daftar poker online daftar sbobet

APASIH PENGARUH AIR HUJAN DALAM MENANA TANAMAN HIDROPONIK?

Air hujan yang turun sangat lah memiliki manfaat karena hujan merupakan air bersih yang langsung diturun kan dari awan dan tak perlu diolah sendirian. Ah tapi sayang sekali kalau air hujan sendiri bisa membuat rugi tanaman hidroponik yang kamu tanam nih fellas. Tapi sebelum masuk ke dalam bahasan, apa sih definisi tanaman hidroponik itu sendiri ? Tanaman hidroponik adalah teknik untuk membudidaya tanaman yang mana utama nya buah – buahan dan sayur mayur dengan menggunakan tanah. Nah tanah yang di gunakan adalah memakai tanah jenisrock wool, hidroton, sekam bakar dan pasir dengan memfokuskan ke dalam suatu kebutuhan nutrisi untuk tanaman.Di kota besar, lahan menanam sudahlah masuk dalam ke langkaan, nah maka dari itu teknik menanam hidroponik bisa di lakukan, apalagi di jaman sekarang tanaman seperti saayur mayur dan buah – buahan sangat penting . Nah untuk bertanam tanaman hidruponik mudah banget nih fellas, kamu bisa menanam tanaman hidroponik di rumah dan kamu tidak perlu memiliki lahan yang sangat luas, nah ragam ang mesti kamu fikirkan dan perhatikan adalah oxygen, air, cahaya dan juga nutrisi. Nah berbicara tentang hasil tanaman yang menggunakan teknikhidroponik adalah lebih aman dan bersih di bandingka dengan menanam di tanah langsung. Teknologi hidroponik sendiri merupakan suatu hal yang termasuk ke dalam ramah lingkungan, mengapa bisa di katakan ramah lingkungan? Karena menanam dengan teknik hidroponik tidak memakai pestisida dan membuat lingkungan juga semakin tertata indah. Nah balik lagi ke dalam bahasan, apa sih pengaruh air ujan dalam menanam tanaman hidroponik ? Patut kamu ketahui nih fellas :

1.Green house

HIDROPONIK

Menggunakan green house yang kamu ciptakan dengan sedeerhana bisa banget ngebuat tanaman hidroponik kamu menjadi rusak fellas, hal ini di karenakan air hujan yang turun dengan banyak dan juga keseringan bisa membuat rusak tanaman green house kamu loh. Nah supaya tak ada pengaruh yang buruk dari turunnya air hujan, kamu harus membangun green house yang di rencanakan nah supaya ketika ada air hujan yang turun nggak bakal merusak green house yang sudah kamu ciptakan

2.pH

HIDROPONIK

Nah air hujan yang telah turun bisa banget loh menjadi pengaruh keasaman air di dalam tanaman hidroponik kamu, tanaman hidroponik yang mempunyai gerak tumbuh yang baik kalau pH air nya ada di angka 6 sampai dengan 7,5. Nah jenis air netral adalah air yang tingkat keasaman nya 6 sampai dengan 7,5. Nah kalau air berubah jadi basa atau asam yang di pengaruhi oleh air hujan, kamu bisa mengantisipasi dengan melakukan perencanaan tertentu. NAh di dalam air hidroponik yang asam, kamu bisa banget untuk menaruh es k dalam air tanaman hidroponik kamu yang mana agar air yang telah asal bisa berubah menjadi netral. Di samping itu di dalam tanaman hidroponik yang sudah menjadi basa bisa loh kamu menambahkan asam sulfat, asam nitrat dan asam fosfat. Tetapi di samping itu kamu wahib banget memperhatikan beragam jenis asam yang cukup bahaya kalau kena kulit kamu fellas, kamu harus lah berhati – hati ya.

3. Nutrisi

HIDROPONIK

Nutrisi sendiri adalah suatu hal yang sangat di perlukan untuk tanaman, di dalam zat yang tertentu bisa saja nutrisi nya bertambah atau juga berkurang. Nah maka dari itu tanaman – tanaman hidroponik bisa banget di pengaruhi air hujan. Untuk kamu ketahui kalau air hujan memiliki kandungan nutrisi yani uap air, asam sulfat, garam, asam nitrat dan juga karbon. Nah dalam jumlah nya sendiri, bergantung pada sebuah takaran sehingga efek nya bisa terlihat jelas sekali di dalam pertumbuhan suatu tanaman hidroponik. Nah air hujan yang turun dalam jumlah yang sangat banyak bisa loh menjadi penyebab air nutrisi yang sudah di beri wadah hilang yang di akibatkan oleh terpenuhi oleh air ujan.

4. Pertumbuhan tanaman – tanaman

HIDROPONIK

Kalau air hujan turun dengan jumlah yang banyak masuk ke dalam ladang hidroponik kamu, akan mengakibatkan terganggu nya pertumbuhan tanaman hidroponik kamu loh fellas, hal ini ada kaitannya dengan point nutrisi yang sebelum nya, semua itu di karenakan dengan terbuang nya si nutrisi tersebut dengan air hujan yang mana nutrisi yang kamu butuhkan akan menghilang.

5. Penyakit dan para hama

HIDROPONIK

Nah yang selanjutnya adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman hidroponik kamu. Ulat kutu daun dan ulat merupakan salah satu dari banyak nya hama yang ada pada saat hujan turun loh fellas, mereka itu adalah sebuah penyakit yang serius untuk tanaman hidroponik kamu. Nah si hama – hama tersebut muncul sesuai bagaimana kondisi hujan yang turun. Nah disini kamu harus lah berhati – hati jangan sampa hama dan penyakit tersebut menyerang tanaman – tanaman hidroponik kamu ya fellas, soalnya akan sayang banget deh !

Cara Menanam Jahe dengan Sistem Hidroponik

Jahe adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat, tetapi masyarakat paling sering menggunakan jahe untuk diolah menjadi minuman yang menghangatkan tubuh. Selain itu banyak juga yang menggunakan jahe untuk obat-obatan yang bisa menyingkirkan banyak jenis penyakit.

Karena banyaknya manfaat dari jahe ini membuat seiring berjalannya waktu jahe semakin memiliki harga yang tinggi. Ini membuat para petani sangat memanfaatkan kesempatan untuk semakin membudidayakan jahe, apa lagi di desa masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan jahe.

Untuk Anda yang merupakan masyarakat perkotaan dan ingin juga membudidayakan jahe, tidak ada salahnya untuk menggunakan teknik hidroponik. Ini adalah cara yang mudah dan sangat irit tempat. Jika Anda ingin mencoba menanam jahe dengan sistem hidroponik, berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan jika ingin melakukannya.

Teknik Hidroponik Tanam Jahe

1.Siapkan Lokasi

Pertama yang harus Anda persiapkan jika ingin menanam jahe adalah pastikan ada lokasi yang cocok, di mana harus terpapar sinar matahari minimal 5 jam satu hari.

2. Siapkan Media Tanam

Sistem hidroponik merupakan sistem yang tidak membutuhkan tanah di dalam prosesnya, ini membuat Anda harus menemukan alternatif lainnya untuk digunaakn sebagai media perkembangan tanaman. Pilihlah barang yang mudah untuk menyerap air dan juga tidak menggenang, seperti misalnya kerikil yang halus, pasir kasar, sekam, serbuk kayu, atau pun arang.

Setealh mendapatkan bahan untuk hidroponiknya, siapkan juga wadah yang tepat. Anda tidak perlu membeli wadah yang mahal, karena dengan menggunakan botol air minum pun sudah cukup untuk digunakan menanam jahe dengan metode hidroponik.

3. Siapkan Bibitnya

Potong tuas jahe dan simpan di tempat yang teduh dan lembab, Anda akan mendapatkan mata tunas yang bisa digunakan untuk menumbuhkan jahe. Kalau sudah muncul mata tunasnya, ini menandakan kalau  pembibitan yang dilakukan sudah berhasil.

4. Pemupukan

Agar nanti jahe bisa menghasilkan banyak akar dengan ukuran yang besar, maka berikanlah pupuk dasar yang baik untuk jahe tersebut. Banyak unsur yang dibutuhkan oleh tanaman jahe, seperti Phospat dan Kalium. Jadi sebaiknya tambahkan dosis dari pupuk buatan agar lebih seimbang.

5. Tanam Bibit Jahe di Polybag

Penanaman di polybag ada baiknya dilakukan ketika sedang pagi hati atau di sore hari. Pada bagian tengahnya diisikan oleh serbuk kayu atau arang dulu, baru jahe di tanam dan bisa segera disiram. Letakkanlah bibit tersebut di tempat yang terbuka.

Pada umumnya, jika bibit jahenya bagus, maka bibit tersebut akan langsung tumbuh, kalau ada yang mati ini bisa jadi dikarenakan adanya jamur atau bakteri patogen. Karena bukan merupakan tanaman yang merambat, maka Anda bisa memanfaatkan lokasi tersebut dengan maksimal.

6. Lakukan Perawatan

Perawatan dari jahe dengan teknik hidroponik ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tanaman lainnya. Siramlah rutin 2-4 hari sekali, lakukan pemupukan untuk memberikan nutrisi sebagai penunjang agar tanaman jahe bisa tumbuh dengan baik, dan lakukan penanggulangan hama dan penyakit.

7. Panen Jahe

Jika jahe sudah terlihat cukup besar, maka Anda bisa langsung mencabutnya. Tetapi ada baiknya untuk menunggu jahe hingga ia berusia 3-4 bulan. Keunggulan dari jahe sendiri adalah rasanya tidak akan berubah meski dibiarkan tumbuh besar.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menanam jahe dengan metode hidroponik, mudah bukan?

Cara Menanam Semangka dengan Teknik Hidroponik

Semangka sebelumnya dikenal sebagai tanaman yang membutuhkan tanah untuk dikembangbiakkan, tapi tahukah kamu kalau ternyata penanaman semangka bisa jauh lebih efektif jika menggunakan teknik Hidroponik? Hal ini dikarenakan dengan metode ini tanaman menjadi lebih mudah dirawat dan pengendalian Hama menjadi lebih mudah dilakukan.

Tentunya untuk melakukan hal ini ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti dari teknik yang digunakan atau biji apa yang sebaiknya digunakan. Berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan jika Anda tertarik untuk menanam semangka dengan metode hidroponik.

Menanam Semangka Metode Hidroponik

1.Pilih Bibit yang Terbaik

Pertama yang harus Anda perhatikan jika ingin menanam dengan metode Hidroponik adalah perhatikan dari segi bibit yang akan Anda buat. Bibit yang harus dipilih adalah bibit yang lebih mengkilap dengan warna yang hitam dan licin. Agar biji tanaman ini bisa ditanam dengan baik, maka rendamlah biji tersebut pada larutan fungisida. Perendaman ini minimal dilakukan selama 24 jam atau lebih.

2. Pilih Media Tanam yang Tepat

Untuk menanam dengan metode Hidroponik, maka ada beberapa hal yang wajib untuk disiapkan. Beberapa barang yang diperlukan untuk menanam dengan metode ini adalah pipa paralon, penampungan air, Timber, mesin pompa akuarium, busa, dan talang air.

3. Lakukan Penyemaian Semangka Hidroponik

Setelah menyiapkan segalanya, biji semangka kini perlu disemai. Cara untuk menyemainya pun mudah, berikut ini merupakan cara yang bisa Anda lakukan.

  • Siapkan media penyemaian, yaitu karton, kapas, atau gabus yang sudah dibasahi dan juga bahan lainnya
  • Bibit semangka yang sudah direndam sebelumnya, kembali lakukan perendaman selama 2 – 4 jam dengan fungisida atau larutan atomik
  • Penyemaian dilakukan dengan menggunakan polibag atau di dalam pot yang sudah diberi tanah. Dalam beberapa hari akan muncul kecambah atau akar kecil dari bibit yang Anda semai tersebut
  • Setelah kecambah atau akar sudah tumbuh dari bibit, maka Anda bisa memindahkannya ke media tanam agar pertumbuhan menjadi lebih cepat. Lakukanlah pemeliharaan sampai bibit tumbuh semakin besar
  • Pada tanaman tersebut berilah nutrisi dan pupuk, lalu setelah 2 minggi bisa dipindahkan ke media tanam hidroponik

4. Penanaman Semangka Hidroponik

Setelah disemai, kini kita bisa beralih ke cara untuk melakukan penanamannya. Ini adalah cara yang harus Anda lakukan dengan hati-hati, jangan sampai Anda merusak bagian tanaman karena semangka merupakan tanaman yang sangatlah sensitif. Berikut ini langkah yang bisa Anda lakukan untuk melakukan penanaman tanaman semangka ke metode Hidroponik.

  • Pertama, jika tanaman dari semangka sudah memiliki 4 daun atau akar yang lebat, maka Anda bisa langsung memindahkannya ke metode hidroponik
  • Penanaman yang dilakukan sebaiknya baik dari aliran air sampai ke pemberian nutrisi sudah dilakukan secara otomatis dan sudah disusun dengan menggunakan Timer, ini akan membuat pemberian nutrisi dan aliran air menjadi lebih teratur dari pada Anda melakukannya dengan cara manual.
  • Gunakan pipa paralon untuk menanam tanaman hidroponik yang sudah dilubangi dengan diameter 5 Cm. Dan bagian ujung kanan dan kirinya sudah ditutup dengan plastik.
  • Gunakanlah pompa air agar pasokan air dan nutrisi yang ada di tanaman hidroponik berjalan dengan lebih teratur.

Itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk menanam tanaman semangka dengan memanfaatkan metode hidroponik. Kira-kira menurut Anda apakah cara ini jauh lebih mudah dan efisien dibandingkan dengan metode biasa?

Cara Untuk Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Kini semakin banyak orang yang memilih untuk menanam tanaman hidroponik dikarenakan di rasa lebih mudah dan efisien. Dengan metode ini juga, kita tidak lagi perlu pusing untuk memikirkan kira-kira di mana tempat yang cocok untuk menanam tanaman tersebut, karena dengan metode hidroponik tanaman dapat di tanam di mana pun. Bahkan Anda bisa menanam tanaman ini dengan menggantungkannya di tembok.

 Hal yang terpenting dari metode menanam tanaman hidroponik adalah dengan cara memikirkan aspek-aspek seperti pemberian nutrisi, cahaya, juga tentunya suhu dari tanaman tersebut. Untuk Anda yang masih merupakan pemula, berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda pakai untuk menanam tanaman hidroponik.

Metode Mudah Untuk Menanam Tanaman Hidroponik

1.Dengan Menggunakan NFT atau Nutrient Film Technique

 NFT atau Nutrient Film Technique

Pertama yang kami rekomendasikan adalah dengan menggunakan NFT atau Nutrient Film Techniwque. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dengan menggunakan metode Nutrient Film Technique ini, yaitu:

  • Pertumbuahan tanaman lebih cepat
  • Perawatan sistem NFT lebih mudah
  • Tingkat keseragaman tanaman yang tumbuh lebih tinggi
  • Tidak banyak endapan nutrisi atau kotoran dalam pipa
  • Tingkat Produktifitas lebih tinggi

Cara menanamnya pun mudah, berikut adalah caranya.

  • Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin menggunakan metode Nutrient Film Technique ini, yaitu: pompa air, selang inlet, gully, media tanam, pipa pvc, kerangka meja, tandon air, hole saw, bor, gergaji besi, pH meter, dan juga TDS/ EC Meter.
  • Pipa dilubangi sesuai dengan panjangnya dan pastikan jaraknya antara lubang satu dengan lubang lainnya sama
  • Pipa di susun juga dipersiapkan untuk menjadi tempat tanaman
  • Pada pipa yang lebih rendah siapkan penampung
  • Untuk menggunakan metode ini, konsepnya adalah akar ditanam akan tumbuh di bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam. Sirkulasi yang ada di tanaman ini harus terjaga agar tanaman bisa dengan baik mendapatkan nutrisi, oksigen, dan juga air.

2. Dengan Menggunakan Metode WICK

WICK

Kedua adalah dengan menggunakan metode WICK, metode ini lebih disukai karena kemudahannya dan bahan yang diperlukan juga murah.

Ada beberapa kelebihan yang didapatkan dengan menggunakan metode WICK, yaitu:

  • Tanaman bisa mendapatkan suply air secara terus menerus
  • Pembuatannya murah dan mudah
  • Perawatan tanaman dipermudah karena tidak lagi memerlukan penyiraman
  • Tidak bergantung pada listrik

Berikut adalah cara untuk menggunakan metode WICK.

Siapkanlah:

  • Botol Mineral
  • Alat Pemotor
  • Sumbu Kompor/ Kain Flanel
  • Alat Melubangi
  • Air Nutrisi

Cara membuat alat tanam tanaman hidroponik

  • Pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan cara memotong botol bekas menjadi dua bagian
  • Setelah itu lubangilah tutup botol tersebut
  • Dua bagian botol di gabungkan dengan cara membalik bagian moncong botol menghadap ke bagian bawah
  • Kain flanel atau sumbu kompor di pasang pada bagian tutup botol dan pastikan sumbu botol tersebut bisa menyerap air nutrisi
  • Tanamlah bibit tanaman pada bagian atas botol dengan memberikan tanah secukupnya
  • Sedangkan pada bagian bawah botol, isilah dengan air nutrisi
  • Dengan cara ini, tanaman bisa lebih hemat waktu dan memudah kan perawatan.

Nah, itulah beberapa cara menanam tanaman hidroponik yang bisa Anda para pemula lakukan. Cara untuk menanamnya sangatlah mudah, sehingga tingkat kegagalan dengan menggunakan metode tanam ini pun kecil.

Untuk Anda yang masih ragu untuk memulai menanam dengan metode hidroponik, cobalah dengan kedua metode ini karena tidak ada salahnya untuk mencoba!

Cara Untuk Menanam Paprika dengan Teknik Hidroponik

Banyak orang yang mengira kalau paprika merupakan salah satu jenis buah yang sulit untuk dibudidayakan. Tetapi sebenarnya paprika merupakan jenis tanaman yang dapat ditanam di mana saja, baik di gunung, di dataran yang rendah, bahkan kita bisa menanamnya di pantai. Tetapi tempat terbaik untuk menanam paprika adalah di dataran tinggi, di atas 1700 DPL, karena di sana dapat menghasilkan paprika dengan ukuran yang besar.

Untuk Anda yang tinggal di dataran rendah, jangan ragu untuk menanam paprika. Karena kini terdapat teknik hidroponik yang sangat membantu Anda untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Kali ini kami akan memberitahukan Anda bagaimana cara untuk menanam paprika dengan teknik hidroponik.

Tanam Paprika Teknik Hidroponik

1.Pilih Benih yang Berkualitas Baik

Jika Anda ingin menanam paprika, kami sangat menyarankan untuk menggunakan benih yang memiliki kualitas baik. Sebaiknya tidak menyemai benih paprika yang Anda langsung ambil dari buahnya, karena hampir semua paprika yang dijual di pasaran merupakan hasil dari tanaman Hybrid, jadi hasil yang nantinya tumbuh akan berbeda dibandingkan dengan induknya, bahkan tanaman yang sudah tumbuh pun tidak bisa berbuah. Lebih baik untuk membeli benih yang sudah dikemas, jadi Anda tidak akan mengalami kegagalan saat berhasil menumbuhkannya.

2. Semai di keadaan lembab

Dalam keadaan yang lembab, semai biji paprika tersebut. Anda bisa gunakan rockwool untuk media tanam dan gunakan penutup untuk 1-2 hari setelah dilakukan penyemaian. Setelah itu tunas akan muncul dan biarkan di bawah sinar matahari. Sedangkan kalau menutup benih terlalu lama, tanaman bisa etiolasi dan malah tumbuh menjadi taoge.

Semailah benih langsung di bawah sinar matahari, tetapi tetap disemprot di pagi hari dan juga di sore hari untuk menjaga agar tanaman tetap lembab. Jangan sampai benih Anda terkena hujan, segera teduhkan jika turun hujan. Masa semai paprika ini berlangsung selama 10-14 hari.

3. Metode Hidroponik

Setelah 10-14 hari, maka akan muncul benih paprika sekitar 3-4 daun, di keadaan ini pindahkanlah ke metode hidroponik. Sistem hidroponik yang bisa digunakan untuk menanam paprika adalah NFT, DFT, fertgasi, atau juga sistem Dutch bucket.

4. Hal yang wajib jadi perhatian

Selama menanam paprika dengan metode ini, pastikanlah untuk terus menjaga nutrisi yang ada di air. Jika paprika tersebut berumur 7-14 hari, maka gunakanlah nutrisi yang kepekatannya 750 ppm dengan nutrisi AB Mix, lalu di usia 30-45 hari gunakan nutrisi 1500 ppm. Saat sudah berbuah, gunakan nutrisi 3500 ppm.

Selain itu Anda juga harus memerhatikan suhu juga kelembaban udaranya, karena tanaman sangat bergantung pada suhu dan cahaya. Suhu yang ideal untuk tanaman paprika adalah di suhu 18-23 derajat celcius.

Lalu pastikan tidak ada hama yang hinggap, contohnya seperti lalat buah. Ini akan membuat buah paprika menjadi busuk, meski bagian luar masih tampak bagus. Tindakan yang bisa Anda lakukan adalah menangkap lalat buah dengan perangkap, seperti menggunakan cairan petrogenol.

5. Gunakan Greenhouse/ Screenhouse

Terakhir yang bisa Anda lakukan untuk menanam paprika adalah menggunakan Greenhouse. Ini membuat Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan hama yang masuk ke tempat tanaman Anda.

Itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk menanam paprika dengan metode hidroponik. Bagaimana? Meski terlihat sulit tapi kalau sudah dicoba, bisa jadi Anda semakin mahir untuk melakukannya.

Tanaman Hidroponik yang Bisa Membuat Rumah Menjadi Cantik

Mungkin tidak semua orang suka ribet dalam melakukan cocok tanam, ada yang ingin segalanya dibuat mudah namun memberikan hasil yang nyata. Nah, jika Anda merupakan orang yang demikian, maka Anda bisa memilih untuk menanam tanaman hidroponik.

Pada umumnya orang-orang menggunakan teknik hidroponik untuk menanam sayuran, tetapi ternyata Anda bisa juga memanfaatkan teknik ini untuk menanam tanaman hias, loh!

Berikut ini kami akan menunjukkan kepada Anda tanaman apa saja yang bisa ditanam dengan menggunakan teknik ini. Dengan demikian Anda bisa semakin mudah mencari tanaman yang cocok untuk Anda tanam di rumah Anda.

Tanaman Hias Hidroponik

1.Bunga Matahari

Bunga Matahari

Pertama yang kami akan bahas adalah Bunga Matahari. Bunga ini sendiri merupakan tanaman yang unik, di mana ia akan mengikuti arah dari matahari. Selain itu bunga matahari juga merupakan buya yang indah untuk dijadikan hiasan rumah.

Peletakan bunga ini haruslah di luar ruangan, karena bunga ini membutuhkan tempat yang penuh akan sinar matahari. Untuk perawatannya, kamu hanya butuh untuk menyiramnya dengan larutan nutrisi setiap sehari sekali.

2. Keladi Red Star

Keladi Red Star

Mungkin namanya masih asing untuk Anda, tetapi kalau dilihat, sebenarnya sudah banyak orang yang merawat jenis tanaman hias ini di rumah mereka. Tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik ini memiliki warna merah menyala yang bisa Anda gunakan untuk menambah warna di taman Anda.

Kelebihan dari Keladi Red Star ini, selain memiliki daun yang cantik ia juga membutuhkan perawatan yang mudah. Anda hanya perlu untuk memastikan tanaman ini berada di lokasi yang penuh akan sinar matahari.

3. Sri Rejeki

 Sri Rejeki

Bagi yang sudah berpengalaman dalam dunia tumbuhan hias, pasti Anda sudah tidak asing dengan Sri Rejeki. Ini adalah jenis tanaman yang memiliki harga cukup mahal, apa lagi jika sedang ditengah trend. Kelebihan dari tanaman ini adalah ia memiliki corak yang unik dan bisa dimanfaatkan untuk membersihkan udara atau anti polutan yang dapat menyerap zat berbahaya.

Perawatan dari Sri Rejeki ini sangat mudah, selain itu ia juga bisa diletakkan di dalam rumah.

4. Suplir

Suplir

Suplir merupakan jenis tanaman hias yang sudah biasa dibudidayakan dengan konsep hidroponik. Tanaman ini mudah didapatkan dan pernah populer pada era 90-an. Ciri khas dari tanaman hias satu ini adalah dari bentuk daun dan warna kontras yang ada dari daun dengan batang.

Ada berbagai macam jenis varietas dari Suplir ini, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kesukaan Anda. Kelebihan lain dari Suplir ini adalah ia dapat tumbuh dengan baik meski berada di lingkungan yang lembab.

5. Aggrek

Aggrek

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah Anggrek. Ini merupakan tanaman yang sangat bervariasi dan bisa ditanam dengan pot atau bahkan di tanam dengan menempel di bagian dinding.

Perawatan dari Anggrek berbeda untuk setiap jenisnya. Ada 3 jenis perawatan dari berbagai varietas, yaitu yang harus langsung terkena sinar matahari, yang dapat tumbuh dengan baik meski tidak terkena sinar matahari, dan yang harus terkena sinar matahari agar bisa tumbuh dengan baik.

Nah, itulah beberapa tanaman hias yang bisa Anda tanam dengan menggunakan teknik hidroponik. Selain lebih mudah untuk penanaman dan perawatannya, tanaman-tanaman ini juga bisa memberikan keindahan untuk taman di rumah Anda. Jadi apakah sudah siap untuk menanam tanaman hidroponik?

Buah yang Bisa Ditanam Hidroponik

Jika biasanya orang menggunakan metode tanam Hidroponik untuk menanam sayur-sayuran, tahukah Anda kalau ternyata buah-buahan pun bisa ditanam dengan metode satu ini. Ada banyak jenis buah yang bisa Anda tanam dengan metode hidroponik, hasil dari buahnya pun bisa tumbuh dengan lebih maksimal dengan menggunakan metode ini.

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik. Berikut ini kami akan memberitahukan beberapa buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik dan hasil yang didapatkan bisa lebih memuaskan dibandingkan dengan menggunakan metode hidroponik.

Jenis Tanaman Buah yang Dapat di Tanam dengan Metode Hidroponik

1.Pepaya

Pepaya

Pepaya? Ya, Pepaya. Mungkin jika Anda melihat pohon pepaya, Anda akan merasa itu merupakan sebuah ketidakmungkinan. Tetapi faktanya, pepaya dapat di tanam dengan metode hidroponik, loh. Anda hanya membutuhkan pot dengan ukuran 90 dan memiliki diameter 60 cm.

Tidak semua jenis pepaya bisa ditanam dengan metode ini, pepaya yang disarankan adalah pepaya yang merupakan varietas pepaya California, di mana jenis tanaman tersebut tidak memiliki batang yang terlalu tinggi. Jadi untuk Anda yang ingin menanam pepaya di dalam pot, ini merupakan pilihan yang sangat tepat.

Untuk melakukan teknik hidroponik ini Anda harus memerhatikan kebutuhan dari tanaman tersebut, seperti nutrisinya, perlakuan khususnya, dan masih banyak lainnya.

2. Stroberi

Stroberi

Kedua ada tanaman Stroberi, di mana tanaman ini juga bisa ditanam secara hidroponik. Mungkin stroberi merupakan buah yang sangat umum ditemukan untuk ditanam dengan metode ini, karena banyak perkebunan yang sudah mempraktekkannya. Untuk melakukan teknik hidroponik pada tanaman stroberi, lakukanlah dengan cara menanam stroberi dari benih yang disemai.

3. Melon

Melon

Mungkin biasanya kita hanya melihat tanaman hidroponik yang menghasilkan buah-buahan yang kecil, seperti tomat, pepaya, atau stroberi. Tetapi bagaimana jika teknik hidroponik yang semakin berkembang ini bisa diterapkan pada tanaman melon? Ya, kini Anda bisa menanam melon dengan menggunakan metode satu ini. Melon merupakan buah yang tanamannya merambat.

Untuk menggunakan metode ini, Anda harus memerhatikan perawatan melon, seperti salah satunya adalah dengan cara memangkas tunas yang tidak diperlukan. Tentunya ini dilakukan agar tunas tersebut tidak akan mengganggu perkembangan dari melon yang butuh sinar matahari yang cukup. Jadi jika ingin menghasilkan buah yang memiliki kualitas terbaik, membutuhkan paparan dari sinar matahari secara langsung.

4. Semangka

Semangka

Keempat ada semangka, buah yang juga memiliki ukuran besar. Sekarang semakin banyak orang yang memilih untuk membudidayakan semangka dengan cara hidroponik atau air nutrisi ini. Cara untuk mempelajari dan mempraktekkan menanam semangka hidroponik mudah dipelajari, bahkan untuk Anda yang masih pemula.

Tips untuk menjaga tanaman ini tetap terjaga hingga berbuah adalah perhatikan media airnya, pastikan air terbebad dari hama atau penyakit lainnya. Berikan pupuk susulan agar semangka dapat dengan optimal dan juga bersihkan gulma yang ada. Gunakan beberapa pupuk cair atau kompos sesuai dengan kebutuhan.

5. Cabe

Cabe

Terakhir yang akan kami bahas adalah Cabe. Mungkin menanam cabe dengan metode ini bukan lagi hal yang aneh, bahkan sudah sangat banyak orang yang menggunakan metode ini. Meski terdapat kekurangan dalam menanam dengan metode ini, seperti harus dengan teliti dan rutin memeriksa tanaman, Anda tetap akan mendapatkan hasil yang memuaskan dari jerih payah tersebut.

Nah, itulah beberapa jenis tanaman buah yang bisa ditanam dengan metode hidroponik. Semoga artikel ini dapat membantu Anda, ya!

Jenis Pupuk Tanaman Hidroponik

Apakah kamu tengah mencoba untuk memulai menanam tanaman hidroponik? Jika iya, kami sangat menyarankan untuk membeli pupuk yang sesuai dengan tanaman hidroponik untuk membantu pertumbuhannya. Tapi apa ya kira-kira pupuk terbaik untuk tanaman hidroponik?

Memilih pupuk untuk tanaman tidak bisa dilakukan sembarangan, karena kita harus tahu pupuk yang akan digunakan itu sebenarnya ditujukan untuk tanaman apa. Tanaman hidroponik tidak menggunakan tanah untuk media tumbuhnya, ini membuat tanaman tidak bisa mendapatkan kandungan unsur hara yang cukup. Jadi yang terbaik adalah dengan memberikan asupan melalui pupuk.

Kali ini kami akan memberikan rekomendasi pupuk untuk tanaman hidroponik terbaik yang dapat Anda gunakan pada tanaman hidroponik.

5 Rekomendasi Pupuk Tanaman Hidroponik

1.Pupuk AB Mix Hydro J

Pertama yang kami rekomendasikan adalah Pupuk AB Mix Hydro J. Ini merupakan pupuk untuk tanaman hidroponik yang biasa digunakan untuk memupuki tanaman berdaun atau sayuran yang siap pakai. Pupuk AB Mix Hydro J memiliki unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, khususnya tanaman hidroponik.

Kelebihan dari Pupuk AB Mix Hydro J ini adalah ia memiliki tekstur berupa 100% bubuk yang mudah untuk larut di air, jadi ia ramah lingkungan serta tidak membuat sistem hidroponik tersumbat.

2. Pupuk Lewatit HD-5

Pupuk berikutnya yang akan kami sarankan adalah Pupuk Lewatit HD-5. Tekstur dari pupuk ini mirip dengan gula pasir, tapi ia memiliki warna merah muda. Komposisi dari Pupuk Lewatit HD-5 ini ada 15 gram K2O, 7 gram P2O5, 3 gram Nitrogen dalam bentuk Amonia, dan 15 gram Nitrogen dalam bentuk Nitrat.

Pupuk ini hanya dapat mengeluarkan unsur hara jika terdapat ion penukar yang larut di dalam air. Sebabnya, ini merupakan pupuk yang sangat cocok untuk tanaman hias yang memiliki waktu pemupukan 4-5 bulan. Disarankan untuk memberikan Pupuk Lewatit HD-5 ini saat tanaman sudah berusia 2 minggu dan sudah dipindahkanke pot hidroponik.

3. Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor

Jika dua pupuk di atas berbentuk bubuk, Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor ini merupakan pupuk yang memiliki bentuk cair. Di mana dalam pupuk ini terdapat unsur makro 3,37% Sulfur, 5,7% P2O5, 11,28% Nitrogen, dan 7,84% K2O. Adapun unsur mikro yang terkandung antara lain unsur Fe, Cu, Mn, Zn, Mg, B,  Mo, Ce, dan Co.

Pupuk ini cocok digunakan baik untuk tanaman sayuran atau pun tanaman hias. Cara menggunakannya pun mudah, hanya perlu untuk melarutkannya ke air dan digunakan pada tanaman yang sudah berusia 3 minggu.

4. Pupuk Anorganik dan Gandasil D

Jika ingin lebih murah, Anda bisa meramu sendiri pupuk untuk tanaman hidroponikmu. Gunakan campuran dari pupuk NPK, KCI, dan Gandasil. Dalam campuran ini akan terdapat unsur hara makro dan mikro yang asalnya dari pupuk daun. Tetapi untuk meramu sendiri pupukmu, sebaiknya gunakan konsentrasi yang tepat agar nantinya pupuk tidak terjadi pengendapan.

5. Kotoran Kelinci

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah dengan memanfaatkan kotoran kelinci. Namun tidak keseluruhannya menggunakan kotoran kelinci. Ada cara untuk membuat pupuk hidroponik dari bahan yang sangat alami ini. Langkah yang diperlukan juga mudah dan tidak akan sulit untuk dilakukan di rumah.

Nah, itulah beberapa pupuk untuk tanaman hidroponik yang bisa Anda gunakan untuk tanaman Anda. Pilihlah pupuk yang cocok dan sesuai dengan tanaman Anda agar tanaman semakin berkualitas.

Tanaman Hidroponik Paling Cepat Panen

Kini tanaman hidroponik semakin digandrungi karena kepraktisan yang dimilikinya. Ada banyak kelebihan dari menanam tanaman dengan konsep ini, salah satunya karena dengan teknik ini tanaman bisa menjadi lebih cepat untuk dipanen.

Dari semua tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik, berikut ini adalah beberapa tanaman hidroponik yang dapat dipanen dengan waktu yang lebih cepat dari yang lainnya.

7 Tanaman Hidroponik yang Cepat Dipanen

1.Kangkung

Kangkung

Pertama yang akan kami bahas adalah tanaman kangkung. Kangkung memang merupakan tanaman yang bisa tumbuh di air, itu sebabnya tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Bahkan waktu untuk memanen kangkung hanya membutuhkan waktu sekitar 21-30 hari.

Selain mudah untuk dibudayakan, Kangkung juga memiliki banyak manfaat serta memiliki rasa yang enak saat diolah. Sebab itulah jika Anda tengah mencari tanaman yang cocok untuk memulai belajar teknik hidroponik.

2. Sawi

Sawi

Berikutnya yang kami akan bahas adalah tanaman sawi, di mana ini merupakan tanaman yang juga memiliki waktu panen yang cepat. Kelebihan lain dari menanam sawi dengan teknik hidroponik adalah perawatan yang dibutuhkan untuk merawat tanaman ini mudah.

Sawi yang ditanam mulai dari bijinya dapat dipanen setelah 40-60 hari. Tetapi kalau ditanam mulai dari bibit dapat lebih cepat lagi, yaitu 25-30 hari setelah ditanam.

3. Timun

Timun

Timun merupakan makanan yang sering dijadikan lalapan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menanam timun, tetapi salah satu yang hasilnya paling memuaskan adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Teknik ini dapat membuat timun dipanen setelah 30 hari ditanam.

Setelah itu pun Anda bisa memanen timun satu Minggu sekali. Jadi timun sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin berbisnis hasil panen tanaman hidroponik.

4. Cabe

Cabe

Cabe merupakan tanaman yang memiliki adaptasi yang baik, itu sebabnya tanaman ini cocok ditanam dengan berbagai metode dan salah satunya adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Namun, sangat disarankan untuk memilih bibit terbaik kalau ingin menanam tanaman ini.

Tanaman ini sendiri merupakan tanaman yang sangat cepat untuk panen. Saat sudah berusia 9 minggu, tanaman ini sudah bisa dipanen dan setelahnya dapat dipanen setiap 5 hari sekali.

5. Tomat

Tomat

Sudah bukan hal asing lagi kalau tomat merupakan tanaman yang sering ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Pemilihan bibit yang tepat dan perawatan yang baik akan menghasilkan tomat yang unggul dan berpotensi menguntungkan.

Selain memiliki banyak peminat, keunggulan lain dari menanam tomat adalah karena ia memiliki waktu yang singkat untuk masa panennya. Yaitu bisa dilakukan saat tanaman sudah berusia 25-30 hari, lalu setelahnya bisa dipanen setiap 5 hari sekali.

6. Kacang Panjang

Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan makanan yang sudah sangat umum ditemukan di berbagai jenis masakan. Itu sebabnya banyak orang yang memanfaatkan ini dengan menjual kacang panjang. Selain memiliki banyak peminat, kacang panjang juga memiliki waktu panen yang cepat. Yaitu ia akan mulai berbunga di hari ke 30 dan setelahnya akan panen 15 hari setelahnya.

7. Bayam

Bayam

Terakhir yang akan kami bahas adalah Bayam, tanaman yang biasanya dapat dengan bebas tumbuh di halaman rumah. Tetapi tentunya jika ingin mendapatkan bayam yang berkualitas, ada baiknya untuk menanamnya dengan metode hidroponik.

Selain memiliki kualitas yang lebih baik, dengan metode ini juga bayam bisa lebih cepat dipanen. Bahkan setelah 25-30 hari ditanam, Anda bisa memanennya 5 hari sekali.

Nah, itulah beberapa tanaman hidroponik yang cepat dipanen. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda. 

Tanaman Hidroponik yang Mahal Kalau Dijual

Tanaman-tanaman yang bisa ditanam dengan konsep hidroponik bukan merupakan tanaman yang sembarangan. Karena media yang dibutuhkan untuk menanam jenis tanaman ini hanya cocok untuk tanaman yang memang memiliki waktu singkat untuk bertunas atau berbuah. Sebabnya, tidak semua tanaman cocok untuk ditanam dengan konsep hidroponik ini.

Jadi, jika ingin menanam dengan konsep ini Anda harus tahu dulu apa yang ingin ditanam. Sedangkan jika Anda berniat untuk menjual tanaman tersebut, ada baiknya untuk mengetahui jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, jadi menanam tanaman hidroponik ini kedepannya bisa menjadi hobi yang lebih menghasilkan lagi.

Berikut ini adalah jenis tanaman hidroponik yang mungkin bisa menjadi pilihan Anda jika ingin mulai usaha menjual hasil tanaman hidroponik.

Tanaman Hidroponik dengan Nilai Ekonomi Tinggi

1.Paprika

Paprika

Siapa di sini yang suka Paprika? Ya, tanaman dengan warna yang segar ini merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa di tanam dengan metode hidroponik. Bahkan dengan menggunakan metode ini, Anda bisa lebih mudah mengembangkannya dibandingkan dengan metode konvensional.

Kalau dilakukan dengan intensif, Anda bisa mendapatkan hasil tanaman paprika setidaknya 2,5 KG buah pertanaman. Ini tentunya lebih banyak kalau dibandingkan dengan merawat paprika dengan metode konvensional, di mana hanya mendapatkan sekitar 1 kg pertanaman.

2. Tomat

Tomat

Tomat juga merupakan tanaman yang bisa dikembangkan secara hidroponik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk bisa mendapatkan tomat dengan nilai jual yang tinggi, tentunya Anda harus memilih juga bibit tomat yang bagus. Belilah bibit tomat di toko pertanian dan cari yang merupakan bibit unggul agar nantinya hasil dari panen Anda memuaskan.

3. Timun Jepang

Timun Jepang

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan timun satu ini. Timun Jepang atau Zucchini ini memiliki bentuk yang menyerupai terong dan biasanya hanya dapat ditemukan di supermarket. Tapi dengan metode hidroponik, Anda kini bisa menanamnya di perkarangan rumah. Lakukan perawatan yang baik dan benar, sehingga nantinya bisa menghasilkan timun yang berkualitas dan memiliki harga jual yang tinggi.

4.Selada

Selada

Bukan lagi rahasia umum kalau selada merupakan salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan secara hidroponik. Biasanya orang mengonsumsi selada sebagai pendamping makanan seperti ayam goreng, pecel lele, atau daging. Ini tentunya bisa menjadi peluang besar untuk Anda, di mana dengan demikian banyak orang yang mencari selada, jadi lebih mudah dalam memasarkannya.

5. Semangka

Semangka

Bukan hanya sayur saja jenis tanaman yang bisa Anda tanam dengan metode Hidroponik, karena nyatanya ada beberapa buah yang juga bisa ditanam dengan metode ini. Salah satunya adalah Semangka, buah yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Dampak Anda mengonsumsi semangka adalah Anda bisa menjaga metabolisme tubuh juga kesehatan Anda. Kadar air yang ada di semangka juga bisa membantu Anda dalam melepaskan dahaga, terutama saat sedang cuaca panas.

Harga semangka juga cukup tinggi, jadi pembudidayaan semangka dengan metode hidroponik merupakan pilihan yang tepat. Pilih bibit yang terbaik dan lakukan perawatan yang intensif. Hasil semangka yang akan Anda dapatkan pastinya nanti tidak akan mengecewakan.

Nah, itulah beberapa tanaman hidroponik yang memiliki nilai tinggi. Ini tentunya merupakan info yang bermanfaat, khususnya untuk Anda yang ingin memulai usaha dalam bidang ini dan mencari jenis tanaman yang cocok untuk dijual nantinya.

Apakah Tanaman Hidroponik Aman Dikonsumsi?

Tanaman Hidroponik

Banyak yang mempertanyakan perihal keamanan dari mengonsumsi tanaman yang ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Itu dikarenakan metode menanam tanaman ini memang ada yang menggunakan bahan kimia tertentu. Nutrisi yang digunakan para pekebun tanaman hidroponik adalah AB Mlx, ini merupakan nutrisi kimia dari A dan B yang dicampur menjadi satu.

Kalau di tanya apakah nutrisi kimia ini aman untuk dikonsumsi atau tidak, jawabannya adalah AMAN! Kenapa? Karena nutrisi yang diberikan ke tanaman ini sesuai dengan kebutuhan dari sayur yang ditanam itu sendiri. Tidak diberikan secara berlebihan atau pun secara acak, semuanya sesuai dengan takaran yang ada.

Sebenarnya sama saja dengan tanaman yang ditanam di tanah, sama-sama menggunakan pupuk kimia. Selama dosis yang digunakan tetap sesuai dan tidak berlebihan, maka bisa aman untuk dikonsumsi.

Banyak orang yang khawatir dengan unsur kimia yang ada di sayuran hidroponik, itulah yang membuat mereka menjadi mengurangi pengonsumsian sayuran hidroponik. Padahal sebenarnya bahan kimia ini hanya merupakan istilah, bahkan udara yang kita hirup pun mengandung unsur kimia.

Tanaman Hidroponik

Ada gas nitrogen sampai 78% pada udara yang kita hidup, oksigen 20%, dan sisanya zat lain yang juga disebut dengan kimia. Jadi jangan terkecoh dengan istilah pupuk kimia ini.

Bahan kimia tidaklah berbahaya, sedangkan untuk tanaman yang berbahaya adalah Pestisida. Selain itu yang tanaman tanah serap sama saja dengan tanaman hidroponik.

Hasil dari pertanian hidroponik pun juga sehat dan enak untuk dikonsumsi. Karena nutrisi yang ada pun sudah terkontrol dan sesuai dengan yang tanamannya butuhkan. Dengan demikian tanaman menjadi dapat tumbuh dengan baik sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Ini membuat tanaman hasil hidroponik menjadi memiliki rasa yang renyah.

Selain itu tanaman hidroponik pun memiliki kandungan gizi yang baik, karena nutrisi yang ada pada tanaman sudah dikontrol dengan baik pula. Produk pertanian yang dihasilkan dengan melalui sistem ini dan dengan metode yang taat maka tidak akan memerlukan pestisida kimia, jadi tingkat keamanan untuk dikonsumsinya sudah tidak perlu lagi untuk diragukan.

Kelebihan lain dari sistem hidroponik adalah ia tidak akan merusak tanah, karena dalam metodenya sama sekali tidak memerlukan tanah. Sangat kecil terdapat efek residu dari pupuk berbahaya yang ada pada jenis tanaman ini.

Tanaman Hidroponik

Mungkin memang pada awalnya investasi yang dibutuhkan untuk menggunakan sistem ini cukup besar, tapi nantinya bisa akan lebih murah. Itu karena tenaga kerjanya tidak perlu banyak-banyak. Kerusakan tanaman pun bisa lebih minimal dan bisa memiliki banyak visual yang menjadi lebih menarik, baik dari segi tanaman atau di lingkungannya.

Nah, intinya adalah tanaman hidroponik memang menggunakan unsur kimia, namun tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Unsur kimia ini akan secara alamiah dikelola oleh Batang juga daun dari tanaman. Sama seperti saat sayur organik yang diberikan pupuk kandang, kita tidak akan memakan kotoran dari pupuk tersebut, tetapi tanaman sudah mengubah zat-zat yang ada dengan cara yang alami.

Untungnya saat ini konsep ini sudah banyak diaplikasikan oleh banyak kalangan, jadi kita tidak lagi memerlukan sayur impor nantinya. Sayur pun lebih memiliki kualitas yang baik dan banyak yang memulai untuk bertani karena ada metode semudah ini.

Itulah sedikit ulasan mengenai apakah tanaman hidroponik aman di makan, apakah artikel ini membantu Anda dalam memahaminya?

Tanaman Hidroponik yang Mudah untuk Ditanam

Kini semakin banyak orang yang memiliki minat untuk berkebun, namun sayangnya kini semakin sulit untuk menemukan lahan untuk bisa melakukannya. Tapi sekarang sudah ada solusi terbaik dalam mengakali hal ini, yaitu dengan penerapan metode tanam Hidroponik. Selain hemat lahan, dengan menggunakan metode ini juga membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan dengan metode biasa.

Tetapi tidak semua tanaman hidroponik bisa ditanam dengan mudah, lebih baik jika ingin memulai melakukan ini ketahui terlebih dahulu tanaman apa yang mudah untuk ditanam. Berikut ini adalah beberapa jenis tanaman hidroponik yang mudah untuk ditanam.

Tanaman Hidroponik Mudah Ditanam

1.Tomat

Pertama ada tomat, cocok untuk para pemula yang ingin menanam tanaman hidroponik. Jika ingin menanam tomat, pastikan kalau bibit yang dipilih merupakan terbaik dan unggul, karena ini akan sangat mempengaruhi hasil panennya.

Ketika menyemai bibit tomat, disarankan untuk gunakan media seperti sabut kelapa. Setelahnya, lakukan perawatan secara rutin agar hasil panennya nanti bisa maksimal.

2. Bayam

Berikutnya ada bayam yang juga merupakan tanaman cocok untuk menggunakan teknik hidroponik. Bayam bisa ditanam di mana saja, termasuk dengan menggunakan teknik hidroponik. Bahkan dengan menggunakan teknik hidroponik, bayam bisa tumbuh lebih cepat tanpa menunggu waktu yang lama.

Selain itu kandungan nutrisi pada bayam bisa terpenuhi dengan baik, jadi penanaman bayam dengan menggunakan teknik ini sangat direkomendasikan. Apa lagi jika ingin mulai bercocok tanam di rumah.

3. Seledri

Untuk para pemula, seledri termasuk yang mudah ditanam dengan teknik hidroponik. Sistem yang digunakan adalah dengan sumbu atau wick di teknik hidroponik. Selain itu bisa juga dengan teknik lain, seperti rakit apung.

Bukan hanya mudah ditanam, seledri juga merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi selain bercocok tanam, Anda juga bisa memulai usaha seledri yang sehat dengan teknik hidroponik.

4. Sawi Hijau

Berikutnya ada sawi hijau, seperti bayam, sawi hijau juga merupakan jenis tanaman yang mudah untuk tumbuh pada media apapun. Itu karena jenis tanaman ini bisa dengan mudah beradaptasi dengan media tanamnya serta lingkungan. Bahkan sawi hijau bisa tahan pada hujan dan bisa tumbuh sepanjang tahun.

Jika ingin mengembangkan usaha, menanam sawi hijau merupakan yang paling tepat. Karena sayuran ini merupakan salah satu sayur yang paling laku di pasar. Dengan teknik hidroponik, sayuran bisa dengan cepat tumbuh, jadi bisa selalu memenuhi kebutuhan pasar.

5. Brokoli

Brokoli merupakan tanaman yang mirip dengan bunga kol dan umumnya bisa tumbuh pada daerah dataran tinggi. Tetapi dengan menggunakan metode hidroponik, brokoli bisa di tanam pada daerah dataran rendah. Selain mudah untuk ditanam, banyak juga orang yang sehari-hari mencari brokoli. Itu sebabnya jika ingin memulai bisnis hidroponik, brokoli bisa menjadi rekomendasi utama.

6. Cabai

Cabai adalah jenis sayuran yang sangat diminati masyarakat. Selain banyak peminat, menanam cabai dengan teknik hidroponik merupakan hal yang mudah dilakukan. Jenis tanaman yang masuk pada kebutuhan pokok ini memiliki perawatan yang mudah untuk dilakukan, asal kebutuhan nutrisi dan airnya bisa terpenuhi dengan baik.

7. Buncis

Terakhir yang kami rekomendasikan untuk ditanam dengan metode hidroponik adalah buncis. Tanaman ini kaya akan vitamin dan mengandung protein yang tinggi. Buncis pun dengan mudah tumbuh jika penanamannya menggunakan teknik hidroponik, tumbuhnya pun cepat dan bisa segera di panen.

Nah, itulah beberapa tanaman yang mudah ditanam dengan menggunakan teknik hidroponik. Sekarang apakah Anda sudah siap memulai menanam tanaman ini?