daftar poker online daftar sbobet

JENIS SAYURAN HIDROPONIK YANG BISA DI TANAM DI DATARAN TINGGI

JENIS SAYURAN HIDROPONIK

Dataran tinggi yang baik berada di permukaan tanah di atas ketinggian 600 mdpl. Suhu di dataran tinggi yang relative lembab dan dingin membuat banyak beberapa jenis tanaman seperti kol, kentang, buncis dan yang lainnya baik untuk di budidaya di sana. Tidak semua tanaman bisa ditanam pada dataran tinggi karena setiap tanaman punya kriteria dan syaratnya tersendiri.

Untuk itu kali ini kita akan bahas berbagai sayuran hidroponik yang bisa di tanam di dataran tinggi menggunakan teknik hidroponik..

1.Selada Hijau

Selada Hijau

Selada merupakan jenis sayuran yang sangat terkenal karena teknik penanamannya yang menggunakan teknik hidroponik, selain itu tanaman ini juga bisa ditanam pada iklim yang tropis. Selada memiliki kandungan vitamin dan potassium, sehingga sangat baik untuk di konsumsi dan lebih efektif bila di tanam di suhu yang rendah.

Bila ditanam di dataran tinggi, selada sudah bisa dipanen setelah kurang lebih 35 hari. Usia panen ini bisa menghasilkan selada yang muda dimana rasa yang lebih manis dan renyah. Sementara untuk selada dewasa biasanya butuh waktu sekitar 65 samapi 135 hari untuk masa panennya, namun rasa yang di hasilkan cenderung lebih pahit. Jika selada sudah menunjukan warna hijau cerah dan daun yang lebar, itu tandanya sudah siap panen.

Selada sendiri akan tumbuh secara optimal di udara yang sejuk sekitar 20 derajat selsius dengan tingkat pH di atas 5,0. Selada juga akan punya harga jual yang tinggi bila sayurannya masih segar.

2.Selada Merah

Selada Merah

Selada merah biasanya digunakan pada garnish makanan dan juga salah. Untuk budidaya selada merah lebih cocok di dataran tinggi yaitu lokasi yang dingin karena akan mempengaruhi dan menghasilkan warna merah yang merata. Selada ini juga sama renyahnya dengan selada hijau dan rasa yang segar. Selada merah yang ditanam di dataran rendah cenderung memiliki warna merah yang pucat dan gak sempurna, dimana warnanya akan bersatu seperti bercak campuran antara merah dan hijau. Masa panen selada merah ini ada di sekitar 30 sampai 40 hari setalah penanaman dengan ciri daun yang berwarna merah.

3.Lettuce Romaine

Lettuce Romaine

Masih sama dengan varian selada dengan dengan bentuk yang berbeda, dimana Lettuce romaine ini memiliki bentuk yang oval dan bagian ujung kepala yang melebar. Dibagian tengahnya sedikit kaku, namun daunnya lebih tebal dan bergelombang. Sayur ini bisa dipanen jika sudah memasuki usia 30-40 hari setelah tanam dengan ciri-ciri permukaan daun yang kasar dan warna sudah hijau tua.

Dibanding dengan jenis selada yang lain, lettuce romaine ini lebih tahan terhadap panas. Lalu sayuran ini juga lebih sering di temukan di Eropa sebagai santapan berbagai macam makanan yang disajikan masih mentah.


4.Endive

Endive

Sayuran yang satu ini memang jarang di konsumsi dan susah ditemukan di Indonesia karena harga yang cukup mahal. Sayuran ii mengandung berbagai macam vitamin, folat dan serat. Untuk ukuran di Indonesia sendiri, tanaman ini termasuk sayuran yang eksklusif karna harga jualnya yang tinggi. Bila pun ada di Indonesia, biasanya sayuran ini berada di hidangan hotel mewah atau restaurant mewah. Usia panen sayuran ini berada di hari ke 30 dengan ciri daun yang panjang sekitar 20 cm.

Itulah 4 sayuran hidroponik yang bisa di tanam di dataran tinggi, meskipun beberapa diantaranya tetap bisa di tanam di daerah rendah namun kualitas dan hasil dari sayuran pun berbeda. Semoga bermanfaat!

admhidrop