daftar poker online daftar sbobet

Tips Menanam Tanaman Hidroponik Rockwool Untuk Pemula

Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan cocok tanam, pasti sudah tidak asing lagi dengan teknik hidroponik. Teknik ini terbukti dapat membuat tanaman menjadi lebih cepat tumbuh dan sangat cocok diaplikasikan ke berbagai kondisi lingkungan.

Kini banyak petani yang memanfaatkan media ini untuk menanam dengan media tanam rockwool, atau biasanya juga disebut dengan stonewool. Ini adalah salah satu mineral fiber yang keunggulannya adalah bisa menahan dari udara dan air, jadi pertumbuhan akarnya dan penyerapan nutrisi di tanaman bisa berlangsung dengan lebih baik.

Biasanya bahan rockwool bisa dipakai tanpa adanya batas waktu. Sayuran yang cocok dengan sistem ini seperti paprika, mentimun, terong, dan sayuran hijau lain.

Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk mengaplikasikan rockwool. Bagi kamu yang masih pemula, berikut ini adalah cara untuk melakukan penanaman dengan rockwool.

Cara Menggunakan Metode Rockwool

1.Pemilihan Rockwool

Syarat utamanya adalah kamu harus memilih media tanam hidroponik yang ringan dan memiliki porositas yang baik. Substrat yang ada di dalam hidroponik pada umumnya memiliki fungsi yang sama dengan tanah, di sini mereka akan menyerap air, unsur hara, dan oksigen yang nantinya akan akar serap. Pilihlah rockwool yang memiliki kualitas baik dan perhatikan juga kemampuannya dalam menyerap air.

2. Potong Rockwool

Potong Rockwool

Biasanya rockwool yang dijual di toko-toko memiliki potongan seperti balok yang ukurannya bermacam-macam. Jadi untuk melakukan penyemaian, maka ada baiknya potong rockwool dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm, gunakanlah cutter atau gergaji.

Alat potong yang digunakan haruslah tajam agar tidak merusak rockwool dan serpihan yang nantinya malah terhirup di udara. Hati-hatilah saat memotong dan sangat disarankan untuk menggunakan masker. Potongan ini nantinya direndam di dalam air serta letakkan pada wadah semai.

3. Semai Benih Tanaman

Semai Benih Tanaman

Selanjutnya sekarang kita semai bibit tanaman dengan cara membuat lubang-lubang kecil di rockwool. Gariskan bentuk bujur sangkar dengan jarak 2 cm. Letakkan bibir ke setiap lubang dengan posisi titik tumbuh nantinya mengarah ke bawah sekitar 0,5 cm, kamu bisa lakukan ini dengan menggunakan pinset.

Perrockwoolnya, masukkan 2 biji dan kalau sudah semua, tutup dengan kain atau kresek berwarna hitam. Tujuannya agar bibit bisa lebih cepat tumbuh tunas.

4. Rawat Bibitnya

Rawat Bibitnya

Setelah disemai, kini kita rawat bibit tanamannya. Simpan bibit tersebut pada suhu yang bisa terjaga kelembapannya lalu semprotkan dengan menggunakan hand sprayer.

Setelah 7 hari, bibit nantinya akan mulai tumbuh kecambah juga plastik sudah bisa dibuka agar bibit bisa terkena sinar matahari. Bibit sebaiknya disiram 2 kali sehari, baik di pagi dan sore hari agar rockwool tidak mengering.

5. Pemindahan Tanaman

Pemindahan Tanaman

Terakhir adalah pindahkan tanaman yang dilakukan pada hari ke 10 atau hari ke 14, karena pada saat itu tanaman sudah bertunas dan juga ada 2 lembar daun di atasnya.

Kamu tidak perlu memisahkan bibit dari media tanamnya, jadi bisa langsung dipindahkan ke tempat tanam yang sudah kamu siapkan.

Bagaimana? Mudah bukan menanam tanaman dengan media tanam rockwool? Ditambah dengan media tanam hidroponik, tanaman bisa semakin tumbuh dengan maksimal serta hasil yang didapatkan nanti lebih baik.

Media ini juga tidak mengandung pathogen penyakit serta memiliki daya tamping air yang lebih lama. Sebenarnya rockwool bisa digunakan berulang kali, sayangnya ini adalah gabus yang mudah untuk hancur.

Setelah membaca ini, apakah kamu tertarik untuk mencoba media tanam ini?

TANAMAN YANG PUNYA NILAI TINGGI PADA BUDIDAYA HIDROPONIK

Seperti yang sudah pernah di jelaskan sebelumnya bahwa gak semua tanaman bisa di tanam dengan cara hidroponik. Banyak syarat khusus yang bisa cocok untuk ditanam secara hidroponik. Karena media tanam yang dipakai pun harus jelas, sehingga saat sudah memasuki masa panen tak ada kendala ataupun kesalahan.

Ada baiknya lagi bila jenis tanaman yang akan ditanam punya nilai ekonomi yang tinggi. Barangkali ketika kamu berhasil panen dan hasilnya bagus, bisa dijadikan bisnis. Kapan lagi kan ada hobi yang bisa menghasilkan? Nah untuk itu kami akan kasih tau jenis tanaman apa saja yang bernilai tinggi.

1.Timun Jepang

Timun Jepang

Timun Jepang memiliki ukuran yang lebih besar dengan warna hijau yang lebih pekat. Sayuran yang satu ini agak sudah untuk dicari kecuali di supermarket, itupun harganya lumayan tinggi. Timun ini yang biasa dijadikan sebagai sayuran pada sushi, oleh karena itu rasa yang dihasilkannya pun sangat berbeda dengan timun biasanya.

Semenjak ada teknik hidroponik ini, kamu sudah bisa mencoba menanamnya di rumah loh. Namun kamu harus siap dengan segala bahan serta alat-alat pendukungnya, bila dirawat dengan baik dan benar tentunya hasilnya pun akan maksimal. Pilihlah benih yang baik juga pupuk organic yang terbaik ya, sehingga nutrisinya bisa lebih tercukupi.

2.Paprika

Paprika

Meskipun keberadaan paprika ini gak terlal sulit di cari, tapi gak semua orang mengonsumsi atau menjadikan paprika sebagai bahan masakan. Kecuali pada makanan-makanan western yang cenderung lebih sering menggunakan paprika.

Alasan mengapa paprika memiliki nilai yang cukup tinggi, karena budidayanya yang cukup sulit dan berbeda seperti cabai pada umumnya. Meskipun begitu, paprika sudah bisa ditanam secara hidroponik tentunya dengan perawatan yang lebih ekstra, seperti pemberian nutrisinya. Karena budidaya paprika menggunakan hidroponik ini bisa 75% lebih banyak ketimbang menggunaan budidaya konvensional (memakai tanah).

Selain itu paprika juga disebut sebagai cabai yang banyak manfaatnya bagi tubuh, gak heran kan bila harganya mahal dan nilainya yang tinggi

3.Selada

Selada

Selada memang terkenal dengan budidaya hidroponik. Bagaimana tidak karena tumbuhan ini bisa memajukan ekonomi, dimana dengan lahan sekitar 300 ribu hektar bisa menghasilkan 3 juta ton dalam satu tahunnya. Gak heran meskipun harganya yang gak terlalu mahal dan bisa dicari dimanapun, tapi selada punya nilai yang tinggi.

4.Tomat

Tomat

Tomat bisa bernilai tinggi bila dilakukan dengan budidaya hidroponik. Kunci utama untuk menghasilkan kualitas tomat yang baik yaitu ada pada modal. Dimana modal ini diperlukan untuk membeli benih yang terbaik, sehingga bisa sangat memuaskan. Kebanyakan media yang dipakainya mengguna serbuk sabut kelapa dan kandungan nutrisinya pun harus sangat di perhatikan. Tomat pun gak butuh waktu lama untuk di panen kok, mau mencobanya?

5.Anggur

Anggur

Selain ditanam pada media konvensioanl, anggur ini cocok dibudidaya dengan menggunakan hidroponik yang lebih tepatnya di daerah curah huan yang tinggi. Banyak syarat yang harus diperhatikan dalam budidaya anggur, dimana kondisi suhu yang harus ada di angka sekitar 25-30 derajat dan kelembaban udara di angka sekitar 50 persen.

Alasan mengapa anggur bisa bernilai cukup tinggi karena penanamannya yang gak mudah dimana harus mempertimbangkan beberapa aspek. Karena ada perbedaan sedikit saja, hasil anggur pun akan berbeda. Lalu masa panennya yang lumayan cukup lama bisa mencapai 3 bulan. Anggur pun punya berbagai macam varietas sehingga harga yang dihasilkannya pun berbeda-beda.

Sudah mengerti kan kenapa 5 tanaman diatas punya nilai yang tinggi? jadi pikirkan lagi ya sebelum menanamnya.

MENGENAL BERBAGAI SISTEM YANG DIGUNAKAN PADA TEKNIK HIDROPONIK

Teknik hidroponik merupakan teknik menanam yang bisa dilakukan di berbagai media tanpa menggunakan tanah. Begitu pula dengan sistemnya, dimana tak semua jenis tanaman bisa diperlakukan yang sama. Meskipun sama-sama menggunakan teknik hidroponik, tapi kalian harus tahu bagaimana sistem yang paling baik digunakan untuk tanaman tersebut, agar pertumbuhannya semakin lebih optimal.

Jadi sebelum bercocok tanam dengan teknik ini, ada baiknya untuk mengenal keseluruhan dari metode atau sistemnya terlebih dahulu.

1.Nutrient Film Technique (NFT)

Nutrient Film Technique (NFT)

Metode yang pertama ini merupakan metode yang paling terkenal dan sering digunakan. Metode ini bisa berjalan tanpa timer, karena medianya dibuat lebih miring agar memudahkan air mengalir ke akar tanaman. Tanaman tersebut dibuat dengan menggantung sehingga akarnya lebih leluasa dalam menerima nutrisi yang terkandung oleh aor.

Nantinya air tersebut akan dibawa kepada netpot yang diatas dengan menggunakan pipa. Sehingga tanaman tidak akan kekurangan air, karena sistem ini akan berjalan seperti itu, mempoma air, dan mendsitribusikan ke netpot yang diatas. Sistem seperti ini akan cocok untuk menanam selada, pakcoy dan sawi.

2.Deep Flow System (DFT)

Deep Flow System (DFT)

Sistem DFT biasa banyak digunakan oleh orang-orang yang bercocok tanam di rumah. Sistem ini bisa menjadi alternatif bagi kamu yang tak memiliki banyak ruang untuk bertanam, karena sistemnya dibuat dengan cara bertingkat sehingga bisa menampung tanaman dalam jumlah yang banyak.

Berbeda dengan sistem sebelumnya, dimana pada sistem ini menggunakan timer untuk mengalirkan nutrisi lewat pompa. Nutrisi tersebut nantinya akan di pompa dan dialirkan melalui akar, lalu kembali lagi ke penampungan.

Sayuran yang bisa cocok dengan sistem ini yaitu selada, kangkung, bayam, pakcoy dan sawi. Keuntungannya, jika listrik mati tak akan membuat tanaman menjadi layu.

3.Floating Hydroponic System (FHS)

Floating Hydroponic System (FHS)

Sesuai dengan namanya, metode ini dibuat dengan cara mengapung dengan menggunakan Styrofoam. Nantinya styrofoam tersebut akan di beri lubang sehingga memudahkan akar untuk cepat menyerap nutrisi. Permukaan yang rapat ini biasanya akan menutup keluar masuknya oksigen, jadi bisa diakali dengan menggunakan air stone yang bertujuan untuk menghasilkan gelembung udara, jadi oksigen tetap ada.

Keuntungan dari sistem ini dimana kita bisa mengontrol nutrisi pada waktu tertentu. Namun jangan sama kontrol tersebut lewat dari waktu yang telah di tentukan karena bisa memicu nutrisi yang mengendap, sehingga akan menghambat pertumbuhan tanaman. Biasanya metode ini akan cocok untuk tanaman yang berbatang kuat, seperti bayam dan kangkung.

4.Sistem Aeoponics

Sistem Aeoponics

Sistem yang satu ini mengandalkan penyemprotan dan penyerapan nutrisi yang langsung tertuju pada akar tanaman. Dengan begitu, oksigen pada sistem ini lebih banyak jumlahnya. Untuk membuat sistem seperti ini memang butuh biaya yang cukup mahal karena perakitan yang rumit, tapi kamu bisa lebih hemat nutrisi dan air, perawatannya pun terbilang mudah. Sawi dan selada bisa dijual dengan mahal, sehingga harga jualnya bisa menutupi modal.

5.Sistem  Irigasi Tetes (Drip)

Sistem  Irigasi Tetes (Drip)

Sistem yang satu ini lebih disarankan untuk menanam buah-buahan seperti tomat, stroberi, terong, melon dan cabai rawit. Cara kerjanya dari sistem ini yaitu meneteskan nutrisinya yang telah di alirkan dari penampungan. Nantinya aka nada slang yang telah di tancap di samping tanaman, dan tetesan yang mengalir dari pompa sedikit-sedikit akan menetes lewat selang. Dan tetesan itu akan mengalir hingga ke akarnya.

Jadi sebelum melakukan teknik hidroponik, ada baiknya mempelajari setiap sistem yang ada agar sesuai dengan tanaman yang akan ditanam.

Cara Mudah Menanam Hidroponik Brokoli

Sayuran brokoli merupakan sayuran dengan banyak kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Budidaya brokoli juga sangat mudah untuk dilakukan oleh siapa saja.

Namun jika kalian tak memiliki lahan yang luas dan ingin mencoba budidaya brokoli, maka kalian bisa melakukan budidaya brokoli hidroponik.

Menanam brokoli dengan sistem hidroponik tak membutuhkan lahan yang luas dan tak memerlukan tanam sebagai media tanamnya.

Nah, untuk kalian yang penasaran dengan cara menanam brokoli dengan hodroponik, di bawah ini kami akan berikan penjelasannya.

1.Persiapan dan Penyemaian

Persiapan dan Penyemaian

Hal pertama yang harus kalian siapkan adalah tempat untuk menanam brokoli. Bersihkan lahan atau tempat yang akan kalian gunakan baik dari kototan maupun tanaman gulma.

Lalu, siapkan bibit brokoli yang unggul dan bebas dari hama dan penyakit. Rendam bibit ked alam air hangat dan pilih bibit yang tenggelam.

Untuk menyemai tanaman brokoli hidroponik, kalian bisa menggunakan rockwool. Potong rockwool dengan ukuran kurang lebih 3 x 3 cm dan letakkan ke nampan persemaian.

Siram rockwool dengan air secukupnya jangan sampai ada air menggenang di dalam nampan. Lalu buat lubang tanam dengan menusuk rockwool menggunakan tusuk gigi atau lidi.

Masukkan benih brokoli hidroponik pada lubang tanam. Satu lubang untuk satu benih brokoli. Lalu, tutup nampan persemaian selama kurang lebih 2 – 3 hari menggunakan plastic hitam dan letakkan pada tempat yang tak terkenal sinar matahari.

Setelah benih berkecambah, segera letakkan persemaian pada lahan yang terkena sinar matahari. Jika kalian terlambat dalam memindahkan benih maka biasanya akan terjadi stiolaso dan kalian harus mengulangi lagi tahap persemaian dari awal.

Jika cuaca hujan, segera pindahkan bibit ke tempat yang teduh agar bibti brokoli tidak terserang penyakit. Atau, kalian harus membuang dan mengganti bibit baru.

2.Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman dan Pemeliharaan

Bibit yang layak untuk dipindahkan tanam ke instalasi hidroponik atau hidroponik kita adalah bibit yang telah memiliki 4 daun majemuk.

Untuk menghemat biaya hidroponik kalian bisa menambahkan sekam agar tanaman bisa tumbuh kuat. Untuk menghemat biaya hidroponik kalian bisa menggunakan hidroponik kit berupa botol bekas kemasan minuman.

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Cara proses penanamannya adalah dengan menyiapkan netpot lalu pindahkan tanaman dari nampan semai ked alam netpot.

Lalu tambahkan sekam agar tanaman nantinya bisa tumbuh dengan kuat. Lalu kalian masukkan pada lubang tanam yang ada di instalasi dan jangan lupa untuk mengatur kadar nutrisi dan air yang akan digunakan tanaman brokoli untuk tumbuh dan berkembang.

Proses pemeliharaan tanaman brokolo hidroponik merupakan proses yang sangat penting. Lakukan sedikit perempalan pada cabang samping sedini mungkin untuk memelihara pertumbuhan tanaman dan agar terpusat pada penyusunan bunga brokoli.

Jika ada hama yang menyerang maka lakukan pengendalian secara manual. Jika serangan hama sudah meluas maka kalian bisa menggunakan pestisidan untuk menanggulanginya.

Untuk pemanenan biasanya bisa dilakukan saat umur tanaman 2 – 3 bulan, tergantung varietas yang kalian gunakan.

Kalian bisa memanen hidroponik brokoli ini jika massa bunga telah padat dan mencapaibukuran ang maksimal namun kuncup pada bunga belum tumuh.

Cara panennya adalah dengan memotong tangkai bunga, sebagian batang brokoli dan daun brokoli dengan panjang sekitar 25 cm.

Lalu kumpulakn brokoli pada tempat yang terlindungi dari paparan sinar matahari langsung agar laju respirasi tanaman menurun.

Itulah cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk menanam tanaman hidroponik brokoli. Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Menanam Tanaman Hidroponik Sawi

Sawi merupakan salah satu sayuran hijau yang mudah tumbuh. Sayuran ini juga merupakan salah satu jenis sayur yang banyak diolah menjadi makanan lezat.

Rasa sawi sangat segar dengan tekstur yang renyah dan halus. Sawi sendiri merupakan salah satu bahan makanan favorit keluarga.

Sawi hijau juga memiliki kandungan air serta serat yang tinggi. Sayuran ini juga diperkaya dengan berbagai vitamin serta mineral yang baik untuk tumbuh.

Nilau jual sawi juga snagat ekonomis, hingga saat ini permintaan akan sawi semakin hari semakin meningkat. Karena itulah, budidaya sawi sedang digalakkan.

Budidaya sawi juga sangat mudah dilakukan pada lahan yang sempit maupun luas. Model wick dinilai sebagai model yang paling cocok untuk penanaman sawi hijau.

Sawi hijau diketahui memiliki kandungan antioksidan yang kaya. Zat itu bisa meningkatkan imun tubuh dan mencegah tubuh terjangkit kanker.

Penghematan lahan dengan harapan hasil melimpah dapat diupayakan melalui cara menanam hidroponik.

Nah, untuk kalian yang ingin menanam sawi di rumah dengan cara hidroponik, di bawah ini kami akan berikan caranya.

1.Siapkan Peralatan

Siapkan Peralatan

Beberapa peralatan yang diperlukan untuk menanam sawi hidroponik adalah botol air mineral bekas dengan ukuran 600 ml atau 1.500 ml.

Bagian botol yang masih utuh dibuka label kemasannya dan dibersihkan kemudian dipotong sehingga mendapatkan bagian bawah dan atas botol dengan lubang yang besar.

Botol bekas air mineral ini akan dimanfaatkan sebagai tempat penampungan nutrisi dan wadah media tanam. Sedangkan bagian atasnya untuk menanam. Bagian tertutupnya dilubangi dan dibalik.

Lalu, kalian akan membutuhkan pisau, gunting, cutter, sumbu untuk menjadi perantara penyerapan nutrisi ke tanaman, larutan nutrisi, abu sekam, dan pipa atau strrofoam.

2.Persiapan

Persiapan

Hal pertama yang harus dilakukan dalam menanam tanaman hidroponik sawi adalah memastikan ketersediaan seluruh bahan dan alat yang akan digunakan.

Sumbu yang telah dipotong dengan ukuran yang sesuai dimasukkan ke botol bertutup yang telah dilubangi.

Panjang sumbu harus bisa menjembatani antara nutrisi dan media tanam. Sumbu yang telah terpasang lalu diberi media abu sekam secukupnya. Bibit sawi hijau akan ditanam di sana nantinya.

Bagian bawah botol diisi dengan nutrisi yang telah siap pakai. Bagian atasnya dimasukkan ked alam botol bagian bawah dibatasi dengan peyangga.

Bagian atas botol tak boleh menyentuh larutan nutrisi. Hanya sumbu yang akan menjadi media perantara yang akan menyentuh nutrisi.

3.Pembibitan dan penanaman

Pembibitan dan penanaman

Benih sawi hijau bisa dibeli di toko benih / toko pertanian dengan varietas dan harga yang beragam. Bibit yang siap dipindahkan bisa langsung dimasukkan ked alam media abu sekam.

Pemindahan harus dilakukan dengan menyertakan sedikit media lama. Hal ini bertujuan agar menghindari stress pada tumbuhan sawi karena melakukan proes adaptasi di media baru.

Tanaman sawi yang mengalami perpindahan lokasi harus dilakukan secara perlahan dan penuh hati-hati agar akar sawi tidak terputus.

4.Perawatan

Perawatan

Cara menanam sawihijau pada metode penanaman hidroponik sangat mudah dilakukan. Yaitu dengan cara:

  • Larutan nutrisi yang berada di dalam botol bagian bawah harus selalu terisi sehingga sawi hijau tidak pernah mengalami kehabisan nutrisi.
  • Penyiraman pada tanaman sawi hijau dapat dilakukan sekali sehari dengan menggunakan sprayer.
  • Upaya perlindungan dengan menggunakan beraneka macam pestisida bisa saja dilakukan.
  • Pestisida organik maupun kimia dapat ditemukan dan dibeli dengan mudah.
  • Jenis pestisisda yang digunakan dapat berupa insektisisda (serangga), fungisida (jamur), dan lain – lain sesuai dengan kebutuhan.
  • Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan pestisida adalah takaran atau dosis dan resiko.

Itulah cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk menanam sawi hidroponik. Semoga bermanfaat.

MENGENAL DUNIA TANAMAN HIDROPONIK LEBIH DALAM

Bercocok tanam sudah dilakukan sejak jaman dahulu dan merupakan aktivitas yang cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Banyak teknik yang bisa dilakukan dalam bercocok tanam, apalagi ketika teknologi sudah maju sehingga memudahkan manusia dalamm melakukan hobinya.

Salah satu teknik yang sudah ada dari tahun 1700an dan beberapa tahun ini kembali  ngetrend adalah dengan sebutan teknik hidroponik. Mungkin kalian juga sudah dengar istilah ini, tapi apakah tau apa maksudnya?

Hidroponik merupakan suatu proses bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Kok bisa ya? padahal tanah merupakan sumber utama yang bisa membantu pertumbuhan tanaman. Karena pada dasarnya teknik ini memanfaatkan air yang sudah dicampurkan dengan nutrisi.

Melihat dari banyaknya lahan pertainan yang sudah terpakai, sehingga munculah teknik seperti ini. Dalam teknik ini, tentunya akan lebih menguntungkan karena kita tak menggunakan tanah sedikitpun. Tapi perlu diperhatikan juga, bahwa media air yang digunakan harus sesuai dan gak boleh sembarangan. Teknik seperti ini juga bisa dibilang menjadi teknik pertanian yang lebih modern karena banyak sekali manfaat yang bisa didapat.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kini sudah banyak lahan pertanian yang harus dipakai untuk bangunan sehingga sulit untuk bisa menanam di lingkungan bebas. Pada dasarnya bercocok tanam dengan teknik hidroponik bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin bercocok tanam tapi gak punya lahan. Sekarang banyak sekali orang-orang yang mulai mencoba untuk menanam tanaman hidroponik, karena selain bisa menyalurkan hobi kepada tanaman, tak jarang juga dijadikan sebagai ladang bisnis.

Meskipun tanpa menggunakan media tanah, kamu pun harus tau jika dalam hidroponik memiliki metode atau cara yang berbeda. Hal ini bisa dilihat dari setiap penyusunan antara tanaman dan medianya. Teknik dengan cara hidroponik bisa lebih cepat panen, tapi perlu diperhatikan dari setiap aspeknya. Selain gak bisa asal-asalan, teknik seperti ini butuh orang yang memang telaten dan mengerti cara merawatnya.

Tempat yang bisa dipakai sebagai media tanaman ini bisa menggunakan botol bekas dengan ukuran yang agak besar atau memakai pipa paralon. Untuk hal ini kalian bisa lihat di laman lain bagaimana tempat yang dipakainya. Dengan begitu, kamu bisa lebih berkreasi mau seperti apa bentuknya atau ditata sesuai dengan keinginan.

Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dari teknik hidroponik, diantarnya:

-Lebih mudah maintenance

-hasil panen bisa lebih cepat juga bersih

-Hasil tanaman lebih aman dan kualitas terjamin karena tidak terkena pupuk kimia ataupun pestisida

-Tak perlu punya lahan yang besar, bisa memanfaatkan lahan yang ada

-Penggunaan pupuk tidak boros

-Lebih bisa dikendalikan dari penyakit dan hama

Namun di sisi lain ada juga kekurangan dari teknik ini diantaranya:

-Modal yang cukup besar

-Komposisi air dan nutrisi harus disiapkan secara pas

-Jika terjadi kesalahan bisa mematikan seluruh tanaman dalam satu tempat

-harus mengganti sistem wick secara rutin

Jika kita bisa melakukannya secara telaten, pasti akan muncukl rasa bangga tersendiri. Apalagi ketika nanti sudah panen, sayur atau buah yang kita tanam bisa di konsumsi. Selain itu, penataan tanaman hidroponik yang pas juga bisa dijadikan sebagai hiasan rumah, agar tak melulu harus menggunakan tanaman hias maupun tanaman yang menggunakan media tanah. Dengan warna yang hijau dan segar, akan membuat rumahmu semakin asri dan sejuk. Yang terpenting, tanaman tersebut harus mendapatkan sinar matahari yang cukup agar proses fotosintesisnya semakin optimal.

Jadi gimana, ada keinginan untuk mencobanya?

Cara Menanam Jahe dengan Sistem Hidroponik

Jahe adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat, tetapi masyarakat paling sering menggunakan jahe untuk diolah menjadi minuman yang menghangatkan tubuh. Selain itu banyak juga yang menggunakan jahe untuk obat-obatan yang bisa menyingkirkan banyak jenis penyakit.

Karena banyaknya manfaat dari jahe ini membuat seiring berjalannya waktu jahe semakin memiliki harga yang tinggi. Ini membuat para petani sangat memanfaatkan kesempatan untuk semakin membudidayakan jahe, apa lagi di desa masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan jahe.

Untuk Anda yang merupakan masyarakat perkotaan dan ingin juga membudidayakan jahe, tidak ada salahnya untuk menggunakan teknik hidroponik. Ini adalah cara yang mudah dan sangat irit tempat. Jika Anda ingin mencoba menanam jahe dengan sistem hidroponik, berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan jika ingin melakukannya.

Teknik Hidroponik Tanam Jahe

1.Siapkan Lokasi

Pertama yang harus Anda persiapkan jika ingin menanam jahe adalah pastikan ada lokasi yang cocok, di mana harus terpapar sinar matahari minimal 5 jam satu hari.

2. Siapkan Media Tanam

Sistem hidroponik merupakan sistem yang tidak membutuhkan tanah di dalam prosesnya, ini membuat Anda harus menemukan alternatif lainnya untuk digunaakn sebagai media perkembangan tanaman. Pilihlah barang yang mudah untuk menyerap air dan juga tidak menggenang, seperti misalnya kerikil yang halus, pasir kasar, sekam, serbuk kayu, atau pun arang.

Setealh mendapatkan bahan untuk hidroponiknya, siapkan juga wadah yang tepat. Anda tidak perlu membeli wadah yang mahal, karena dengan menggunakan botol air minum pun sudah cukup untuk digunakan menanam jahe dengan metode hidroponik.

3. Siapkan Bibitnya

Potong tuas jahe dan simpan di tempat yang teduh dan lembab, Anda akan mendapatkan mata tunas yang bisa digunakan untuk menumbuhkan jahe. Kalau sudah muncul mata tunasnya, ini menandakan kalau  pembibitan yang dilakukan sudah berhasil.

4. Pemupukan

Agar nanti jahe bisa menghasilkan banyak akar dengan ukuran yang besar, maka berikanlah pupuk dasar yang baik untuk jahe tersebut. Banyak unsur yang dibutuhkan oleh tanaman jahe, seperti Phospat dan Kalium. Jadi sebaiknya tambahkan dosis dari pupuk buatan agar lebih seimbang.

5. Tanam Bibit Jahe di Polybag

Penanaman di polybag ada baiknya dilakukan ketika sedang pagi hati atau di sore hari. Pada bagian tengahnya diisikan oleh serbuk kayu atau arang dulu, baru jahe di tanam dan bisa segera disiram. Letakkanlah bibit tersebut di tempat yang terbuka.

Pada umumnya, jika bibit jahenya bagus, maka bibit tersebut akan langsung tumbuh, kalau ada yang mati ini bisa jadi dikarenakan adanya jamur atau bakteri patogen. Karena bukan merupakan tanaman yang merambat, maka Anda bisa memanfaatkan lokasi tersebut dengan maksimal.

6. Lakukan Perawatan

Perawatan dari jahe dengan teknik hidroponik ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tanaman lainnya. Siramlah rutin 2-4 hari sekali, lakukan pemupukan untuk memberikan nutrisi sebagai penunjang agar tanaman jahe bisa tumbuh dengan baik, dan lakukan penanggulangan hama dan penyakit.

7. Panen Jahe

Jika jahe sudah terlihat cukup besar, maka Anda bisa langsung mencabutnya. Tetapi ada baiknya untuk menunggu jahe hingga ia berusia 3-4 bulan. Keunggulan dari jahe sendiri adalah rasanya tidak akan berubah meski dibiarkan tumbuh besar.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menanam jahe dengan metode hidroponik, mudah bukan?

Tanaman Hidroponik yang Bisa Membuat Rumah Menjadi Cantik

Mungkin tidak semua orang suka ribet dalam melakukan cocok tanam, ada yang ingin segalanya dibuat mudah namun memberikan hasil yang nyata. Nah, jika Anda merupakan orang yang demikian, maka Anda bisa memilih untuk menanam tanaman hidroponik.

Pada umumnya orang-orang menggunakan teknik hidroponik untuk menanam sayuran, tetapi ternyata Anda bisa juga memanfaatkan teknik ini untuk menanam tanaman hias, loh!

Berikut ini kami akan menunjukkan kepada Anda tanaman apa saja yang bisa ditanam dengan menggunakan teknik ini. Dengan demikian Anda bisa semakin mudah mencari tanaman yang cocok untuk Anda tanam di rumah Anda.

Tanaman Hias Hidroponik

1.Bunga Matahari

Bunga Matahari

Pertama yang kami akan bahas adalah Bunga Matahari. Bunga ini sendiri merupakan tanaman yang unik, di mana ia akan mengikuti arah dari matahari. Selain itu bunga matahari juga merupakan buya yang indah untuk dijadikan hiasan rumah.

Peletakan bunga ini haruslah di luar ruangan, karena bunga ini membutuhkan tempat yang penuh akan sinar matahari. Untuk perawatannya, kamu hanya butuh untuk menyiramnya dengan larutan nutrisi setiap sehari sekali.

2. Keladi Red Star

Keladi Red Star

Mungkin namanya masih asing untuk Anda, tetapi kalau dilihat, sebenarnya sudah banyak orang yang merawat jenis tanaman hias ini di rumah mereka. Tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik ini memiliki warna merah menyala yang bisa Anda gunakan untuk menambah warna di taman Anda.

Kelebihan dari Keladi Red Star ini, selain memiliki daun yang cantik ia juga membutuhkan perawatan yang mudah. Anda hanya perlu untuk memastikan tanaman ini berada di lokasi yang penuh akan sinar matahari.

3. Sri Rejeki

 Sri Rejeki

Bagi yang sudah berpengalaman dalam dunia tumbuhan hias, pasti Anda sudah tidak asing dengan Sri Rejeki. Ini adalah jenis tanaman yang memiliki harga cukup mahal, apa lagi jika sedang ditengah trend. Kelebihan dari tanaman ini adalah ia memiliki corak yang unik dan bisa dimanfaatkan untuk membersihkan udara atau anti polutan yang dapat menyerap zat berbahaya.

Perawatan dari Sri Rejeki ini sangat mudah, selain itu ia juga bisa diletakkan di dalam rumah.

4. Suplir

Suplir

Suplir merupakan jenis tanaman hias yang sudah biasa dibudidayakan dengan konsep hidroponik. Tanaman ini mudah didapatkan dan pernah populer pada era 90-an. Ciri khas dari tanaman hias satu ini adalah dari bentuk daun dan warna kontras yang ada dari daun dengan batang.

Ada berbagai macam jenis varietas dari Suplir ini, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kesukaan Anda. Kelebihan lain dari Suplir ini adalah ia dapat tumbuh dengan baik meski berada di lingkungan yang lembab.

5. Aggrek

Aggrek

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah Anggrek. Ini merupakan tanaman yang sangat bervariasi dan bisa ditanam dengan pot atau bahkan di tanam dengan menempel di bagian dinding.

Perawatan dari Anggrek berbeda untuk setiap jenisnya. Ada 3 jenis perawatan dari berbagai varietas, yaitu yang harus langsung terkena sinar matahari, yang dapat tumbuh dengan baik meski tidak terkena sinar matahari, dan yang harus terkena sinar matahari agar bisa tumbuh dengan baik.

Nah, itulah beberapa tanaman hias yang bisa Anda tanam dengan menggunakan teknik hidroponik. Selain lebih mudah untuk penanaman dan perawatannya, tanaman-tanaman ini juga bisa memberikan keindahan untuk taman di rumah Anda. Jadi apakah sudah siap untuk menanam tanaman hidroponik?

Buah yang Bisa Ditanam Hidroponik

Jika biasanya orang menggunakan metode tanam Hidroponik untuk menanam sayur-sayuran, tahukah Anda kalau ternyata buah-buahan pun bisa ditanam dengan metode satu ini. Ada banyak jenis buah yang bisa Anda tanam dengan metode hidroponik, hasil dari buahnya pun bisa tumbuh dengan lebih maksimal dengan menggunakan metode ini.

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik. Berikut ini kami akan memberitahukan beberapa buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik dan hasil yang didapatkan bisa lebih memuaskan dibandingkan dengan menggunakan metode hidroponik.

Jenis Tanaman Buah yang Dapat di Tanam dengan Metode Hidroponik

1.Pepaya

Pepaya

Pepaya? Ya, Pepaya. Mungkin jika Anda melihat pohon pepaya, Anda akan merasa itu merupakan sebuah ketidakmungkinan. Tetapi faktanya, pepaya dapat di tanam dengan metode hidroponik, loh. Anda hanya membutuhkan pot dengan ukuran 90 dan memiliki diameter 60 cm.

Tidak semua jenis pepaya bisa ditanam dengan metode ini, pepaya yang disarankan adalah pepaya yang merupakan varietas pepaya California, di mana jenis tanaman tersebut tidak memiliki batang yang terlalu tinggi. Jadi untuk Anda yang ingin menanam pepaya di dalam pot, ini merupakan pilihan yang sangat tepat.

Untuk melakukan teknik hidroponik ini Anda harus memerhatikan kebutuhan dari tanaman tersebut, seperti nutrisinya, perlakuan khususnya, dan masih banyak lainnya.

2. Stroberi

Stroberi

Kedua ada tanaman Stroberi, di mana tanaman ini juga bisa ditanam secara hidroponik. Mungkin stroberi merupakan buah yang sangat umum ditemukan untuk ditanam dengan metode ini, karena banyak perkebunan yang sudah mempraktekkannya. Untuk melakukan teknik hidroponik pada tanaman stroberi, lakukanlah dengan cara menanam stroberi dari benih yang disemai.

3. Melon

Melon

Mungkin biasanya kita hanya melihat tanaman hidroponik yang menghasilkan buah-buahan yang kecil, seperti tomat, pepaya, atau stroberi. Tetapi bagaimana jika teknik hidroponik yang semakin berkembang ini bisa diterapkan pada tanaman melon? Ya, kini Anda bisa menanam melon dengan menggunakan metode satu ini. Melon merupakan buah yang tanamannya merambat.

Untuk menggunakan metode ini, Anda harus memerhatikan perawatan melon, seperti salah satunya adalah dengan cara memangkas tunas yang tidak diperlukan. Tentunya ini dilakukan agar tunas tersebut tidak akan mengganggu perkembangan dari melon yang butuh sinar matahari yang cukup. Jadi jika ingin menghasilkan buah yang memiliki kualitas terbaik, membutuhkan paparan dari sinar matahari secara langsung.

4. Semangka

Semangka

Keempat ada semangka, buah yang juga memiliki ukuran besar. Sekarang semakin banyak orang yang memilih untuk membudidayakan semangka dengan cara hidroponik atau air nutrisi ini. Cara untuk mempelajari dan mempraktekkan menanam semangka hidroponik mudah dipelajari, bahkan untuk Anda yang masih pemula.

Tips untuk menjaga tanaman ini tetap terjaga hingga berbuah adalah perhatikan media airnya, pastikan air terbebad dari hama atau penyakit lainnya. Berikan pupuk susulan agar semangka dapat dengan optimal dan juga bersihkan gulma yang ada. Gunakan beberapa pupuk cair atau kompos sesuai dengan kebutuhan.

5. Cabe

Cabe

Terakhir yang akan kami bahas adalah Cabe. Mungkin menanam cabe dengan metode ini bukan lagi hal yang aneh, bahkan sudah sangat banyak orang yang menggunakan metode ini. Meski terdapat kekurangan dalam menanam dengan metode ini, seperti harus dengan teliti dan rutin memeriksa tanaman, Anda tetap akan mendapatkan hasil yang memuaskan dari jerih payah tersebut.

Nah, itulah beberapa jenis tanaman buah yang bisa ditanam dengan metode hidroponik. Semoga artikel ini dapat membantu Anda, ya!

Jenis Pupuk Tanaman Hidroponik

Apakah kamu tengah mencoba untuk memulai menanam tanaman hidroponik? Jika iya, kami sangat menyarankan untuk membeli pupuk yang sesuai dengan tanaman hidroponik untuk membantu pertumbuhannya. Tapi apa ya kira-kira pupuk terbaik untuk tanaman hidroponik?

Memilih pupuk untuk tanaman tidak bisa dilakukan sembarangan, karena kita harus tahu pupuk yang akan digunakan itu sebenarnya ditujukan untuk tanaman apa. Tanaman hidroponik tidak menggunakan tanah untuk media tumbuhnya, ini membuat tanaman tidak bisa mendapatkan kandungan unsur hara yang cukup. Jadi yang terbaik adalah dengan memberikan asupan melalui pupuk.

Kali ini kami akan memberikan rekomendasi pupuk untuk tanaman hidroponik terbaik yang dapat Anda gunakan pada tanaman hidroponik.

5 Rekomendasi Pupuk Tanaman Hidroponik

1.Pupuk AB Mix Hydro J

Pertama yang kami rekomendasikan adalah Pupuk AB Mix Hydro J. Ini merupakan pupuk untuk tanaman hidroponik yang biasa digunakan untuk memupuki tanaman berdaun atau sayuran yang siap pakai. Pupuk AB Mix Hydro J memiliki unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, khususnya tanaman hidroponik.

Kelebihan dari Pupuk AB Mix Hydro J ini adalah ia memiliki tekstur berupa 100% bubuk yang mudah untuk larut di air, jadi ia ramah lingkungan serta tidak membuat sistem hidroponik tersumbat.

2. Pupuk Lewatit HD-5

Pupuk berikutnya yang akan kami sarankan adalah Pupuk Lewatit HD-5. Tekstur dari pupuk ini mirip dengan gula pasir, tapi ia memiliki warna merah muda. Komposisi dari Pupuk Lewatit HD-5 ini ada 15 gram K2O, 7 gram P2O5, 3 gram Nitrogen dalam bentuk Amonia, dan 15 gram Nitrogen dalam bentuk Nitrat.

Pupuk ini hanya dapat mengeluarkan unsur hara jika terdapat ion penukar yang larut di dalam air. Sebabnya, ini merupakan pupuk yang sangat cocok untuk tanaman hias yang memiliki waktu pemupukan 4-5 bulan. Disarankan untuk memberikan Pupuk Lewatit HD-5 ini saat tanaman sudah berusia 2 minggu dan sudah dipindahkanke pot hidroponik.

3. Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor

Jika dua pupuk di atas berbentuk bubuk, Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor ini merupakan pupuk yang memiliki bentuk cair. Di mana dalam pupuk ini terdapat unsur makro 3,37% Sulfur, 5,7% P2O5, 11,28% Nitrogen, dan 7,84% K2O. Adapun unsur mikro yang terkandung antara lain unsur Fe, Cu, Mn, Zn, Mg, B,  Mo, Ce, dan Co.

Pupuk ini cocok digunakan baik untuk tanaman sayuran atau pun tanaman hias. Cara menggunakannya pun mudah, hanya perlu untuk melarutkannya ke air dan digunakan pada tanaman yang sudah berusia 3 minggu.

4. Pupuk Anorganik dan Gandasil D

Jika ingin lebih murah, Anda bisa meramu sendiri pupuk untuk tanaman hidroponikmu. Gunakan campuran dari pupuk NPK, KCI, dan Gandasil. Dalam campuran ini akan terdapat unsur hara makro dan mikro yang asalnya dari pupuk daun. Tetapi untuk meramu sendiri pupukmu, sebaiknya gunakan konsentrasi yang tepat agar nantinya pupuk tidak terjadi pengendapan.

5. Kotoran Kelinci

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah dengan memanfaatkan kotoran kelinci. Namun tidak keseluruhannya menggunakan kotoran kelinci. Ada cara untuk membuat pupuk hidroponik dari bahan yang sangat alami ini. Langkah yang diperlukan juga mudah dan tidak akan sulit untuk dilakukan di rumah.

Nah, itulah beberapa pupuk untuk tanaman hidroponik yang bisa Anda gunakan untuk tanaman Anda. Pilihlah pupuk yang cocok dan sesuai dengan tanaman Anda agar tanaman semakin berkualitas.

Tanaman Hidroponik Paling Cepat Panen

Kini tanaman hidroponik semakin digandrungi karena kepraktisan yang dimilikinya. Ada banyak kelebihan dari menanam tanaman dengan konsep ini, salah satunya karena dengan teknik ini tanaman bisa menjadi lebih cepat untuk dipanen.

Dari semua tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik, berikut ini adalah beberapa tanaman hidroponik yang dapat dipanen dengan waktu yang lebih cepat dari yang lainnya.

7 Tanaman Hidroponik yang Cepat Dipanen

1.Kangkung

Kangkung

Pertama yang akan kami bahas adalah tanaman kangkung. Kangkung memang merupakan tanaman yang bisa tumbuh di air, itu sebabnya tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Bahkan waktu untuk memanen kangkung hanya membutuhkan waktu sekitar 21-30 hari.

Selain mudah untuk dibudayakan, Kangkung juga memiliki banyak manfaat serta memiliki rasa yang enak saat diolah. Sebab itulah jika Anda tengah mencari tanaman yang cocok untuk memulai belajar teknik hidroponik.

2. Sawi

Sawi

Berikutnya yang kami akan bahas adalah tanaman sawi, di mana ini merupakan tanaman yang juga memiliki waktu panen yang cepat. Kelebihan lain dari menanam sawi dengan teknik hidroponik adalah perawatan yang dibutuhkan untuk merawat tanaman ini mudah.

Sawi yang ditanam mulai dari bijinya dapat dipanen setelah 40-60 hari. Tetapi kalau ditanam mulai dari bibit dapat lebih cepat lagi, yaitu 25-30 hari setelah ditanam.

3. Timun

Timun

Timun merupakan makanan yang sering dijadikan lalapan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menanam timun, tetapi salah satu yang hasilnya paling memuaskan adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Teknik ini dapat membuat timun dipanen setelah 30 hari ditanam.

Setelah itu pun Anda bisa memanen timun satu Minggu sekali. Jadi timun sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin berbisnis hasil panen tanaman hidroponik.

4. Cabe

Cabe

Cabe merupakan tanaman yang memiliki adaptasi yang baik, itu sebabnya tanaman ini cocok ditanam dengan berbagai metode dan salah satunya adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Namun, sangat disarankan untuk memilih bibit terbaik kalau ingin menanam tanaman ini.

Tanaman ini sendiri merupakan tanaman yang sangat cepat untuk panen. Saat sudah berusia 9 minggu, tanaman ini sudah bisa dipanen dan setelahnya dapat dipanen setiap 5 hari sekali.

5. Tomat

Tomat

Sudah bukan hal asing lagi kalau tomat merupakan tanaman yang sering ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Pemilihan bibit yang tepat dan perawatan yang baik akan menghasilkan tomat yang unggul dan berpotensi menguntungkan.

Selain memiliki banyak peminat, keunggulan lain dari menanam tomat adalah karena ia memiliki waktu yang singkat untuk masa panennya. Yaitu bisa dilakukan saat tanaman sudah berusia 25-30 hari, lalu setelahnya bisa dipanen setiap 5 hari sekali.

6. Kacang Panjang

Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan makanan yang sudah sangat umum ditemukan di berbagai jenis masakan. Itu sebabnya banyak orang yang memanfaatkan ini dengan menjual kacang panjang. Selain memiliki banyak peminat, kacang panjang juga memiliki waktu panen yang cepat. Yaitu ia akan mulai berbunga di hari ke 30 dan setelahnya akan panen 15 hari setelahnya.

7. Bayam

Bayam

Terakhir yang akan kami bahas adalah Bayam, tanaman yang biasanya dapat dengan bebas tumbuh di halaman rumah. Tetapi tentunya jika ingin mendapatkan bayam yang berkualitas, ada baiknya untuk menanamnya dengan metode hidroponik.

Selain memiliki kualitas yang lebih baik, dengan metode ini juga bayam bisa lebih cepat dipanen. Bahkan setelah 25-30 hari ditanam, Anda bisa memanennya 5 hari sekali.

Nah, itulah beberapa tanaman hidroponik yang cepat dipanen. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda. 

Tanaman Hidroponik yang Mahal Kalau Dijual

Tanaman-tanaman yang bisa ditanam dengan konsep hidroponik bukan merupakan tanaman yang sembarangan. Karena media yang dibutuhkan untuk menanam jenis tanaman ini hanya cocok untuk tanaman yang memang memiliki waktu singkat untuk bertunas atau berbuah. Sebabnya, tidak semua tanaman cocok untuk ditanam dengan konsep hidroponik ini.

Jadi, jika ingin menanam dengan konsep ini Anda harus tahu dulu apa yang ingin ditanam. Sedangkan jika Anda berniat untuk menjual tanaman tersebut, ada baiknya untuk mengetahui jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, jadi menanam tanaman hidroponik ini kedepannya bisa menjadi hobi yang lebih menghasilkan lagi.

Berikut ini adalah jenis tanaman hidroponik yang mungkin bisa menjadi pilihan Anda jika ingin mulai usaha menjual hasil tanaman hidroponik.

Tanaman Hidroponik dengan Nilai Ekonomi Tinggi

1.Paprika

Paprika

Siapa di sini yang suka Paprika? Ya, tanaman dengan warna yang segar ini merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa di tanam dengan metode hidroponik. Bahkan dengan menggunakan metode ini, Anda bisa lebih mudah mengembangkannya dibandingkan dengan metode konvensional.

Kalau dilakukan dengan intensif, Anda bisa mendapatkan hasil tanaman paprika setidaknya 2,5 KG buah pertanaman. Ini tentunya lebih banyak kalau dibandingkan dengan merawat paprika dengan metode konvensional, di mana hanya mendapatkan sekitar 1 kg pertanaman.

2. Tomat

Tomat

Tomat juga merupakan tanaman yang bisa dikembangkan secara hidroponik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk bisa mendapatkan tomat dengan nilai jual yang tinggi, tentunya Anda harus memilih juga bibit tomat yang bagus. Belilah bibit tomat di toko pertanian dan cari yang merupakan bibit unggul agar nantinya hasil dari panen Anda memuaskan.

3. Timun Jepang

Timun Jepang

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan timun satu ini. Timun Jepang atau Zucchini ini memiliki bentuk yang menyerupai terong dan biasanya hanya dapat ditemukan di supermarket. Tapi dengan metode hidroponik, Anda kini bisa menanamnya di perkarangan rumah. Lakukan perawatan yang baik dan benar, sehingga nantinya bisa menghasilkan timun yang berkualitas dan memiliki harga jual yang tinggi.

4.Selada

Selada

Bukan lagi rahasia umum kalau selada merupakan salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan secara hidroponik. Biasanya orang mengonsumsi selada sebagai pendamping makanan seperti ayam goreng, pecel lele, atau daging. Ini tentunya bisa menjadi peluang besar untuk Anda, di mana dengan demikian banyak orang yang mencari selada, jadi lebih mudah dalam memasarkannya.

5. Semangka

Semangka

Bukan hanya sayur saja jenis tanaman yang bisa Anda tanam dengan metode Hidroponik, karena nyatanya ada beberapa buah yang juga bisa ditanam dengan metode ini. Salah satunya adalah Semangka, buah yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Dampak Anda mengonsumsi semangka adalah Anda bisa menjaga metabolisme tubuh juga kesehatan Anda. Kadar air yang ada di semangka juga bisa membantu Anda dalam melepaskan dahaga, terutama saat sedang cuaca panas.

Harga semangka juga cukup tinggi, jadi pembudidayaan semangka dengan metode hidroponik merupakan pilihan yang tepat. Pilih bibit yang terbaik dan lakukan perawatan yang intensif. Hasil semangka yang akan Anda dapatkan pastinya nanti tidak akan mengecewakan.

Nah, itulah beberapa tanaman hidroponik yang memiliki nilai tinggi. Ini tentunya merupakan info yang bermanfaat, khususnya untuk Anda yang ingin memulai usaha dalam bidang ini dan mencari jenis tanaman yang cocok untuk dijual nantinya.