinggi. Sayuran ini juga diperkaya dengan berbagai vitamin serta mineral yang baik untuk tumbuh.

Nilau jual sawi juga snagat ekonomis, hingga saat ini permintaan akan sawi semakin hari semakin meningkat. Karena itulah, budidaya sawi sedang digalakkan.

Budidaya sawi juga sangat mudah dilakukan pada lahan yang sempit maupun luas. Model wick dinilai sebagai model yang paling cocok untuk penanaman sawi hijau.

Sawi hijau diketahui memiliki kandungan antioksidan yang kaya. Zat itu bisa meningkatkan imun tubuh dan mencegah tubuh terjangkit kanker.

Penghematan lahan dengan harapan hasil melimpah dapat diupayakan melalui cara menanam hidroponik.

Nah, untuk kalian yang ingin menanam sawi di rumah dengan cara hidroponik, di bawah ini kami akan berikan caranya.

1.Siapkan Peralatan

Siapkan Peralatan

Beberapa peralatan yang diperlukan untuk menanam sawi hidroponik adalah botol air mineral bekas dengan ukuran 600 ml atau 1.500 ml.

Bagian botol yang masih utuh dibuka label kemasannya dan dibersihkan kemudian dipotong sehingga mendapatkan bagian bawah dan atas botol dengan lubang yang besar.

Botol bekas air mineral ini akan dimanfaatkan sebagai tempat penampungan nutrisi dan wadah media tanam. Sedangkan bagian atasnya untuk menanam. Bagian tertutupnya dilubangi dan dibalik.

Lalu, kalian akan membutuhkan pisau, gunting, cutter, sumbu untuk menjadi perantara penyerapan nutrisi ke tanaman, larutan nutrisi, abu sekam, dan pipa atau strrofoam.

2.Persiapan

Persiapan

Hal pertama yang harus dilakukan dalam menanam tanaman hidroponik sawi adalah memastikan ketersediaan seluruh bahan dan alat yang akan digunakan.

Sumbu yang telah dipotong dengan ukuran yang sesuai dimasukkan ke botol bertutup yang telah dilubangi.

Panjang sumbu harus bisa menjembatani antara nutrisi dan media tanam. Sumbu yang telah terpasang lalu diberi media abu sekam secukupnya. Bibit sawi hijau akan ditanam di sana nantinya.

Bagian bawah botol diisi dengan nutrisi yang telah siap pakai. Bagian atasnya dimasukkan ked alam botol bagian bawah dibatasi dengan peyangga.

Bagian atas botol tak boleh menyentuh larutan nutrisi. Hanya sumbu yang akan menjadi media perantara yang akan menyentuh nutrisi.

3.Pembibitan dan penanaman

Pembibitan dan penanaman

Benih sawi hijau bisa dibeli di toko benih / toko pertanian dengan varietas dan harga yang beragam. Bibit yang siap dipindahkan bisa langsung dimasukkan ked alam media abu sekam.

Pemindahan harus dilakukan dengan menyertakan sedikit media lama. Hal ini bertujuan agar menghindari stress pada tumbuhan sawi karena melakukan proes adaptasi di media baru.

Tanaman sawi yang mengalami perpindahan lokasi harus dilakukan secara perlahan dan penuh hati-hati agar akar sawi tidak terputus.

4.Perawatan

Perawatan

Cara menanam sawihijau pada metode penanaman hidroponik sangat mudah dilakukan. Yaitu dengan cara:

  • Larutan nutrisi yang berada di dalam botol bagian bawah harus selalu terisi sehingga sawi hijau tidak pernah mengalami kehabisan nutrisi.
  • Penyiraman pada tanaman sawi hijau dapat dilakukan sekali sehari dengan menggunakan sprayer.
  • Upaya perlindungan dengan menggunakan beraneka macam pestisida bisa saja dilakukan.
  • Pestisida organik maupun kimia dapat ditemukan dan dibeli dengan mudah.
  • Jenis pestisisda yang digunakan dapat berupa insektisisda (serangga), fungisida (jamur), dan lain – lain sesuai dengan kebutuhan.
  • Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan pestisida adalah takaran atau dosis dan resiko.

Itulah cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk menanam sawi hidroponik. Semoga bermanfaat.

MENGENAL DUNIA TANAMAN HIDROPONIK LEBIH DALAM

Bercocok tanam sudah dilakukan sejak jaman dahulu dan merupakan aktivitas yang cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Banyak teknik yang bisa dilakukan dalam bercocok tanam, apalagi ketika teknologi sudah maju sehingga memudahkan manusia dalamm melakukan hobinya.

Salah satu teknik yang sudah ada dari tahun 1700an dan beberapa tahun ini kembali  ngetrend adalah dengan sebutan teknik hidroponik. Mungkin kalian juga sudah dengar istilah ini, tapi apakah tau apa maksudnya?

Hidroponik merupakan suatu proses bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Kok bisa ya? padahal tanah merupakan sumber utama yang bisa membantu pertumbuhan tanaman. Karena pada dasarnya teknik ini memanfaatkan air yang sudah dicampurkan dengan nutrisi.

Melihat dari banyaknya lahan pertainan yang sudah terpakai, sehingga munculah teknik seperti ini. Dalam teknik ini, tentunya akan lebih menguntungkan karena kita tak menggunakan tanah sedikitpun. Tapi perlu diperhatikan juga, bahwa media air yang digunakan harus sesuai dan gak boleh sembarangan. Teknik seperti ini juga bisa dibilang menjadi teknik pertanian yang lebih modern karena banyak sekali manfaat yang bisa didapat.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kini sudah banyak lahan pertanian yang harus dipakai untuk bangunan sehingga sulit untuk bisa menanam di lingkungan bebas. Pada dasarnya bercocok tanam dengan teknik hidroponik bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin bercocok tanam tapi gak punya lahan. Sekarang banyak sekali orang-orang yang mulai mencoba untuk menanam tanaman hidroponik, karena selain bisa menyalurkan hobi kepada tanaman, tak jarang juga dijadikan sebagai ladang bisnis.

Meskipun tanpa menggunakan media tanah, kamu pun harus tau jika dalam hidroponik memiliki metode atau cara yang berbeda. Hal ini bisa dilihat dari setiap penyusunan antara tanaman dan medianya. Teknik dengan cara hidroponik bisa lebih cepat panen, tapi perlu diperhatikan dari setiap aspeknya. Selain gak bisa asal-asalan, teknik seperti ini butuh orang yang memang telaten dan mengerti cara merawatnya.

Tempat yang bisa dipakai sebagai media tanaman ini bisa menggunakan botol bekas dengan ukuran yang agak besar atau memakai pipa paralon. Untuk hal ini kalian bisa lihat di laman lain bagaimana tempat yang dipakainya. Dengan begitu, kamu bisa lebih berkreasi mau seperti apa bentuknya atau ditata sesuai dengan keinginan.

Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dari teknik hidroponik, diantarnya:

-Lebih mudah maintenance

-hasil panen bisa lebih cepat juga bersih

-Hasil tanaman lebih aman dan kualitas terjamin karena tidak terkena pupuk kimia ataupun pestisida

-Tak perlu punya lahan yang besar, bisa memanfaatkan lahan yang ada

-Penggunaan pupuk tidak boros

-Lebih bisa dikendalikan dari penyakit dan hama

Namun di sisi lain ada juga kekurangan dari teknik ini diantaranya:

-Modal yang cukup besar

-Komposisi air dan nutrisi harus disiapkan secara pas

-Jika terjadi kesalahan bisa mematikan seluruh tanaman dalam satu tempat

-harus mengganti sistem wick secara rutin

Jika kita bisa melakukannya secara telaten, pasti akan muncukl rasa bangga tersendiri. Apalagi ketika nanti sudah panen, sayur atau buah yang kita tanam bisa di konsumsi. Selain itu, penataan tanaman hidroponik yang pas juga bisa dijadikan sebagai hiasan rumah, agar tak melulu harus menggunakan tanaman hias maupun tanaman yang menggunakan media tanah. Dengan warna yang hijau dan segar, akan membuat rumahmu semakin asri dan sejuk. Yang terpenting, tanaman tersebut harus mendapatkan sinar matahari yang cukup agar proses fotosintesisnya semakin optimal.

Jadi gimana, ada keinginan untuk mencobanya?

Cara Menanam Jahe dengan Sistem Hidroponik

Jahe adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat, tetapi masyarakat paling sering menggunakan jahe untuk diolah menjadi minuman yang menghangatkan tubuh. Selain itu banyak juga yang menggunakan jahe untuk obat-obatan yang bisa menyingkirkan banyak jenis penyakit.

Karena banyaknya manfaat dari jahe ini membuat seiring berjalannya waktu jahe semakin memiliki harga yang tinggi. Ini membuat para petani sangat memanfaatkan kesempatan untuk semakin membudidayakan jahe, apa lagi di desa masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan jahe.

Untuk Anda yang merupakan masyarakat perkotaan dan ingin juga membudidayakan jahe, tidak ada salahnya untuk menggunakan teknik hidroponik. Ini adalah cara yang mudah dan sangat irit tempat. Jika Anda ingin mencoba menanam jahe dengan sistem hidroponik, berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan jika ingin melakukannya.

Teknik Hidroponik Tanam Jahe

1.Siapkan Lokasi

Pertama yang harus Anda persiapkan jika ingin menanam jahe adalah pastikan ada lokasi yang cocok, di mana harus terpapar sinar matahari minimal 5 jam satu hari.

2. Siapkan Media Tanam

Sistem hidroponik merupakan sistem yang tidak membutuhkan tanah di dalam prosesnya, ini membuat Anda harus menemukan alternatif lainnya untuk digunaakn sebagai media perkembangan tanaman. Pilihlah barang yang mudah untuk menyerap air dan juga tidak menggenang, seperti misalnya kerikil yang halus, pasir kasar, sekam, serbuk kayu, atau pun arang.

Setealh mendapatkan bahan untuk hidroponiknya, siapkan juga wadah yang tepat. Anda tidak perlu membeli wadah yang mahal, karena dengan menggunakan botol air minum pun sudah cukup untuk digunakan menanam jahe dengan metode hidroponik.

3. Siapkan Bibitnya

Potong tuas jahe dan simpan di tempat yang teduh dan lembab, Anda akan mendapatkan mata tunas yang bisa digunakan untuk menumbuhkan jahe. Kalau sudah muncul mata tunasnya, ini menandakan kalau  pembibitan yang dilakukan sudah berhasil.

4. Pemupukan

Agar nanti jahe bisa menghasilkan banyak akar dengan ukuran yang besar, maka berikanlah pupuk dasar yang baik untuk jahe tersebut. Banyak unsur yang dibutuhkan oleh tanaman jahe, seperti Phospat dan Kalium. Jadi sebaiknya tambahkan dosis dari pupuk buatan agar lebih seimbang.

5. Tanam Bibit Jahe di Polybag

Penanaman di polybag ada baiknya dilakukan ketika sedang pagi hati atau di sore hari. Pada bagian tengahnya diisikan oleh serbuk kayu atau arang dulu, baru jahe di tanam dan bisa segera disiram. Letakkanlah bibit tersebut di tempat yang terbuka.

Pada umumnya, jika bibit jahenya bagus, maka bibit tersebut akan langsung tumbuh, kalau ada yang mati ini bisa jadi dikarenakan adanya jamur atau bakteri patogen. Karena bukan merupakan tanaman yang merambat, maka Anda bisa memanfaatkan lokasi tersebut dengan maksimal.

6. Lakukan Perawatan

Perawatan dari jahe dengan teknik hidroponik ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tanaman lainnya. Siramlah rutin 2-4 hari sekali, lakukan pemupukan untuk memberikan nutrisi sebagai penunjang agar tanaman jahe bisa tumbuh dengan baik, dan lakukan penanggulangan hama dan penyakit.

7. Panen Jahe

Jika jahe sudah terlihat cukup besar, maka Anda bisa langsung mencabutnya. Tetapi ada baiknya untuk menunggu jahe hingga ia berusia 3-4 bulan. Keunggulan dari jahe sendiri adalah rasanya tidak akan berubah meski dibiarkan tumbuh besar.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menanam jahe dengan metode hidroponik, mudah bukan?

Cara Menanam Semangka dengan Teknik Hidroponik

Semangka sebelumnya dikenal sebagai tanaman yang membutuhkan tanah untuk dikembangbiakkan, tapi tahukah kamu kalau ternyata penanaman semangka bisa jauh lebih efektif jika menggunakan teknik Hidroponik? Hal ini dikarenakan dengan metode ini tanaman menjadi lebih mudah dirawat dan pengendalian Hama menjadi lebih mudah dilakukan.

Tentunya untuk melakukan hal ini ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti dari teknik yang digunakan atau biji apa yang sebaiknya digunakan. Berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan jika Anda tertarik untuk menanam semangka dengan metode hidroponik.

Menanam Semangka Metode Hidroponik

1.Pilih Bibit yang Terbaik

Pertama yang harus Anda perhatikan jika ingin menanam dengan metode Hidroponik adalah perhatikan dari segi bibit yang akan Anda buat. Bibit yang harus dipilih adalah bibit yang lebih mengkilap dengan warna yang hitam dan licin. Agar biji tanaman ini bisa ditanam dengan baik, maka rendamlah biji tersebut pada larutan fungisida. Perendaman ini minimal dilakukan selama 24 jam atau lebih.

2. Pilih Media Tanam yang Tepat

Untuk menanam dengan metode Hidroponik, maka ada beberapa hal yang wajib untuk disiapkan. Beberapa barang yang diperlukan untuk menanam dengan metode ini adalah pipa paralon, penampungan air, Timber, mesin pompa akuarium, busa, dan talang air.

3. Lakukan Penyemaian Semangka Hidroponik

Setelah menyiapkan segalanya, biji semangka kini perlu disemai. Cara untuk menyemainya pun mudah, berikut ini merupakan cara yang bisa Anda lakukan.

  • Siapkan media penyemaian, yaitu karton, kapas, atau gabus yang sudah dibasahi dan juga bahan lainnya
  • Bibit semangka yang sudah direndam sebelumnya, kembali lakukan perendaman selama 2 – 4 jam dengan fungisida atau larutan atomik
  • Penyemaian dilakukan dengan menggunakan polibag atau di dalam pot yang sudah diberi tanah. Dalam beberapa hari akan muncul kecambah atau akar kecil dari bibit yang Anda semai tersebut
  • Setelah kecambah atau akar sudah tumbuh dari bibit, maka Anda bisa memindahkannya ke media tanam agar pertumbuhan menjadi lebih cepat. Lakukanlah pemeliharaan sampai bibit tumbuh semakin besar
  • Pada tanaman tersebut berilah nutrisi dan pupuk, lalu setelah 2 minggi bisa dipindahkan ke media tanam hidroponik

4. Penanaman Semangka Hidroponik

Setelah disemai, kini kita bisa beralih ke cara untuk melakukan penanamannya. Ini adalah cara yang harus Anda lakukan dengan hati-hati, jangan sampai Anda merusak bagian tanaman karena semangka merupakan tanaman yang sangatlah sensitif. Berikut ini langkah yang bisa Anda lakukan untuk melakukan penanaman tanaman semangka ke metode Hidroponik.

  • Pertama, jika tanaman dari semangka sudah memiliki 4 daun atau akar yang lebat, maka Anda bisa langsung memindahkannya ke metode hidroponik
  • Penanaman yang dilakukan sebaiknya baik dari aliran air sampai ke pemberian nutrisi sudah dilakukan secara otomatis dan sudah disusun dengan menggunakan Timer, ini akan membuat pemberian nutrisi dan aliran air menjadi lebih teratur dari pada Anda melakukannya dengan cara manual.
  • Gunakan pipa paralon untuk menanam tanaman hidroponik yang sudah dilubangi dengan diameter 5 Cm. Dan bagian ujung kanan dan kirinya sudah ditutup dengan plastik.
  • Gunakanlah pompa air agar pasokan air dan nutrisi yang ada di tanaman hidroponik berjalan dengan lebih teratur.

Itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk menanam tanaman semangka dengan memanfaatkan metode hidroponik. Kira-kira menurut Anda apakah cara ini jauh lebih mudah dan efisien dibandingkan dengan metode biasa?

Cara Untuk Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Kini semakin banyak orang yang memilih untuk menanam tanaman hidroponik dikarenakan di rasa lebih mudah dan efisien. Dengan metode ini juga, kita tidak lagi perlu pusing untuk memikirkan kira-kira di mana tempat yang cocok untuk menanam tanaman tersebut, karena dengan metode hidroponik tanaman dapat di tanam di mana pun. Bahkan Anda bisa menanam tanaman ini dengan menggantungkannya di tembok.

 Hal yang terpenting dari metode menanam tanaman hidroponik adalah dengan cara memikirkan aspek-aspek seperti pemberian nutrisi, cahaya, juga tentunya suhu dari tanaman tersebut. Untuk Anda yang masih merupakan pemula, berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda pakai untuk menanam tanaman hidroponik.

Metode Mudah Untuk Menanam Tanaman Hidroponik

1.Dengan Menggunakan NFT atau Nutrient Film Technique

 NFT atau Nutrient Film Technique

Pertama yang kami rekomendasikan adalah dengan menggunakan NFT atau Nutrient Film Techniwque. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dengan menggunakan metode Nutrient Film Technique ini, yaitu:

  • Pertumbuahan tanaman lebih cepat
  • Perawatan sistem NFT lebih mudah
  • Tingkat keseragaman tanaman yang tumbuh lebih tinggi
  • Tidak banyak endapan nutrisi atau kotoran dalam pipa
  • Tingkat Produktifitas lebih tinggi

Cara menanamnya pun mudah, berikut adalah caranya.

  • Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin menggunakan metode Nutrient Film Technique ini, yaitu: pompa air, selang inlet, gully, media tanam, pipa pvc, kerangka meja, tandon air, hole saw, bor, gergaji besi, pH meter, dan juga TDS/ EC Meter.
  • Pipa dilubangi sesuai dengan panjangnya dan pastikan jaraknya antara lubang satu dengan lubang lainnya sama
  • Pipa di susun juga dipersiapkan untuk menjadi tempat tanaman
  • Pada pipa yang lebih rendah siapkan penampung
  • Untuk menggunakan metode ini, konsepnya adalah akar ditanam akan tumbuh di bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam. Sirkulasi yang ada di tanaman ini harus terjaga agar tanaman bisa dengan baik mendapatkan nutrisi, oksigen, dan juga air.

2. Dengan Menggunakan Metode WICK

WICK

Kedua adalah dengan menggunakan metode WICK, metode ini lebih disukai karena kemudahannya dan bahan yang diperlukan juga murah.

Ada beberapa kelebihan yang didapatkan dengan menggunakan metode WICK, yaitu:

  • Tanaman bisa mendapatkan suply air secara terus menerus
  • Pembuatannya murah dan mudah
  • Perawatan tanaman dipermudah karena tidak lagi memerlukan penyiraman
  • Tidak bergantung pada listrik

Berikut adalah cara untuk menggunakan metode WICK.

Siapkanlah:

  • Botol Mineral
  • Alat Pemotor
  • Sumbu Kompor/ Kain Flanel
  • Alat Melubangi
  • Air Nutrisi

Cara membuat alat tanam tanaman hidroponik

  • Pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan cara memotong botol bekas menjadi dua bagian
  • Setelah itu lubangilah tutup botol tersebut
  • Dua bagian botol di gabungkan dengan cara membalik bagian moncong botol menghadap ke bagian bawah
  • Kain flanel atau sumbu kompor di pasang pada bagian tutup botol dan pastikan sumbu botol tersebut bisa menyerap air nutrisi
  • Tanamlah bibit tanaman pada bagian atas botol dengan memberikan tanah secukupnya
  • Sedangkan pada bagian bawah botol, isilah dengan air nutrisi
  • Dengan cara ini, tanaman bisa lebih hemat waktu dan memudah kan perawatan.

Nah, itulah beberapa cara menanam tanaman hidroponik yang bisa Anda para pemula lakukan. Cara untuk menanamnya sangatlah mudah, sehingga tingkat kegagalan dengan menggunakan metode tanam ini pun kecil.

Untuk Anda yang masih ragu untuk memulai menanam dengan metode hidroponik, cobalah dengan kedua metode ini karena tidak ada salahnya untuk mencoba!

Cara Untuk Menanam Paprika dengan Teknik Hidroponik

Banyak orang yang mengira kalau paprika merupakan salah satu jenis buah yang sulit untuk dibudidayakan. Tetapi sebenarnya paprika merupakan jenis tanaman yang dapat ditanam di mana saja, baik di gunung, di dataran yang rendah, bahkan kita bisa menanamnya di pantai. Tetapi tempat terbaik untuk menanam paprika adalah di dataran tinggi, di atas 1700 DPL, karena di sana dapat menghasilkan paprika dengan ukuran yang besar.

Untuk Anda yang tinggal di dataran rendah, jangan ragu untuk menanam paprika. Karena kini terdapat teknik hidroponik yang sangat membantu Anda untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas seperti Situs Slot Online Terpercaya yang menghasilkan game online berkualitas.

Kali ini kami akan memberitahukan Anda bagaimana cara untuk menanam paprika dengan teknik hidroponik.

Tanam Paprika Teknik Hidroponik

1.Pilih Benih yang Berkualitas Baik

Jika Anda ingin menanam paprika, kami sangat menyarankan untuk menggunakan benih yang memiliki kualitas baik. Sebaiknya tidak menyemai benih paprika yang Anda langsung ambil dari buahnya, karena hampir semua paprika yang dijual di pasaran merupakan hasil dari tanaman Hybrid, jadi hasil yang nantinya tumbuh akan berbeda dibandingkan dengan induknya, bahkan tanaman yang sudah tumbuh pun tidak bisa berbuah. Lebih baik untuk membeli benih yang sudah dikemas, jadi Anda tidak akan mengalami kegagalan saat berhasil menumbuhkannya.

2. Semai di keadaan lembab

Dalam keadaan yang lembab, semai biji paprika tersebut. Anda bisa gunakan rockwool untuk media tanam dan gunakan penutup untuk 1-2 hari setelah dilakukan penyemaian. Setelah itu tunas akan muncul dan biarkan di bawah sinar matahari. Sedangkan kalau menutup benih terlalu lama, tanaman bisa etiolasi dan malah tumbuh menjadi taoge.

Semailah benih langsung di bawah sinar matahari, tetapi tetap disemprot di pagi hari dan juga di sore hari untuk menjaga agar tanaman tetap lembab. Jangan sampai benih Anda terkena hujan, segera teduhkan jika turun hujan. Masa semai paprika ini berlangsung selama 10-14 hari.

3. Metode Hidroponik

Setelah 10-14 hari, maka akan muncul benih paprika sekitar 3-4 daun, di keadaan ini pindahkanlah ke metode hidroponik. Sistem hidroponik yang bisa digunakan untuk menanam paprika adalah NFT, DFT, fertgasi, atau juga sistem Dutch bucket.

4. Hal yang wajib jadi perhatian

Selama menanam paprika dengan metode ini, pastikanlah untuk terus menjaga nutrisi yang ada di air. Jika paprika tersebut berumur 7-14 hari, maka gunakanlah nutrisi yang kepekatannya 750 ppm dengan nutrisi AB Mix, lalu di usia 30-45 hari gunakan nutrisi 1500 ppm. Saat sudah berbuah, gunakan nutrisi 3500 ppm.

Selain itu Anda juga harus memerhatikan suhu juga kelembaban udaranya, karena tanaman sangat bergantung pada suhu dan cahaya. Suhu yang ideal untuk tanaman paprika adalah di suhu 18-23 derajat celcius.

Lalu pastikan tidak ada hama yang hinggap, contohnya seperti lalat buah. Ini akan membuat buah paprika menjadi busuk, meski bagian luar masih tampak bagus. Tindakan yang bisa Anda lakukan adalah menangkap lalat buah dengan perangkap, seperti menggunakan cairan petrogenol.

5. Gunakan Greenhouse/ Screenhouse

Terakhir yang bisa Anda lakukan untuk menanam paprika adalah menggunakan Greenhouse. Ini membuat Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan hama yang masuk ke tempat tanaman Anda.

Itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk menanam paprika dengan metode hidroponik. Bagaimana? Meski terlihat sulit tapi kalau sudah dicoba, bisa jadi Anda semakin mahir untuk melakukannya.

Tanaman Hidroponik yang Bisa Membuat Rumah Menjadi Cantik

Mungkin tidak semua orang suka ribet dalam melakukan cocok tanam, ada yang ingin segalanya dibuat mudah namun memberikan hasil yang nyata. Nah, jika Anda merupakan orang yang demikian, maka Anda bisa memilih untuk menanam tanaman hidroponik.

Pada umumnya orang-orang menggunakan teknik hidroponik untuk menanam sayuran, tetapi ternyata Anda bisa juga memanfaatkan teknik ini untuk menanam tanaman hias, loh!

Berikut ini kami akan menunjukkan kepada Anda tanaman apa saja yang bisa ditanam dengan menggunakan teknik ini. Dengan demikian Anda bisa semakin mudah mencari tanaman yang cocok untuk Anda tanam di rumah Anda.

Tanaman Hias Hidroponik

1.Bunga Matahari

Bunga Matahari

Pertama yang kami akan bahas adalah Bunga Matahari. Bunga ini sendiri merupakan tanaman yang unik, di mana ia akan mengikuti arah dari matahari. Selain itu bunga matahari juga merupakan buya yang indah untuk dijadikan hiasan rumah.

Peletakan bunga ini haruslah di luar ruangan, karena bunga ini membutuhkan tempat yang penuh akan sinar matahari. Untuk perawatannya, kamu hanya butuh untuk menyiramnya dengan larutan nutrisi setiap sehari sekali.

2. Keladi Red Star

Keladi Red Star

Mungkin namanya masih asing untuk Anda, tetapi kalau dilihat, sebenarnya sudah banyak orang yang merawat jenis tanaman hias ini di rumah mereka. Tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik ini memiliki warna merah menyala yang bisa Anda gunakan untuk menambah warna di taman Anda.

Kelebihan dari Keladi Red Star ini, selain memiliki daun yang cantik ia juga membutuhkan perawatan yang mudah. Anda hanya perlu untuk memastikan tanaman ini berada di lokasi yang penuh akan sinar matahari.

3. Sri Rejeki

 Sri Rejeki

Bagi yang sudah berpengalaman dalam dunia tumbuhan hias, pasti Anda sudah tidak asing dengan Sri Rejeki. Ini adalah jenis tanaman yang memiliki harga cukup mahal, apa lagi jika sedang ditengah trend. Kelebihan dari tanaman ini adalah ia memiliki corak yang unik dan bisa dimanfaatkan untuk membersihkan udara atau anti polutan yang dapat menyerap zat berbahaya.

Perawatan dari Sri Rejeki ini sangat mudah, selain itu ia juga bisa diletakkan di dalam rumah.

4. Suplir

Suplir

Suplir merupakan jenis tanaman hias yang sudah biasa dibudidayakan dengan konsep hidroponik. Tanaman ini mudah didapatkan dan pernah populer pada era 90-an. Ciri khas dari tanaman hias satu ini adalah dari bentuk daun dan warna kontras yang ada dari daun dengan batang.

Ada berbagai macam jenis varietas dari Suplir ini, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kesukaan Anda. Kelebihan lain dari Suplir ini adalah ia dapat tumbuh dengan baik meski berada di lingkungan yang lembab.

5. Aggrek

Aggrek

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah Anggrek. Ini merupakan tanaman yang sangat bervariasi dan bisa ditanam dengan pot atau bahkan di tanam dengan menempel di bagian dinding.

Perawatan dari Anggrek berbeda untuk setiap jenisnya. Ada 3 jenis perawatan dari berbagai varietas, yaitu yang harus langsung terkena sinar matahari, yang dapat tumbuh dengan baik meski tidak terkena sinar matahari, dan yang harus terkena sinar matahari agar bisa tumbuh dengan baik.

Nah, itulah beberapa tanaman hias yang bisa Anda tanam dengan menggunakan teknik hidroponik. Selain lebih mudah untuk penanaman dan perawatannya, tanaman-tanaman ini juga bisa memberikan keindahan untuk taman di rumah Anda. Jadi apakah sudah siap untuk menanam tanaman hidroponik?

5 Tips Merawat Tanaman Hidroponik Paling Mudah

Dimasa pandemi seperti ini, pastinya kamu bosan jika diam saja dirumah. Lebih baik! Yuk jadikan aktivitasmu dengan cara berkebun. Kamu bisa menanam tanaman hidroponik dengan mudah, adapun cara merawat tanaman hidroponik yang akan kami jelaskan dibawah ini.

Sebelum membahasnya, apakah kamu sudah tahu apa saja yang bisa dijadikan sebagai tanaman hidroponik? Diantaranya kamu bisa memiliki sayur-sayuran seperti tomat, kangkung, cabai, timun, selada, pokchoy, dan sawi.

Supaya kamu tidak gagal merawat tanaman hidroponik, simak dibawah ini ada tips yang bisa kamu lakukan dengan mudah :

1. Cek Kadar Air Dan Tempat Penampungan

Faktor yang menjadi utama agar tumbuhan kamu terawat dan bisa tumbuh secara cepat yaitu perhatikan ketersediaan air. Karena pada media hidroponik memang tidak mampu menyediakan air secara alami.

Maka dari itu, kalau kamu ingin tanaman hidroponik bisa bertahan lama dan terawat dengan baik, kamu bisa melakukan pengecekan kondisi air di tempat penampungan diantaranya :

-Pastikan kondisi air selalu bersih.

-Supaya terjaga kebersihannya, kamu bisa menggantinya dalam waktu 4 hari sekali.

-Agar lebih mudah mengecek kadar air, ada baiknya kamu menggunakan wadah bening atau transparan. Sehingga kamu bisa lebih mudah untuk mengamati kadar air yang tersedia.

-Idealnya dalam pengisian air kurang lebih ½ atau ¾ bagian saja. jangan isi bak penampungan terlalu penuh yah guys.

2. Pengecekan Kondisi Larutan Nutrisi

Nutrisi juga merupakan kunci paling penting dalam penanaman hidroponik. Dengan cara pemberian nutrisi yang cukup, tanaman tersebut akan tetap stabil dalam pertumbuhan masa panjang.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam pengecekan nutrisi, sebagai berikut :

-Cek ketersediaan nutrisi disetiap hari.

-Gantikan nutrisi pada 3 hari sekali dengan larutan yang baru

-Berikan dosis larutan nutrisi secara bertahap.

-Campurkan larutan nutrisi dengan air yang bersih.

-Pastikan nutrisi yang diberikan tidak lewat dari masa kadaluwarsa.

3. Bersihkan Wadah Penampungan Dan Larutan Nutrisi

Pada poin ketiga, merupakan hal yang sangat penting. Supaya tanaman yang sudah kamu rawat dengan baik tidak terserang hama dan penyakit lainnya.

Untuk wadah media tanam yang transparan atau bening, akan rentan ditumbuhi lumut. Sehingga kamu harus mengetahui pembersihannya sebagai berikut :

-Yang pertama, kamu bisa keluarkan sisa larutan nutrisi.

-Selanjutnya, bersihkan pada bagian yang ditumbuhi lumut dengan air yang mengalir.

-Lalu, rendam wadah dengan air bersih atau alkohol.

-Berikan larutan nutrisi yang baru.

Kamu bisa melakukan tips yang ada diatas setiap 1-2 minggu sekali, dan jangan sampai kamu biarkan lumut tumbuh dalam waktu yang lama, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

4. Cek Kondisi Tanaman Secara Rutin

Hal yang paling ditunggu-tunggu dalam berkebun hidroponik adalah melihat hasil panen yang baik dan subur. Untuk mendapatkan hasil tersebut, kamu wajib mengecek kondisi tanaman secara rutin.

Dengan cara kamu melakukan pengecekan kondisi tanaman, tentunya kamu bisa mengetaghui apa saja yang terjadi pada tanamanmu. Karena jika tanaman yang terserang hama atau penyakit, maka pertumbuhan tanaman juga akan menunjukkan gejalanya. Seperti daun yang terlihat kuning, layu, dll.

5. Buang Tanaman Yang Terserang Hama Atau Penyakit

Dalam pengecekan tanaman secara berkala, tentunya kamu bisa mengetahui tanaman yang terserang penyakit atau hama. Maka dari itu, kamu bisa memisahkan tanaman yang sakit dari tanaman yang sehat. Jika kamu tidak mengambil langkah yang satu ini, dikhawatirkan tanaman yang sehat akan tertular juga.

Nah, itulah 5 cara merawat tanaman hidroponik yang paling mudah dan bisa kamu coba dirumah. Meskipun terbilang mudah, kamu juga harus sabar dan rutin mengecek tanaman sampai panen tiba.

Buah yang Bisa Ditanam Hidroponik

Jika biasanya orang menggunakan metode tanam Hidroponik untuk menanam sayur-sayuran, tahukah Anda kalau ternyata buah-buahan pun bisa ditanam dengan metode satu ini. Ada banyak jenis buah yang bisa Anda tanam dengan metode hidroponik, hasil dari buahnya pun bisa tumbuh dengan lebih maksimal dengan menggunakan metode ini.

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik. Berikut ini kami akan memberitahukan beberapa buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik dan hasil yang didapatkan bisa lebih memuaskan dibandingkan dengan menggunakan metode hidroponik.

Jenis Tanaman Buah yang Dapat di Tanam dengan Metode Hidroponik

1.Pepaya

Pepaya

Pepaya? Ya, Pepaya. Mungkin jika Anda melihat pohon pepaya, Anda akan merasa itu merupakan sebuah ketidakmungkinan. Tetapi faktanya, pepaya dapat di tanam dengan metode hidroponik, loh. Anda hanya membutuhkan pot dengan ukuran 90 dan memiliki diameter 60 cm.

Tidak semua jenis pepaya bisa ditanam dengan metode ini, pepaya yang disarankan adalah pepaya yang merupakan varietas pepaya California, di mana jenis tanaman tersebut tidak memiliki batang yang terlalu tinggi. Jadi untuk Anda yang ingin menanam pepaya di dalam pot, ini merupakan pilihan yang sangat tepat.

Untuk melakukan teknik hidroponik ini Anda harus memerhatikan kebutuhan dari tanaman tersebut, seperti nutrisinya, perlakuan khususnya, dan masih banyak lainnya.

2. Stroberi

Stroberi

Kedua ada tanaman Stroberi, di mana tanaman ini juga bisa ditanam secara hidroponik. Mungkin stroberi merupakan buah yang sangat umum ditemukan untuk ditanam dengan metode ini, karena banyak perkebunan yang sudah mempraktekkannya. Untuk melakukan teknik hidroponik pada tanaman stroberi, lakukanlah dengan cara menanam stroberi dari benih yang disemai.

3. Melon

Melon

Mungkin biasanya kita hanya melihat tanaman hidroponik yang menghasilkan buah-buahan yang kecil, seperti tomat, pepaya, atau stroberi. Tetapi bagaimana jika teknik hidroponik yang semakin berkembang ini bisa diterapkan pada tanaman melon? Ya, kini Anda bisa menanam melon dengan menggunakan metode satu ini. Melon merupakan buah yang tanamannya merambat.

Untuk menggunakan metode ini, Anda harus memerhatikan perawatan melon, seperti salah satunya adalah dengan cara memangkas tunas yang tidak diperlukan. Tentunya ini dilakukan agar tunas tersebut tidak akan mengganggu perkembangan dari melon yang butuh sinar matahari yang cukup. Jadi jika ingin menghasilkan buah yang memiliki kualitas terbaik, membutuhkan paparan dari sinar matahari secara langsung.

4. Semangka

Semangka

Keempat ada semangka, buah yang juga memiliki ukuran besar. Sekarang semakin banyak orang yang memilih untuk membudidayakan semangka dengan cara hidroponik atau air nutrisi ini. Cara untuk mempelajari dan mempraktekkan menanam semangka hidroponik mudah dipelajari, bahkan untuk Anda yang masih pemula.

Tips untuk menjaga tanaman ini tetap terjaga hingga berbuah adalah perhatikan media airnya, pastikan air terbebad dari hama atau penyakit lainnya. Berikan pupuk susulan agar semangka dapat dengan optimal dan juga bersihkan gulma yang ada. Gunakan beberapa pupuk cair atau kompos sesuai dengan kebutuhan.

5. Cabe

Cabe

Terakhir yang akan kami bahas adalah Cabe. Mungkin menanam cabe dengan metode ini bukan lagi hal yang aneh, bahkan sudah sangat banyak orang yang menggunakan metode ini. Meski terdapat kekurangan dalam menanam dengan metode ini, seperti harus dengan teliti dan rutin memeriksa tanaman, Anda tetap akan mendapatkan hasil yang memuaskan dari jerih payah tersebut.

Nah, itulah beberapa jenis tanaman buah yang bisa ditanam dengan metode hidroponik. Semoga artikel ini dapat membantu Anda, ya!

Jenis Pupuk Tanaman Hidroponik

Apakah kamu tengah mencoba untuk memulai menanam tanaman hidroponik? Jika iya, kami sangat menyarankan untuk membeli pupuk yang sesuai dengan tanaman hidroponik untuk membantu pertumbuhannya. Tapi apa ya kira-kira pupuk terbaik untuk tanaman hidroponik?

Memilih pupuk untuk tanaman tidak bisa dilakukan sembarangan, karena kita harus tahu pupuk yang akan digunakan itu sebenarnya ditujukan untuk tanaman apa. Tanaman hidroponik tidak menggunakan tanah untuk media tumbuhnya, ini membuat tanaman tidak bisa mendapatkan kandungan unsur hara yang cukup. Jadi yang terbaik adalah dengan memberikan asupan melalui pupuk.

Kali ini kami akan memberikan rekomendasi pupuk untuk tanaman hidroponik terbaik yang dapat Anda gunakan pada tanaman hidroponik.

5 Rekomendasi Pupuk Tanaman Hidroponik

1.Pupuk AB Mix Hydro J

Pertama yang kami rekomendasikan adalah Pupuk AB Mix Hydro J. Ini merupakan pupuk untuk tanaman hidroponik yang biasa digunakan untuk memupuki tanaman berdaun atau sayuran yang siap pakai. Pupuk AB Mix Hydro J memiliki unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, khususnya tanaman hidroponik.

Kelebihan dari Pupuk AB Mix Hydro J ini adalah ia memiliki tekstur berupa 100% bubuk yang mudah untuk larut di air, jadi ia ramah lingkungan serta tidak membuat sistem hidroponik tersumbat.

2. Pupuk Lewatit HD-5

Pupuk berikutnya yang akan kami sarankan adalah Pupuk Lewatit HD-5. Tekstur dari pupuk ini mirip dengan gula pasir, tapi ia memiliki warna merah muda. Komposisi dari Pupuk Lewatit HD-5 ini ada 15 gram K2O, 7 gram P2O5, 3 gram Nitrogen dalam bentuk Amonia, dan 15 gram Nitrogen dalam bentuk Nitrat.

Pupuk ini hanya dapat mengeluarkan unsur hara jika terdapat ion penukar yang larut di dalam air. Sebabnya, ini merupakan pupuk yang sangat cocok untuk tanaman hias yang memiliki waktu pemupukan 4-5 bulan. Disarankan untuk memberikan Pupuk Lewatit HD-5 ini saat tanaman sudah berusia 2 minggu dan sudah dipindahkanke pot hidroponik.

3. Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor

Jika dua pupuk di atas berbentuk bubuk, Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor ini merupakan pupuk yang memiliki bentuk cair. Di mana dalam pupuk ini terdapat unsur makro 3,37% Sulfur, 5,7% P2O5, 11,28% Nitrogen, dan 7,84% K2O. Adapun unsur mikro yang terkandung antara lain unsur Fe, Cu, Mn, Zn, Mg, B,  Mo, Ce, dan Co.

Pupuk ini cocok digunakan baik untuk tanaman sayuran atau pun tanaman hias. Cara menggunakannya pun mudah, hanya perlu untuk melarutkannya ke air dan digunakan pada tanaman yang sudah berusia 3 minggu.

4. Pupuk Anorganik dan Gandasil D

Jika ingin lebih murah, Anda bisa meramu sendiri pupuk untuk tanaman hidroponikmu. Gunakan campuran dari pupuk NPK, KCI, dan Gandasil. Dalam campuran ini akan terdapat unsur hara makro dan mikro yang asalnya dari pupuk daun. Tetapi untuk meramu sendiri pupukmu, sebaiknya gunakan konsentrasi yang tepat agar nantinya pupuk tidak terjadi pengendapan.

5. Kotoran Kelinci

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah dengan memanfaatkan kotoran kelinci. Namun tidak keseluruhannya menggunakan kotoran kelinci. Ada cara untuk membuat pupuk hidroponik dari bahan yang sangat alami ini. Langkah yang diperlukan juga mudah dan tidak akan sulit untuk dilakukan di rumah.

Nah, itulah beberapa pupuk untuk tanaman hidroponik yang bisa Anda gunakan untuk tanaman Anda. Pilihlah pupuk yang cocok dan sesuai dengan tanaman Anda agar tanaman semakin berkualitas.

Tanaman Hidroponik Paling Cepat Panen

Kini tanaman hidroponik semakin digandrungi karena kepraktisan yang dimilikinya. Ada banyak kelebihan dari menanam tanaman dengan konsep ini, salah satunya karena dengan teknik ini tanaman bisa menjadi lebih cepat untuk dipanen.

Dari semua tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik, berikut ini adalah beberapa tanaman hidroponik yang dapat dipanen dengan waktu yang lebih cepat dari yang lainnya.

7 Tanaman Hidroponik yang Cepat Dipanen

1.Kangkung

Kangkung

Pertama yang akan kami bahas adalah tanaman kangkung. Kangkung memang merupakan tanaman yang bisa tumbuh di air, itu sebabnya tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Bahkan waktu untuk memanen kangkung hanya membutuhkan waktu sekitar 21-30 hari.

Selain mudah untuk dibudayakan, Kangkung juga memiliki banyak manfaat serta memiliki rasa yang enak saat diolah. Sebab itulah jika Anda tengah mencari tanaman yang cocok untuk memulai belajar teknik hidroponik.

2. Sawi

Sawi

Berikutnya yang kami akan bahas adalah tanaman sawi, di mana ini merupakan tanaman yang juga memiliki waktu panen yang cepat. Kelebihan lain dari menanam sawi dengan teknik hidroponik adalah perawatan yang dibutuhkan untuk merawat tanaman ini mudah.

Sawi yang ditanam mulai dari bijinya dapat dipanen setelah 40-60 hari. Tetapi kalau ditanam mulai dari bibit dapat lebih cepat lagi, yaitu 25-30 hari setelah ditanam.

3. Timun

Timun

Timun merupakan makanan yang sering dijadikan lalapan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menanam timun, tetapi salah satu yang hasilnya paling memuaskan adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Teknik ini dapat membuat timun dipanen setelah 30 hari ditanam.

Setelah itu pun Anda bisa memanen timun satu Minggu sekali. Jadi timun sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin berbisnis hasil panen tanaman hidroponik.

4. Cabe

Cabe

Cabe merupakan tanaman yang memiliki adaptasi yang baik, itu sebabnya tanaman ini cocok ditanam dengan berbagai metode dan salah satunya adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Namun, sangat disarankan untuk memilih bibit terbaik kalau ingin menanam tanaman ini.

Tanaman ini sendiri merupakan tanaman yang sangat cepat untuk panen. Saat sudah berusia 9 minggu, tanaman ini sudah bisa dipanen dan setelahnya dapat dipanen setiap 5 hari sekali.

5. Tomat

Tomat

Sudah bukan hal asing lagi kalau tomat merupakan tanaman yang sering ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Pemilihan bibit yang tepat dan perawatan yang baik akan menghasilkan tomat yang unggul dan berpotensi menguntungkan.

Selain memiliki banyak peminat, keunggulan lain dari menanam tomat adalah karena ia memiliki waktu yang singkat untuk masa panennya. Yaitu bisa dilakukan saat tanaman sudah berusia 25-30 hari, lalu setelahnya bisa dipanen setiap 5 hari sekali.

6. Kacang Panjang

Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan makanan yang sudah sangat umum ditemukan di berbagai jenis masakan. Itu sebabnya banyak orang yang memanfaatkan ini dengan menjual kacang panjang. Selain memiliki banyak peminat, kacang panjang juga memiliki waktu panen yang cepat. Yaitu ia akan mulai berbunga di hari ke 30 dan setelahnya akan panen 15 hari setelahnya.

7. Bayam

Bayam

Terakhir yang akan kami bahas adalah Bayam, tanaman yang biasanya dapat dengan bebas tumbuh di halaman rumah. Tetapi tentunya jika ingin mendapatkan bayam yang berkualitas, ada baiknya untuk menanamnya dengan metode hidroponik.

Selain memiliki kualitas yang lebih baik, dengan metode ini juga bayam bisa lebih cepat dipanen. Bahkan setelah 25-30 hari ditanam, Anda bisa memanennya 5 hari sekali.

Nah, itulah beberapa tanaman hidroponik yang cepat dipanen. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda. 

Tanaman Hidroponik yang Mahal Kalau Dijual

Tanaman-tanaman yang bisa ditanam dengan konsep hidroponik bukan merupakan tanaman yang sembarangan. Karena media yang dibutuhkan untuk menanam jenis tanaman ini hanya cocok untuk tanaman yang memang memiliki waktu singkat untuk bertunas atau berbuah. Sebabnya, tidak semua tanaman cocok untuk ditanam dengan konsep hidroponik ini.

Jadi, jika ingin menanam dengan konsep ini Anda harus tahu dulu apa yang ingin ditanam. Sedangkan jika Anda berniat untuk menjual tanaman tersebut, ada baiknya untuk mengetahui jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, jadi menanam tanaman hidroponik ini kedepannya bisa menjadi hobi yang lebih menghasilkan lagi.

Berikut ini adalah jenis tanaman hidroponik yang mungkin bisa menjadi pilihan Anda jika ingin mulai usaha menjual hasil tanaman hidroponik.

Tanaman Hidroponik dengan Nilai Ekonomi Tinggi

1.Paprika

Paprika

Siapa di sini yang suka Paprika? Ya, tanaman dengan warna yang segar ini merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa di tanam dengan metode hidroponik. Bahkan dengan menggunakan metode ini, Anda bisa lebih mudah mengembangkannya dibandingkan dengan metode konvensional.

Kalau dilakukan dengan intensif, Anda bisa mendapatkan hasil tanaman paprika setidaknya 2,5 KG buah pertanaman. Ini tentunya lebih banyak kalau dibandingkan dengan merawat paprika dengan metode konvensional, di mana hanya mendapatkan sekitar 1 kg pertanaman.

2. Tomat

Tomat

Tomat juga merupakan tanaman yang bisa dikembangkan secara hidroponik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk bisa mendapatkan tomat dengan nilai jual yang tinggi, tentunya Anda harus memilih juga bibit tomat yang bagus. Belilah bibit tomat di toko pertanian dan cari yang merupakan bibit unggul agar nantinya hasil dari panen Anda memuaskan.

3. Timun Jepang

Timun Jepang

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan timun satu ini. Timun Jepang atau Zucchini ini memiliki bentuk yang menyerupai terong dan biasanya hanya dapat ditemukan di supermarket. Tapi dengan metode hidroponik, Anda kini bisa menanamnya di perkarangan rumah. Lakukan perawatan yang baik dan benar, sehingga nantinya bisa menghasilkan timun yang berkualitas dan memiliki harga jual yang tinggi.

4.Selada

Selada

Bukan lagi rahasia umum kalau selada merupakan salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan secara hidroponik. Biasanya orang mengonsumsi selada sebagai pendamping makanan seperti ayam goreng, pecel lele, atau daging. Ini tentunya bisa menjadi peluang besar untuk Anda, di mana dengan demikian banyak orang yang mencari selada, jadi lebih mudah dalam memasarkannya.

5. Semangka

Semangka

Bukan hanya sayur saja jenis tanaman yang bisa Anda tanam dengan metode Hidroponik, karena nyatanya ada beberapa buah yang juga bisa ditanam dengan metode ini. Salah satunya adalah Semangka, buah yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Dampak Anda mengonsumsi semangka adalah Anda bisa menjaga metabolisme tubuh juga kesehatan Anda. Kadar air yang ada di semangka juga bisa membantu Anda dalam melepaskan dahaga, terutama saat sedang cuaca panas.

Harga semangka juga cukup tinggi, jadi pembudidayaan semangka dengan metode hidroponik merupakan pilihan yang tepat. Pilih bibit yang terbaik dan lakukan perawatan yang intensif. Hasil semangka yang akan Anda dapatkan pastinya nanti tidak akan mengecewakan.

Nah, itulah beberapa tanaman hidroponik yang memiliki nilai tinggi. Ini tentunya merupakan info yang bermanfaat, khususnya untuk Anda yang ingin memulai usaha dalam bidang ini dan mencari jenis tanaman yang cocok untuk dijual nantinya.

Apakah Tanaman Hidroponik Aman Dikonsumsi?

Tanaman Hidroponik

Banyak yang mempertanyakan perihal keamanan dari mengonsumsi tanaman yang ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Itu dikarenakan metode menanam tanaman ini memang ada yang menggunakan bahan kimia tertentu. Nutrisi yang digunakan para pekebun tanaman hidroponik adalah AB Mlx, ini merupakan nutrisi kimia dari A dan B yang dicampur menjadi satu.

Kalau di tanya apakah nutrisi kimia ini aman untuk dikonsumsi atau tidak, jawabannya adalah AMAN! Kenapa? Karena nutrisi yang diberikan ke tanaman ini sesuai dengan kebutuhan dari sayur yang ditanam itu sendiri. Tidak diberikan secara berlebihan atau pun secara acak, semuanya sesuai dengan takaran yang ada.

Sebenarnya sama saja dengan tanaman yang ditanam di tanah, sama-sama menggunakan pupuk kimia. Selama dosis yang digunakan tetap sesuai dan tidak berlebihan, maka bisa aman untuk dikonsumsi.

Banyak orang yang khawatir dengan unsur kimia yang ada di sayuran hidroponik, itulah yang membuat mereka menjadi mengurangi pengonsumsian sayuran hidroponik. Padahal sebenarnya bahan kimia ini hanya merupakan istilah, bahkan udara yang kita hirup pun mengandung unsur kimia.

Tanaman Hidroponik

Ada gas nitrogen sampai 78% pada udara yang kita hidup, oksigen 20%, dan sisanya zat lain yang juga disebut dengan kimia. Jadi jangan terkecoh dengan istilah pupuk kimia ini.

Bahan kimia tidaklah berbahaya, sedangkan untuk tanaman yang berbahaya adalah Pestisida. Selain itu yang tanaman tanah serap sama saja dengan tanaman hidroponik.

Hasil dari pertanian hidroponik pun juga sehat dan enak untuk dikonsumsi. Karena nutrisi yang ada pun sudah terkontrol dan sesuai dengan yang tanamannya butuhkan. Dengan demikian tanaman menjadi dapat tumbuh dengan baik sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Ini membuat tanaman hasil hidroponik menjadi memiliki rasa yang renyah.

Selain itu tanaman hidroponik pun memiliki kandungan gizi yang baik, karena nutrisi yang ada pada tanaman sudah dikontrol dengan baik pula. Produk pertanian yang dihasilkan dengan melalui sistem ini dan dengan metode yang taat maka tidak akan memerlukan pestisida kimia, jadi tingkat keamanan untuk dikonsumsinya sudah tidak perlu lagi untuk diragukan.

Kelebihan lain dari sistem hidroponik adalah ia tidak akan merusak tanah, karena dalam metodenya sama sekali tidak memerlukan tanah. Sangat kecil terdapat efek residu dari pupuk berbahaya yang ada pada jenis tanaman ini.

Tanaman Hidroponik

Mungkin memang pada awalnya investasi yang dibutuhkan untuk menggunakan sistem ini cukup besar, tapi nantinya bisa akan lebih murah. Itu karena tenaga kerjanya tidak perlu banyak-banyak. Kerusakan tanaman pun bisa lebih minimal dan bisa memiliki banyak visual yang menjadi lebih menarik, baik dari segi tanaman atau di lingkungannya.

Nah, intinya adalah tanaman hidroponik memang menggunakan unsur kimia, namun tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Unsur kimia ini akan secara alamiah dikelola oleh Batang juga daun dari tanaman. Sama seperti saat sayur organik yang diberikan pupuk kandang, kita tidak akan memakan kotoran dari pupuk tersebut, tetapi tanaman sudah mengubah zat-zat yang ada dengan cara yang alami.

Untungnya saat ini konsep ini sudah banyak diaplikasikan oleh banyak kalangan, jadi kita tidak lagi memerlukan sayur impor nantinya. Sayur pun lebih memiliki kualitas yang baik dan banyak yang memulai untuk bertani karena ada metode semudah ini.

Itulah sedikit ulasan mengenai apakah tanaman hidroponik aman di makan, apakah artikel ini membantu Anda dalam memahaminya?