Cara Menanam Jahe dengan Sistem Hidroponik

Jahe adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat, tetapi masyarakat paling sering menggunakan jahe untuk diolah menjadi minuman yang menghangatkan tubuh. Selain itu banyak juga yang menggunakan jahe untuk obat-obatan yang bisa menyingkirkan banyak jenis penyakit.

Karena banyaknya manfaat dari jahe ini membuat seiring berjalannya waktu jahe semakin memiliki harga yang tinggi. Ini membuat para petani sangat memanfaatkan kesempatan untuk semakin membudidayakan jahe, apa lagi di desa masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan jahe.

Untuk Anda yang merupakan masyarakat perkotaan dan ingin juga membudidayakan jahe, tidak ada salahnya untuk menggunakan teknik hidroponik. Ini adalah cara yang mudah dan sangat irit tempat. Jika Anda ingin mencoba menanam jahe dengan sistem hidroponik, berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan jika ingin melakukannya.

Teknik Hidroponik Tanam Jahe

1.Siapkan Lokasi

Pertama yang harus Anda persiapkan jika ingin menanam jahe adalah pastikan ada lokasi yang cocok, di mana harus terpapar sinar matahari minimal 5 jam satu hari.

2. Siapkan Media Tanam

Sistem hidroponik merupakan sistem yang tidak membutuhkan tanah di dalam prosesnya, ini membuat Anda harus menemukan alternatif lainnya untuk digunaakn sebagai media perkembangan tanaman. Pilihlah barang yang mudah untuk menyerap air dan juga tidak menggenang, seperti misalnya kerikil yang halus, pasir kasar, sekam, serbuk kayu, atau pun arang.

Setealh mendapatkan bahan untuk hidroponiknya, siapkan juga wadah yang tepat. Anda tidak perlu membeli wadah yang mahal, karena dengan menggunakan botol air minum pun sudah cukup untuk digunakan menanam jahe dengan metode hidroponik.

3. Siapkan Bibitnya

Potong tuas jahe dan simpan di tempat yang teduh dan lembab, Anda akan mendapatkan mata tunas yang bisa digunakan untuk menumbuhkan jahe. Kalau sudah muncul mata tunasnya, ini menandakan kalau  pembibitan yang dilakukan sudah berhasil.

4. Pemupukan

Agar nanti jahe bisa menghasilkan banyak akar dengan ukuran yang besar, maka berikanlah pupuk dasar yang baik untuk jahe tersebut. Banyak unsur yang dibutuhkan oleh tanaman jahe, seperti Phospat dan Kalium. Jadi sebaiknya tambahkan dosis dari pupuk buatan agar lebih seimbang.

5. Tanam Bibit Jahe di Polybag

Penanaman di polybag ada baiknya dilakukan ketika sedang pagi hati atau di sore hari. Pada bagian tengahnya diisikan oleh serbuk kayu atau arang dulu, baru jahe di tanam dan bisa segera disiram. Letakkanlah bibit tersebut di tempat yang terbuka.

Pada umumnya, jika bibit jahenya bagus, maka bibit tersebut akan langsung tumbuh, kalau ada yang mati ini bisa jadi dikarenakan adanya jamur atau bakteri patogen. Karena bukan merupakan tanaman yang merambat, maka Anda bisa memanfaatkan lokasi tersebut dengan maksimal.

6. Lakukan Perawatan

Perawatan dari jahe dengan teknik hidroponik ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tanaman lainnya. Siramlah rutin 2-4 hari sekali, lakukan pemupukan untuk memberikan nutrisi sebagai penunjang agar tanaman jahe bisa tumbuh dengan baik, dan lakukan penanggulangan hama dan penyakit.

7. Panen Jahe

Jika jahe sudah terlihat cukup besar, maka Anda bisa langsung mencabutnya. Tetapi ada baiknya untuk menunggu jahe hingga ia berusia 3-4 bulan. Keunggulan dari jahe sendiri adalah rasanya tidak akan berubah meski dibiarkan tumbuh besar.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menanam jahe dengan metode hidroponik, mudah bukan?