Manfaat Kesehatan dari Blueberry

Manfaat Dari Buah Blueberry

Manfaat Kesehatan dari Blueberry

Manfaat Kesehatan dari Blueberry

 

Anda mungkin sudah suka pelajari manfaat kesehatan dari blueberry, tetapi Anda tidak tahu lagi seberapa tepat mereka untuk Anda. Pelajari lebih lanjut tentang nutrisi dari kenapa buah blueberry mahal serta kaya antioksidan kecil ini yang dapat membantu daya ingat Anda, mengurangi infeksi dan banyak lagi.

Hasil pohon bluebbery dan sayuran yang dikemas dengan vitamin, namun blueberry memiliki waktu. beberapa mengatakan bahwa mereka adalah nama permainan untuk kulit bercahaya, yang lain menyebut mereka sebagai “makanan super”. Tapi seberapa baguskah satu buah beri kecil?

Bahkan melalui ilmu nutrisi yang terus berubah dan perkembangan yang datang dan pergi, blueberry terus dianggap sebagai pembangkit tenaga listrik – dan untuk tujuan yang diinginkan. Beberapa penelitian baru telah menghubungkan blueberry dengan pertumbuhan yang lebih sehat, memori yang lebih tinggi, penurunan peradangan dan lebih besar. terus menganalisis untuk mempelajari tentang nutrisi blueberry, mengapa mereka sangat diinginkan untuk Anda dan cara menikmatinya untuk program penurunan berat badan Anda.

Nutrisi Blueberry

Satu porsi (sekitar 1/2 cangkir) blueberry menghasilkan:

  • 42 kalori
  • 11 gram karbohidrat
  • 2 gram serat
  • 1 gram protein
  • 7 gr gula pasir
  • 4 mg kalsium
  • 57 mg kalium
  • 7 mg vitamin C

Rasa Buah Blueberry Asam?

Menjadi permulaan, makan kuliner yg asam tidak secara pribadi mempengaruhi taraf pH darah Anda. serta perut kita ialah lingkungan yang sangat asam yg membantu pencernaan kuliner. tetapi, Jika Anda mengalami penyakit gastroesophageal reflux (GERD), juga dikenal menjadi mulas, Anda mungkin mempertimbangkan makanan yang sangat asam menjadi pemicu potensial.

Blueberry merupakan butir yg sedikit asam, menggunakan pH sekitar tiga,1 hingga 3,3. Hal ini mirip menggunakan keasaman tomat serta mint, 2 kuliner lain yg bisa sebagai pemicu GERD. Cobalah mengonsumsinya pada jumlah sedang dan Jika menyebabkan tanda-tanda GERD, Anda mungkin ingin menghindarinya. Bila konsumsi moderat blueberry tidak mengakibatkan perasaan mulas buat Anda, keasaman tidak perlu menjadi perhatian.

Mendukung Penuaan yang Sehat

Diet kaya buah-buahan dan sayuran membantu mencegah penyakit yang berkaitan dengan usia dan penurunan kognitif, bersama dengan banyak penyakit kronis lainnya. Blueberry, khususnya, memiliki reputasi kaya akan antioksidan dibandingkan dengan buah-buahan biasa lainnya. Antioksidan adalah senyawa yang melindungi terhadap kerusakan sel oksidatif yang secara alami terjadi seiring bertambahnya usia, paparan sinar matahari kronis, racun lingkungan dan stres.

Satu studi baru-baru ini, yang diterbitkan dalam The Journals of Gerontology, membandingkan orang yang diberi minuman harian dengan 11 gram bubuk blueberry liar dengan mereka yang mendapat minuman ekstrak antioksidan yang dilengkapi dengan serat. Setelah sebulan, orang-orang yang mendapat blueberry liar memiliki aliran darah yang lebih baik dan respons kekebalan mereka mendapat lebih banyak dorongan (menggambar satu untuk manfaat makanan nyata versus suplemen).

Inilah Pilihan Tanaman Hidroponik Rumahan!

Istilah hidroponik mungkin tidak asing di telinga kalian, Karena sudah banyak kalangan yang suka dengan hidroponik ini. Bahkan mungkin kamu sendiri tengah menjalanin kegiatan bertanam dengan sistem ini. Ya meski nggak terlalu menguasai ilmu bertani dan memiliki ruang luas untuk berkebun, kamu tetap bisa mempraktikkannya loh.

Hidroponik ini adalah budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Jika sistem akar tanaman terpapar langsung dalam air dan nutrisi, tanaman tidak perlu mengeluarkan energi apa pun untuk menopang dirinya sendiri. Nah, kamu dapat menanam berbagai tanaman dalam sistem hidroponik, seperti sayuran hijau, tanaman merambat, tanaman umbi-umbian, buah-buahan, herbal, dan juga bunga.

Namun, bagi pemula yang ingin menikmati panen secara cepat serta mudah dalam menanamnya, bisa memulai dengan menanam jenis sayuran. Tanamanhidroponik sayuran ini juga bisa jadi bisnis rumahan yang menjanjikan. Sebab masa panennya tak terlalu lama.

Berikut 7 tanaman hidroponik rumahan yang mudah ditanam dan cocok untuk bisnis.

Tanaman Hidroponik Kailan

Apakah kalian sudah pernah mendengar nama sayur kailan? Di restoran-restoran, kailan yang masih kecil kerap di adikan masakan andalan. Rasanya enak sebab memiliki tekstur yang renyah dan juga lembut di saat bersamaan.

Kailan pun ternyata dapat di budidayakan sebagai tanaman hidroponik.Media tanam yang dapat di gunakan pun bisa apa saja.Misalnya botol bekas, gelas air mineral, atau pun pipa paralon berukuran besar.

Selada

Baik selada dan sebagian besar sayuran berdaun hijau lainnya harus menjadi tanaman pertama bagi Kalian yang baru mencoba sistem hidroponik.Tanaman ini memiliki sistem perakaran dangkal yang sesuai dengan tinggi pendek di atas tanah.

Itu berarti tidak perlu mengikat atau mengaturnya terlalu sulit. Sebaliknya, Moms membiarkannya tumbuh sambil secara teratur mengganti larutan nutrisinya. Akhirnya, mereka akan terlihat cukup enak untuk di makan dan di sajikan secara segar.

Memiliki waktu tumbuh sekitar 30 hari, PH terbaik yang bisa kalian atur agar selada tumbuh dengan baik adalah 6,0 hingga 7,0.

Sebagai tanaman hidroponik rumahan pertama, lakukan penanaman secara bertahap sehingga Kalian akan memiliki persediaan selada yang berkelanjutan.

Paprika

Paprika adalah tanaman hidroponik rumahan yang sedikit lebih maju. Jangan biarkan mereka tumbuh hingga mencapai ketinggian maksimalnya.

Sebagai gantinya, pangkas dan cubit tanaman sekitar 20 cm untuk memacu pertumbuhan lada.

Budidaya di perairan dalam atau sistem pasang surut adalah yang terbaik untuk paprika.

Paprika memiliki waktu tumbuh sekitar 90 hari dengan PH terbaik 6,0 hingga 6,5. Rencanakan untuk menyediakan cahaya hingga 18 jam untuk tanaman ini setiap hari.

Tips Menanam Cabai Dengan Metode Hidroponik

Apakah cabai dikategorikan sayuran atau buah ? Sampai saat ini cabai masih di kategorikan sayur buah karena tanaman cabai ini yang di ambil ialah buahnya. Di indonesia sendiri mengonsumsi buah cabai ini tergolong tinggi, hampir semua masyarakat memiliki selera pedas pada masakan. Sehingga tak heran harga cabe di pasaran bisa melonjak tinggi.

Hal tersebut pun banyak dimanfaatkan oleh para petani untuk banyak meraup keuntungan dari penjualan cabe dengan sistem hidroponik. Tanaman hidroponik cabai biasanya ditanam dengan menggunakan lahan yang luas, dikarenakan keterbatasan lahan, anda pun juga bisa menanam cabe dengan metode hidroponik. Yuk kita simak artikel tentang Tips Menanam Cabai Dengan Metode Hidroponik .

Pemilihan Benih Cabai

Tips Menanam Cabai Dengan Metode Hidroponik yang pertama adalah yang harus kalian lakukan adalah mengetahui dan mempelajari jenis – jenis cabai yang ingin kita tanam nantinya. Dari mulai cabe lokal, hybrida, sampai cabe terpedas pun bisa kita jadikan opsi untuk menanam cabe. Cabe lokal umumnya banyak kita jumpai di Kudus, Rembang, dan juga Tanah Karo Sumatera Utara. Sedangkan banyak cabe jenis hybrida yang di impor dari negara asia seperti Thailand dan Taiwan.

Jika dilihat dari perawatannya, menanam cabe lokal tergolong lebih mudah dibandingkan dengan menanam cabe hybrida atau impor. Namun, bila melihat dari produktifitasnya maka cabe hybrida atau impor akan lebih unggul dari pada cabe lokal.

Penyemaian Benih

Tahap kedua yang harus di lakukan adalah tahap penyemaian . Tempat persemaian biasanya di buat dalam bedengan/rak yang diberi naungan plastik transparan.

Namun dalam teknik hidroponik, penyemaian di lakukan di media khusus tanaman hidroponik seperti rockwool, hidroton, atau arang sekam. Penyemaian di lakukan dengan tujuan agar cabai punya kesempatan untuk hidup dan berkembang yang lebih tinggi.

Persiapan Media Tanam

Terdapat berbagai macam media tanam hidroponik yang bisa kamu temukan, seperti menggunakan sistem sumbu (wick system), deep water culture, atau polybag. Media tanam yang bisa kamu gunakan dalam cara menanam cabai hidroponik adalah hidroton, arang sekam, atau pecahan genteng.

Fungsi media tanam hidroponik adalah sebagai penyangga atau penahan agar bibit tanaman dapat tumbuh dengan tegak. Kamu juga perlu mencoba sistem sirkulasi air guna mengecek kelancaran alirannya.

Kamu bisa mencoba dengan menggunakan botol air mineral atau potongan pipa. Potong botol air mineral secara horizontal sampai kamu mendapatkan 2 potongan.

Selanjutnya, masukkan campuran cocopeat dan arang sekam ke bagian bibir botol. Kemudian, masukkan pula air pada bagian bawah botol sebanyak 1/3 dari ukuran bawah botol.

Pemberian Larutan Nutrisi

Susun polybag secara teratur. Letakkan selang-selang plastik pengalir nutrisi pada masing-masing polybag. Larutan nutrisi harus mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman. Unsur makro seperti N, P , K, Ca, dan Mg harus di penuhi. Anda dapat menggunakan pupuk AB mix, atau pupuk hidroponik lainnya (anorganik maupun organik). Campur pupuk dengan air di bak nutrisi, lalu alirkan larutan nutrisi ke masing-masing polybag yang berisi bibit tanaman cabe.

Penyebab Gagalnya Saat Menanam Hidroponik

Kalian seorang yang suka dengan hidroponik? Apakah kalian pernah gagal dalam proses menanam hidroponik ?

Pada artikel kali ini, kami akan berbagi informasi tentang kegagalan apa saja yang sering dialami ketika baru pertama kali menanam media hidroponik.

Kegagalan yang akan saya sampaikan nanti adalah beberapa pengalaman dari orang-orang yang berkonsultasi dengan saya, maupun pengalaman yang pernah saya alami sendiri.

Terkadang kegagalan ini yang membuat para pemula hidroponik menjadi bosan atau bahkan berhenti ber-hidroponik, namun tidak sedikit juga yang tambah semangat karena rasa penasaran ingin menanam sampai panen.

Dan tentunya saya bagikan disini supaya anda yang baru pertama kali berhidroponik tidak mengalami hal yang serupa. Apa saja kegagalan itu? Mari kita bahas satu per satu.

Kondisi Hujan

Tentu saja setiap kota pasti memiliki curah hujan yang berbeda, tergantung letak geografis dan elevasinya. Selain curah hujan, penting pula di pelajari pola distribusi curah hujan sepanjang tahun. Tiap wilayah memiliki tipe distribusi hujan per tahunnya yang berbeda, sekarang ini Anda bisa memprediksi dengan melihat prediksi dari BMKG sehingga Anda bisa menyesuaikan pola produksi dengan kondisi ekosistem tersebut.

Kesalahan Menyiram

Menyiram tanaman hidroponik ternyata ada caranya loh. Misalnya, pada saat media semai (rockwool) terlihat kering maka Anda dengan segera menyiramnya. Seharusnya yang di siram adalah medianya, tetapi para pemula kerap menyiram dari atas sehingga mengenai daun-daun muda yang mulai muncul. Daun yang setelah terpapar panas kemudian tersiram air akan mudah busuk dan mengakibatkan kematian saat semai.

Pemilihan tempat

Pemilihan tempat terkadang menjadi penyebab kegagalan metode hidroponik. Memilih luasnya tempat harus di pikirkan sebelum memulai bercocok tanam secara hidroponik. Kenapa tidak memulainya dengan area kecil atau bahkan memulai hidroponik dengan jumlah yang sedikit terlebih dahulu, tentunya hal ini akan menjadi pelajaran penting nantinya.

Menabur benih terlalu banyak

Salah satu kesalahan tanam hdroponik yang banyak di lakukan oleh pemula adalah memiliki semangat tinggi tanpa dibarengi dengan perencanaan yang matang. Hal ini terlihat dari penyemaian tanaman terlalu banyak hingga melebihi lubang tanam yang tersedia.

Benih-benih yag tidak mendapatkan tempat akan terbengkalai dan mati. Nah, kalau ingin melebihkan untuk berjaga-jaga jika tidak semua semua maka hanya lebihkan maksimal 20% saja. Misalnya memiliki 100 lubang, bisa melebihkan sebanyak 10-20 benih saja.

Inilah Cara Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas

Salah satu cara berkebun yang makin populer yakni menanam tanaman hidroponik. Sebab di ketahui metode ini tak memerlukan tanah dan lahan yang luas. Sehingga bisa diterapkan oleh siapa pun meski hanya memiliki pekarangan kecil di rumah.

Semenjak pandemi berlangsung sekarang ini banyak orang yang suka dengan tanaman dan berkebun. Berkebung memanglah hal yang asyik di lakukan.

Bila dibudidayakan secara ramah lingkungan, produk hidroponik lebih sehat dan aman dikonsumsi karena bebas dari pestisida berbahaya. Oleh sebab itu tak heran kalau menanam tanaman hidroponik bisa menjadi alternatif berkebun yang praktis. Mari kita simak artikel tentang Cara Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas

Cara Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas

Potong Botol Menjadi 2

Potong bagian atasnya untuk space menanam hidroponik Buka tutup botol serta gunting ataupun cutter bagian atas botol sehingga kalian mempunyai 2 bagian botol. Apabila kalian merasa bagian dasar botol sangat besar, kalian boleh memotongnya dekat 12 centimeter. Pada metode bertanam hidroponik ini, bagian atas botol akan di balik menyamai corong serta diletakkan di bagian botol yang lain.

Buat lubang

Segera lubangi pinggiran botol untuk saluran air hidro Dalam bertanam hidroponik di botol sisa, kain flanel berfungsi selaku perantara buat mengalirkan air ke media tanam. saat kalian melubangi zona pinggir penutup botol, jangan hingga terpotong, ya. Selipkan kain flanel ke lubang tersebut serta perkenankan dia menjuntai ke dasar.

Masukkan air nutrisi ke dalam botol

air mengalir dari selang buat bertanam hidroponikSebab air ialah tenaga utama dalam bertanam hidroponik, air diperlukan lumayan banyak. Tuangkan air bersih bernutrisi ke dalam bagian dasar botol tadi dengan di taksir 2-3 botol. Sehabis itu, masukkan bagian atas botol dalam posisi terbalik serta yakinkan kain flanel masuk ke dalam air.

Masukkan media tanam hidroponik serta biji tanaman

media tanam rockwool serta tumbuhan kecil buat bertanam hidroponik Media tanam hidroponik muncul dalam sebagian wujud, semacam rockwool, cocopeat, serta sekam bakar. Walaupun telah memperoleh nutrisi dari air, kalian pula butuh mengombinasikan media tanam dengan pupuk kompos supaya hasil dari bertanam hidroponik kian sehat. Setelah itu, gali sedikit media tanam, masukkan biji, serta kubur kembali.

Tidak wajib dari biji, bertanam hidroponik dalam botol pula dapat kalian jalani dengan tumbuhan yang telah sedikit bertumbuh. Kalian lumayan memindahkannya ke botol tersebut serta bertanam hidroponik juga dapat kalian lanjutkan kembali.

Ubah air bernutrisi secara rutin

air nutrisi kotor wajib lekas di tukar dalam bertanam hidroponikBertanam hidroponik memanglah tidak membutuhkan perawatan yang sangat banyak. Tetapi, kalian wajib kerap mengecek tanamanmu, spesialnya air nutrisinya. Apabila air telah sedikit, lekas tambahkan dengan yang baru. Gantilah air nutrisi apabila telah berlumut serta kotor. Pasti perihal ini tidak sehat buat tanamanmu.

Seperti itu metode bertanam hidroponik dalam botol! Bertanam hidroponik dengan wadah ini cuma dapat kalian pakai buat menanam sayur- mayur. Jangan bertanam hidroponik tumbuhan berbuah ataupun berbunga, ya. Perihal ini di sebabkan botol tidak dapat jadi wadah yang mencukupi buat bertanam hidroponik spesial buat tumbuhan tersebut.

Kunci lain yang wajib di pegang di kala bertanam hidroponik merupakan cahaya matahari. Pakai kanopi transparan supaya tumbuhan pula terlindungi dari rintik hujan yang dapat buatnya rusak. Selamat bertanam hidroponik, ya!

Inilah Tanaman Hidroponik Yang Cepat Panen , Wajib Tahu!

Hidroponik sendiri dapat di artikan sebagai. sistem budidaya tanaman dengan media air sebagai pengganti media lahan tanah. Tanaman hidroponik tentu lebih segar dan aman untuk dikonsumsi karena bebas dari insektisida. Tetapi kadang tidak sedikit orang yang ingin cepat panen dalam berkebun

Anda tidak perlu khawatir mengenai kandungan gizi pada jenis jenis tanaman hidroponik karena nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam sayuran dan buah hidroponik memiliki kandungan yang sama dengan sayuran dan buah yang ditanam pada tanah.

Seledri


Di media air seledri adalah salah satu tanaman yang paling cocok . Jika kalian ingin menanam seledri sistem yang di gunakan adalah rakit apaung. Seperti kangkung, seledri sudah bisa dipanen dalam waktu 4-6 minggu. Pemanenan bisa d iulang setiap 5-6 hari sekali. Caranya, cabut seledri dari wadah yang di gunakan. Lalu pisahkan anakan seledri untuk ditanam kembali.

Bayam

Bayam merupakan sayuran berdaun hijau yang di gemari banyak orang. Hal ini karena beberapa kandungan vitamin dan mineral yang ada pada bayam. Seperti kalium, magnesium, dan vitamin K, B6, B9, dan E. Mengonsumsi bayam dapat bermanfaat bagi kesehatan mata, mengurangi stres oksidatif, membantu mencegah kanker, dan menurunkan tingkat tekanan darah. Tak salah kalau sayur bayam banyak di budidayakan, terlebih juga masa panennya cukup cepat. Menanam sayur bayam dengan hidroponik ini bisa di lakukan 25-30 hari setelah ditanam, kemudian bertahap 5 hari sekali.

Mentimun

Semua jenis mentimun dapat di tanam dan tumbuh dengan baik melalui sistem hidroponik. Mentimun memerlukan pengairan dengan tingkat kadar pH sekitar 5.5-6.0. Kebutuhan tanaman mentimun yaitu suhu yang panas sehingga Anda perlu memastikan kondisi kestabilan suhu yang panas.

Pada awal pertumbuhan tanaman, nutrisi tanaman timun dapat terpenuhi dari air biasa. Selanjutnya selama satu minggu sekali pengairan perlu dipantau dan di beri nutrisi tambahan dengan peningkatan dosis sesuai usia tanaman.

Selada

Jenis jenis tanaman hidroponik selanjutnya yakni selada. Selada memiliki masa panen yang lebih lama apabila di bandingkan dengan masa panen pada lahan konvensional.

Keuntungan menanam selada secara hidroponik yaitu perawatannya yang mudah serta dapat tumbuh dengan berbagai sistem hidroponik sehingga cocok dicoba bagi petani hidroponik pemula. Selada dapat tumbuh di negara tropis dengan daerah dengan suhu yang lebih dingin serta pH air antara 6.0-7.0.

Cara Mudah Menanam Hidroponik Dirumah

Tanaman Hidroponik adalah salah satu teknik atau cara dalam bercocok tanam. Tanpa harus menggunakan media tanah yang luas. Hidroponik hanya memanfaatkan air dalam budidaya tanamannya. Teknik ini sendiri pertama kali di cetuskan oleh pengusaha nyentrik indonesia Bob Sadino. Alm. Om bob adalah pengusaha yang membawa pertama kali jenis bercocok tanam hidroponik. Tidak hanya itu beliau juga mengedukasi banyak orang dan para petani lokal indonesia. Bagaimana tips dan cara mudah menanam hidroponik. Manfaat positive tanaman hidroponik adalah. untuk melakukan penghijauan tidak perlu menggunakan media tanah yang luas dan ribet. Lalu bagaimana cara mudah menanam tanaman hidroponik ? 

Berikut Tips dan Cara mudah menanam hidroponik. 

  1. Menggunakan NFT ( Nutrient Film technique )

    Hidroponik mudah

    Teknik yang sering digunakan para pelaku petani tanaman hidroponik ini. Dengan menggunakan pipa yang di lobangi. sehingga tanaman dapat di taruh disitu sebagai pengganti pot. 
    Cara Menanam 

    1. Siapkan pipa dan lobangi dan talang untuk menahannya. 
    2. Segera susun pipa dan talang untuk di jadikan sebagai pot pada tanaman hidro ponik. 
    3. Siapkan penampung yang terletak pada ujung pipa yang lebih rendah. Hal ini berfungsi sebagai tahanan air.
    4. Pasang pompa yang sudah di isi air nutrisi agar tanaman mendapatkan asupan air nutrisi yang baik. 

  2. Menggunakan Teknik Wick

    Cara mudah hidroponik

    Cara membuat hidroponik sistem ini adalah sangat mudah. Kamu bisa menggunakan bahan bekas sebagai bahan pembuatan teknik wick ini. Tidak banyak yang kamu perlukan, kamu hanya perlu menyiapkan 

Bahan yang di siapkan : 
 1. Botol Air Mineral 
 2. Alat Pemotong
 3. Sumbu Kompir 
 4. Air Nutrisi 


Cara Pembuatan : 

  1. Potong lubang bekas menjadi 2 bagian
  2. lubangi tutup botol ?
  3. Gabungkan kedua bagian botol
  4. pasang sumbu kompor pada lubang tutup botol, 
  5. isi air nutrisi ke lobang yang sudah di bikin untuk mengaliri air. 

Pemaparan di atas adalah 2 langkah cara mudah dalam menanam tanaman hidroponik dirumah. Bahkan anda bisa menggunakan barang – barang bekas yang sudah tidak di pakai utnuk menanam hidroponik. 

Definisi dan Keunggulan Tanaman Hidroponik

Definisi Tanaman Hidroponik

tanamanhidroponik.org Definisi dan Keunggulan Tanaman Hidroponik – Tanaman Hidroponik, di kutip dari Wikipedia kata hidroponik berasal dari Yunani yaitu hydro berarti air dan ponos artinya daya. Hidroponik juga di kenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi Tanaman Hidroponik adalah Tanaman yang di budidaya dengan memanfaatkan air sebagai media-nya dan tanpa tanah sebagai media tanam.

Beberapa Keunggulan-Nya

  • Tidak membutuhkan Tanah
  • Air bisa bersirkulasi terus dalam sistem dan dapat digunakan untuk kebutuhan lain
  • Pengendalian nutrisi lebih sederhana
  • Lebih Sedikit Menghasilkan Polusi Lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Hasil mudah dipanen
  • Steril dan Bersih

Metode Hidroponik

Macam-macam Metode Bercocok Tanam Hidroponik seperti :

  • Metode Kultur Air Statis
  • Metode Substrat
  • Nutrient Film Technique
  • Aeroponik
  • Hidroponik Rakit Apung (Floating Raft Hydroponic System)

Contoh Tanaman Metode Kultur Statis

Metode Kultur Air Statis adalah Metode yang pada prinsip dasarnya menggunakan air sebagai media tumbuh tanaman. Dalam metode ini tumbuhan di tanam semata-mata dalam air yang tidak mengalir dan di berikan larutan nutrien kedalamnya. Wadah yang dapat digunakan untuk metode ini seperti bak air, toples, tabung kaca, ember, dan lainnya dengan menyesuaikan jenis tanaman yang akan ditanam.

Contoh Tanaman Metode Substrat

Metode Substrat merupakan metode yang menggunakan media padat (bukan tanah) dapat berupa arang, pasir, gambut, kerikil, potongan sabut kelapa, pakis, pecahan genteng ,dan lainnya. Umumnya di terapkan untuk sayuran atau buah yang bernilai lebih tinggi.

Contoh Tanaman Metode Nutrient Film Technique

Nutrient Film Technique merupakan model budidaya hidroponik dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air (nutrien) yang sangat tipis (± 3mm) sebagai medianya. Dapat di terapkan di sayuran berumur pendek seperti lettuce, kailan, bayam, kangkung, dan sejenisnya.

Contoh Tanaman Metode Aeroponik

Aeroponik merupakan metode menyemprotkan air yang berisi larutan hara dalam bentuk butiran butiran halus (mode kabut). Metode ini diaplikasikan pada tanaman yang akarnya menggantung di udara

Contoh Tanaman Metode Hidroponik Rakit Apung

Hidroponik Rakit Apung (Floating Raft Hydroponic System) merupakan metode menanam tanaman dengan mengapungkan tanaman di permukaan air atau akar tanaman menjuntai di dalam air. Bisa menggunakan Styrofoam sebagai bahan di atas air yang di lubangi untuk memasukkan bibit sayur (bibit bisa di ganjal dengan busa agar tidak jatuh ke dalam air)

JENIS SAYURAN HIDROPONIK

JENIS SAYURAN HIDROPONIK YANG BISA DI TANAM DI DATARAN TINGGI

Dataran tinggi yang baik berada di permukaan tanah di atas ketinggian 600 mdpl. Suhu di dataran tinggi yang relative lembab dan dingin membuat banyak beberapa jenis tanaman seperti kol, kentang, buncis dan yang lainnya baik untuk di budidaya di sana. Tidak semua tanaman bisa ditanam pada dataran tinggi karena setiap tanaman punya kriteria dan syaratnya tersendiri.

Untuk itu kali ini kita akan bahas berbagai sayuran hidroponik yang bisa di tanam di dataran tinggi menggunakan teknik hidroponik..

1.Selada Hijau

Selada Hijau

Selada merupakan jenis sayuran yang sangat terkenal karena teknik penanamannya yang menggunakan teknik hidroponik, selain itu tanaman ini juga bisa ditanam pada iklim yang tropis. Selada memiliki kandungan vitamin dan potassium, sehingga sangat baik untuk di konsumsi dan lebih efektif bila di tanam di suhu yang rendah.

Bila ditanam di dataran tinggi, selada sudah bisa dipanen setelah kurang lebih 35 hari. Usia panen ini bisa menghasilkan selada yang muda dimana rasa yang lebih manis dan renyah. Sementara untuk selada dewasa biasanya butuh waktu sekitar 65 samapi 135 hari untuk masa panennya, namun rasa yang di hasilkan cenderung lebih pahit. Jika selada sudah menunjukan warna hijau cerah dan daun yang lebar, itu tandanya sudah siap panen.

Selada sendiri akan tumbuh secara optimal di udara yang sejuk sekitar 20 derajat selsius dengan tingkat pH di atas 5,0. Selada juga akan punya harga jual yang tinggi bila sayurannya masih segar.

2.Selada Merah

Selada Merah

Selada merah biasanya digunakan pada garnish makanan dan juga salah. Untuk budidaya selada merah lebih cocok di dataran tinggi yaitu lokasi yang dingin karena akan mempengaruhi dan menghasilkan warna merah yang merata. Selada ini juga sama renyahnya dengan selada hijau dan rasa yang segar. Selada merah yang ditanam di dataran rendah cenderung memiliki warna merah yang pucat dan gak sempurna, dimana warnanya akan bersatu seperti bercak campuran antara merah dan hijau. Masa panen selada merah ini ada di sekitar 30 sampai 40 hari setalah penanaman dengan ciri daun yang berwarna merah.

3.Lettuce Romaine

Lettuce Romaine

Masih sama dengan varian selada dengan dengan bentuk yang berbeda, dimana Lettuce romaine ini memiliki bentuk yang oval dan bagian ujung kepala yang melebar. Dibagian tengahnya sedikit kaku, namun daunnya lebih tebal dan bergelombang. Sayur ini bisa dipanen jika sudah memasuki usia 30-40 hari setelah tanam dengan ciri-ciri permukaan daun yang kasar dan warna sudah hijau tua.

Dibanding dengan jenis selada yang lain, lettuce romaine ini lebih tahan terhadap panas. Lalu sayuran ini juga lebih sering di temukan di Eropa sebagai santapan berbagai macam makanan yang disajikan masih mentah.


4.Endive

Endive

Sayuran yang satu ini memang jarang di konsumsi dan susah ditemukan di Indonesia karena harga yang cukup mahal. Sayuran ii mengandung berbagai macam vitamin, folat dan serat. Untuk ukuran di Indonesia sendiri, tanaman ini termasuk sayuran yang eksklusif karna harga jualnya yang tinggi. Bila pun ada di Indonesia, biasanya sayuran ini berada di hidangan hotel mewah atau restaurant mewah. Usia panen sayuran ini berada di hari ke 30 dengan ciri daun yang panjang sekitar 20 cm.

Itulah 4 sayuran hidroponik yang bisa di tanam di dataran tinggi, meskipun beberapa diantaranya tetap bisa di tanam di daerah rendah namun kualitas dan hasil dari sayuran pun berbeda. Semoga bermanfaat!

7 Media Tanam Hidroponik Yang Mudah Digunakan

Karena kemudahan dalam membudidayakannya, tentunya tanaman hidroponik ini banyak dipilih oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal diperkotaan. Dengan cara penanaman yang relative mudah dengan penggunaan alat yang sederhana, rupanya dengan cara ini, kualitas tanaman yang dihasilkannya pun terbilang sangat baik jika dibandingkan dengan metode konvensional.

Tertarik untuk menanam tanaman hidroponik dirumah kalian? Yuk ketahui lebih dahulu mengenai media tanam apa saja yang dapat dipergunakan.

Media Tanam Hidroponik

1. Aram Sekam

Media tanam ini memang banyak digunakan bagi pembudidaya tanaman hidroponik. Selain banyak mengandung nutrisi, oksigen, air, dan berbagai kebutuhan tanaman, arang sekam ini juga memiliki bobot yang cukup ringan. Sehingga membuat akar tanaman akan lebih leluasa dalam bergerak dan tanaman tumbuh dengan prima. Untuk memperolehnya, kalian bisa membelinya atau membuatnya sendiri di rumah.

2. Spons

Tidak hanya digunakan untuk mencuci piring saja. Nyatanya spons juga bisa loh digunakan sebagai media tanam hidroponik. Dengan bobot yang ringan dan dapat menyimpan banyak air, tentu saja media ini tidak akan membebani akar tanaman. Justru penggunaan media ini akan membuat tanaman yang kalian tanam tumbuh dengan tegak.

Namun untuk penggunaan media ini tidak dapat digunakan dalam waktu panjang. Mengingat media ini memiliki tekstur yang mudah hancur. Terlebih jika terendam air dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu jika kalian ingin menggunakan media tanam ini, kami sarankan agar kalian menanam tanaman yang memiliki masa tanam atan panen yang singkat.

3. Rockwool

Sekilas memang mirip dengan spons, namun Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari berbagai serat lelehan batu vulkanis. Tentunya media tanam ini memiliki komposisi antara air dan udara yang terbilang paling seimbang dibandingkan dengan media tanam yang lainnya. Rockwool ini juga mampu menampung air hingga 14 kali kapasitas tampung tanah loh.

Sehingga bisa dibilang bahwa media ini mampu untuk mengoptimalkan fungsi dari larutan nutrisi sebagai pupuk cair. Media tanam ini sendiri memiliki kandungan pH yang cukup tinggi. Sehingga sebelum penggunaannya, mediab tanam ini memerlukan perlakuan yang khusus. Dan pastikan bahwa tanaman yang akan kalian tanam dapat tumbuh dalam rentang pH 7.8 – 8.02.

4. Hidrogel

Media tanam ini memang sering kita jumpai pada setiap tanaman hias yang biasanya diletakan pada area ruang tamu. Dengan terbuat dari Kristal polimer, sudah pasti media tanam ini memiliki daya serap air yang cukup baik serta pengurai larutan nutrisi yang cukup baik.

5. Kerikil

Sama halnya seperti tanah, krikil juga memiliki kemampuan sebagai media tanam yang efektif untuk memberikan ruang pada tumbuhan agar tumbuh dengan prima. Dengan tekstur berpori besar, bukan hal yang sulit untuk media tanam ini mengalirkan nutrisi dan oksigen secara merata kepada tanaman. Untuk itu, media tanam ini sangat cocok sekali jika kalian menggunakan teknik Nutrient Film technique ( NFT ).

6. Pasir

Seperti yang kita ketahui bahwa pasir memiliki sifat yang mudah menyerap air. Sehingga pasir sangat cocok sekali untuk  digunakan sebagai media tanam hidroponik. Sama halnya seperti krikil, pasir pun memiliki pori – pori yang banyak sehingga cukup mudah baginya untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen pada tanaman.

7. Cocopeat

Cocopet atau serbuk sabut kelapa bisa juga loh digunakan sebagai media tanam hidroponik. Media tanam ini memiliki kemampuan untuk menampung daya tampung air yang cukup tinggi dengan larutan nutrisi yang tinggi juga loh. Sehingga kalian tidak perlu sering untuk melakukan penyiraman jika menggunakan media tanam ini.

Demikian media tanam hidroponik yang bisa kalian gunakan untuk bercocok tanam selain menggunakan media tanah. Semoga artikel ini dapat membantu dan jangan lupa simak artikel selanjutnya mengenai tanaman hidroponik selanjutnya. Selamat Bertanam!

Tanaman Hidroponik yang Mudah untuk Ditanam

Kini semakin banyak orang yang memiliki minat untuk berkebun, namun sayangnya kini semakin sulit untuk menemukan lahan untuk bisa melakukannya. Tapi sekarang sudah ada solusi terbaik dalam mengakali hal ini, yaitu dengan penerapan metode tanam Hidroponik. Selain hemat lahan, dengan menggunakan metode ini juga membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan dengan metode biasa.

Tetapi tidak semua tanaman hidroponik bisa ditanam dengan mudah, lebih baik jika ingin memulai melakukan ini ketahui terlebih dahulu tanaman apa yang mudah untuk ditanam. Berikut ini adalah beberapa jenis tanaman hidroponik yang mudah untuk ditanam.

Tanaman Hidroponik Mudah Ditanam

1.Tomat

Pertama ada tomat, cocok untuk para pemula yang ingin menanam tanaman hidroponik. Jika ingin menanam tomat, pastikan kalau bibit yang dipilih merupakan terbaik dan unggul, karena ini akan sangat mempengaruhi hasil panennya.

Ketika menyemai bibit tomat, disarankan untuk gunakan media seperti sabut kelapa. Setelahnya, lakukan perawatan secara rutin agar hasil panennya nanti bisa maksimal.

2. Bayam

Berikutnya ada bayam yang juga merupakan tanaman cocok untuk menggunakan teknik hidroponik. Bayam bisa ditanam di mana saja, termasuk dengan menggunakan teknik hidroponik. Bahkan dengan menggunakan teknik hidroponik, bayam bisa tumbuh lebih cepat tanpa menunggu waktu yang lama.

Selain itu kandungan nutrisi pada bayam bisa terpenuhi dengan baik, jadi penanaman bayam dengan menggunakan teknik ini sangat direkomendasikan. Apa lagi jika ingin mulai bercocok tanam di rumah.

3. Seledri

Untuk para pemula, seledri termasuk yang mudah ditanam dengan teknik hidroponik. Sistem yang digunakan adalah dengan sumbu atau wick di teknik hidroponik. Selain itu bisa juga dengan teknik lain, seperti rakit apung.

Bukan hanya mudah ditanam, seledri juga merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi selain bercocok tanam, Anda juga bisa memulai usaha seledri yang sehat dengan teknik hidroponik.

4. Sawi Hijau

Berikutnya ada sawi hijau, seperti bayam, sawi hijau juga merupakan jenis tanaman yang mudah untuk tumbuh pada media apapun. Itu karena jenis tanaman ini bisa dengan mudah beradaptasi dengan media tanamnya serta lingkungan. Bahkan sawi hijau bisa tahan pada hujan dan bisa tumbuh sepanjang tahun.

Jika ingin mengembangkan usaha, menanam sawi hijau merupakan yang paling tepat. Karena sayuran ini merupakan salah satu sayur yang paling laku di pasar. Dengan teknik hidroponik, sayuran bisa dengan cepat tumbuh, jadi bisa selalu memenuhi kebutuhan pasar.

5. Brokoli

Brokoli merupakan tanaman yang mirip dengan bunga kol dan umumnya bisa tumbuh pada daerah dataran tinggi. Tetapi dengan menggunakan metode hidroponik, brokoli bisa di tanam pada daerah dataran rendah. Selain mudah untuk ditanam, banyak juga orang yang sehari-hari mencari brokoli. Itu sebabnya jika ingin memulai bisnis hidroponik, brokoli bisa menjadi rekomendasi utama.

6. Cabai

Cabai adalah jenis sayuran yang sangat diminati masyarakat. Selain banyak peminat, menanam cabai dengan teknik hidroponik merupakan hal yang mudah dilakukan. Jenis tanaman yang masuk pada kebutuhan pokok ini memiliki perawatan yang mudah untuk dilakukan, asal kebutuhan nutrisi dan airnya bisa terpenuhi dengan baik.

7. Buncis

Terakhir yang kami rekomendasikan untuk ditanam dengan metode hidroponik adalah buncis. Tanaman ini kaya akan vitamin dan mengandung protein yang tinggi. Buncis pun dengan mudah tumbuh jika penanamannya menggunakan teknik hidroponik, tumbuhnya pun cepat dan bisa segera di panen.

Nah, itulah beberapa tanaman yang mudah ditanam dengan menggunakan teknik hidroponik. Sekarang apakah Anda sudah siap memulai menanam tanaman ini?

Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Pemula Hidroponik

Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Pemula Hidroponik

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula hidroponik memang merupakan hal yang biasa terjadi di kalangan para pemula, meski terkadang terlihat sepele, tidak tahunya berdampak besar pada keberlangsungan tanaman hidroponik.

Terjadinya kesalahan juga bisa saja terjadi karena kurangnya edukasi mengenai tanaman hidroponik, padahal informasi mengenai tanaman hidroponik saat ini sudah tidak lagi sulit didapatkan, karena kita bisa mendapatkannya dengan mudah diinternet.

Pentingnya edukasi mengenai tanaman hidroponik adalah modal dasar dari keinginan kita menciptakan kebun tanaman hidroponik yang sukses, karena dengan edukasi tentunya tujuan kita akan lebih terarahkan pada hal yang benar, sehingga hal-hal yang tidak kita harapkan menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Selain edukasi dan informasi dari tanaman hidroponik, diperlukannya juga konsistensi untuk menciptakan  suatu lahan perkebunan hidroponik yang berkualitas, oleh karena itu sebelum memulai perkebunan, kita juga harus menyiapkan konsistensi kita terhadap apa yang akan kita lakukan.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula hidroponik yang harus kita hindari apabila kita ingin menciptakan perkebunanan tanaman hidroponik yang sukses, seperti apa ulasannya ? langsung saja kita lihat dibawah ini.

 

Ingin Menanam Semua Jenis Tanaman

Nah, ini merupakan hal yang paling sering terjadi dikalangan para pemula hidroponik, padahal tidak semua tanaman hidroponik itu mudah ditanam, terkadang perlu keahlian khusus untuk menangani beberapa tanaman yang cukup sensitf, oleh karena itu apabila kita adalah pemula di dunia hidroponik, sebaiknya kita mencoba menanam tanaman yang pas untuk pemula terlebih dahulu.

Tanaman hidroponik yang pas untuk para pemula adalah tanaman yang berdaun-daunan, seperti bayam, caisim, kangkung, selada, kale, daun bawang.

 

Mengabaikan Semaian Benih

Kunci dari kesuksesan menanam tanaman hidroponik berada pada masa penyemaian, dimana penyemaian merupakan kunci yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman hidroponik, biasanya pada tahap ini para pemula suka lupa dan terkadang terkesan cuek untuk menyiram semaian, hingga berakhir pada keringnya semaian tanaman tersebut.

Padahal penting sekali kita untuk memperhatikan masa penyemaian ini, karena baik atau buruknya pemeliharaan kita terhadap semaian akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman nantinya, apabila kita memelihara semaian dengan buruk, maka kemungkinan besar pertumbuhan tanaman selanjutnya akan menjadi kurang maksimal.

 

Tidak Meletakan Semaian Ditempat Yang Cukup Sinar Matahari

Seperti yang kita ketahui, semua tanaman pastinya akan sangat memerlukan cahaya sinar matahari sebagai modal utama untuk berfotosintesis, meski demikian ternyata banyak dari pada para pemula hidroponik ini kurang paham bahwa pentingnya sinar matahari terhadap tanaman yang kita semai.

Apabila kita sudah gagal dalam tahap ini, maka tanaman sudah tidak dapat dilanjutkan karena batang dari tanaman tersebut tidak akan kuat menopang daun maupun buahnya nanti.

 

Ingin Membuat Nutrisi Sendiri

Membuat nutrisi sendiri memang tidak ada salahnya, karena itu merupakan salah satu bentuk dari kreasi, namun juga kita tetap perlu memperhatikan segi kemampuan, karena tidak jarang diantara orang-orang yang ingin meracik nutrisi tanaman hidroponik sendiri, malahan membuat gagal tanamannya sendiri, hingga tidak jarang tanaman mati, gosong, dan bahkan daunnya menguning.

Ada baiknya apabila kita masih ditahap hobi menanam tanaman hidroponik, sebaiknya kita membeli nutrisi saja ditoko tanaman yang sudah pasti berhasil, selain simple, harganya juga jauh lebih ekonomis ketimbang kita meracik nutrisi sendiri.

 

Itu dia beberapa kesalahan yang kerap dilakukan para pemula hidroponik, alih-alih ingin tanamannya tumbuh dengan subur, malahan tanamannya berakhir dengan mengenaskan, teruntuk kamu para pemula hidroponik yang baru saja igin memulai hobi ini, yuk belajar dari kesalahan-kesalahan ini, agar kesalahan ini tidak menimpa kamu nantinya.

Alat-Alat Yang Diperlukan Untuk Melakukan Cocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik

Alat-Alat Yang Diperlukan Untuk Melakukan Cocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik

Meski kita sudah sering mendengar informasi tentang tanaman hidroponik, akan tetapi kita masih belum familiar dengan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan cocok tanam dengan teknik hidroponik, bukan ?

Untuk menyokong suburnya suatu perkebunan hidroponik juga tentunya harus memiliki kelengkapan untuk bercocok tanam secara hidroponik agar hasil dari buah dan sayurannya bisa optimal, akan tetapi banyak juga orang yang bercocok tanam dengan teknik hidroponik akan tetapi tidak menggunakan media alat yang tepat.

Padahal dengan adanya alat-alat sepeti ini, kegiatan bercocok tanam secara hidroponik ini akan sangat terbantu sekali. Dengan berbagai alasan juga masih banyak orang yang enggan menggunakan perkakas tanaman hidroponik, diantaranya adalah ketersediaan barang yang susah didapatkan, harganya yang relatif mahal, dan bahkan mungkin ada juga yang tidak mengetahui mengenai alat-alatnya.

Oleh karena itu, kali ini kita akan sedikit berkenalan dengan alat-alat perkakas perkebunan tanaman hidroponik, yang dapat membuat tanaman lebih subur dan mempercepat masa panen, langsung saja kita lihat ulasan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan cocok tanam dengan teknik hidroponik dibawah ini.

 

Netpot

Netpot merupakan sebuah wadah yang baisanya berukuran kecil dan berlubang, netpot adalah salah satu alat pertanian yang dapat menyokong sebuah tanaman hidroponik yang kita tanam. Netpot juga dapat dibuat sendiri dirumah menggunakan gelas pelastik yang layak pakai kemudian diberikan lubang seperti netpot pada umumnya, tentunya netpot buatan sendiri akan terasa lebih ekonomis dan ramah bagi lingkungan.

 

Rockwool

Rockwool merupakan salah satu media tanam dari tanaman hidroponik, dimana rockwool ini terbuat dari batuan basalt yang dimasak dengan suhu yang cukup panas sehingga membentuk busa. Rockwool ini sangat disarankan untuk salah satu alat untuk melakukan cocok tanam hidroponik karena tingkat penyerapan airnya sangat tinggi.

 

Ph Meter

Ph meter merupakan alat yang dapat mengetahui kadar keasaman dari media tanam, kadar keasaman dari sebuah tanaman hidroponik sangat penting sekali untuk dikontrol, dengan adanya alat ini, maka kita bisa mengecek tingkat keasaman suatu media tanam, sehingga tanaman hidroponik kita bisa jauh lebih terkontrol.

 

Pipa Pelastik

Tidak terus menerus menggunakan pot atau bak ember, dengan melakukan metode cocok tanam hidroponik kita juga bisa menggunakan alat berupa pipa pelastik yang dijadikan sebagai wadah bagi tanaman hidroponik kita, sehingga penempatan dari lahan bisa jauh lebih efisien.

 

Steroform

Steroform ini bisa menjadi alat yang berguna bagi kegiatan cocok tanam hidroponik, karena berfungsi sebagai wadah dari pada netpot agar posisinya tetap stabil, dan biasanya steroform itu sendiri akan dilubangi berdasarkan dari pada diameter netpot itu sendiri.

 

Sumbu Panel

Sumbu panel berfungsi sebagai alat yang dapat menyalurkan nutrisi pada tanaman, sumbu ini juga dapat dibuat dengan menggunakan kain panel, kain flannel, sumbu kompor, ataupun bahan-bahan lainnya yang berdaya serap tinggi.

 

Bak Pelastik

Selain sebuah netpot dan wadah bagi tanaman hidroponik, perlu juga adanya wadah sebagai alat untuk menampung air yang sudah terlarut dengan nutrisi agar nantinya bisa tersalurkan ke media tanam.

 

Timer

Nah, alat timer ini digunakan sebagaimana fungsi dari timer, yaitu mengatur intensitas penyiraman pada tanaman, alat ini sangat membantu sekali karena dengan hadirnya alat ini, tentu kita tidak lagi perlu repot-repot menyirami tanaman secara manual.

 

Kira-kira sudah ada gambarankan tentang alat-alat bercocok tanam secara hidroponik, jika sebelumnya masih belum menggunakan alat ini, tidak ada salahnya loh mencoba dengan alat-alat ini, siapa tahu perkebunanmu nanti bisa menjadi semakin subur dan hasil panennya sangat berkualitas.

Go Green Dimulai Dengan Menanam Tanaman Hidroponik Dirumah

Go Green Dimulai Dengan Menanam Tanaman Hidroponik Dirumah

Go green dimulai dengan menanam tanaman hidroponik dirumah ini merupakan salah satu solusi yang bisa kita terapkan dari sekarang untuk mempersiapkan hunian yang layak bagi generasi penerus kita, dengan adanya program go green, semoga masyarakat menjadi lebih sadar akan bahayanya global warming.

Mungkin kita tidak secara langsung mengalami efek dari global warming, namun jika kita mau sedikit berpikir tentang efek dari global warming, maka salah satu efek tersebut adalah kebakaran hutan, panas yang tidak terkendali dan menyulitkan orang-orang untuk beraktifitas diluar rumah, dan yang parahnya lagi adalah kita mulai kehilangan bahan makanan akibat global warming yang menyebabkan kekeringan sehingga tanaman dan hewan banyak yang berguguran.

Tentu kita semua tidak menginginkan hal terebut terjadi bukan ? tentu saya juga tidak, oleh karena itu go green dimulai dengan menanam tanaman hidroponik dirumah adalah solusi yang mudah sekali kita lakukan, mari dari sekarang mulai menanam tanaman bagi lingkungan.

Mulailah dengan menanam tanaman hidroponik yang sekiranya dapat memberikan sedikit manfaat untuk kita, seperti tanaman buah-buahan hidroponik maupun sayuran hidroponik, atau boleh juga dengan menanam tanaman rempah-rempah seperti cabai, bawang, dan banyak lainnya.

Paling tidak dengan kamu menanam tanaman hidroponik, kamu sudah mendapatkan beragam manfaat, salah satunya adalah, lingkungan hidup kamu akan terasa lebih sejuk dan nyaman, karena sejatinya tanaman akan menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan O2 yang layak kita hirup.

Kamu juga akan mendapatkan hasil dari tanaman tersebut, semisal kamu menanam tanaman stroberi hidroponik, maka kamu juga pasti akan menuai hasilnya, hasil yang dihasilkan dari bercocok tanam hidroponik sudah pasti sangat berkualitas dan layak untuk kita konsumsi.

Hasil yang kita dapatkan selain enak, juga dapat menyehatkan tubuh kita, pengeluaran kita juga menjadi lebih sedikit, dan masih banyak lagi manfaat dari menanam tanaman hidroponik.

Perlu kita ketahui terlebih dahulu, bahwa menanam tanaman secara hidroponik itu sangat ramah lahan, karena tidak memerlukan lahan yang luas, sedikit lahanpun di lingkungan perkotaan kita masih tetap bisa menanam tanaman hidroponik, karena dengan bermodalkan botol bekas yang masih layak pakai saja kita sudah bisa mulai menanam tanaman hidroponik.

Terdengar sangat mudah, bukan ? dengan lahan yang sempit, kita masih tetap bisa membantu melakukan program pengurangan dampak global warming, coba kita bayangkan, apabila seluruh orang di Indonesia menanam tanaman hidroponik, pastinya udara di Indonesia akan terasa lebih sejuk, dengan sejuknya udara, pasti tingkat kesehatan juga akan meningkat.

Tidak perlu dengan tanaman yang sulit-sulit, kamu bisa memulainya dengan menanam tanaman hidroponik yang ramah bagi para pemula terlebih dahulu, seperti tanaman selada, tanaman daun bawang, sawi hijau, wortel, tomat, seledri, dan juga mentimun, tanaman ini sangat ramah sekali bagi para pemula, dan tingkat kegagalannya juga sangat kecil, oleh karena itu tanaman ini sangat disarankan sekali untuk para pemula.

Apabila nanti kamu sudah mahir bercocok tanam, kamu bisa mempelajari hal baru lagi dengan menanam tanaman yang sedikit lumayan rumit untuk naik ke level selanjutnya, kamu bisa coba menanam tanaman buah-buahan yang sekiranya dapat kamu nikmati hasilnya, dan syukur-syukur bisa menghasilkan pundi-pundi uang sebagai pemasukan sampingan.

Nah, sekarang kamu sudah pahamkan ? sekarang sudah waktunya kita untuk mulai mencoba menerapkan solusi dari pada global warming tersebut, mari kita ciptakan lingkungan hidup yang layak bagi generasi penerus kita.

Cara Menanam Cabai Menggunakan Teknik Bercocok Tanam Hidroponik

Cara menanam cabai menggunakan teknik bercocok tanam hidroponik tergolong tidak sulit, karena pada dasarnya semua orang pasti bisa melakukannya, karena teknik hidroponik sangatlah mudah ketimbang dengan cara konvensional.

Menanam cabai menggunakan teknik hidroponik juga merupakan pilihan yang sangat tepat, karena cabai pasti selalu kita butuhkan sebagai bumbu remah-rempah yang setia menemani makan kita, coba bayangkan, orang Indonesia mana yang tidak gemar mengkonsumsi pedas ? pasti ada, namun lebih banyak orang yang gemar mengkonsumsi cabai dari pada orang yang tidak gemar mengkonsumsinya.

Dengan menanam cabai kita dapat menghemat pengeluaran belanja, malahan jika kita mampu menghasilkan cabai dalam jumlah yang lumayan, kita juga bisa mendapatkan untung darinya dengan cara menjualnya ke tetangga atau ke pasar tradisional terdekat.

Tanpa banyak panjang lebar lagi, mari kita lihat ulasan cara menanam cabai menggunakan teknik bercocok tanam hidroponik :

 

Memilih Bibit Cabai Unggulan

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika kita ingin menanam tanaman cabai hidroponik adalah menentukan bibit cabai yang berkualitas agar menghasilkan tanaman yang berkualitas juga.

Dengan menggunakan bibit cabai unggulan, maka tanaman tersebut memiliki produktivitas yang sangat tinggi, masa panen yang tergolong cepat, dan juga lebih tahan terhadap serangan hama nantinya.

Untuk memilih bibit cabai memang harus memiliki pengalaman lebih, karena memilih suatu bibit juga bisa dikatakan dengan susah-susah gampang, akan tetapi jika sudah terbiasa, maka itu akan menjadi lebih mudah untuk di kerjakan.

 

Lakukan Teknik Penyemaian

Teknik penyemaian adalah teknik atau proses penyiapan bibit tanaman baru sebelum di tanam pada lahan penanamannya, hal ini dilakukan agar tanaman cabai memiliki peluang hidup dan berkembang yang lebih besar.

Berikut ini tahap penyemaian pada bibit tanaman :

  1. Siapkan plastik polybag, dimana ini akan menjadi wadah dari teknik penyemaian
  2. Sediakan tanah humus, arang sekam, dan pupuk kandang, kemudian dicampur dengan perbandingan 3:1:1
  3. Masukan campuran tersebut pada wadah penyemaian yang sudah disiapkan sebelumnya (jangan terlalu penuh)
  4. Masukan bibit cabai pada wadah yang sudah terisi campuran media penyemaian
  5. Siram dengan air secukupnya pada pagi dan sore hari
  6. Jika tunas sudah tumbuh yang biasanya sudah berumur 20-30 hari, maka bibit sudah siap untuk di pindahkan ke media tanam selanjutnya.

 

Persiapkan Media Tanam

Cara Menanam Cabai Menggunakan Teknik Bercocok Tanam Hidroponik

Wadah yang bisa digunakan pada media tanam selanjutnya ini adalah botol bekas yang dibelah menjadi dua, kemudian untuk media tanahnya sendiri hanya perlu menggunakan campuran arang sekam dan cocopeat.

Jika sudah menciptakan wadah seperti pada gambar di atas, buatlah sumbu dari kain flannel yang mudah menyerap air agar penyerapan air dapat berjalan dengan baik pada tanaman.

 

Pindahkan Tanaman Cabai

Jika sebelumnya bibit cabai yang ditanam dengan melalui teknik penyemaian sudah berusia 20-30 hari maka sekarang saatnya untuk di pindahkan ke media tanam, untuk itu perlu ke hati-hatian agar tanaman cabai tersebut tidak rusak dan menyebabkan gagal panen.

Tarik perlahan-lahan pada batang tanaman, jika terasa sulit boleh juga sambil disiram dengan air agar tanah menjadi basah dan tanaman lebih mudah untuk dicabut, jika sudah berhasil tercabut, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan tanaman dari media penyemaian sebelumnya.

Caranya bisa menggunakan air agar bekas-bekas penyemaian dapat larut bersama air juga, sehingga tidak mengkontaminasi media tanam yang baru.

Setelah berhasil meletakan tanaman cabai ke media tanam yang baru, maka letakanlah tanaman cabai tersebut agar tidak terkena sinar matahari secara langsung guna tanaman agar mampu beradaptasi pada lingkungan baru, lakukan hal ini hingga 5-7 hari dan selebihnya baru boleh diletakan pada ruangan yang terkena sinar matahari secara langsung.

 

Nah, jika sudah melakukan langkah diatas jangan lupa juga untuk memberikan nutrisi serta rajin melakukan pengontrolan pada tanaman cabai tersebut guna tanaman cabai mampu menghasilkan hasil yang memuaskan nantinya, sekian informasi mengenai cara menanam tanaman cabai hidroponik, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terimakasih.

7 Alasan Mengapa Bercocok Tanam Hidroponik Lebih Menguntungkan Dibanding Bercocok Tanam Konvensional

7 Alasan Mengapa Bercocok Tanam Hidroponik Lebih Menguntungkan Dibanding Bercocok Tanam Konvensional

Dikesempatan kali ini kita akan sedikit membahas tentang 7 alasan mengapa bercocok tanam hidroponik lebih menguntungkan dibanding bercocok tanam konvensional, teruntuk para petani dan penggemar cocok tanam, yuk mari merapat dan bersama-sama menyimak artikel tanaman hidroponik ini agar kita semua bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Sampai kini teknik bercocok tanam secara konvensional memang masih banyak digunakan oleh para petani-petani kita, akan tetapi ada juga yang sudah beralih ke teknik menanam secara hidroponik, entah alasan apa yang masih mengganjal petani-petani kita sehingga enggan untuk beralih dari teknik bercocok tanam konvensional ke teknik bercocok tanam hidroponik.

Padahal teknik bercocok tanam secara hidroponik sudah terbukti dapat menghasilkan bahan makanan yang lebih banyak dan juga berkualitas, tentu ini akan sangat berpengaruh pada nilai jualnya sehingga para petani kita bisa menjadi lebih sejahtera hidupnya.

Maka dari itu, berikut ini akan kita bahas 7 alasan mengapa bercocok tanam hidroponik lebih menguntungkan dibanding bercocok tanam konvensional agar para petani kita dapat melihat peluang ini dan membuka matanya lebar-lebar bahwa betapa menguntungkannya bercocok tanam secara hidroponik, tanpa banyak panjang lebar, langsung saja kita ulas dibawah ini.

Lebih Simple

Pengerjaannya tergolong sangat simple, sederhana, tidak memerlukan modal yang terlalu besar, hal ini menjadikan bercocok tanam secara hidroponik menjadi gacoan untuk kaum petani agar kehidupannya bisa menjadi lebih sejahtera.

Sudah banyak bukti juga dari para petani hidroponik yang lain yang cara pengerjaannya tidak serumit bercocok tanam secara konvensional, padahal jika dibandingkan persentasi keuntungannya malah lebih untuk bercocok tanam secara hidroponik.

Pemakaian Kebutuhan Lebih Efisien

Dengan bercocok tanam secara hidroponik, kita dapat lebih efisien dalam menggunakan dan memberikan kebutuhan seperti air dan juga nutrisi pada tanaman.

Dengan begini pemakaian dari nutrisi akan lebih hemat, dan tentunya akan lebih menguntungkan bagi kaum petani.

Dapat Meminimalisir Serangan Hama Perusak

Dengan bercocok tanam seperti ini, tingkat tanaman rusak akibat hama bisa jauh lebih ditekan, karena berada dalam lingkungan yang dapat dikontrol jangkauan manusia yang tentunya mudah untuk di berikan penanganan terhadap serangan hama, sehingga tanamanan dapat menghasilkan hasil yang lebih berkualitas.

Kualitas Terjamin

Bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik bisa menghasilkan bahan makanan yang jauh lebih berkualitas disbanding dengan hasil dari bercocok tanam secara konvensional, maka dari itu tidak heran bahan makanan yang dihasilkan dari tanaman hidroponik lebih mahal ketimbang dengan bahan makanan dari hasil bercocok tanam konvensional.

Kuantitas Lebih Banyak

Jika dibandingkan dengan bercocok tanam konvensional, maka bercocok tanam dengan teknik hidroponik lebih jauh mengungguli dari segi kuantitas, dengan penanganan bercocok tanam hidroponik yang tepat, maka tanaman hidroponik akan jauh lebih menghasilkan tanaman yang lebih banyak lagi, tentunya ini akan membuat hasil panen menjadi lebih meningkat, dan pemasukan untuk para petani juga ikut meningkat, sehingga terciptanya kesejahteraan dikalangan para petani kita.

Solusi Pintar Untuk Menghadapi Kekurangan Lahan

Seperti yang kita ketahui, biasanya teknik bercocok tanam kovensional membutuhkan lahan yang lumayan luas dibandingkan dengan bercocok tanam secara hidroponik, maka dari itu bercocok tanam secara hidroponik merupakan solusi tepat untuk para petani-petani yang mengalami kendala dengan lahannya.

Harga Jual Panen Lebih Tinggi

Hasil makanan dari teknik hidroponik pada umumnya lebih mahal karena dianggap lebih memiliki kualitas yang tinggi dibanding dengan hasil dari bercocok tanam secara umumnya, maka dari itu teknik menanam hidroponik sangat tepat untuk mensejahterai kehidupan para petani.

Apabila banyak para petani yang mau menjalankan peluang ini, maka dapat dipastikan di tahun tahun kedepan teknik bercocok tanam hidroponik menjadi satu-satunya teknik menanam yang sangat menguntungkan bagi para petani dan dapat mensejahterahkan kehidupan mereka.

Harapan kedepannya untuk para petani bisa lebih sejahtera kehidupannya agar dapat senantiasa selalu mencukupi kebutuhan makanan kita semua.

Maksimalkan Keuntungan Dan Meminimalisir Kerugian Dari Bercocok Tanam Hidroponik, Berikut Tipsnya

Maksimalkan Keuntungan Dan Meminimalisir Kerugian Dari Bercocok Tanam Hidroponik, Berikut Tipsnya

Me maksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian dari bercocok tanam hidroponik menjadi informasi yang sangat penting sekali untuk dipelajari bagi para petani, maupun orang-orang yang hobi dan gemar melakukan cocok tanam dengan teknik hidroponik.

Tidak ada satu petanipun atau orang yang gemar melakukan cocok tanam di dunia ini yang ingin hasil tanamannya mengalami kerugian, atau gagal panen, tentunya pasti semua petani diseluruh dunia ingin hasil dari tanamannya menghasilkan bahan makanan yang berkualitas dan bernilai harga tinggi.

Namun pada nyatanya, tidak semua impian dan harapan para petani itu bisa selalu berjalan dengan mulus, karena terkadang pasti ada beberapa kendala yang menghambat para petani mendapatkan hasil yang maksimal diantaranya adalah hama, banjir, maupun kekeringan.

Berikut ini adalah tips untuk me maksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian dari bercocok tanam hidroponik yang perlu diketahui oleh para petani dan orang-orang yang gemar melakukan cocok tanam.

 

Menanam Cabai

Orang Indonesia mana yang tidak gemar dengan mengkonsumsi sambal cabai yang ekstra pedas ? tentu banyak di antara orang Indonesia yang gemar mengkonsumsi makanan dengan rasa pedas, karena sejatinya cabai merupakan teman yang pas dikonsumsi dengan berbagai makanan, seperti bakso, gorengan, mie ayam, serta banyak makanan lainnya yang membutuhkan bahan pokok cabai ini.

Tentunya dengan menanam cabai maka tingkat keuntungan menjadi sangat besar, selain itu harga cabai juga terbilang cukup tinggi di Indonesia karena banyak sekali permintaan dan kebutuhan pasar yang harus terpenuhi setiap harinya.

Tanaman cabai sendiri juga tidak memerlukan waktu yang sangat lama untuk menghasilakan buahnya, sehingga tingkat kemungkinan gagal panen menjadi lebih kecil.

Terlebih lagi, perawatan dari tanaman cabai sendiri juga tergolong mudah, karena kita selagi penanam hanya memerlukan air secukupnya dan nutrisi bagi tanaman yang cukup agar tanaman cabai ini mampu menghasilkan buah cabai yang berkualitas hingga memiliki daya jual yang lebih tinggi, tentunya hal ini akan berimbas pada keuntungan yang lebih maksimal bagi para penanamnya.

 

Menanam Bawang

Pasar mana yang tidak memerlukan bawang ? tentunya seluruh pasar di manapun akan memerlukan bawang, karena pada dasarnya bawang juga merupakan bahan dasar dari masakan, bawang dapat memberikan rasa yang lebih nikmat pada makanan, oleh karena itu, menanam tanaman bawang merupakan pilihan yang sangat tepat.

Selain karena pangsa pasarnya cukup luas, metode cocok tanamnya juga tidak rumit, karena bisa juga menggunakan wadah botol bekas dengan air secukupnya, terlebih lagi waktu yang diperlukan untuk memanen bawang adalah sekitar satu hingga satu setengah bulan, waktu ini termasuk cepat di bandingkan dengan golongan tanaman yang lainnya.

Perlu diketahui juga bahwa tanaman bawang sangat memerlukan cahaya sinar matahari, untuk itu kita juga harus memastikan ada cahaya matahari yang menyinari tanaman tersebut agar berhasil dipanen dengan sempurna.

Selain bawang yang dapat di panen, kita juga dapat memanfaatkan daun bawangnya untuk kita jual kembali, sehingga sekali tanam sudah bisa mendapatkan 2 kali keuntungan.

 

Apabila sudah mengikuti cara maksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian dari bercocok tanam hidroponik, maka siap siap omset akan semakin meningkat pesat, karena pada dasarnya cabai dan bawang merupakan suatu bahan pokok wajib yang ada di makanan, agar makanan yang dihidangkan menjadi lebih nikmat dan lezat, tanpa kedua bahan tersebut, makanan seenak apapun akan kurang lezat adanya.

Sekian informasi yang dibagikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi banyak orang, dan dapat berguna bagi orang banyak.

Ungkap Serunya Bercocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik, Pria Asal Bogor Kini Sukses Mendapatkan Untung Puluhan Juta Setiap Bulannya.

Ungkap Serunya Bercocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik, Pria Asal Bogor Kini Sukses Mendapatkan Untung Puluhan Juta Setiap Bulannya.

Seorang  pria asal kota hujan ini meng ungkap serunya bercocok tanam dengan teknik hidroponik, sebut saja Hermawan, pria separuh baya yang kini sukses menjadi jutawan dari tanaman hidroponik.

Awalnya Hermawan tidak pernah kepikiran untuk mendirikan ladang tanaman hidroponik, karena Hermawan adalah seorang pekerja kantoran di salah satu perusahaan ternama di daerah Jakarta.

Kala itu Hermawan di pecat dari kantor tempat ia bekerja karena menolak untuk dipindah tugaskan di cabang perusahaan yang berada di Kalimantan, dengan berat hati Hermawan menerima hal itu.

Hermawan akhirnya memutuskan untuk kembali ketempat orang tuanya di Bogor ketimbang terus membayar sewa kos yang terbilang lumayan mahal di tengah kota Jakarta.

Awalnya Hermawan sempat terpuruk dan merasa tidak berguna setelah hampir 2 tahun menganggur, tidak jarang Hermawan memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya sendiri, namun niat itu terus ia lawan.

Hingga waktu itu Hermawan bertemu seorang Omnya yang sudah lama tidak ia jumpai, Hermawan sempat mendapat semangat dan dukungan dari Omnya ini, Hermawan juga mendapatkan sedikit bantuan uang dari Omnya untuk membuka usaha.

Semangat dan dukungan sudah diberikan kepada Hermawan oleh Omnya, namun itu semua tidak serta merta langsung membuat Hermawan keluar dari permasalahannya, Hermawan masih bergulat dengan dirinya sendiri karena masih harus menentukan usaha apa yang akan ia jalani.

Seminggu berlalu begitu saja, Hermawan juga masih belum menemukan jawaban yang pasti untuk usahanya, akhirnya Hermawan mencoba untuk mencari cari inspirasi sambil berjalan di sekitaran daerah tempat tinggalnya.

Hermawan mulai duduk dibawah pohon sambil memandang ke suatu persawahan, sempat terdiam beberapa saat, namun tiba-tiba ia mendapat ide untuk mencoba bercocok tanam, kemudian Hermawan memutuskan pulang kerumahnya untuk mendiskusikan hal ini kepada kedua orang tuanya.

Orang tua Hermawan selalu memberikan dukungan kepada Hermawan, tentu hal ini juga di dukung oleh kedua orang tuanya, namun permasalahannya adalah dimana lokasi untuk bercocok tanam, di ingat ingat orang tua Hermawan sudah tidak lagi memiliki sawah, terlebih lagi Hermawan juga tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli sawah kembali.

Dari kesulitan ini Hermawan berubah menjadi seseorang yang berinovasi, dimana ia memutuskan untuk mencoba bercocok tanam dengan teknik hidroponik, teknik yang terkenal dengan kemudahannya dalam bercocok tanam membuat semangat Hermawan semakin menggebu gebu.

Awal mulanya Hermawan hanya mengandalkan halaman rumah orang tuanya untuk dijadikan lahan bercocok tanam dengan teknik hidroponik, pada percobaan pertama, Hermawan langsung berhasil karena sukses memanen tanaman hidroponiknya, ia mengatakan bahwa suksesnya percobaan pertama karena dibantu oleh kedua orang tuanya yang dahulunya juga merupakan seorang petani.

Di tahun kedua Hermawan mulai memberanikan diri untuk membeli sebuah lahan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Bogor untuk dijadikan lahan bercocok tanam, dengan adanya lahan ini, Hermawan mulai mengembangkan sayap usahanya, berbagai tanaman berhasil ia tanam dan ia panen dan hasilnya ia jual kepada para pedagang di pasar maupun para pengepul sayur dan buah buahan.

Di tahun ke empatnya usaha Hermawan semakin sukses dan mencoba untuk mengekspor berbagai hasil cocok tanamnya ke berbagai negara di asia tenggara.

Kisah Hermawan yang meng ungkap serunya bercocok tanam dengan teknik hidroponik banyak membuat orang-orang Indonesia menjadi sangat termotifasi, yang awalnya ia hanyalah seorang pekerja kantor, kemudian dipecat, terpuruk dalam hidupnya, bahkan sempat untuk mengakhiri hidupnya, kini situasi malah berbalik arah membuat Hermawan terus melambung tinggi mengepakan sayapnya, bahkan omset perbulannya sudah mencapai puluhan juta, bahkan pernah melebihi 100 juta pungkas Hermawan.

Peluang Usaha Dibalik Tanaman Hidroponik

Melihat Peluang Usaha Dibalik Tanaman Hidroponik

Di tengah situasi yang seperti sekarang ini, peluang usaha dibalik tanaman hidroponik bisa menjadi solusi yang sangat cemerlang ditengah sulitnya masa pandemic covid-19 seperti ini.

Pasalnya usaha tanaman hidroponik sangat mudah dilakukan, karena tidak memerlukan lahan yang besar serta tidak memerlukan bahan bahan yang mahal. Bisnis tanaman hidroponik juga sangat mudah dilkakukan oleh orang-orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Dari tanaman hias hingga sayur dan buah-buahan banyak sekali yang bisa kita manfaatkan sebagai media untuk menghasilkan pundi-pundi uang.

Berikut akan kita bahas beberapa tanaman yang memiliki peluang usaha dibalik tanaman hidroponik yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber pundi-pundi uang dirumah.

 

Tanaman Tomat Hidroponik

Tomat merupakan salah satu tanaman yang paling cepat menghasilkan uang karena pertumbuhan pada tanaman ini bisa dikatakan lebih cepat jika dibanding dengan tanaman lainnya.

Dilihat dari segi peminat juga tomat memiliki banyak penggemar, karena biasanya tomat dijadikan sebagai teman hidangan bersama timun dan acar, hal ini akan menyebabkan pasar selalu memerlukan jumlah pasokan tomat yang cukup agar permintaan pasar dapat terpenuhi dengan baik.

 

Tanaman Sawi Hijau Hidroponik

Menanam tanaman sawi hijau hidroponik juga bisa menjadi pilihan yang bagus, karena menanam sayuran ini kita tidak memerlukan biaya yang mahal.

Dengan bermodalkan botol bekas yang di potong menjadi dua bagian saja kita sudah dapat menanam  tanaman tersebut dengan teknik hidroponik . Selain itu harga sawi hijau juga tergolong lumayan menggiurkan serta minat pasar akan pasokan sawi hijau sangatlah besar.

 

Tanaman Lobak Hidroponik

Tanaman lobak juga bisa menjadi salah satu pilihan tanaman yang tepat untuk memulai menekuni bidang usaha hidroponik.

Bisa dikatakan juga masa panennya cukup singkat antara 24 hingga 60 hari, tergantung pada jenis lobak dan perawatannya. Lebih lagi pasokan lobak di pasar biasanya kurang terpenuhi, hal ini tentunya bisa menjadi peluang usaha yang lebar bagi kita semua.

Lobak juga memiliki sistem perakaran yang dangkal, tentu akan sangat mudah sekali menanam tanaman ini di pot pot kecil.

 

Tanaman Brokoli Hidroponik

Jenis tanaman yang mudah ditanam berikut ini adalah tanaman brokoli, jika biasanya brokoli tumbuh pada tanah di ketinggian, namun kamu bisa menanam tanaman ini dengan teknik hidroponik di dataran rendah seperti Jakarta.

Brokoli juga merupakan tanaman yang paling banyak di gemari oleh banyak orang, setiap harinya pasokan sayuran brokoli selalu dibutuhkan dalam volume yang sangat besar, ini merupakan kabar bagus untuk kita, karena masih terdapat peluang besar untuk menekuni bidang ini.

 

Tanaman Cabai Hidroponik

Nah, siapa sih orang Indonesia yang tidak gemar dengan cabai atau makanan yang pedas ? hanya segelintir orang saja yang tidak suka dengan makanan pedas, hampir rata-rata penduduk Indonesia gemar mengkonsumsi makanan yang pedas.

Selain permintaan pasar yang selalu menjulang kelangit, teknik menanam cabai juga tergolong sangat mudah dilakukan oleh kita semua, kita hanya perlu memilih bibit cabai terbaik, lalu kita hanya perlu untuk memperhatikan kebutuhan nutrisinya saja, dengan demikian tanaman cabai hidroponik akan subur dan lebih cepat di panen.

 

Tanaman Hidroponik Seledri

Tanaman seledri memang tidak semenarik tanaman cabai yang  sangat banyak di gemari oleh masyarakat Indonesia, akan tetapi meski demikian, tanaman seledri merupakan tanaman yang sangat mudah untuk kita tanam dirumah.

 

Demikianlah tanaman-tanaman hidroponik yang bisa kita manfaatkan sebagai pundi-pundi penghasil uang, dari peluang usaha ini, tidak jarang dari mereka yang berhasil dan sukses hingga mencetak uang ratusan bahkan milyaran setiap bulannya, jika kita rajin dan tekun, tentunya tidak menutup kemungkinan kita juga bisa seperti orang-orang yang sudah sukses mendahului kita.

tanaman hidroponik

Manfaat Tanaman Hidroponik Bagi Para Pemula

Menanam tanaman Hidroponik memang sangat memudahkan dan membantu kita dalam bercocok tanam ya. Namun, kalian juga harus tahu loh apa saja manfaat hidroponik serta kekurangannya.

Sebelum itu, kalian juga harus tahu apa pengertian hidroponik. Hiduroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponous yang berarti kerja. Karena itu, hidroponik adalah teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen.

Kelebihan Tanaman Hidroponik:

  • Penggunaan lahan lebih efisien
  • Tanama berproduksi tanpa menggunakan tanah
  • Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih
  • Penggunaan pupuk dan air lebih efisien
  • Pengendalian hana dan penyakit lebih mudah

Kekurangan Tanaman Hidroponik:

  • Butuh modal yang besar
  • Pada kultur susbtrat, kapasitas https://www.leanbento.com/ menampung air media substrat lebih kecil dibanding media tanah sehingga menyebabkan pelayuan tanama lebih cepat.

Di Indonesia sendiri, Hidroponik yang berkembang pertama kali yaitu hidroponik susbtrat, setelah itu hidroponik NFT (Nutrien Film Technique), kemudia berkembang juga hidroponik aeroponik yang memberdayakan udara.

Tanaman Hidroponik Subtrat

Media hidroponik subtrat tidak menggunakan air sebagai media, namun menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen serta mendukung akar tanaman seperti halnya fungsi tanah.

Bahan-bahan yang biasanya digunakan adalah arang sekam, pasir, kerikil, batu apung, cocopeat, rockwool, dan spons. Media tersebut juga harus teril, bisa menyimpan air sementara, porous, dan bebas dari hara.

Media tanama hidroponik tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan air nutrisi sementara dan tempatnya berfungsi sebagai tempat berpijaknya akar.

Hidroponik NFT (Nutrien Film Technique)

Sedangkan Hidroponik NFT (Nutrien Film Technique) menunjukkan aliran air tipis. Hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrien) sebagai medianya. NFT merupakan model budidaya dengan meletakan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal.

Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran bisa berkembang di dalam larutan nutrisi karena disekeliling perakaran terdapat selapis larutan nutrisi, maka sistem ini dikenal dengan nama nutrien film technique.

Hidroponik Aeroponik

Untuk tanaman Hidroponik Aeroponik, dapat diartikan dengan memberdayakan udara. Aeroponik sendiri berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya.

Prinsip kerja dari aeroponik yaitu menyemburkan larutan hara dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Larutan hara tersebut akan diserap oleh akar tanaman.

Tanaman pada sistem aeroponik ditanam dengan cara digantung sehingga akar tanaman menggantung di dalam suatu bak. Pangkal batang dimasukkan ke dalam helaian styrofoam yang telah dilubangi agar dapat berdiri.

Itulah beberapa kekurangan dan kelebihan dari cara menanam tanaman hidroponik. Semoga artikel ini membantu.

Cara Menanam Cabe Menggunakan Sistem Hidroponik Sederhana, Murah dan Gampang!

Makan tanpa cabe rasanya ada yang kurang gitu ya guys. Tetapi, sekarang ini, harga cabe semakin menjulang di pasaran. Gimana tuh?

Kali ini, kami akan membagikan cara untuk menanam sendiri tanaman cabe menggunakan hidroponik sederhana. Penasaran? Yuk lihat artikel dibawah ini.

Cara Mudah Menanam Tanaman Cabe Hidroponik Sederhana

Budidaya Cabe memang bukanlah hal yang sulit juga tidak terlalu mudah. Namun, dengan langkah penanaman dan perawatan yang tepat, kalian dapat mendapat cabe dengan kualitas yang tidak mengecewakan.

Ada banyak cara untuk membudidayakan cabe. Salah satunya adalah dengan cabe hidroponik dan kalian dapat mempraktekkannya dirumah. terdapat beberapa langkah dalam cara tanam cabe hidroponik:

1.Persiapan

Hidroponik adalah metode menanam tanpa tanah melainkan menggunakan media tanam pengganti seperti arang sekam, pasir, kerikil, rockwool, atau serbuk kayu. Metode hidroponik sederhana ini sangat mudah dilakukan pada skala kecil.

Hidroponik sederhana menggunakan beberapa kultur. Salah satunya adalah polybag. Kultur ini sangat disarankan bagi pemula karena sistemnya lebih mudah dan tidak memiliki resiko gagal yang tinggi.

Kultur polybag menggunakan media tanam hidroponik arang sekam yang ditaruh didalam kantong plastik (polybag). Cara penyiramannya umumnya menggunakan teknik drip (tetes) dengan pipa atau selang plastik.

Langkah-langkah persiapan penanaman:

1.Pemilihan Benih Cabe

Rendam benih cabe dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Biji yang tenggelam pada umumnya lebih baik untuk ditanam.Penyemaian Benih Cabe

2.Pembuatan media semai

  • Pembuatan Media Semai

Pertama-tama, campur bagian atas (top soil atau berhumus) dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dan arang sekam dengan komposisi perbandingan 1:1:1. Masukkan media semai ke dalam polybag mini (ukuran 8 x 9 cm). kalian juga dapat menggunakan baki (seedling tray).

  • Penanaman biji

Selanjutnya, tanam biji cabe ke dalam polybag mini (1 biji cabe dalam 1 polybag). Buat lubang kira-kira sedalam 0,5 cm di tengah media semai. Media semai dibasahi sedikit untuk menjaga kelembaban.

  • Perawatan bibit

Bibit harus disiram setiap pagi dan sore hari dengan menggunakan semprotan halus agar bibit dan media semai tidak rusak.

Tips penyiraman, tutup permukaan polybag dengan kertas koran kemudian siram kertas koran hingga basah. Kertas koran dibukan setelah biji tumbuh (sekitar 3 hari).

Bibit cabe lalu siap dipindahkan ke media tanam hidroponik kultur polybag setelah 21 – 24 hari atau setelah bibit cabe memiliki 4 – 5 helai daun. Bibit harus dirawat dan dijaga dari gulma. Jika ada gulma segera lakuka penyiangan.

2.metode Hidroponik sederhana dengan kultur polybag

A. Penyiapan Lahan dan Peralatan Hidroponik

Siapkan tempat untuk kegiatan bercocok tanam hidroponik. Kemudian pasang peralatan hidroponik seperti bak / wadah nutrisi, selang pompa utama / pipa, dan selang-selang plastik.

Jumlah selang plastik disesuaikan dengan jumla polybag yang akan kalian gunakan. Pasang 1 selang plastik pada setiap polybag. Lalu selang-selang tersebut dihubungka pada selang pompa utama bak nutrisi

B. Siapkan Wadah dan Media Tanam

Disarankan untuk menggunakan polybag ukuran 40 cm sebagai penanaman cabe atau minimal ukuran polybag diatas 30 cm. Media tanam yang disarankan adalah arang sekam dan pasir dengan perbandingan 2:1.

Campuran arang sekam dan pasir dapat menahan larutan nutrisi dengan baik dan campuran keduanya memiliki aerasi yang baik.

Masukkan media tanam ke dalam polybag dan beri lubang di tengah-tengah media dengan kedalaman 5-7 cm. kalian juga bisa menggunakan rockwool sebagai media tanam, namun harga media ini relatif mahal.

C. Transplating / Pindahkan & Tanam Bibit

Lakukan pemindahan secara hati-hati dan jangan sampai merusak akar tanaman. Robek polybag mini tempat penyemaian lalu pindahkan bibit dan media semai seluruhnya ke dalam lubang media hidroponik di polybag yang lebih besar.

Disarankan untuk memindahkan bibit pada spre hari saat matahari tidak terlalu menyengat. Karena bibit akan tampak layu setelah 2 – 3 hari pemindahan namun akan segar kembali asalkan akarnya masih baik.

D. Beri Larutan Nutrisi

Susun polybag secara teratur dan letakkan selang-selang plastik pengalir nutrisi pada masing-masing polybag. Larutan nutrisi harus mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.

Unsur makro seperti N, P, K, Ca, DAN Mg harus terpenuhi. Kalian dapat menggunakan pupuk AB mix, atau pupuk tanaman hidroponik lainnya (anorganik maupun organik).

Campur pupuk dengan air di bak nutrisi, lalu alirkan larutan nutrisi ke masing-masing polybag yang berisi bibit tanaman cabe.

E. Pemeliharaan

Pemeliharaan seperti penyiraman, pengairan, dan pemangkasan, penyiraman tanaman cabe harus dengan larutan nutrisi dan dilakukan sebanyak 5 – 8 kali sehari.

Kalian disarankan menggunakan timer pada selang pompa utama agar tidak memerlukan tenaga ekstra.

Larutan nutisi yang diberikan sebaiknya dilakukan dengan cara irigasi tetes atau fertigasi. Larutan nutrisi juga tidak boleh diberikan dalam jumlah banyak sekaligus. Sedikit-sedikit saja asal cukup membasahi media tanam polybag.

Pengairan biasanya dilakukan pada tanaman yang sudah berumur kurang lebih 1 minggu atau sudah setinggi kurang lebih 20 cm dengan menggunakan tongkat bambu.

Tongkat ini juga berfungsi sebagai media penopang tanaman agar dapat tumbuh tegak. Biasanya disebut dengan Ajir. Ajir diletakkan di media tanam dengan jarak kurang lebih 4 cm dari pangkal batang.

Pemangkasan tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun mencegah tanaman agar tidak tumbuh ke samping ketika batang belum kuat menopang. Lakukan pemangkasan pada hari ke-20 setelah tanam.

Itulah tahap-tahap dalam melakukan penanaman cabe hidroponik sederhana. Bagaimana? Mudah bukan?

selada hidroponik

Cara Menanam Selada Hidroponik Yang Benar

Selada Keriting  atau selada hidroponik adalah selada yang dibudidayakan dengan sistem tanam Hidroponik. Dengan sistem menanam ini, penanaman menjadi fleksibel dan mudah untuk dilakukan untuk kalian yang tidak mempunyai lahan besar.

Selain flesibel, sekarang selada juga bisa ditanam di dataran rendah. Seperti di perkotaan. Tetapi, hasilnya tidak bisa dibandingkan dengan selada yang ditanam di dataran tinggi. Karena faktor kelembaban udara dan hawanya yang lebih tinggi.

Di dataran tinggi, ketika tengah hari sinar matahari tidak akan membuat Daun Selada layu. Ini akan membuat penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Sedangkan di dataran rendah, selada akan layu meskipun nantinya saat sore daunnya segar dan mekar kembali.

Tips Menanam Selada Hidroponik Agar Hasil Maksimal

selada hidroponik

Sayuran yang sering dijadikan lalapan, salad, hingga sebagai garnis dalam sajian makanan ini memiliki beberapa varian. Namun, yang paling sering ditemui hanya 5 jenis saja.

Mereka adalah Selada Cina, Looselead, Romaine, Butterhead (boston), Crisphead (iceberg) dan summercrisp (batavia). Semua jenis ini bisa tumbuh subur di daerah sedang dan tropis. Juga cocok ditanam di dataran tinggi maupun rendah.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar tanaman selada hidroponik bisa tumbuh subur?

  • Pilihlah bibit yang baik, karena bibit yang bagus akan menghasilkan selada hidroponik yang bagus juga.
  • Tanam selada di pipa DFT (Deep Flow Technique)  atau NFT (Nutrient Film Technique) terutama selada keriting karena akan menghasilkan daun yang lebih bagus.
  • Gunakan rockwool
  • Agar hasil panen 1 lubang tanam banyak dan gemuk, saat menyemai di rockwool tempatkan 1-2 benih per rockwool. Kalau berhasil tumbuh semua, hasilnya akan padat sekali
  • Agar semaian bagus, tanaman harus terkana banyak sinar matahari pagi.
  • Perhatikan jarak tanam, idealnya antar lubang tanam berjarak 15-20 cm. kurang dari itu biasanya daun selada akan berdesak desakan sehinggan tumbuhnya tidak optimal.
  • Cek & pantau pertumbuhannya setiap hari. Periksa kepekatan AB mix dan air secara rutin. Kalau selada sudah remaja dan akan segera panen, biasanya akan membutuhkan lebi banyak air.
  • Panen sebaiknya dilakukan di pagi hari saat matahari belum menyengat, bila terlalu panas, biasanya sayur selada akan jadi layu dan tidak sedap dilihat.

Itulah beberapa tips untuk merawat tanaman selada hidroponik anda. Semoga artikel ini bermanfaat.

tanaman hidroponik

Jenis Tanaman Hidroponik Yang Cocok Ditanam Untuk Kebun Di Rumah

Budidaya jenis tanaman hidroponik kini semakin banyak dilakukan orang karena caranya yang amat mudah. Mudah dan tidak memakan tempat, jenis tanaman yang dapat dikembangkan pun cukup bervariasi. Mulai dari sayuran hingga buah-buahan, ini dia beberapa pilihan yang bisa ditanam sendiri di rumah.

9 Contoh Tanaman Hidroponik Rumahan

1. Selada Segar Dengan Teknik Hidroponik

selada

Selada merupakan sayuran yang cepat tumbuh dan juga mudah untuk ditanam. Itu mengapa selada cocok untuk dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik yang simpel. Biarpun ditanam dengan media yang simpel, hasil yang dapat dipanen bisa sangat berkualitas. Umumnya bibit selada akan mulai tumbuh setelah dua minggu penanaman.

2. Kangkung Hidroponik

kangkung

Kangkung ialah salah satu jenis sayuran yang sangat umum, dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang enak, nutrisi yang terkandung di dalamnya pun baik untuk tubuh. Ternyata, kangkung yang biasanya dibudidayakan dalam jumlah besar juga bisa menjadi tanaman hidroponik dan dikembangkan di rumah.

3. Stroberi Tanaman Buah Hidroponik

stroberi

Salah satu jenis buah yang dapat di budidayakan ialah stroberi. Buah yang satu ini sangat sehat karena mengandung vitamin C yang cukup kaya. Ada yang menyebutkan, mengembangkan stroberi dengan cara hidroponik dapat menghasilkan buah yang lebih banyak.

Nutrisi yang di berikan pada tanaman dari pembibitan hingga berbuah lebih banyak. Pertumbuhan stroberi pun jadi lebih maksimal sehingga hasilnya berlimpah.

4. Hidroponik Sawi Sederhana

sawi

 

Sawi juga termasuk sebagai jenis tanaman hidroponik yang amat mudah untuk ditanam. Cukup menyiapkan bibit yang baik lalu tanam dengan menggunakan media rockwool. Disarankan untuk menanam sawi hidroponik dengan menggunakan sistem wick atau sumbu karena lebih mudah.

5. Seledri Hidroponik

seledri

Seledri merupakan jenis tanaman hidroponik berhabitat di dataran tinggi dengan curah hujan rendah. Hal-hal yang perlu disiapkan untuk menanam seledri hidroponik ialah bibit yang baik dan media tanam yang simpel. Selanjutnya, kebutuhan air, nutrisi, dan unsur haranya pun dapat terkontrol dengan baik melalui sistem hidroponik.

6. Pokcoy Hidroponik

pokcoy

Pakcoy atau kerap disebut juga sebagai bok choy merupakan sayuran hijau yang kaya dengan vitamin dan mineral. Membudidayakannya di rumah menggunakan hidroponik pun mudah untuk dilakukan. Saat musim panen tiba, tinggal mengambil dari kebun. Lebih sehat dan segar bukan?

7. Tanaman Hidroponik Kailan

kailan

Di restoran-restoran, kailan yang masih kecil kerap dijadikan masakan andalan. Rasanya enak sebab memiliki tekstur yang renyah dan juga lembut di saat bersamaan. Kailan pun ternyata dapat dibudidayakan sebagai tanaman hidroponik. Media tanam yang dapat digunakan pun bisa apa saja. Misalnya botol bekas, gelas air mineral, atau pun pipa paralon berukuran besar.

8. Tomat Hidroponik Sederhana

tomat

Membudidayakan tomat dengan cara hidroponik pun dapat dilakukan. Buah yang satu ini akan lebih baik jika ditanam pada media polybag atau pot yang sudah diisi dengan arang dan sekam. Saat melakukan pembudidayaan, jangan lupa untuk terus mengecek buahnya sebab mereka rentan terkena hama.

9. Tanaman Hidroponik Cabe

cabe

 

Cabai merupakan jenis tanaman hiroponik yang sangat mudah ditanam di mana saja dan kapan saja. Selain bisa ditanam dengan media tanam tanah atau pot, cabai juga bisa dikembangkan dengan metode hidroponik. Lumayan ‘kan buat konsumsi sehari-hari, mengingat harga cabai kerap melambung tinggi.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah, tanaman hidroponik di atas dapat tumbuh dengan baik jika diberikan nutrisi yang cukup.

cara menanam strawberry dengan cara hidroponik

Cara Menanam Strawberry Hidroponik Dengan Mudah

Saat ini sudah banyak orang yang belajar teknik menanam hidroponik. Sistem penanaman ini sangat hemat tempat karena menggunakan media air dan bisa menghasilkan tanaman yang lebih bernutrisi dan sehat untuk manusia.

Ada banyak jenis tanaman yang bisa kamu tanam dengan cara hidroponik. Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan tutorial menanam Strawberry Hidroponik yang bisa anda lakukan sendiri di rumah.

Alat dan Bahan

Anda perlu menyiapkan sekam padi yang sudah kering dan bakar sampai kehitaman dan berubah jadi arang sekam. Lalu siapkan juga polybag yang berukuran 50 cm x 50 cm serta polybag dengan ukuran sekitar 20 cm x 18 cm.

Setelah itu, masukkan arang sekam ke dalam polybag. Setelah semua polybag terisi penuh dengan sekam, anda bisa masukkan 4 buah polybag kecil ke dalam polybag besar.

Cara Menanam Buah Strawberry Hidroponik

Disini saya akan membagikan panduan menanam buah strawberry dengan sulur atau stolon. Anda perlu memilih induk strawberry yang sudah berusia 1-2 tahun agar mampu menghasilkan buah yang berkualitas.

Berikut ini langkah-langkahnya.

1.Siapkan media tanam seperti rockwool dan basahi rockwool tersebut dan tempatkan anakan strawberry disana.

2.Jaga kelembapan rockwool hingga akar muncul dan setelah akar sudah cukup kuat, anda bisa memotong sulur di pangkal indukan lalu pindahkan ke media tanam hidroponik lain yang sudah anda persiapkan sebelumnya.

Nah, itulah tutorial menanam strawberry dengan teknik hidroponik yang bisa anda lakukan sendiri di rumah.

kangkung hidroponik

Cara Menanam Sayuran Kangkung Dengan Mudah di Rumah

Kamu pasti sudah mengetahui apa itu teknik menanam Hidroponik. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menanam hidroponik kangkung yang mudah dan praktis untuk anda lakukan sendiri di rumah.

Kangkung sendiri merupakan sebuah sayuran yang sangat populer di Indonesia karena bisa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan enak. Selain itu, kangkung juga harganya sangat terjangkau.

Lalu, bagaimana cara menanam hidroponik tanaman kangkung yang benar? Yuk simak artikel ini sampai habis.

Cara Menanam Kangkung Dengan Metode Hidroponik

Ada beberapa persiapan yang harus kamu lakukan jika ingin menanam kangkung agar kualitas tanaman ini tetap terjaga.

1.Persiapkan Alat dan Bahan

  • Besek atau Wadah dengan lubang kecil di sekelilingnya
  • Baskom yang memiliki ukuran sama dengan Besek
  • Benih kangkung
  • Pupuk Hidroponik seperti AB Mix
  • Zat Pengatur Tumbuh

2.Cara Menanam

  • Pindahkan benih kangkung ke dalam besek, anda bisa menambahkan busa filter aquarium sebagai dasar untuk melapisi besek. Namun jika tidak ada, tidak usah diberikan tidak masalah.
  • Tuangkan larutan nutrisi hidroponik yang sudah anda buat ke dalam baskom hingga mengenai besek dan benih.
  • Setelah itu letakkan benih kangkung di dalam besek dan letakkan barang itu ke area yang terkena sinar matahari.

Nah, itu dia cara mudah menanam kangkung secara hidroponik yang bisa kamu lakukan sendiri dirumah.

manfaat hidroponik

Manfaat Hidroponik Untuk Lingkungan Sekitar

Cara menanam hidroponik saat ini menjadi salah satu teknik utama yang digunakan oleh para petani sayuran di Indonesia. Tahukah kamu jika teknik budidaya hidroponik ternyata memiliki manfaat yang cukup besar untuk lingkungan.

Hidroponik sendiri merupakan inovasi yang diciptakan oleh kreativitas manusia. Budidaya jenis ini sangat ramah lingkungan, Penasaran seperti apa saja manfaat tanaman hidroponik untuk lingkungan? Yuk simak artikel ini sampai habis.

1.Kesejukan Udara

Jika anda menggunakan sistem hidroponik untuk menanam tanaman yang anda miliki. Maka udara dilingkungan sekitar anda akan menjadi sejuk dan segar. Hal ini bisa terjadi karena pupuk yang digunakan tanaman hidroponik sama sekali tidak menggunakan bahan kimia.

Pupuk yang digunakan untuk tanaman dengan teknik hidroponik ini berasal dari larutan nutrisi yang menjadi sumber makanan tanaman itu sendiri.

2.Mampu Mengurangi Polusi Udara

Dengan menggunakan teknik menanam hidroponik, anda bisa mengurangi polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran hutan dan yang lainnya.

Maka dari itu, tanaman hidroponik juga cocok dibudidayakan untuk didaerah perkotaan dengan tingkat pencemaran lingkungan yang tinggi.

3.Membantu Meningkatkan Kadar Oksigen

Selain mampu mengurangi tingkat polusi udara di sekitar anda. Ternyata tumbuhan hidroponik juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan kadar oksigen udara loh.

Kadar oksigen yang berlimpah ini akan membuat mahluk hidup lebih sehat lagi dan mampu membuat tumbuhan hidroponik lebih sehat juga.

Nah, itu dia beberapa manfaat dari menanam tanaman hidroponik yang bisa kamu dapatkan.

jenis tanaman hidroponik

5 Jenis Tanaman Hidroponik Yang Cocok Di Tanam Untuk Daerah Perkotaan

Teknik Hidroponik saat ini menjadi salah satu cara menanam sayuran tanpa tanah yang sering digunakan oleh para petani di Indonesia. Dengan teknik ini, yang dibutuhkan untuk menanam hanyalah air saja. Penggunaan airnya juga lebih efisien.

Nah, buat kamu yang tinggal diperkotaan. Cara menanam hidroponik ini sangat cocok untuk kamu gunakan karena kamu tidak perlu media tanah untuk menanamnya.

Berikut ini akan saya bagikan beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik.

1.Selada

Selada merupakan sebuah tanaman yang paling sering ditanam secara hidroponik karena tanaman ini bisa tumbuh dengan sangat cepat dan perawatannya juga mudah.

Buat kamu yang baru saja memulai menanam dengan cara hidroponik, kamu bisa mencoba tanaman Selada terlebih dahulu.

2.Tomat

Sayuran tomat menjadi salah satu tanaman yang bisa ditanam dengan cara hidroponik. Tomat mengandung vitamin A yang sangat bagus untuk kesehatan kulit dan kekebalan tubuh. Oleh karena itu, sudah banyak orang yang menanam tanaman tomat secara hidroponik.

Untuk menanam tomat, kamu memerlukan banyak air dan cahaya karena tumbuhan tomat ini mengandung air yang cukup banyak.

3.Lobak

Nah, jika kamu ingin menanam tanaman hidroponik yang simpel dan mudah. Kamu bisa mencoba menanam lobak.

Sayuran ini tidak membutuhkan lampu atau panas, melainkan suhu yang dingin. Bibit lobak bisa tumbuh dalam jangka waktu sekitar 3-7 hari saja. Setelah itu, kamu bisa panen dan mengolahnya menjadi pelengkap berbagai macam makanan di rumahmu.

4.Kale

Kale merupakan salah satu sayuran sehat yang bisa kamu jadikan tanaman hidroponik di rumah. Kandungan gizi dan manfaatnya sangat melimpah.

Sama seperti selada, kale juga sangat mudah ditanam menggunakan teknik ini dan akan tumbuh dengan baik.

5.Timun

Timun saat ini menjadi salah satu sayuran favorit banyak orang yang memiliki banyak manfaat. Mulai dari garnish, jus, dimakan mentah hingga perawatan kecantikan kulit.

Semua timun juga bisa tumbuh baik dengan menggunakan teknik hidroponik. Namun, pastikan suhu dan pencahayaannya cukup untuk tanaman ini.

tanaman hidroponik

Tips Sukses Budidaya Tanaman Hidroponik Di Rumah

Saat ini banyak sekali orang yang memiliki usaha budidaya tanaman hidroponik. Usaha ini memang memberikan keuntungan yang sangat besar di zaman modern ini, maka tak heran banyak orang yang berlomba-lomba menanam dengan cara hidroponik.

Namun, sebelum anda memulai budidaya tanaman hidroponik. Anda perlu mengetahui tips dan trik sukses budidaya tanaman secara hidroponik berikut ini.

1.Perencanaan

Perencanaan yang matang akan membuatmu menjadi seseorang yang sukses, begitu pula ketika anda memutuskan untuk membudidaya tanaman hidroponik.

Anda harus membuat sebuah perencanaan dan tujuan dari budidaya hidroponik yang akan anda lakukan. Apakah budidaya tanaman ini untuk konsumsi pribadi anda atau dijual lagi?

2.Modal

Setelah melakukan sebuah perencanaan yang matang. Anda bisa menyiapkan modal yang cukup untuk membuka usaha budidaya hidroponik sendiri. Modal ini bisa banyak atau sedikit tergantung dari perencanaan yang sudah anda atur sebelumnya.

Modal ini sendiri bisa kamu dapatkan dari berbagai macam cara, kamu bisa mendapatkannya dengan melakukan pengajuan pinjaman ke lembaga pemerintah atau ke bank umum.

3.Desain Hidroponik

Desain hidroponik saat ini sangat banyak, anda perlu mencari yang cocok dengan kebutuhan anda. desain tanaman hidroponik bisa berpengaruh terhadap berapa banyak jumlah tanaman yang akan ditanam, jumlah air dan yang lainnya.

4.Tanaman Hidroponik

Selain menentukan teknik hidroponik yang akan anda gunakan, anda juga harus menentukan jenis tanaman hidroponik yang akan anda gunakan apa saja. Cari tanaman jenis buah yang bisa ditanam secara hidroponik dengan mudah.

5.Pemeliharaan

Nah, jangan lupa untuk memelihara tanaman hidroponik anda, pengaturan sistem aliran air dan nutrisi juga harus dicek secara berkala. Jangan lupa untuk melihat kondisi pipa dan sortir tanaman hidroponik yang tidak sesuai dengan kriteria panen anda.

6.Sumber Daya Manusia

Jika anda berencana untuk membudidayakan tanaman hidroponik dengan tujuan komersial, anda memerlukan beberapa sumber daya manusia untuk membantu usaha anda agar berjalan dengan lancar.

Pilihlah orang yang bisa dipercaya dan mau belajar hal baru untuk membantu anda.

Nah, itulah beberapa tips yang harus kalian lakukan sebelum menjalankan usaha hidroponik di rumah.

pupuk hidroponik

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dirumah Dengan Mudah

Kita semua tau bahwa tanaman hidroponik membawa manfaat yang cukup besar untuk kesehatan sayuran dan buah-buahan yang ditanam menggunakan metode ini.

Nah, bagi anda yang kesulitan mencari nutrisi yang pas untuk tumbuhan hidroponik. Berikut ini ada beberapa cara untuk membuat nutrisi hidroponik menggunakan campuran dari pupuk anorganik.

Jika kamu ingin menghemat biaya dan sedang belajar hidroponik. Maka, cara membuat nutrisi hidroponik ini layak kamu coba dirumah.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Dengan Mudah

Ada beberapa bahan untuk membuat nutrisi hidroponik yang perlu anda miliki seperti:

  • Pupuk Urea 1000gr
  • Pupuk KCL 1000gr
  • Pupuk NPK 1000gr
  • Pupuk Daun Gandasil 50gr

Lalu, anda juga perlu menyiapkan peralatan seperti

  • Ember Volume 20 Liter
  • Drum Plastik Volume 100 liter
  • Timbangan Digital
  • Alat Pengaduk
  • Air Sumur atau PAM yang sudah diendapkan selama 7-10 hari

Langkah Membuat Pupuk Nutrisi Hidroponik Sederhana

  • Setelah anda menyiapkan bahan dan peralatan untuk membuat larutan nutrisi hidroponik. Anda bisa masukkan semua bahan yang telah ditimbang ke dalam ember volume 20 liter.
  • Lalu, tuangkan air sumur sebanyak 20 liter ke dalam ember tersebut secara perlahan sambil diaduk-aduk. Jangan sampai ada pupuk yang mengendap atau mengkristal.
  • Tuangkan larutan pekatan tadi ke dalam bak penampung air volume 100 liter
  • Kucurkan air sumur ke dalam bak penampungan sambil di aduk sampai bak penampung penuh.
  • Setelah itu, Larutan nutrisi siap digunakan

Nah, itulah tata cara untuk membuat pupuk nutrisi bagi tanaman hidroponik sendiri dirumah dengan mudah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

media tanam terbaik untuk tanaman hidroponik

Media Tanam Hidroponik Paling Populer di Indonesia

Sistem tanam hidroponik saat ini semakin disukai oleh para masyarakat khususnya yang tinggal di daerah perkotaan karena sistem bertanam ini tidak memerlukan lahan yang luas.

Selain itu, menanam dengan cara hidroponik juga membuat hiburan tersendiri di tengah penatnya pekerjaan dan keramaian ibukota. Kamu bisa menanam sayuran dengan cara hidroponik tanpa tanah sekalipun pada rumah yang sempit.

Jika biasanya kita menggunakan media tanam untuk menanam sayuran atau tumbuhan. Jika dengan cara hidroponik kita bisa menggunakan media tanam non tahan.

Media tanam ini berguna untuk menopang akar dan membantu kelancaran pertumbuhan untuk si tanaman. Air berguna sebagai sumber nutrisi. Nah, penasaran apa saja media tanam hidroponik yang populer di Indonesia? Mari kita simak di bawah ini.

Sekam Bakar

Sebuah media tanam harus mampu menyimpan air, nutrisi dan oksigen dengan baik. Selain menyimpan, media tanam juga harus mempunyai sistem drainase yang baik serta mampu menjaga kelembapan dengan efektif.

Nah, sekam bakar cocok dengan syarat tersebut. Media tanam ini berasal dari sekam padi yang dibakar, media tanam ini memiliki bobot yang ringan sehingga tidak akan membebani akar tanaman.

Sifat padi yang poros juga membuat akar bisa tumbuh lebih bebas. Media tanam ini juga bebas dari hama serta bibit penyakit lainnya karena sudah melalui tahap sterilisasi pembakaran.

Rockwool

Rockwool merupakan sekumpulan serat yang disatukan membentuk busa. Terbuat dari lelehan batu gunung berapi seperti batu basalt. Media tanam ini sangat ramah lingkungan sehingga cocok digunakan untuk media tanam hidroponik dengan periodae tanam yang tidak terlalu lama.

Rockwool memiliki kemampuan untuk mengikat akar dan menyerap nutrisi yang diberikan dari Air. Air dan udara bisa disimpan dengan komposisi yang sangat baik juga. Rockwool juga bisa digunakan sejak masa penyemaian benih hingga proses pembesaran tanaman hidroponik.  

Sabut Kelapa

Media tanam untuk hidroponik yang lainnya adalah Sabut Kelapa. Cocopeat memiliki daya serap tinggi sehingga ia mampu menyimpan air dengan tampungan yang kuat.

Sabut kelapa juga mengandung beberapa zat nutrisi untuk tanaman seperti magnesium, fosfor, kalsium dan natrium. Zat ini tentu saja bermanfaat untuk tanaman hidroponik agar lebih sehat.

Itu dia 3 media tanam yang bisa kamu gunakan untuk tanaman hidroponik di rumah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

manfaat tanaman hidroponik

Pengertian Hidroponik dan Manfaatnya Untuk Umum

Saat ini kita pasti lebih sering membudidayakan tanaman dengan cara hidroponik daripada cara konvensional. Dengan menanam menggunakan cara hidroponik, kita jadi tidak perlu lahan yang luas untuk melakukannya.

Banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan teknik ini untuk menanam tanaman mereka meskipun hanya sekedar hobi atau ada juga yang menanam untuk mencari penghasilan.

Buat kamu yang ingin mengetahui apa itu hidroponik, berikut ini kita rangkum penjelasannya.

1.Pengertian Hidroponik

Hidroponik adalah cara menanam tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Jadi produk yang dihasilkan dari cara hidroponik kaya akan nutrisi.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan subur dan bisa menghasilkan buah secara lebih cepat meskipun tidak menggunakan tanah. Dimanapun tempat tumbuh tanaman hidroponik akan selalu tumbuh baik jika nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Pada cara penanaman dengan hidroponik, fungsi dari media tanahnya yaitu untuk menyangga tanaman dan yang terpenting air untuk melarutkan nutrisi yang akan diserap oleh akar tanaman. Dengan cara ini, petani bisa menghemat tempat dan waktu untuk bercocok tanam.

2.Manfaat Hidroponik

Kamu bisa mendapatkan manfaat yang berlimpah jika menggunakan metode ini untuk menanam tanamanmu dirumah.

  • Menghasilkan kualitas tanaman yang bagus
  • Tanaman bisa terhindar dari bahaya hama
  • Hemat pupuk
  • Hemat tempat
  • Tanaman bisa tumbuh lebih cepat
  • Hemat tenaga dan waktu

Ada banyak sekali jenis tanaman hidroponik yang bisa kamu tanam agar kamu bisa mendapatkan manfaat yang banyak dengan menggunakan metode ini.

Selain itu, buah yang dihasilkan juga bisa kamu jual atau gunakan sendiri karena kualitasnya terjamin dan kamu bisa lebih hemat.

Ada beberapa contoh jenis tanaman yang bisa kamu budidayakan dirumah seperti Selada, Cabai dan Kangkung. Masih banyak lagi jenis tanaman yang bias kamu tanam dengan menggunakan cara ini. Untuk bisa menghasilkan tanaman yang bagus, kamu perlu menggunakan bibit tanaman dengan kualitas terbaik.

Kamu bisa membeli bibit tersebut dari toko tanaman hidroponik dan pastikan protein dari setiap tumbuhan yang kamu budidayakan semuanya tercukupi dengan baik.

jenis buah-buahan hidroponik

5 Jenis Buah-buahan yang Bisa Ditanam Hidroponik

Selain dikonsumsi, buah ternyata bisa kita budidayakan dengan cara hidroponik lho. Buah yang dihasilkan juga sangat bagus kualitasnya berkat nutrisi yang berlimpah dari penanaman dengan metode hidroponik.

Nah, pada kesempatan kali ini saya sebagai pemain judi slot online akan berbagi kepada kalian semua mengenai apa saja jenis buah-buahan yang bisa ditanam secara hidroponik.

Buah-buahan yang Dapat Ditanam dengan Cara Hidroponik

1.Tomat

Tomat merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia dan memiliki kandungan Vitamin C yang banyak sehingga bermanfaat untuk mencerahkan kulit kita.

Tomat yang dibudidayakan menggunakan cara hidroponik biasanya akan menghasilkan vitamin yang lebih baik dan rasanya lebih manis.

2.Stroberi

Stroberi juga dikenal menjadi salah satu buah yang memiliki banyak kandungan vitamin C serta stroberi bisa dimanfaatkan menjadi banyak jenis makanan.

Seperti selai, jus, hiasan kue dan jenis makanan serta minuman yang lain. Stroberi dikenal sebagai buah yang bisa hidup didataran tinggi, namun jika kamu menanam stroberi dengan cara hidroponik maka stroberi bisa ditanam didaratan rendah juga.

Stroberi yang ditanam dengan metode hidroponik biasanya akan menghasilkan buah yang lebih banyak.

3.Semangka

Semangka dikenal sebagai buah yang cocok untuk dimakan ketika musim panas, hal ini karena semangka mengandung banyak air sehingga bisa menyegarkan tenggorokan kita ketika cuaca sedang panas.

Kamu bisa menanam semangka menggunakan cara hidroponik namun memerlukan perhatian khusus. Masa panen semangka sendiri sekitar 2-3 bulan setelah ditanam.

4.Blueberry

Buah yang masih berkerabat dengan stroberi ini juga menjadi salah satu jenis buah yang bisa ditanam dengan cara hidroponik. Blueberry memiliki tekstur luar yang halus.

Untuk menanam buah ini dengan cara hidroponik, kamu harus menyiapkan kondisi tanah asam yang tinggi. Dengan mengawasi kadar keasaman dan kecukupan air yang rutin, blueberry akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang besar.

5.Melon

Melon menjadi salah satu buah yang paling digemari anak-anak Indonesia, sama seperti menanam semangka dengan cara hidroponik. Menanam melon menggunakan metode hidroponik memerlukan tempat yang luas.

Ukuran buah ini sangat besar sehingga tidak mungkin jika kita akan menanamnya di tempat yang sempit.

tanaman hidroponik rumahan

5 Contoh Tanaman Hidroponik Rumahan Yang Cocok Untuk Pemula

Budidaya tumbuhan dengan cara hidroponik saat ini semakin banyak dilakukan orang karena caranya yang mudah. Selain mudah dan tidak memakan tempat banyak, jenis tanaman yang dapat dikembangkan dengan cara ini juga bervariasi. Mulai dari sayuran hingga buah-buahan bisa ditanam dengan cara hidroponik di rumah.

Nah, bagi kamu yang ingin mencoba menanam tanaman hidroponik rumahan. Kamu bisa melihat contoh tanaman dibawah ini karena saya akan memberi tahu kepada kalian contoh tanaman hidroponik yang cocok ditanam di rumah.

1.Tanaman Hidroponik Kailan

Kalian sudah pernah mendengar belum dengan sayuran yang bernama Kailan? Jika direstoran, kailan yang masih kecil sering menjadi masakan andalan. Rasanya enak sebab memiliki tekstur yang renyah dan lembut, selain itu kailan juga bisa dibudidayakan sebagai tanaman hidroponik.

Media tanam yang digunakan juga bisa apa saja, misalnya botol bekas, gelas air mineral atau pun pipa paralon berukuran besar.

2.Selada Segar

Selada merupakan salah satu sayuran yang menyehatkan, sayuran ini mudah untuk ditanam dan cepat tumbuh, itulah mengapa selada cocok untuk ditanam dengan sistem hidroponik yang simpel.

Meskipun ditanam dengan media yang simpel, hasil dari selada yang dipanen sangat berkualitas dan enak. Umumnya, bibit selada akan mulai tumbuh setelah dua minggu penanaman.

3.Pakcoy

Pakcoy atau yang biasa disebut dengan Bok choy juga menjadi salah satu tanaman hijau favorit yang dapat ditanam dengan cara hidroponik. Sayuran hijau ini kaya akan vitamin dan mineral.

Untuk membudidayakan tanaman ini dirumah juga mudah, saat musim panen tiba kamu tinggal mengambilnya dari kebun.

4.Kangkung Hidroponik

Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang umum dikonsumsi masyarakat indonesia, selain memiliki rasa yang enak, nutrisi yang terkandung didalam kandung juga baik untuk tubuh.

Maka dari itu, petani jaman sekarang suka membudidayakan kangkung dalam jumlah besar menjadi tanaman hidroponik.

5.Stroberi

Selain sayuran, kita juga bisa menanam buah-buahan dengan cara hidroponik lho, salah satunya adalah stroberi. Salah satu jenis buah yang menyehatkan ini bisa kamu tanam dirumah menggunakan sistem hidroponik.

Buah ini mengandung vitamin C yang bermanfaat untuk tubuh, selain itu ada yang menyebutkan jika mengembangkan stroberi dengan cara hidroponik maka dapat menghasilkan buah yang lebih banyak.

Nah, itu dia 5 contoh tanaman hidroponik rumahan yang bisa kamu budidayakan dengan mudah dirumah sendiri.

tanaman hidroponik

Cara Membuat Kebun Hidroponik di Rumah Sendiri

Menanam dengan media tanah membutuhkan pasokan air yang cukup banyak untuk pengairan rutin. Apalagi di zaman saat ini ketersediaan lahan makin menyempit, khususnya di kota-kota besar. Nah buat kamu yang tetap ingin memiliki area perkebunan sendiri di pekarangan rumah yang sempit.

Kamu bisa mencoba Live RTP bercocok tanam dengan metode hidroponik, caranya juga cukup mudah dan tidak ribet. Kamu hanya perlu menyiapkan bahan-bahannya saja. Berikut ini langkah-langkah mudah untuk membuat kebun tanaman hidroponik sendiri di rumah.

1.Siapkan Alat dan Bahan

Untuk membuat kebun hidroponik dirumah, kamu perlu menyiapkan bahan-bahan seperti:

  • Paralon dengan diameter 3 inch
  • Pipa penyambung dan penutup paralon
  • Gergaji
  • Gelas plastik (gunakan bekas kemasan air mineral)
  • Alat solder
  • Alat bor
  • Selang
  • Pompa akuarium
  • Spons
  • Bibit tanaman

Setelah semua alat dan bahan siap, sekarang baca langkah-langkah pembuatannya.

2.Lubangi Paralon Seukuran Gelas Plastik

Langkah untuk membuat tanaman hidroponik sendiri dirumah yakni kamu harus melubangi paralon seukuran dengan gelas plastik. Lalu potong paralon dengan panjang yang kamu inginkan.

Setelah itu pasang tutup paralon di kedua ujungnya.

3.Pilih Metode Pengairan

Menanam secara hidroponik memiliki dua pilihan metode pengairan yang pertama adalah metode sumbu, lalu yang kedua metode drip system. Pilihlah metode yang menurutmu cocok dengan tanamanmu.

4.Pasang Pompa air jika memilih metode drip system

Jika kamu memilih metode drip system sebagai cara membuat kebun hidroponikmu, kamu harus memasang pompa air.  Kamu perlu menyiapkan ember dengan pompa akuarium lalu lubangi salah satu penutup pada masing-masing paralon.

Lalu pasanglah selang menuju ke ember, sementara itu pompa akuarium bisa dipasang dalam ember untuk mengalirkan air ke tiap-tiap paralon menggunakan selang.

5.Susun gelas plastik pada lubang paralon

Setelah menyusun paralon dan metode pengairan sudah siap, atur gelas plastik pada setiap lubang yang ada di paralon. Sisakan satu lubang untuk memasukan pupuk cair nantinya.

Jangan lupa untuk melubangi pantat gelas plastik dengan bantuan alat solder, buat beberapa lubang kecil untuk jalur keluar masuk air nanti.

6.Letakkan Bibit tanaman diatas Spons

Setelah kamu menaruh gelas dengan  rapih, letakkan spoons dibagian dasar.

Supaya rapi kamu bisa memotongnya dengan bentuk dan ukuran yang mengikuti gelas, selanjutnya kamu bisa langsung meletakkan bibit tanaman diatas spons.

7.Pilih tanaman

Tidak semua tanaman bisa kamu tanam dengan cara hidroponik, maka dari itu gunakanlah tanaman yang bisa kamu tanam dengan cara ini seperti sawi hijau atau yang lainnya.

8.Beri pupuk dengan rutin

Jangan lupa setelah berhasil menanam tanaman hidroponik, langkah selanjutnya yang wajib kamu lakukan adalah memberinya pupuk secara rutin agar tanaman tetap sehat dan hasilnya bagus.

cara menanam tanaman hidroponik

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Untuk Pemula

Tanaman hidroponik saat ini telah berkembang semakin pesat semenjak pertama kali diperkenalkan di Dunia. Metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah ini mulai diminati oleh banyak orang untuk tujuan komersial atau sebatas menyalurkan hobinya.

Saat ini setidaknya ada 6 jenis bercocok tanam hidroponik yang perlu anda ketahui, cara ini cukup mudah dilakukan bahkan oleh pemula sekalipun jadi kamu jangan khawatir.

Dengan menanam tumbuhan leanbento atau sayuran dengan cara hidroponik maka hasil panen akan lebih cepat dan bernutrisi serta menyehatkan. Tidak seperti tanaman sejenis lainnya yang ditanam secara konvensional.

Berikut ini saya rangkum cara menanam hidroponik yang mudah untuk pemula sehingga kamu tidak perlu lagi membeli tanaman hidroponik di supermarket jika bisa menanamnya sendiri.

1.Menanam Hidroponik Dengan NFT

Cara yang pertama untuk menanam tanaman hidroponik adalah dengan menggunakan NFT (Nutrient Film Technique). Sudah banyak orang yang menggunakan teknik ini ketika ingin menanam hidroponik.

Cara menanam:

  1. Siapkan Beberapa pipa atau talang serta pompa.
  2. Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya dan pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain itu sama.
  3. Susun pipa atau talang yang telah dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman.
  4. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.
  5. Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal.
  6. Cara ini menggunakan konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam dan menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapatkan nutrisi,oksigen dan air secara baik dan tercukupi.

2.Cara Menanam Hidroponik dengan WICK

Cara selanjutnya menanam hidroponik adalah dengan Menggunakan WICK, cara ini disukai oleh orang karena pembuatannya yang mudah serta bahannya mudah didapatkan dan murah.

Persiapkan:

  1. Botol air mineral 1
  2. Alat pemotong
  3. Sumbu kompor atau kain flanel bekas
  4. Alat untuk melubangi seperti paku atau solder
  5. Air nutrisi

Cara membuat:

  1. Potong botol bekas jadi 2 bagian
  2. Lubangi tutup botol
  3. Gabungkan kedua bagian botol, caranya dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah.
  4. Pasang sumbu kompor atau flanel pada lubang tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi.
  5. Tanam bibit tanaman pada bagian atas botol dengan tanah secukupnya
  6. Isi bagian botol bawah dengan air nutrisi.

Nah itulah 2 cara menanam sayuran atau tumbuhan dengan cara hidroponik yang mudah dilakukan bahkan oleh pemula sekalipun, kamu bisa menghemat tempat dan waktu untuk perawatan.

contoh tanaman hidroponik

5 Jenis Tanaman Hidroponik Yang Bisa Kamu Tanam Sendiri

Tanaman Hidroponik sangat populer di masyarakat, Kebanyakan para petani modern saat ini sudah menggunakan teknik Hidroponik di setiap tanamannya karena dianggap lebih hemat lahan.

Selain itu Tanaman Hidroponik adalah jenis tanaman yang bisa ditanam selain menggunakan media tanah seperti diganti dengan air yang berisi nutrisi hingga membuat tanaman tersebut tumbuh lebih baik dan cepat.

Tumbuhan yang ditanam dengan teknik hidroponik sangat bergizi dan sehat untuk dikonsumsi, karena teknik ini mengutamakan terpenuhinya kebutuhan nutrisi tumbuhan, jadi jika kamu ingin menanam tanaman hidroponik dirumah. Tentukan dulu jenis tanaman hidroponik yang akan kalian tanam.

Karena tidak semua tanaman bisa ditanam dengan Slot Gacor Gampang Menang teknik hidroponik, Berikut ini beberapa jenis tanaman hidroponik yang akan menghasilkan jenis tanaman bebas penyakit dan sehat dari hama yang bisa kamu tanam dirumah.

Jenis Tanaman yang Bisa Ditanam dengan Teknik Hidroponik

1.Sawi Hijau

Jenis tanaman pertama yang bisa di tanam dengan teknik Hidroponik adalah Sawi hijau, sawi termasuk tanaman yang tahan terhadap hujan sehingga bisa tumbuh sepanjang tahun. Selain itu sayuran ini juga bisa ditanam dimanapun.

Sawi merupakan sayuran yang cukup laris di pasar sehingga para petani banyak yang menggunakan teknik hidroponik untuk membudidayakannya.

2.Brokoli

Selain sawi, Brokoli juga menjadi tanaman yang bisa kamu tanam dirumah dengan cara Hidroponik, jenis tanaman yang mirip kol ini menyimpan banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu Brokoli biasanya tumbuh di dataran tinggi. Namun saat ini brokoli bisa ditanam di dataran rendah dengan cara hidroponik yang benar.

3.Seledri

Daun Seledri merupakan jenis tanaman hidroponik sayuran yang biasanya sering ada di setiap rumah. Tanaman ini memiliki ciri khas tersendiri seperti bau yang unik https://jackanugrahindonesia.com/ dan mempunyai manfaat yang sangat banyak.

Jenis sayuran ini bisa kamu tanam secara hidroponik menggunakan sistem sumbu dan bisa juga dengan sistem rakit apung.

4.Bayam

Bayam termasuk sayuran favorit masyarakat indonesia yang sangat sehat untuk dikonsumsi, bayam sangat mudah ditemukan namun kamu sebaiknya membudidayakan bayam sendiri dirumah agar lebih bernutrisi.

5.Cabe

Menanam cabe dengan teknik hidroponik tidak perlu se-insetif seperti jenis tanaman yang lain, hal penting yang harus kamu perhatikan adalah memilih bibit yang unggul, memperhatikan cara penyemaian yang benar dan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dll.

Kesimpulan

Jenis-jenis tanaman ini bisa kamu tanam dirumah sendiri menggunakan cara hidroponik yang benar dan teratur, hasil dari tanaman bisa kamu konsumsi sendiri karena memiliki kandungan nutrisi yang banyak dan sehat untuk tubuh.

metode hidroponik

Pengertian Tanaman Hidroponik dan Cara Menanamnya

Tanaman Hidroponik merupakan sebuah tanaman yang media tanamnya tidak menggunakan tanah melainkan menggunakan media tanam air sehingga menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan Air pada Tanaman Hidroponik lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan air tanaman pada tanah, Hal ini terjadi karena hidroponik menggunakan air dengan efisien sehingga cara ini cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air sedikit.

Dengan menggunakan air yang diperkaya dengan berbagai nutrisi, tanaman hidroponik sangat sehat dan bagus untuk dikonsumsi dan bebas oleh hama serta pencahayaannya jadi lebih mudah lagi.

Hidroponik merupakan metode tanam yang sangat ramah lingkungan karena tidak memerlukan pupuk pestisida atau herbisida yang sangat beracun dan tidak ramah lingkungan.

Cara ini juga tidak memerlukan penyiraman pada tanaman sehingga bisa membuat sayuran yang dihasilkan aman dan sehat daripada cara biasa, Meskipun tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya namun tetap saja metode ini memerlukan unsur pendukung lainnya seperti pasir, sabut kelapa, pecahan batu bata, busa, kerikil dan masih banyak lagi yang bisa kamu gunakan sebagai alternatif tanah.

Namun ada beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh subur dengan menggunakan teknik ini, tapi ada juga yang tidak bisa tumbuh. Menanam tanaman dengan cara ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang mengingat tumbuhan tidak bisa lepas dengan yang namanya tanah.

Ada berbagai macam cara penanaman yang diterapkan secara hidroponik, yakni:

1.Hydroponic Kultur Agregat

Dengan metode ini penanaman tumbuhan menggunakan media kerikil, pasir, arang, sekam padi dan bahan-bahan lainnya yang telah disterilkan.

2. Hydroponic Kultur Air

Cara ini melakukan penanaman dengan media yang menggunakan larutan hara mikro serta mikro dibagian dasar, hal ini dimaksudkan agar akar tanaman bisa menyerap dan menyentuh larutan penuh nutrisi.

Sehingga tanaman atau buah yang dihasilkan akan sangat sehat, aman dan enak untuk dikonsumsi.

3.Hydroponic Nutrient Film Technique

Cara ketiga adalah dengan melakukan penanaman diselokan sempit yang juga panjang dengan membuat medianya dengan lempengan logam tipis anti karat kemudian selokan ini akan diberi nutrisi lewat aliran air untuk tumbuhan.

Nantinya akan tumbuh lapisan tipis disekitar akar tanaman yang berfungsi sebagai makanan untuk tanaman itu sendiri.

Kesimpulan

Anda telah membaca pengertian tanaman hidroponik dan metodenya secara lengkap, Semoga informasi ini bisa menambah wawasan anda mengenai tumbuhan yang menggunakan metode ini.