daftar poker online daftar sbobet
Petani Hidroponik

Jujul, Contoh Petani Hidroponik Muda Dari Banten

Saat masa pandemi Covid 19 ini, menjadikan masyarakat sulit untuk berbelanja langsung ke pasar. Anjuran untuk memminimalisir kontak langusng dengan orang dan bepergian keluar rumah membuat para masyarakat kesusahan jika barang kebutuhan di rumah habis.

Selain itu, sayur mayur yang biasa ditemukan di pasar juga terkadang menipis dan sulit ditemukan. Padahal sayur merupakan bahan makanan penting untuk tubuh kita dan sangat membantu menjaga keseinbangan metabolisme kita.

Untuk mengatasi hal tersebut, banyak masayarakat di Indonesia mulai melakukan bercocok tanam di halaman rumahnya sendiri. Awalnya hanya uintuk memenuhi kebutuha sehari-hari, namun semakin lama menjadi peluang bisnis yang bagus untuk di jalankan. Hasil panen yang dihasilkan sangatlah menggiurkan dan mempunyai nilai harga yang lumayan tinggi.

Namun hal tersebut sulit dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di kota besar. Hal ini disebabkan oleh sempitnya lahan terbuka yang ada di perkotaan besar. Bercocok tanam dengan Teknik hidroponbik menjadi jawaban atas maslah tersebut. Karena dengan teknik ini, kita tidak perlu membutuhkan laha yang luas untuk bercocok tanam.

Hal  tersebut menggerakan hati Jujul, seorang pemuda asal Banten untuk menjadi petani saat pandemi Covid 19 ini. Perasaan khawatir yang dirasakan Jujul saat kesusahan mencari sayur mayur di pasar menjadi alasan awal dia menjadi petani.

Ia Bertani di lahan yang mempunyai luas 35.000 meter persegi untuk melakukan cocok tanam dengan berbagai teknik disana. Salah satunya adalah dengan teknik Hidroponik yang tidak membutuhkan lahan yang luas. Di sisa lahan yang ada dia membangun 3 green house untuk menanam sayuran yang susah di cari di pasar maupun di super market.

Tanaman yang dilahan tersebut adalah Bayam, Pakcoy, Selada, Caisim dan kangkong. Untuk sayuran yang sulit ditemukan di supermarket adalah Romaine, thyme, dan Basil juga di tanam di lahannya.

Tidak hanya sayuran saja yang ditanam  di lahannya, buah-buahan juga ditanam disana seperti papaya, lengkeng, lemon, jeruk nipis dan umbi-umbian.

Menurutnya, bisnis dalam bentuk bercocok tana mini tidak terlalu berpengaruh saat masa pandemic ini, sehingga merupakan bisnis yang bagus dijalankan pada saat masa pandemi ini. Keuntungan yang didapat juga bisa dibilang sangat memuaskan.

Jujul merupakan salah satu contoh pemuda yang tidak menyerah dengan keadaan pandemi yang melanda Indonesia. sulitnya mencari pekerjaan dan kepeduliannya dengan lingkungan membuatnya memberanikan diri untuk banting stir menjadi petani. Alhasil pada saat ini kebun yang digarapnya mengahsilkan panen yang luar biasa. Keanekaragaman tanaman ynag dipanen juga sangat memuaskan.

Jadi, buat anda pemuda tidak usah malu dengan menjadi seorang petani atau bekerja di lading yang kalian miliki. Karena hal tersbeut bisa menjadi lading rejeki yang ada punya nantinya. Pemuda yang  berasar dari Banten ini juga berharap bahwa pemuda lainnya juga bisa mengikuti langkahnya. Selain baik untuk memperbaiki ekonimi, bercocok tanam juga berdampak positif untuk lingkungan sekitar. Kualitas udara jadi membaik karena tanaman di kebun tersebut bisa menurunkan polusi udara yang ada disana dan tempatnya pun menjadi sejuk.

Rumah Kaca Sunter

Rumah Kaca di Sunter, Usaha Penghijauan Wilayah Jakarta Utara

Bercocok Tanam dengan Teknik Hidroponik sudah populer di masa pandemi ini. Sudah banyak masyarakat di perkotaan besar yang ada di Indonesia sudah mulai mencoba tekbik tersebut. Mudahnya Teknik tersebut menjadi alasan masyarakat untuk mencoba melakukan bercocok tanam teknni itu. Selain cara yang mudah, lahan yang digunakan juga tidaklah besar. Dengan lahan yang minimal, para masyarakat bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Hasil panen yang didapatkan biasa digunakan untuk konsumsi sehari-hari, bahkan banyak yang menjual dan mendapatkan untuk banyak dari hasil menjual hasil panen dari becocok tanam teknik hidroponik. Hal tersebut membuat banyaknya muncul pengusaha yang bergerak di bidang ini.

Selain membantu dalam factor ekonomi, dengan bercocok tanam dengan teknok hidroponik ini mebuat lingkungan sekitar menjadi asri. Udara di kampung dan sekitranya yang bercocok tanam dengan teknik ini menjadi segar. Hal tersebut menjadi salah satu solusi bagi kota-kota besar yang ada di Indonesia dalam menghadapi polusi udara yang semakin parah.

Salah satu wilayah di Jakarta yang mulai melakukan usaha penghijauan dengan membuat daerah atau perkampungan menjadi tempat bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Sunter menjadi salah satu wilayah Jakarta Utara yang menjadikan wilayahnya menjadi perkampungan Hidroponik.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kelompok Tani Teratai Taman Hatinya. Tidak tanggung-tanggung mereka mendirikan sebuah rumah kaca untuk menjadi tempat budidaya tanaman dengan Teknik Hidroponik disana. Setiap hari mereka merawat tanaman yang berada di dalamnya dengan sangat tekun.

Selain untuk mendapatkan hasil panen dari budidaya tersebut, dengan adanya rumah kaca ini, diharapkan dapat membantu wilayah penghijauan di Jakarta Utara di Wilayah Sunter dan sekitarnya.

Rumah Kaca ini dipilih karena tanaman yang berada didalamnya akan mudah terhindar dari serangan hama yang menganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Adanya hama juga dapat menyebabkan gagal panen.

Sebelum adanya rumah kaca tersebut, warga disana sudah mencoba berbagai Teknik untuk bercocok tanam, namu dinilai belum mendapatkan hasil yang maksimal. Banyak juga kasus yang menyebabkan tanaman mereka gagal panen.

Tanaman yang berada disana sangat banyak jenisnya. Tranaman sayur seperti pakcoy, sawi, kangkong, bahkan sampai melon telah budidayakan  dalam rumah kaca ini.

Pengurus RT dan RW disini mempunyai rencana untuk mengembangkan program penghinjauan ini diteruskan ke wilayah yang ada disekitarnya. Dimulai dari RW ke RW dan bisa berkembang ke berbagai wilayah yang ada di Jakarta Utara.

Wilayah Jakarta Utara yang makin buruk kualitas udarnaya akan semakin membaik perlahan jika wilayah di sekitarnya melakukan penghijauan. Dengan sedikitnya lahan yang ada di Jakarta menjadikan Teknik bercocok tanam Hidroponik ini menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi kurangnya lahan hijau di Jakarta.

hidroponik teknik Knockdown

Knockdown, Sistem Hidroponik Praktis Masa Kini

Bercocok tanam dengan menggunakan tekik hidroponik menjadi terkenal saat ini. pandemi Covid 19 yang memaksa kita untuk tidak keluar rumah dan berkontak langsung dengan orang lain membuat kita beroikir untuk melakukan sesuatu yang baru, kejenuhan yang melanda para pekerja yang melakukan pekerjaan di rumah membuat mereka mencari sesuatu yang baru untuk dikerjakan. Salah satu yang sedang banyak dikerjakan oleh masyarakat perotaan saat uni adalah bercocok tanam. Dengan lahan yang sempit mereka juga masih bisa melakukan hal tersebut dengan cara bercocok tanam hidroponik. Hal tersebut dianjurkan karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

Saat ini teknik hidroponik yang sedang terkenal sekarang ini adalah sistem Knockdown. Sistem tersebut adalah mengaplikasikan bercoock tanam dengan hidroponik namun denga tempat yang bisa dibongkar pasang atau biasa disebut portable, hal ini menguntungkan bagi para masyarakat yang mempunyai lahan kecil. Karena merupakan hasil boongkar pasang, tempat dari tanaman hidroponik ini bisa dipindahkan. Hingga sangat praktis untuk semua orang yang cepat bosan, mereka bisa langsung mengganti tempat dan lokasi untuk menaruh tanaman tersebut.

Ebagian besar bahan dari hidroponik portable menggunakan teknik bongkr pasang. Jadi tidak ada lem yang menempel pada tempat hidroponik tersebut. Anda bebas membongkar pasang tempat yang sudah dibuat dan mengatur tata letak sesuai dengan keinginan anda.

Pada pembuatan tempat ini, ukuran, kejelian dan ketelatenan menjadi kunci dalam pembuatan tempat portable tersebut. Karena tidak memakai lem atau penyambung lainnya, ukuran yang dibuat haruslah pas tidak bisa asal sembarangan. Kamis sarankan untuk menggunakan tenaga porfesional untuk menanganinhal tersebut agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Hal tersebut menjadi tren baru saat ini. praktisnya pemindahan tempat tersebut dan ditambah lagi dengan mudahnya bahan-bahan yang dicari untuk membuat hidroponik portable membuat teknik ini menjadi primadona di kalangan masyarakat yang hobi bercocok tanam. Tidak hanya itu dengan teknik ini anda akan mendapatkan panen yang bagus karena tumbuhan tetap terjaga dan tumbuh dengan baik.

Kampung Hidroponik Simorejo

Tak Ada Lahan, Warga Mendirikan Kampung Hidroponik Di Simorejo

Kesulitan lahan untuk berococok tanam merupakan msalah bagi setiap warga di tengah kota yang ingin melakukan kegiatan bercocok tanam. Namun halk tersebut tidak menyurutkan semangat bercocok tanam para warga kampung Simorejo yang berada di Surabaya surut. Mereka menjadikan kampong yang mereka tinggali menjadi kampung hidroponik.

Teknik bercocok tanam hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa media tanah, teknik ini menggunakan air untuk nmemenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman. Hal tersebut membuat para warga tidak memerlukan lahan yang luar untuk melakukan kegiatan bercocok tanam.

Setiap rumah dan penjuru gang pada kampong ini berisikan tanaman hidroponik yang dirawat dengan baik oleh para warga sekitar. Mereka serempak salinng membantu mengatasi kesulitan dan memecahkan masalah dalam bercocok tanam.

Banyaknya tanaman yang dibudidayakan disana membuat kampung ini menjadi sejuk. Di tengah kota Surabaya yang mempunyai suhu yang sangat tinggi, kampong ini tetap menyajikan kesejukan untuk setiap orang yang datang melewati kampung tersebut.

Jenis tanaman yang dibudidayakan disana berbagai macam seperti selada merah, kangkung dan sawi.  Warga memanen tanaman tersebut sekitar tiga bulan sekali. Hasil panen tersebut biasa warga untuk konsumsi sendiri. Namun tidak sedikit warga disana menjualhasil panenya kepada pedagang sekitar.

Banyak para pedagang kaki lima seperti pedagang mie ayam yang memebeli sawi disini. Harga yang jauh lebih murah dari pada di pasar menjadi alasan para pedagang tersebut membeli bahan-bahan tersebut di kampung ini.

Dengan banyak tumbuhan yang dibudidaya dikampung ini, membantu mengurangi polusi udara yang ada di kota Surabaya. Kita tau Surabaya merupakan kota metropolitan yang berada di Jawa Timur, banyak kegiatan warganya yang menggunakan kendaaraan bermotor. Tingkat polusi semakin naik setiap tahunnya. Dengan kehadiran kampong ini diharapkan dapat membantu menurunkan tinglkat polusi yang ada di Kota Surabaya.

Kampung Simorejo yang menyediakan suasana segar dan asri ini juga banyak dikunjungi para siswa maupun mahasiswa untuk mempelajari cara untuk membangun sebuah kampong hidroponik.

Selain asri dan sejuk, tempat ini juga menjadi tempat yang memiliki pemandangan yang bagus. Nuansa hijau yang disajikan, membuat setiap orang berasa di sebuat hutan yang berada di tengah kota. Banyak para pemuda yang datang untuk berfoto disana.

Selain tanaman hidroponik, warga Simorejo juga bertenak ikan patin dan nila. Dengan lahan yang terbatas para warga membuka lahan yang seadanya untuk berternak ikan. Hasil terbnak tersebut juga biasa dikonsumsi pribadi.

Dengan adanya Kampung Simorejo ini, memicu Kampung di sekitaran  kota Surabaya juga membuat kampong mereka menjadi kampong hidroponik dengan tujuan membuat kampong mereka menjadi asri dan menarik minat para wisatawan untuk datang ke kampung.

Desa yang sduah melakukan hal yang sama adalah kampung Margorejo. Kampung yang terletak di Jalan Margorejo, Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya. Sudah menjadi kampung hidroponik kedua yang ada di Kota Surabaya.

Dengan adanya dua contoh kampung tadi, diharapkan bahwa warga kampung yang ada di Indonesia bisa mencontoh dan melakukan hal yang sama. Dengan dijadikan tempat sekitar anda menjadi kampung hidroponik, membuat daerah kampung anda menjadi asri. Selain itu, dapat menaikan perekonomian warga sekitar dengan cara menjual hasil panen dari budidaya tersebut. Yuk mari jadikan kampung anda menjadi kampung hidroponik, agar kampung anda menjadi asri dan segar udaranya.

Hama di Tanaman Hidroponik

5 Hama Yang Dapat Menyerang Tanaman Hidroponik

Pada Masa Pandemi Covid 19, seluruh masyarakat di Indonesia mencari kegitan yang dapat menghilangkan rasa bosan mereka. Terkurung lama di rumah pastinmya membuat jenuh setiap orang. Apalagi dengan diberlakukannya bekerja dari rumah, yang mengakibatkan para pekerja akan melakuakn pekerjaan dirumah dan tidak bisa pergi kemanapun.

Bercocok tanam mencajdi trend baru saat ini. bagi masyarakat pedesaan yang mempunyai lahan ynag luas hal tersebut bukanlah maslah bwsar dan bisa dilakukan kapan saja. Namun, untuk masyarakat perkotaan, lahan adalah sesuatu yang sangat langka.

Masyarakat perkotaan yang memeiliki hobi becocok tanam mengakali hal tersebut dengan memakai teknik bercocok tanam hidropolik. Hal tesebut sungguh praktir karena tidak memerlukan lahan yang luas. Bahkan saat ini, hobi tersebut telah erambat menjadi bisnis yang berkembang di daerah perkotaan saat ini.

Hama yang Menyerang Tanaman Hidroponik

Hama merupakan musuh bagi para petani. Bahkan tanaman hidroponikpun bisa terserang hama yang menyebabkan tanaman tersebut jadi layu lalu mati. Berikut beberapa hama yang bisa menyerang tanman hidroponik anda.

1.Ulat

ulat

Ulat sudah menjadi musuh bagi setiap petani yang ada di Indonesia. Hama tersebut bisa membuat lubang pada daun tanaman. Salah satu jenis ulat yang benama ulat grayak dapat bmengahbiskan daun yang besar dalam waktu yang tidak lama. Hal tesebut sangat merugikan anda jika hama ulat tersebut menyerang tanaman anda. Tanaman yang telah anda rawat, tiba-tiba habis dimakan ulat. Hati-hati semoga bukan tanaman anda yang menjadi korban hama ulat ini.

2. Belalang

 Belalang

Serangga ini menyerang tanaman secara berkelompok. Mereka akan datang dan langsung memakan habis dauh yang ada di depannya. Para petani jga sering di serang dengan hama belalang ini. belalang merupakan serangga yang tangguh, banyak obat anti serangga yang tidak mempan terhadapnya. Banyak petani yang juga bingung dengan cara membasmi hama tersebut.

3. Hama Thrips

Hama Thrips

Hama ini dapat menyebabkan fatal pada tanaman anda. Seranga hama inni mengakibatkan ppohon anda mengalami kekeringan, karena mengalami kekeringan tersebut pohon menjadi mati. Hama ini terus menyebar makan anda bisa dipastikan akan gagal panen. Hama ini menyerang pucuk pohon pada awalnya dan llalu menyebar ke seluruh tanaman anda. Jika hama ini menyerang tanaman muda, maka menybabkan layu pada tanaman tersebut.

4. Tungau

Tungau

Tungau merupakan hama yang berada dibalik daun tanaman. Hama ini menyerang bagian mesofil pada daun. Jika mesofil rusak, Klorofil dauh juga ikut rusak dan menyebabkan tanaman susah untuk melakukan fotosintesis. Jika tanaman tidak melakiukan fotosintesis, tanaman akan sulit tumbuh dan pada akhirnya mati. Awal dari serangan hama ini adalah adanya bercak kuning di daun tanman anda yang semakin lama semakin melebar. Jadi jika anda melihat tanman anda menguning, cepat ditangani agar hama tersebut tidak menyebar. 

5.Jangkrik

Jangkrik

Jangkrik merupakan serangga yang menjadi hama bagi para petani. Hampir sama seperti belalang yang menyerang tanaman secara berkelompok. Kerusakan ditimbukan sangat besar karena menyerang secara berkelompok. Daun-daun pada tanman anda kan dimakan dan menyebabkan daun menjadi bolong.

Itu tadi macam-macam hama yang dapatmenyerang tanaman hidroponik anda. Tetap waspada dan rawat tanaman anda dengan tekun. Berikan obat anti hama untuk menghindari hama serangga yang akan menyerang tanaman anda. Semoga anda terhindar dari hama dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. 

Gagalnya Panen Tanaman Hidroponik

4 Penyebab Gagalnya Panen Hidroponik

Bercocok Tanam adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Tingkat kesulitannya tergantung dari kita yang mejalankannya. Kita harus dituntut untuk ulet, sabar dan telaten untuk bisa menghasilkan keberhasilan dalam bercocok tanam. Banyak orang yang melakukan hal tersbut namun tidak memiliki rasa sabar untuk menunggu waktu panennya dan berakhir sia-sia.

Tidak adanya lahan merupakan masalah bagiorang-orang perkotaan yang ingin bercocok tanam. Namun maslaah itu teratai dengan adanya teknik bercocok tanam hidroponik. Teknik itu sendiri tidak memerlukan lahan tanah yang luas. Bahkan teknik ini tidak memerlukan tanah. Karena teknik ini hanya memerlukan air yang sudah diberikan nutrisi untuk menghidupkan tumbuhan yang kita rawat.

Teknik ini sudah banyak di pakai oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di perkotaan, karena mereka yang tinggak di perkotaan pasti tidak mempunyai lahan yang luas. Hanya terhampar gedung-gedung tinggi dan aspal yang membentang.

Selain untuk menyalurkan hobi, semakin berkembangnya jaman, teknik berocok tanam ini sudah menjadi bahan binis di banyak kalangan. Bahkan sudah bisa mendapatkan untung yang besar dari bisnis ini.

Penyebab Gagal Panen Tanaman Hidropolik

Setiap melakukan bercocok tanam pasti setiap orang menunggu masa panen. Karena pad masa itu usaha dan kesabaran yang anda lakukan bisa berbuah manis dan anda nikmati sendiri. Namun dibalik itu semua akan ada resiko kegagalan dalam panen tersebut. Apalgi bagi anda yang ingin berbisnis di dalam dunia hidropolik ini kegagalan panen pasti tidak ingin terjadi di bisnis anda. Berikut beberapa hal yang menyebabkan gagal panen dalam becocok tanam menggunakan teknik hidropolik.

1.Menanam berbagai Macam Sayuran Secara Bersamaan

Menanam berbagai Macam Sayuran Secara Bersamaan

Bercocok Taanam dengan teknik memang sangatlah praktis. Banyak orang yang ingin cepat mendapatkan hasil yang melimpah dari sini dengan cara menanam sayuran berbagai macam jenis secara bersamaan. Namun, hal tersebut yang membuat kegagalan dalam panen. Loh kenapa itu bisa terjadi?. Hal tesebut tyerjadi karena setiap tanaman membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda. Ada yang membutuhkan banyak nutrisi da nada yang sedikit. Jika disama ratakan pastinya sayuran tersebut akan mati.

2.Tidak Menyiram Media Semaian Benih

Tidak Menyiram Media Semaian Benih

Banyak orang yang tidak mementingkan media semaian, padahal media ini sangat penting untuk membatu tumbuhan mencapai pertumbuhan yang sempurna. Media semaian harus terjaga kelembapannya. Jika anda tiudak menyiram media semaian dan menjadi kering, tentu saja proses semai benih tidak akan maksimal dan membuat tumbuhan stress. Jika sudah seperti itu akan susah untuk mendapatkan hasil panen yang sempurna dan menyebabkan kegagalan panen

3.Tidak Mengenal Jadwal Tanam dan Panen sebuah Tanaman

Tidak Mengenal Jadwal Tanam dan Panen sebuah Tanaman

Satu persatu tanaman memiliki karakteristik yang berbeda. Masa Tanam dari setiap tumbuhan juga berbeda-beda. Masa tanam ini adalah waktu kapan tanaman ini dapat dipanen dan berpa lama waktu yang dibutuhkan dalam penyemaian. Jika anda tidak mengetahui, setiap jadwal tanaman yang ada tanam, aka nada kemungkinan untuk gagal dalam melakukan panen.

4. Akar Tanaman Yang Mengalami Kebusukan

Akar Tanaman Yang Mengalami Kebusukan

jika tanaman anda mengalami akar busuk, sudah dapat dipastikan anda mengamali kegagalan dalam panen. Busuknya akar dapat disebabkan tumbuhnya jamur air pada tanaman, kekurangan oksigen dan suhu air yang hangat. Cara mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan selalu mengecek suhu air tanaman hidroponik.

Kegagalan panen dalam bercocok tanam memang menyakitkan tapi itu semua bisa di cegah ya kawan pecinta tanaman. Jangan sampai beberapa hal tadi anda lakukan, Karen dapat menyebabkan kegagalan dalam panen. Tentunya anda tidak mau waktu yang dinantikan tidak berjalan dengan baik.

Peralatan Hidroponik

Daftar Peralatan Hidroponik yang Wajib Kalian Ketahui!

Masyarakat sudah makin sadar akan pentingnya penghijauan dan pemenuhan pangan. Meski begitu, sebagian dari mereka masih terhambat problem lahan penanaman. Namun, kendala tersebut bisa dipecahkan dengan memanfaatkan urban farming memakai hidroponik. Menanam dengan cara hidroponik dahulu dianggap susah dan membutuhkan modal awal yang cukup besar.

Kini, ada cara hidroponik simpel memakai wick (sumbu) yang bisa dipraktikkan sendiri di rumah malah oleh orang awam sekalipun. Bahan dan perlengkapan untuk memulai hidroponik ini juga gampang ditemukan baik di warung pertanian ataupun warung online. Melalui artikel ini, aku ingin berbagi info perlengkapan apa saja yang harus dimiliki untuk memulai hidroponik simpel di rumah.

1.EAST WEST SEED INDONESIA

EAST WEST SEED INDONESIA

Benih pakcoy Nauli F1 yakni jenis bibit hibrida yang dikenal mempunyai produksi tinggi dengan penampilan yang seragam. Benih cap panah merah dengan spesifikasi penampilan seragam ini sesuai untuk jenis penanaman hidroponik yang juga menunjukkan keindahan.

Berdasarkan pengalaman aku, daya tumbuh bibit ini sudah teruji baik sehingga tak perlu melakukan penyulaman atau penanaman ulang. Apalagi jika sudah ditopang dengan nutrisi hidroponik sehingga membikin bibit bisa tumbuh menjadi tanaman yang subur.

2. Rockwool Cultilene

Rockwool Cultilene

Rockwool yakni media tanam yang awam diterapkan sebagai daerah tumbuhnya tanaman hidroponik. Media tanam ini terbuat dari batu sehingga terasa sedikit kasar saat diraba dan malah sesekali membikin gatal di kulit.

Media tanam khusus hidroponik ini seperti busa dengan serabut halus namun mempunyai muatan yang betul-betul ringan. Kelebihan dari media tanam ini yakni sanggup menaruh cukup air dan udara. Hasilnya, media tanam ini betul-betul menolong tanaman dalam meresap nutrisi malah pada saat penyemaian bibit.

3. Box Sterofoam

Box Sterofoam

Pemakaian box stirofoam yakni salah satu trik untuk merakit hidroponik simpel di rumah dengan harga yang relatif murah. Box stirofoam ini diterapkan untuk media nutrisi hidroponik cara wick. Wadah box stirofoam yang diperlukan berukuran 5 liter bervolume 37 cm x 23 cm x 16 cm.

Sebelum memakai box ini sebagai wadah hidroponik, kalian perlu melapisi bagian dalam box dengan plastik hitam secara merata. Sesudah dilapisi plastik, karenanya kalian bisa memasukkan larutan nutrisi hidroponik AB mix ke dalam box stirofoam tersebut.

4. Kantong Sampah

Kantong Sampah

Kantong sampah plastik ini diterapkan untuk melapisi box stirofoam yang dijadikan wadah hidroponik. Manfaatnya yakni menjaga agar larutan nutrisi yang dimasukkan ke dalam box tak bocor. Kantong sampah merek Trima Beri ini mempunyai ketebalan yang baik dan ukuran yang pas untuk box stirofoam.

Untuk melapisi box stirofoam, kalian cukup memasukkan kantong sampah plastik ini ke dalam box stirofoam. Kemudian, atur plastik sedemikian rupa agar semua lapisan box terlapisi. Lalu, kasihlah perekat di bagian luar sehingga posisi plastik tak berubah.

5.Hole Saw Kits

Hole Saw Kits

Tutup box stirofoam bisa dimanfaatkan sebagai daerah tanaman mengambang di atas larutan nutrisi hidroponik AB mix. Untuk itu, tutup box stirofoam perlu dilubangi untuk meletakkan net pot. Untuk mempermudah pembuatan lubang tanam tersebut, kalian membutuhkan alat pelubang yang bernama hole saw.

Tidak hanya pada stirofoam, alat pelubang ini juga bisa diterapkan untuk membikin lubang pada paralon, ember plastik, dan lain-lain. Hole Saw Kits ini terdiri dari 13 kits dan 10 tool steel cutting cups. Kalian bisa memilih kit dan tool ini sesuai dengan lebar lubang tanam yang diinginkan.

Itulah sebagian perlengkapan dari hidroponik yang diperlukan.

Modal Budidaya Sayur Hidroponik di Rumah

Pandemi virus corona ( Covid-19) membikin pamor hidroponik kian populer. Mulai banyak orang kini terjun menggeluti budidaya tanaman berbasis urban farming hal yang demikian.

Ada yang sekedar hobi, tak sedikit pula mereka yang serius menekuninya dan mulai dihasilkan bisnis rumahan.

Para pakar bilang, hidroponik juga jadi obat stres bagi mereka yang terlalu lama berdiam di rumah. Lalu, berapa modal untuk memulai hidroponik? Ginanjar Ibnu Tamimi, praktisi hidropinik yang juga pemilik usaha Hanifarm, menyatakan modal memulai kultur hidropinik sangat tergantung dengan model yang diinginkan.

Contoh umumnya menyesuaikan dengan luasan lahan. Kian tinggi atau banyaknya tingkat, biayanya tentu akan kian mahal dan tergantung jumlah pipa PVC yang terpakai. Kisarannya dapat menghabiskan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

“Kalau untuk pemula, sekedar hobi dan memenuhi kebutuhan sayuran untuk dapur sendiri, dapat mulai dengan ukuran 1×4 meter. Bahkan dapat 1×2 meter dengan dihasilkan meninggi ke atas. Itu kaprah-kaprah untuk instalasi habis Rp 1,5 juta,” terang Ginanjar kepada Arah.com beberapa waktu lalu. 

Diamati di sejumlah marketplace, gampang ditemukan paket instalasi hidroponik dengan pipa paralon. Sebagai model, media tanam dengan menerapkan pipa 2,5 tipe D, panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 90 cm, serta jumlah lubang 44 dipasarkan seharga Rp 1,1 juta.

Contoh media tanam pipa hidroponik yang dipasarkan di pasaran umumnya gampang dibongkar pasang. Peralatan dipasarkan lengkap dengan modul instalasinya yang relatif cukup gampang dipahami.

Sementara, banyak pula instalasi hidroponik lengkap yang dipasarkan di bawah Rp 1 juta, tetapi dengan spesifikasi yang lebih sederhana.

Menurut dia, mutu sayur yang lebih baik membikin harga sayuran hidroponik relatif lebih mahal. Tapi, faktor itulah yang membikin sayur-mayur yang dihasilkan dari kebun hidroponik mempunyai segmen pasar tersendiri.

Lanjut Ginanjar, kesadaran orang akan hidup sehat ketika pandemi Covid-19 membikin permintaan sayuran dari kebun hidroponik meningkat.

Berbeda dengan sayuran yang dipasarkan di pasar, hidroponik menciptakan sayuran yang relatif lebih segar dan bebas pestisida. “Selain dari perorangan, pembeli banyak juga dari kafe-kafe dan beberapa hotel.”

“Kalau ke swalayan belum masuk, karena patut kontinu. Saya sendiri berencana memperluas kebun,” ucap Ginanjar yang ketika mengelola kebun seluas 20×15 meter yang dibantu dua orang energi kerja.

Ginanjar yang umum memanen sayur sepekan sekali ini dapat memasarkan hingga 400 kilogram berbagai tipe sayuran dalam sebulan. Sebagian sayuran yang dihasilkan di kebunnya antara lain kale, selada, dan berbagai tipe sawi seperti pakchoy, caisim, dan sawi putih.

“Primadona ketika ini kale, harganya per kilogram dapat hingga Rp 120.000. Lalu selada Rp 40.000, sawi saya jual Rp 35.000. Walaupun lebih mahal dari sayuran di pasar, sayur hidroponik kian banyak dicari,” tuturnya.

Sementara itu, diinfokan dari Antara, Ketua Program Studi S2 lahan Kering sekalian Ketua Program Studi S2 Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Dr. Gede Wijana mengatakan menerapkan cara hidroponik di rumah dapat membantu sebagai obat stres selama masa pandemi Covid-19.

” Hidroponik ini kapabel menciptakan kuantitas dan mutu sayuran yang baik dengan pemeliharaan yang baik. Jadi yang dipersiapkan adalah instalasinya,” kata Gede Wijana.

“Bibit, nutrisi AB mix atau racikan sendiri, pompa pengangkat larutan nutrisi dan tentu perlu listrik. Dalam pembuatan bibit perlu bibit dan media penanam bibit antara lain rockwool,” kata dia lagi.

Alat Hidroponik Sawi

Alat Hidroponik Sawi yang Mudah dan Wajib Dicoba!

Sawi merupakan salha satu jenis sayuran hijau yang mudah tumbuh. Dimana sayuran in sendiri cukup banyak diolah menjadi makanan yang cukup lezat untuk dinikmati. Rasa sawi yang segar dengan tekstur renyah dan halus. Dimana sawi adalah salah satu jenis bahan makanan favorit untuk para keluarga. Sayuran ini memiliki kandungan air dan serat yang tinggi. Dimana sayuran ini diperkaya dengan berbagai jenis vitamin dan mineral yang baik dalam tubuh. Sawi ini sangat mudah untuk dilakukan pad alahan yang sempit maupun luas.

Dimana sawi hijau ini diketahui memiliki cukup banyak kandungan antioksidan yang kaya. Zat ini dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah tubuh terjangkitnya kanker. Penghematan lagan dengan harapan hasil melimpah bisa diupayakan dengan menanam hidroponik. Kali ini, kami akan memberikan beberapa cara menanam sawi hijau yang bisa kalian lakukan di berbagai jenis perkarangan. Kali ini, kami akan memberikan beberpaa cara yang baik untuk bisa kalian lakukan penanaman sawi hijau. Langsung saja simak daftar lengkapnya berikut di bawah ini!

Hal yang pertama ini bisa kalian lakukan dan bisa menjadi salah satu alat daur ulang yang baik dan mudah untuk kalian dapatkan. Dimana bisa kalian lakukan dari kemasan botol enam ratus militer sampai dengan seribu lima ratus mililiter. Bagian botol ini masih utuh dibuka label kemasannya dan bisa dibersihkan. Dimana botol yang telah bersih bisa kalian potong, sehingga bsia kalian dapatkan di bagian bawah dan atas botol dengan lubang yang besar. Botol bekas ini sendiri bisa kalian manfaatkan sebagai tempat penampung nutrisi dan wadah media tanam.

Alat seperti Pisau, gunting, dan cutter ini merupakan salah satu peralatan bantu yang bisa digunakan untuk memotong dan mengiris berbagai perlaatan dan bahan yang kalian gunakan. Dimana berbagai ukuran dan alat pemotong ini bisa digunakan untuk mempermudah proses penanaman sawi hijau.

Dimana larutan nutrisi ini memiliki peran sepertti pupuk cair. Larutan ini dibuat dengan mencampurkan satu liter air dalam 50 mililiter nutrisi. Akan ada berbagai banyak jenis nutrisi yang bisa digunakna antara AB-Mix. Nutrisi ini sendiri akan mudah ditemukan di banyak toko pertanian.

Tips Menanam Tanaman Hidroponik Rockwool Untuk Pemula

Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan cocok tanam, pasti sudah tidak asing lagi dengan teknik hidroponik. Teknik ini terbukti dapat membuat tanaman menjadi lebih cepat tumbuh dan sangat cocok diaplikasikan ke berbagai kondisi lingkungan.

Kini banyak petani yang memanfaatkan media ini untuk menanam dengan media tanam rockwool, atau biasanya juga disebut dengan stonewool. Ini adalah salah satu mineral fiber yang keunggulannya adalah bisa menahan dari udara dan air, jadi pertumbuhan akarnya dan penyerapan nutrisi di tanaman bisa berlangsung dengan lebih baik.

Biasanya bahan rockwool bisa dipakai tanpa adanya batas waktu. Sayuran yang cocok dengan sistem ini seperti paprika, mentimun, terong, dan sayuran hijau lain.

Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk mengaplikasikan rockwool. Bagi kamu yang masih pemula, berikut ini adalah cara untuk melakukan penanaman dengan rockwool.

Cara Menggunakan Metode Rockwool

1.Pemilihan Rockwool

Syarat utamanya adalah kamu harus memilih media tanam hidroponik yang ringan dan memiliki porositas yang baik. Substrat yang ada di dalam hidroponik pada umumnya memiliki fungsi yang sama dengan tanah, di sini mereka akan menyerap air, unsur hara, dan oksigen yang nantinya akan akar serap. Pilihlah rockwool yang memiliki kualitas baik dan perhatikan juga kemampuannya dalam menyerap air.

2. Potong Rockwool

Potong Rockwool

Biasanya rockwool yang dijual di toko-toko memiliki potongan seperti balok yang ukurannya bermacam-macam. Jadi untuk melakukan penyemaian, maka ada baiknya potong rockwool dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm, gunakanlah cutter atau gergaji.

Alat potong yang digunakan haruslah tajam agar tidak merusak rockwool dan serpihan yang nantinya malah terhirup di udara. Hati-hatilah saat memotong dan sangat disarankan untuk menggunakan masker. Potongan ini nantinya direndam di dalam air serta letakkan pada wadah semai.

3. Semai Benih Tanaman

Semai Benih Tanaman

Selanjutnya sekarang kita semai bibit tanaman dengan cara membuat lubang-lubang kecil di rockwool. Gariskan bentuk bujur sangkar dengan jarak 2 cm. Letakkan bibir ke setiap lubang dengan posisi titik tumbuh nantinya mengarah ke bawah sekitar 0,5 cm, kamu bisa lakukan ini dengan menggunakan pinset.

Perrockwoolnya, masukkan 2 biji dan kalau sudah semua, tutup dengan kain atau kresek berwarna hitam. Tujuannya agar bibit bisa lebih cepat tumbuh tunas.

4. Rawat Bibitnya

Rawat Bibitnya

Setelah disemai, kini kita rawat bibit tanamannya. Simpan bibit tersebut pada suhu yang bisa terjaga kelembapannya lalu semprotkan dengan menggunakan hand sprayer.

Setelah 7 hari, bibit nantinya akan mulai tumbuh kecambah juga plastik sudah bisa dibuka agar bibit bisa terkena sinar matahari. Bibit sebaiknya disiram 2 kali sehari, baik di pagi dan sore hari agar rockwool tidak mengering.

5. Pemindahan Tanaman

Pemindahan Tanaman

Terakhir adalah pindahkan tanaman yang dilakukan pada hari ke 10 atau hari ke 14, karena pada saat itu tanaman sudah bertunas dan juga ada 2 lembar daun di atasnya.

Kamu tidak perlu memisahkan bibit dari media tanamnya, jadi bisa langsung dipindahkan ke tempat tanam yang sudah kamu siapkan.

Bagaimana? Mudah bukan menanam tanaman dengan media tanam rockwool? Ditambah dengan media tanam hidroponik, tanaman bisa semakin tumbuh dengan maksimal serta hasil yang didapatkan nanti lebih baik.

Media ini juga tidak mengandung pathogen penyakit serta memiliki daya tamping air yang lebih lama. Sebenarnya rockwool bisa digunakan berulang kali, sayangnya ini adalah gabus yang mudah untuk hancur.

Setelah membaca ini, apakah kamu tertarik untuk mencoba media tanam ini?

Ternyata Lampu UV Dapat Tingkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik, Loh!

Sinar dari lampu ultra violet atau Sinar UV dimanfaatkan oleh Perusahaan Listrik Negara untuk meningkatkan produktivitas dari tanaman hidroponik. Inovasi yang sangat berguna ini mendapatkan apresiasi dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Terobosan teknologi pada sector pertanian ini adalah hasil kerja sama dari Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Seperti yang diungkapkan oleh Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja sama, dalam keterangannya Selasa (02/02/21) lalu “Langkah pemanfaatan lampu UV ini bisa digunakan sebagai cara meningkatkan penjualan kWh listrik. Ini salah satu bukti bahwa penjualan listrik yang dilakukan PLN tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif semata. Kami mengapresiasi terobosan ini,”

Pemanfaatan dari listrik di dalam meningkatkan produktivitas ini sejalan dengan upaya dari pemerintah untuk semakin meningkatkan pasokan listrik ke masyarakat pada wilayah perekonomiannya saat ini tengah bertumbuh.

Keberadaan dari lampu UV sendiri dirasa semakin meningkatkan hasil dari panen tanaman hidroponik, di mana cahaya ini kini dimanfaatkan untuk menggantikan cahaya matahari ketika di malam hari.

Jadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman hidroponik saat malam hari tetap didapatkan oleh tanaman selama 24 jam penuh, jadi tanaman bisa tumbuh lebih optimal.

Dengan adanya system pengairan stabil dan juga penerangan dari lampu UV ini, satur organik bisa dipanen hanya dalam kurun waktu 30-35 hari saja, bahkan beratnya bisa mencapai 200-250 gram. Ini tentunya lebih berat dibandingkan dengan tanaman hidroponik biasanya, di mana hanya seberat 150 gram.

Tapi lampu yang digunakan tidak bisa sembarang lampu. Untuk menerapkan teknik ini dibutuhkan lampu yang disebut dengan GROW LED, di mana ia memanarkan cahaya spectrum ultra violet. Selain itu jarak antar lampunya juga harus disesuaikan.

Idealnya, digunakan 1 lampu untuk 2 meter persegi dan dengan tinggi 150 cm dari tanaman.

Idealnya lampu ini akan meningkatkan kualitas dari tanaman, mulai dari daun, sampai ke akar yang lebih cerah, ini adalah indikator dari tanaman yang sehat.

Jadi bagaimana? Ingin mencoba teknik baru satu ini?

JENIS SAYURAN HIDROPONIK

JENIS SAYURAN HIDROPONIK YANG BISA DI TANAM DI DATARAN TINGGI

Dataran tinggi yang baik berada di permukaan tanah di atas ketinggian 600 mdpl. Suhu di dataran tinggi yang relative lembab dan dingin membuat banyak beberapa jenis tanaman seperti kol, kentang, buncis dan yang lainnya baik untuk di budidaya di sana. Tidak semua tanaman bisa ditanam pada dataran tinggi karena setiap tanaman punya kriteria dan syaratnya tersendiri.

Untuk itu kali ini kita akan bahas berbagai sayuran hidroponik yang bisa di tanam di dataran tinggi menggunakan teknik hidroponik..

1.Selada Hijau

Selada Hijau

Selada merupakan jenis sayuran yang sangat terkenal karena teknik penanamannya yang menggunakan teknik hidroponik, selain itu tanaman ini juga bisa ditanam pada iklim yang tropis. Selada memiliki kandungan vitamin dan potassium, sehingga sangat baik untuk di konsumsi dan lebih efektif bila di tanam di suhu yang rendah.

Bila ditanam di dataran tinggi, selada sudah bisa dipanen setelah kurang lebih 35 hari. Usia panen ini bisa menghasilkan selada yang muda dimana rasa yang lebih manis dan renyah. Sementara untuk selada dewasa biasanya butuh waktu sekitar 65 samapi 135 hari untuk masa panennya, namun rasa yang di hasilkan cenderung lebih pahit. Jika selada sudah menunjukan warna hijau cerah dan daun yang lebar, itu tandanya sudah siap panen.

Selada sendiri akan tumbuh secara optimal di udara yang sejuk sekitar 20 derajat selsius dengan tingkat pH di atas 5,0. Selada juga akan punya harga jual yang tinggi bila sayurannya masih segar.

2.Selada Merah

Selada Merah

Selada merah biasanya digunakan pada garnish makanan dan juga salah. Untuk budidaya selada merah lebih cocok di dataran tinggi yaitu lokasi yang dingin karena akan mempengaruhi dan menghasilkan warna merah yang merata. Selada ini juga sama renyahnya dengan selada hijau dan rasa yang segar. Selada merah yang ditanam di dataran rendah cenderung memiliki warna merah yang pucat dan gak sempurna, dimana warnanya akan bersatu seperti bercak campuran antara merah dan hijau. Masa panen selada merah ini ada di sekitar 30 sampai 40 hari setalah penanaman dengan ciri daun yang berwarna merah.

3.Lettuce Romaine

Lettuce Romaine

Masih sama dengan varian selada dengan dengan bentuk yang berbeda, dimana Lettuce romaine ini memiliki bentuk yang oval dan bagian ujung kepala yang melebar. Dibagian tengahnya sedikit kaku, namun daunnya lebih tebal dan bergelombang. Sayur ini bisa dipanen jika sudah memasuki usia 30-40 hari setelah tanam dengan ciri-ciri permukaan daun yang kasar dan warna sudah hijau tua.

Dibanding dengan jenis selada yang lain, lettuce romaine ini lebih tahan terhadap panas. Lalu sayuran ini juga lebih sering di temukan di Eropa sebagai santapan berbagai macam makanan yang disajikan masih mentah.


4.Endive

Endive

Sayuran yang satu ini memang jarang di konsumsi dan susah ditemukan di Indonesia karena harga yang cukup mahal. Sayuran ii mengandung berbagai macam vitamin, folat dan serat. Untuk ukuran di Indonesia sendiri, tanaman ini termasuk sayuran yang eksklusif karna harga jualnya yang tinggi. Bila pun ada di Indonesia, biasanya sayuran ini berada di hidangan hotel mewah atau restaurant mewah. Usia panen sayuran ini berada di hari ke 30 dengan ciri daun yang panjang sekitar 20 cm.

Itulah 4 sayuran hidroponik yang bisa di tanam di dataran tinggi, meskipun beberapa diantaranya tetap bisa di tanam di daerah rendah namun kualitas dan hasil dari sayuran pun berbeda. Semoga bermanfaat!

KENAPA HIDROPONIK BISA DIJADIKAN SEBAGAI LADANG BISNIS?

Banyak hobi yang bisa menjadi ladang untuk berbisnis salah satunya adalah dengan bercocok tanam hidroponik. Semakin cinta dengan apa yang kita lakukan, maka akan membuahkan hasil yang lebih, apalagi kita bisa mendapatkan keuntungannya.

Selain gak perlu tanah yang penanamannya, hidroponik juga cocok untuk kamu yang punya lahan terbatas. Sehingga itu bukan menjadi alasan untuk gak mencoba melakukannya. Dengan begitu seorang pemula maupun yang sudah professional bisa budidaya dan hasilnya bisa di manfaatkan oleh orang banyak.

Lalu kenapa ya budidaya hidroponik bisa menjadi ladang bisnis? Simak bareng-bareng yuk!

1.Bisa dilakukan oleh siapapun

Bisa dilakukan oleh siapapun

Budidaya hidroponik ini memang termasuk susah-susah gampang. Tapi jika dilakukannya dengan tekun dan telaten, pastinya akan ada peluang bisnis sehingga bisa mendatangankan keuntungan. Yang terpenting kamu harus terus belajar dan mencoba berbagai hal yang baru seperti menambah hiasan agar hasilnya lebih optimal.

2.Mudah untuk di kembangkan

Mudah untuk di kembangkan

Budidaya seperti ini bisa dengan mudah di kembangkan dan termasuk cepat perkembangannya. Karena jaman sekarang, halaman rumah bukan hanya di taruh tanaman-tanaman hias saja, tapi orang-orang sudah mulai mencoba hidroponik. Selain itu pangsa pasanya cukup luas belum lagi akan menjadin prospek kedepannya jika di lakukan secara tepat. Kita pun bisa menentukan modalnya dari tergantung mau sebesar apa yang akan di pakai, meskipun modal besar tapi lama-lama bisa tertutup.

3.Media tanam dengan barang-barang yang tak terpakai

Media tanam dengan barang-barang yang tak terpakai

Media tanam hidroponik itu gak selamanya harus memakai pot. Karena kamu bisa menggunakan barang-barang yang mungkin sudah lama tak terpakai atau menggunakan benda-benda ayang ada di rumah seperti gelas plastik, paralon, ember dan lainnya. Dengan begitu kamu gak perlu untuk membeli yang baru, kecuali tujuan hidroponikmu hanya untuk sebagai hiasan di taman saja.

Penanaman hidroponik juga akan menghambat pertumbuhan lumut dibandingkan bila budidaya tanamanan secaya konvensional.

4.Hemat lahan

Hemat lahan

Gak perlu bingung jika memang kamu gak punya lahan yang besar untuk menanam hidroponik. Karena di lahan sempit pun, budidaya ini tetap bisa di lakukan. Yang harus diperhatikannya yaitu bagaimana kamu menata wadah-wadah, sehingga tetap bisa sesuai dengan tempat serta kebanyakan orang membuat wadah yang bertingkat, agar tak menghabisi tempat sekitarnya.

5.Hemat Pestisida

Hemat Pestisida

Jika tanaman di rawat dengan baik dengan kebutuhan nutrisi yang cukup, budidaya ini tak memerlukan pestisida. Faktanya, orang-orang yang memberi pestisida pada tanamannya cenderung menghasilkan residu. Sehingga dalam hal pembuangan residu pun gak usah bingung lagi.

6.Cabai yang paling mudah dengan hidroponik

Cabai yang paling mudah dengan hidroponik

Salah satu banyak peminatnya dan selalu banyak di cari dalam bahan masakan yaitu cabai hidroponik. Alasannya adalah karena cabai ini akan tumbuh dengan menggantung, sehingga lebih higienis, lalu gak perlu pakai pestisida, bebas dari hama.

7.Teknik hidroponik yang terkenal mudah

Teknik hidroponik yang terkenal mudah

Biasanya orang-orang menggunakan 3 teknik ini yaitu NFT yaitu biasanya terbuat dari pipa yang dibentuk selokan, sehingga akar tanaman bisa langsung berada di atas air nutrisi. Kemudian ada juga yang memakai Wick System yang hampir sama dengan NFT namun pipa di potong setengah. Dan ada pula yang menggunakan teknik air tetes, dimana medianya menggunakan polybag denga nisi sekam padi, nantinya akan ada air nutrisi yang menetes.

8.Modal kecil, untung besar

Modal kecil, untung besar

Meskipun gak semua bisa di terapkan seperti ini tapi kita bisa mengambil garis besarnya. Misalnya untuk budidaya selada, kamu perlu modal sekitar 20 ribu untuk 1 kg, jika sudah panen harga jual ke supermarket bisa hingga 30-35 ribu. Dengan begitu kamu bisa untuk kurang lebih 10 ribu kan, nah coba bayangkan jika selada yang kamu hasilkan mencapai kwintal. Untungnya pun akan lebih besar bukan?

Itu dia mengapa budidaya hidroponik bisa menjadi ladang bisnis, ada yang tertarik untuk coba?

TANAMAN YANG PUNYA NILAI TINGGI PADA BUDIDAYA HIDROPONIK

Seperti yang sudah pernah di jelaskan sebelumnya bahwa gak semua tanaman bisa di tanam dengan cara hidroponik. Banyak syarat khusus yang bisa cocok untuk ditanam secara hidroponik. Karena media tanam yang dipakai pun harus jelas, sehingga saat sudah memasuki masa panen tak ada kendala ataupun kesalahan.

Ada baiknya lagi bila jenis tanaman yang akan ditanam punya nilai ekonomi yang tinggi. Barangkali ketika kamu berhasil panen dan hasilnya bagus, bisa dijadikan bisnis. Kapan lagi kan ada hobi yang bisa menghasilkan? Nah untuk itu kami akan kasih tau jenis tanaman apa saja yang bernilai tinggi.

1.Timun Jepang

Timun Jepang

Timun Jepang memiliki ukuran yang lebih besar dengan warna hijau yang lebih pekat. Sayuran yang satu ini agak sudah untuk dicari kecuali di supermarket, itupun harganya lumayan tinggi. Timun ini yang biasa dijadikan sebagai sayuran pada sushi, oleh karena itu rasa yang dihasilkannya pun sangat berbeda dengan timun biasanya.

Semenjak ada teknik hidroponik ini, kamu sudah bisa mencoba menanamnya di rumah loh. Namun kamu harus siap dengan segala bahan serta alat-alat pendukungnya, bila dirawat dengan baik dan benar tentunya hasilnya pun akan maksimal. Pilihlah benih yang baik juga pupuk organic yang terbaik ya, sehingga nutrisinya bisa lebih tercukupi.

2.Paprika

Paprika

Meskipun keberadaan paprika ini gak terlal sulit di cari, tapi gak semua orang mengonsumsi atau menjadikan paprika sebagai bahan masakan. Kecuali pada makanan-makanan western yang cenderung lebih sering menggunakan paprika.

Alasan mengapa paprika memiliki nilai yang cukup tinggi, karena budidayanya yang cukup sulit dan berbeda seperti cabai pada umumnya. Meskipun begitu, paprika sudah bisa ditanam secara hidroponik tentunya dengan perawatan yang lebih ekstra, seperti pemberian nutrisinya. Karena budidaya paprika menggunakan hidroponik ini bisa 75% lebih banyak ketimbang menggunaan budidaya konvensional (memakai tanah).

Selain itu paprika juga disebut sebagai cabai yang banyak manfaatnya bagi tubuh, gak heran kan bila harganya mahal dan nilainya yang tinggi

3.Selada

Selada

Selada memang terkenal dengan budidaya hidroponik. Bagaimana tidak karena tumbuhan ini bisa memajukan ekonomi, dimana dengan lahan sekitar 300 ribu hektar bisa menghasilkan 3 juta ton dalam satu tahunnya. Gak heran meskipun harganya yang gak terlalu mahal dan bisa dicari dimanapun, tapi selada punya nilai yang tinggi.

4.Tomat

Tomat

Tomat bisa bernilai tinggi bila dilakukan dengan budidaya hidroponik. Kunci utama untuk menghasilkan kualitas tomat yang baik yaitu ada pada modal. Dimana modal ini diperlukan untuk membeli benih yang terbaik, sehingga bisa sangat memuaskan. Kebanyakan media yang dipakainya mengguna serbuk sabut kelapa dan kandungan nutrisinya pun harus sangat di perhatikan. Tomat pun gak butuh waktu lama untuk di panen kok, mau mencobanya?

5.Anggur

Anggur

Selain ditanam pada media konvensioanl, anggur ini cocok dibudidaya dengan menggunakan hidroponik yang lebih tepatnya di daerah curah huan yang tinggi. Banyak syarat yang harus diperhatikan dalam budidaya anggur, dimana kondisi suhu yang harus ada di angka sekitar 25-30 derajat dan kelembaban udara di angka sekitar 50 persen.

Alasan mengapa anggur bisa bernilai cukup tinggi karena penanamannya yang gak mudah dimana harus mempertimbangkan beberapa aspek. Karena ada perbedaan sedikit saja, hasil anggur pun akan berbeda. Lalu masa panennya yang lumayan cukup lama bisa mencapai 3 bulan. Anggur pun punya berbagai macam varietas sehingga harga yang dihasilkannya pun berbeda-beda.

Sudah mengerti kan kenapa 5 tanaman diatas punya nilai yang tinggi? jadi pikirkan lagi ya sebelum menanamnya.

JENIS SAYURAN YANG BISA DITANAM DENGAN TEKNIK HIDROPONIK PADA DATARAN RENDAH

Menanam tanaman memang gak bisa asal-asalan jika ingin menghasilkan tanaman yang baik. Setiap tanaman pasti memiliki perawatannya sendiri dan tentunya harus di sesuaikan dengan sifat-sifatnya. Berbagai macam teknik tanam yang dilakukan pun punya perlakuan yang khusus, seperti halnya teknik hidroponik.

Meski bisa dilakukan di rumah, tapi kita harus tahu apakah tanaman yang akan di tanam menggunakan teknik ini akan cocok dengan lingkungan sekitar atau tidak. Karena setiap daerah punya kondisi tanah dan juga suhu yang berbeda, sehingga kita harus bisa menyesuaikan itu.

Bila berada di dataran rendah, tentunya kita harus bisa memilih tanaman apa saja yang tahan dengan panas dan kelembaban yang rendah. Sehingga bila dilakukannya dengan benar, tanaman itu akan berhasil sesuai dengan yang kita inginkan. Bila rumahmu berada di dataran rendah, kami punya rekomendasi tanaman yang bisa di tanam dengan teknik hidroponik nih. Penasaran kan? Simak ya!

1.Brokoli

Brokoli

Mungkin banyak yang sudah tahu, bila brokoli ini hanya bisa ditanam di dataran tinggi saja. Tapi akhir-akhir ini banyak yang mencoba menanam dengan teknik hidroponil di dataran rendah loh. Yang jelas, brokoli ini harus di rawat secara ekstra dan jangan sampai salah memberikan nutrisinya. Karena sifatnya yang menyimpan banyak nutrisi di tubuh, brokoli ini sangat perlu nutrisi yang tepat dan juga penanaman dengan teknik bisa mempercepat produksi brokoli.

2.Kangkung

Kangkung

Kangkung memiliki 2 jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Keduanya memiliki ciri-ciri, bentuk, habitat, ukuran yang berbeda. Untuk teknik hidroponik ini lebih cocok untuk menanam kangkung darat. Kangkung ini sudah bisa di panen sekitar hari k 20-25 dengan ciri panen ketika daun sudah hijau tau dan terbuka lebar.

Sifat kangkung ini suka di tempat yang terbuka tapi jangan terlalu kena matahari secara langsung, karena akan menghasilkan daun dan batang lebih keras. Jadi alangkah baiknya bila kangkung ini berada di tempat yang lebih tertutup agar kangkung bisa tumbuh memanjang.

3.Bayam

Bayam

Bayam sangat cocok untuk di tanam di dataran rendah. Sayur ini gak hanya terkenal di Indonesia tapi terkenal juga di kawasan Asia Timur, China dan juga Afrika. Kandungan nutrisi pada bayam juga cukup banyak terdiri dari vitamin A, vitamin C dan asam folat. Terdapat 2 jenis bayam yang berbeda yang bisa dilakukan dengan cara hidroponik yaitu berdaun hijau dan berdaun merah.

4.Sawi

Sawi

Selain bayam, sawi juga terkenal dan sering dijadikan sebagai bahan masakan. Biasanya masa panen sawi di hari ke 25-30 hari dengan ciri-ciri tangkai daun yang cerah dan daun yang melebar. Untuk menanam sawi ini, perlu jarak sekitar 15 cm karena batangnya yang cukup panjang. Selain itu ada juga sawi sendok atau yang sering disebut dengan pakcoy. Pakcoy ini bisa di panen dengan akarnya dan bisa juga dibuang bagian pangkalnya.

Jadi itulah 4 sayuran yang cocok ditanam di dataran rendah dengan tkenik hidroponik. Setiap tanaman ini tentunya punya treatment tersendiri dan juga bisa di kontrol lewat green house. Dengan pengontrolan yang rutin, kita pun bisa tahu bagaiaman kondisi tanamannya apakah kelembabab dan suhunya sudah pas atau belum. Dengan begitu, tanaman yang dihasilkan pun bisa lebih optimal.

Semoga membantu ya!

CARA MENANAM BAWANG MERAH

CARA MENANAM BAWANG MERAH TANPA MENGGUNAKAN TANAH DENGAN TEKNIK HIDROPONIK

Bawang merah adalah satu satu bumbu dapur yang paling sering dipake untuk berbagai masakan Indonesia. Tak hanya sebagai bumbu masakan, terkadang bawang merah juga dijadikan sebagai topping dan juga sebagai bumbu untuk membuat sambal.

Masakan yang tak menggunakan bawang merah ini akan kurang lezat dan mungkin ada yang kurang pas. Selain bisa membuat masakan semakin sempurna, bawang merah juga memiliki kandungan nutrisi seperti asam folat, vitamin c dan zat besinya. Bawang merah juga bisa menjadi baluran ketika anak sedang panas.

Ada kalahnya, harga bawang merah bisa melonjak tinggi. Hal ini biasanya disebabkan dari para petani atau mungkin kondisi cuara yang buruk sehingga dalam penanamannya butuh waktu yang cukup lama. Untuk itu, kita akan kasih tau caranya bagaimana menanam bawang merah dirumah sendiri dengan menggunakan teknik hidroponk. Simak!

1.Dengan Polybag

Polybag

Bila kamu tak memiliki lahan yang cukup untuk menanam, cobalah untuk memakai polybag. Hal ini bisa meminimalisir lahan namun tetap bisa bertanam. Cara menanamnya pun hampir sama seperti menanam di sawah.

Pertama-tama siapkan polybag. Lalu campurkan arang, pupuk kompos dan tanah dengna perbandingan 1:1:1. Dalam 1 polybag, kamu bisa langsung menanam 2 hingga 3 umbi bawang merah sekaligus. Menanamnya pun jangan terlalu dalam ya guys, jika sudah, taruh polybag di tempat yang bisa terkena sinar matahari ya. Dan jangan lupa untuk disiram setiap dua kali sehari dan beri pupuk NPK bila sudah 6 minggu.

Bawang merah sudah bisa dipanen bila sudah memasuki 100 hari dan daun berwarna kuning.

2.Dengan gelas plastik

 gelas plastik

Menanam bawang merah dengna tkenik hidroponik memang susah-susah gampang karena kamu harus bersiap dengan media tanamnya. Jika kamu ingin menggunakan gelas plastik, kamu harus menyiapkan styrofoam yang dibentuk seperti pot. Lalu pada gelas tersebut harus diisikan oleh sekam dan tanah dengan perbandingan 1:1. Selanjutnya kamu harus memasukan nutrisi ke dalam gelas hingga 5 ml. Dengan cara menanam dengan teknik seperti ini, kamu sudah bisa panen di hari ke 65.

3.Menggunakan pot

Menggunakan pot

Jika kamu menggunakan pot, jangan lupa untuk di beri lubang dibagian bawahnya untuk sirkulasi air. Dalam pot ini kamu bisa menanam menggunakan hingga 3 bawang merah sekaligus.

Untuk caranya pun sangat mudah, kamu hanya perlua menyiapkan pot yang gak terlalu besar lalu beri tanah gembuar yang sudah mengandung humus. Selain humus, bisa juga di campur dengan pupuk kandang dan jangan lupa untuk siram air. Selanjutnya bibit bawang merah yang akan ditanam harus dibagi menjadi 4 di bagian atasnya.

Jika sudah selesai, siram setiap pagi dan sore untuk bisa mempercepat pertumbuhan. Namun bila sudah lebih dari 10 hari, siram sekali sehari saja. Biasanya bawang merah ini sudah bisa dipanen di hari ke 60.

4.Memakai kotak busa telur

Memakai kotak busa telur

Mungkin bagi sebagian orang belum tahu, kotak bekas telur yang terbuat dari seperti dari kardus ini bisa digunakan untuk menanam bawang merah loh. Untuk menghasilkan bawang merah yang baik, kamu perlu ekstra dalam menyiapkan bibitnya.

Sebelum di tanam, bawang merah harus yang sudah tua dengan ukuran yang besar, kemudian ditusuk dibagian tengah untuk direndam di air. Tunggu hingga bawang merah ini sampai muncuk tunasnya. Jika sudah muncul, barulah bisa memakai kotak kardus telur. Saat menggunakan media ini, kamu sudah bisa memanen ketika memasuki 90 hari.

Itulah 4 media tanam atau cara yang bisa dilakukan untuk menanam bawang merah secara teknik hidroponik. Selamat mencoba!

MENGENAL BERBAGAI SISTEM YANG DIGUNAKAN PADA TEKNIK HIDROPONIK

Teknik hidroponik merupakan teknik menanam yang bisa dilakukan di berbagai media tanpa menggunakan tanah. Begitu pula dengan sistemnya, dimana tak semua jenis tanaman bisa diperlakukan yang sama. Meskipun sama-sama menggunakan teknik hidroponik, tapi kalian harus tahu bagaimana sistem yang paling baik digunakan untuk tanaman tersebut, agar pertumbuhannya semakin lebih optimal.

Jadi sebelum bercocok tanam dengan teknik ini, ada baiknya untuk mengenal keseluruhan dari metode atau sistemnya terlebih dahulu.

1.Nutrient Film Technique (NFT)

Nutrient Film Technique (NFT)

Metode yang pertama ini merupakan metode yang paling terkenal dan sering digunakan. Metode ini bisa berjalan tanpa timer, karena medianya dibuat lebih miring agar memudahkan air mengalir ke akar tanaman. Tanaman tersebut dibuat dengan menggantung sehingga akarnya lebih leluasa dalam menerima nutrisi yang terkandung oleh aor.

Nantinya air tersebut akan dibawa kepada netpot yang diatas dengan menggunakan pipa. Sehingga tanaman tidak akan kekurangan air, karena sistem ini akan berjalan seperti itu, mempoma air, dan mendsitribusikan ke netpot yang diatas. Sistem seperti ini akan cocok untuk menanam selada, pakcoy dan sawi.

2.Deep Flow System (DFT)

Deep Flow System (DFT)

Sistem DFT biasa banyak digunakan oleh orang-orang yang bercocok tanam di rumah. Sistem ini bisa menjadi alternatif bagi kamu yang tak memiliki banyak ruang untuk bertanam, karena sistemnya dibuat dengan cara bertingkat sehingga bisa menampung tanaman dalam jumlah yang banyak.

Berbeda dengan sistem sebelumnya, dimana pada sistem ini menggunakan timer untuk mengalirkan nutrisi lewat pompa. Nutrisi tersebut nantinya akan di pompa dan dialirkan melalui akar, lalu kembali lagi ke penampungan.

Sayuran yang bisa cocok dengan sistem ini yaitu selada, kangkung, bayam, pakcoy dan sawi. Keuntungannya, jika listrik mati tak akan membuat tanaman menjadi layu.

3.Floating Hydroponic System (FHS)

Floating Hydroponic System (FHS)

Sesuai dengan namanya, metode ini dibuat dengan cara mengapung dengan menggunakan Styrofoam. Nantinya styrofoam tersebut akan di beri lubang sehingga memudahkan akar untuk cepat menyerap nutrisi. Permukaan yang rapat ini biasanya akan menutup keluar masuknya oksigen, jadi bisa diakali dengan menggunakan air stone yang bertujuan untuk menghasilkan gelembung udara, jadi oksigen tetap ada.

Keuntungan dari sistem ini dimana kita bisa mengontrol nutrisi pada waktu tertentu. Namun jangan sama kontrol tersebut lewat dari waktu yang telah di tentukan karena bisa memicu nutrisi yang mengendap, sehingga akan menghambat pertumbuhan tanaman. Biasanya metode ini akan cocok untuk tanaman yang berbatang kuat, seperti bayam dan kangkung.

4.Sistem Aeoponics

Sistem Aeoponics

Sistem yang satu ini mengandalkan penyemprotan dan penyerapan nutrisi yang langsung tertuju pada akar tanaman. Dengan begitu, oksigen pada sistem ini lebih banyak jumlahnya. Untuk membuat sistem seperti ini memang butuh biaya yang cukup mahal karena perakitan yang rumit, tapi kamu bisa lebih hemat nutrisi dan air, perawatannya pun terbilang mudah. Sawi dan selada bisa dijual dengan mahal, sehingga harga jualnya bisa menutupi modal.

5.Sistem  Irigasi Tetes (Drip)

Sistem  Irigasi Tetes (Drip)

Sistem yang satu ini lebih disarankan untuk menanam buah-buahan seperti tomat, stroberi, terong, melon dan cabai rawit. Cara kerjanya dari sistem ini yaitu meneteskan nutrisinya yang telah di alirkan dari penampungan. Nantinya aka nada slang yang telah di tancap di samping tanaman, dan tetesan yang mengalir dari pompa sedikit-sedikit akan menetes lewat selang. Dan tetesan itu akan mengalir hingga ke akarnya.

Jadi sebelum melakukan teknik hidroponik, ada baiknya mempelajari setiap sistem yang ada agar sesuai dengan tanaman yang akan ditanam.

Cara Mudah Menanam Hidroponik Brokoli

Sayuran brokoli merupakan sayuran dengan banyak kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Budidaya brokoli juga sangat mudah untuk dilakukan oleh siapa saja.

Namun jika kalian tak memiliki lahan yang luas dan ingin mencoba budidaya brokoli, maka kalian bisa melakukan budidaya brokoli hidroponik.

Menanam brokoli dengan sistem hidroponik tak membutuhkan lahan yang luas dan tak memerlukan tanam sebagai media tanamnya.

Nah, untuk kalian yang penasaran dengan cara menanam brokoli dengan hodroponik, di bawah ini kami akan berikan penjelasannya.

1.Persiapan dan Penyemaian

Persiapan dan Penyemaian

Hal pertama yang harus kalian siapkan adalah tempat untuk menanam brokoli. Bersihkan lahan atau tempat yang akan kalian gunakan baik dari kototan maupun tanaman gulma.

Lalu, siapkan bibit brokoli yang unggul dan bebas dari hama dan penyakit. Rendam bibit ked alam air hangat dan pilih bibit yang tenggelam.

Untuk menyemai tanaman brokoli hidroponik, kalian bisa menggunakan rockwool. Potong rockwool dengan ukuran kurang lebih 3 x 3 cm dan letakkan ke nampan persemaian.

Siram rockwool dengan air secukupnya jangan sampai ada air menggenang di dalam nampan. Lalu buat lubang tanam dengan menusuk rockwool menggunakan tusuk gigi atau lidi.

Masukkan benih brokoli hidroponik pada lubang tanam. Satu lubang untuk satu benih brokoli. Lalu, tutup nampan persemaian selama kurang lebih 2 – 3 hari menggunakan plastic hitam dan letakkan pada tempat yang tak terkenal sinar matahari.

Setelah benih berkecambah, segera letakkan persemaian pada lahan yang terkena sinar matahari. Jika kalian terlambat dalam memindahkan benih maka biasanya akan terjadi stiolaso dan kalian harus mengulangi lagi tahap persemaian dari awal.

Jika cuaca hujan, segera pindahkan bibit ke tempat yang teduh agar bibti brokoli tidak terserang penyakit. Atau, kalian harus membuang dan mengganti bibit baru.

2.Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman dan Pemeliharaan

Bibit yang layak untuk dipindahkan tanam ke instalasi hidroponik atau hidroponik kita adalah bibit yang telah memiliki 4 daun majemuk.

Untuk menghemat biaya hidroponik kalian bisa menambahkan sekam agar tanaman bisa tumbuh kuat. Untuk menghemat biaya hidroponik kalian bisa menggunakan hidroponik kit berupa botol bekas kemasan minuman.

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Cara proses penanamannya adalah dengan menyiapkan netpot lalu pindahkan tanaman dari nampan semai ked alam netpot.

Lalu tambahkan sekam agar tanaman nantinya bisa tumbuh dengan kuat. Lalu kalian masukkan pada lubang tanam yang ada di instalasi dan jangan lupa untuk mengatur kadar nutrisi dan air yang akan digunakan tanaman brokoli untuk tumbuh dan berkembang.

Proses pemeliharaan tanaman brokolo hidroponik merupakan proses yang sangat penting. Lakukan sedikit perempalan pada cabang samping sedini mungkin untuk memelihara pertumbuhan tanaman dan agar terpusat pada penyusunan bunga brokoli.

Jika ada hama yang menyerang maka lakukan pengendalian secara manual. Jika serangan hama sudah meluas maka kalian bisa menggunakan pestisidan untuk menanggulanginya.

Untuk pemanenan biasanya bisa dilakukan saat umur tanaman 2 – 3 bulan, tergantung varietas yang kalian gunakan.

Kalian bisa memanen hidroponik brokoli ini jika massa bunga telah padat dan mencapaibukuran ang maksimal namun kuncup pada bunga belum tumuh.

Cara panennya adalah dengan memotong tangkai bunga, sebagian batang brokoli dan daun brokoli dengan panjang sekitar 25 cm.

Lalu kumpulakn brokoli pada tempat yang terlindungi dari paparan sinar matahari langsung agar laju respirasi tanaman menurun.

Itulah cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk menanam tanaman hidroponik brokoli. Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Menanam Tanaman Hidroponik Sawi

Sawi merupakan salah satu sayuran hijau yang mudah tumbuh. Sayuran ini juga merupakan salah satu jenis sayur yang banyak diolah menjadi makanan lezat.

Rasa sawi sangat segar dengan tekstur yang renyah dan halus. Sawi sendiri merupakan salah satu bahan makanan favorit keluarga.

Sawi hijau juga memiliki kandungan air serta serat yang tinggi. Sayuran ini juga diperkaya dengan berbagai vitamin serta mineral yang baik untuk tumbuh.

Nilau jual sawi juga snagat ekonomis, hingga saat ini permintaan akan sawi semakin hari semakin meningkat. Karena itulah, budidaya sawi sedang digalakkan.

Budidaya sawi juga sangat mudah dilakukan pada lahan yang sempit maupun luas. Model wick dinilai sebagai model yang paling cocok untuk penanaman sawi hijau.

Sawi hijau diketahui memiliki kandungan antioksidan yang kaya. Zat itu bisa meningkatkan imun tubuh dan mencegah tubuh terjangkit kanker.

Penghematan lahan dengan harapan hasil melimpah dapat diupayakan melalui cara menanam hidroponik.

Nah, untuk kalian yang ingin menanam sawi di rumah dengan cara hidroponik, di bawah ini kami akan berikan caranya.

1.Siapkan Peralatan

Siapkan Peralatan

Beberapa peralatan yang diperlukan untuk menanam sawi hidroponik adalah botol air mineral bekas dengan ukuran 600 ml atau 1.500 ml.

Bagian botol yang masih utuh dibuka label kemasannya dan dibersihkan kemudian dipotong sehingga mendapatkan bagian bawah dan atas botol dengan lubang yang besar.

Botol bekas air mineral ini akan dimanfaatkan sebagai tempat penampungan nutrisi dan wadah media tanam. Sedangkan bagian atasnya untuk menanam. Bagian tertutupnya dilubangi dan dibalik.

Lalu, kalian akan membutuhkan pisau, gunting, cutter, sumbu untuk menjadi perantara penyerapan nutrisi ke tanaman, larutan nutrisi, abu sekam, dan pipa atau strrofoam.

2.Persiapan

Persiapan

Hal pertama yang harus dilakukan dalam menanam tanaman hidroponik sawi adalah memastikan ketersediaan seluruh bahan dan alat yang akan digunakan.

Sumbu yang telah dipotong dengan ukuran yang sesuai dimasukkan ke botol bertutup yang telah dilubangi.

Panjang sumbu harus bisa menjembatani antara nutrisi dan media tanam. Sumbu yang telah terpasang lalu diberi media abu sekam secukupnya. Bibit sawi hijau akan ditanam di sana nantinya.

Bagian bawah botol diisi dengan nutrisi yang telah siap pakai. Bagian atasnya dimasukkan ked alam botol bagian bawah dibatasi dengan peyangga.

Bagian atas botol tak boleh menyentuh larutan nutrisi. Hanya sumbu yang akan menjadi media perantara yang akan menyentuh nutrisi.

3.Pembibitan dan penanaman

Pembibitan dan penanaman

Benih sawi hijau bisa dibeli di toko benih / toko pertanian dengan varietas dan harga yang beragam. Bibit yang siap dipindahkan bisa langsung dimasukkan ked alam media abu sekam.

Pemindahan harus dilakukan dengan menyertakan sedikit media lama. Hal ini bertujuan agar menghindari stress pada tumbuhan sawi karena melakukan proes adaptasi di media baru.

Tanaman sawi yang mengalami perpindahan lokasi harus dilakukan secara perlahan dan penuh hati-hati agar akar sawi tidak terputus.

4.Perawatan

Perawatan

Cara menanam sawihijau pada metode penanaman hidroponik sangat mudah dilakukan. Yaitu dengan cara:

  • Larutan nutrisi yang berada di dalam botol bagian bawah harus selalu terisi sehingga sawi hijau tidak pernah mengalami kehabisan nutrisi.
  • Penyiraman pada tanaman sawi hijau dapat dilakukan sekali sehari dengan menggunakan sprayer.
  • Upaya perlindungan dengan menggunakan beraneka macam pestisida bisa saja dilakukan.
  • Pestisida organik maupun kimia dapat ditemukan dan dibeli dengan mudah.
  • Jenis pestisisda yang digunakan dapat berupa insektisisda (serangga), fungisida (jamur), dan lain – lain sesuai dengan kebutuhan.
  • Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan pestisida adalah takaran atau dosis dan resiko.

Itulah cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk menanam sawi hidroponik. Semoga bermanfaat.

MENGENAL DUNIA TANAMAN HIDROPONIK LEBIH DALAM

Bercocok tanam sudah dilakukan sejak jaman dahulu dan merupakan aktivitas yang cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Banyak teknik yang bisa dilakukan dalam bercocok tanam, apalagi ketika teknologi sudah maju sehingga memudahkan manusia dalamm melakukan hobinya.

Salah satu teknik yang sudah ada dari tahun 1700an dan beberapa tahun ini kembali  ngetrend adalah dengan sebutan teknik hidroponik. Mungkin kalian juga sudah dengar istilah ini, tapi apakah tau apa maksudnya?

Hidroponik merupakan suatu proses bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Kok bisa ya? padahal tanah merupakan sumber utama yang bisa membantu pertumbuhan tanaman. Karena pada dasarnya teknik ini memanfaatkan air yang sudah dicampurkan dengan nutrisi.

Melihat dari banyaknya lahan pertainan yang sudah terpakai, sehingga munculah teknik seperti ini. Dalam teknik ini, tentunya akan lebih menguntungkan karena kita tak menggunakan tanah sedikitpun. Tapi perlu diperhatikan juga, bahwa media air yang digunakan harus sesuai dan gak boleh sembarangan. Teknik seperti ini juga bisa dibilang menjadi teknik pertanian yang lebih modern karena banyak sekali manfaat yang bisa didapat.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kini sudah banyak lahan pertanian yang harus dipakai untuk bangunan sehingga sulit untuk bisa menanam di lingkungan bebas. Pada dasarnya bercocok tanam dengan teknik hidroponik bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin bercocok tanam tapi gak punya lahan. Sekarang banyak sekali orang-orang yang mulai mencoba untuk menanam tanaman hidroponik, karena selain bisa menyalurkan hobi kepada tanaman, tak jarang juga dijadikan sebagai ladang bisnis.

Meskipun tanpa menggunakan media tanah, kamu pun harus tau jika dalam hidroponik memiliki metode atau cara yang berbeda. Hal ini bisa dilihat dari setiap penyusunan antara tanaman dan medianya. Teknik dengan cara hidroponik bisa lebih cepat panen, tapi perlu diperhatikan dari setiap aspeknya. Selain gak bisa asal-asalan, teknik seperti ini butuh orang yang memang telaten dan mengerti cara merawatnya.

Tempat yang bisa dipakai sebagai media tanaman ini bisa menggunakan botol bekas dengan ukuran yang agak besar atau memakai pipa paralon. Untuk hal ini kalian bisa lihat di laman lain bagaimana tempat yang dipakainya. Dengan begitu, kamu bisa lebih berkreasi mau seperti apa bentuknya atau ditata sesuai dengan keinginan.

Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dari teknik hidroponik, diantarnya:

-Lebih mudah maintenance

-hasil panen bisa lebih cepat juga bersih

-Hasil tanaman lebih aman dan kualitas terjamin karena tidak terkena pupuk kimia ataupun pestisida

-Tak perlu punya lahan yang besar, bisa memanfaatkan lahan yang ada

-Penggunaan pupuk tidak boros

-Lebih bisa dikendalikan dari penyakit dan hama

Namun di sisi lain ada juga kekurangan dari teknik ini diantaranya:

-Modal yang cukup besar

-Komposisi air dan nutrisi harus disiapkan secara pas

-Jika terjadi kesalahan bisa mematikan seluruh tanaman dalam satu tempat

-harus mengganti sistem wick secara rutin

Jika kita bisa melakukannya secara telaten, pasti akan muncukl rasa bangga tersendiri. Apalagi ketika nanti sudah panen, sayur atau buah yang kita tanam bisa di konsumsi. Selain itu, penataan tanaman hidroponik yang pas juga bisa dijadikan sebagai hiasan rumah, agar tak melulu harus menggunakan tanaman hias maupun tanaman yang menggunakan media tanah. Dengan warna yang hijau dan segar, akan membuat rumahmu semakin asri dan sejuk. Yang terpenting, tanaman tersebut harus mendapatkan sinar matahari yang cukup agar proses fotosintesisnya semakin optimal.

Jadi gimana, ada keinginan untuk mencobanya?

5 Tips Merawat Tanaman Hidroponik Paling Mudah

Dimasa pandemi seperti ini, pastinya kamu bosan jika diam saja dirumah. Lebih baik! Yuk jadikan aktivitasmu dengan cara berkebun. Kamu bisa menanam tanaman hidroponik dengan mudah, adapun cara merawat tanaman hidroponik yang akan kami jelaskan dibawah ini.

Sebelum membahasnya, apakah kamu sudah tahu apa saja yang bisa dijadikan sebagai tanaman hidroponik? Diantaranya kamu bisa memiliki sayur-sayuran seperti tomat, kangkung, cabai, timun, selada, pokchoy, dan sawi.

Supaya kamu tidak gagal merawat tanaman hidroponik, simak dibawah ini ada tips yang bisa kamu lakukan dengan mudah :

1. Cek Kadar Air Dan Tempat Penampungan

Faktor yang menjadi utama agar tumbuhan kamu terawat dan bisa tumbuh secara cepat yaitu perhatikan ketersediaan air. Karena pada media hidroponik memang tidak mampu menyediakan air secara alami.

Maka dari itu, kalau kamu ingin tanaman hidroponik bisa bertahan lama dan terawat dengan baik, kamu bisa melakukan pengecekan kondisi air di tempat penampungan diantaranya :

-Pastikan kondisi air selalu bersih.

-Supaya terjaga kebersihannya, kamu bisa menggantinya dalam waktu 4 hari sekali.

-Agar lebih mudah mengecek kadar air, ada baiknya kamu menggunakan wadah bening atau transparan. Sehingga kamu bisa lebih mudah untuk mengamati kadar air yang tersedia.

-Idealnya dalam pengisian air kurang lebih ½ atau ¾ bagian saja. jangan isi bak penampungan terlalu penuh yah guys.

2. Pengecekan Kondisi Larutan Nutrisi

Nutrisi juga merupakan kunci paling penting dalam penanaman hidroponik. Dengan cara pemberian nutrisi yang cukup, tanaman tersebut akan tetap stabil dalam pertumbuhan masa panjang.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam pengecekan nutrisi, sebagai berikut :

-Cek ketersediaan nutrisi disetiap hari.

-Gantikan nutrisi pada 3 hari sekali dengan larutan yang baru

-Berikan dosis larutan nutrisi secara bertahap.

-Campurkan larutan nutrisi dengan air yang bersih.

-Pastikan nutrisi yang diberikan tidak lewat dari masa kadaluwarsa.

3. Bersihkan Wadah Penampungan Dan Larutan Nutrisi

Pada poin ketiga, merupakan hal yang sangat penting. Supaya tanaman yang sudah kamu rawat dengan baik tidak terserang hama dan penyakit lainnya.

Untuk wadah media tanam yang transparan atau bening, akan rentan ditumbuhi lumut. Sehingga kamu harus mengetahui pembersihannya sebagai berikut :

-Yang pertama, kamu bisa keluarkan sisa larutan nutrisi.

-Selanjutnya, bersihkan pada bagian yang ditumbuhi lumut dengan air yang mengalir.

-Lalu, rendam wadah dengan air bersih atau alkohol.

-Berikan larutan nutrisi yang baru.

Kamu bisa melakukan tips yang ada diatas setiap 1-2 minggu sekali, dan jangan sampai kamu biarkan lumut tumbuh dalam waktu yang lama, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

4. Cek Kondisi Tanaman Secara Rutin

Hal yang paling ditunggu-tunggu dalam berkebun hidroponik adalah melihat hasil panen yang baik dan subur. Untuk mendapatkan hasil tersebut, kamu wajib mengecek kondisi tanaman secara rutin.

Dengan cara kamu melakukan pengecekan kondisi tanaman, tentunya kamu bisa mengetaghui apa saja yang terjadi pada tanamanmu. Karena jika tanaman yang terserang hama atau penyakit, maka pertumbuhan tanaman juga akan menunjukkan gejalanya. Seperti daun yang terlihat kuning, layu, dll.

5. Buang Tanaman Yang Terserang Hama Atau Penyakit

Dalam pengecekan tanaman secara berkala, tentunya kamu bisa mengetahui tanaman yang terserang penyakit atau hama. Maka dari itu, kamu bisa memisahkan tanaman yang sakit dari tanaman yang sehat. Jika kamu tidak mengambil langkah yang satu ini, dikhawatirkan tanaman yang sehat akan tertular juga.

Nah, itulah 5 cara merawat tanaman hidroponik yang paling mudah dan bisa kamu coba dirumah. Meskipun terbilang mudah, kamu juga harus sabar dan rutin mengecek tanaman sampai panen tiba.

7 Media Tanam Hidroponik Yang Mudah Digunakan

Karena kemudahan dalam membudidayakannya, tentunya tanaman hidroponik ini banyak dipilih oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal diperkotaan. Dengan cara penanaman yang relative mudah dengan penggunaan alat yang sederhana, rupanya dengan cara ini, kualitas tanaman yang dihasilkannya pun terbilang sangat baik jika dibandingkan dengan metode konvensional.

Tertarik untuk menanam tanaman hidroponik dirumah kalian? Yuk ketahui lebih dahulu mengenai media tanam apa saja yang dapat dipergunakan.

Media Tanam Hidroponik

1. Aram Sekam

Media tanam ini memang banyak digunakan bagi pembudidaya tanaman hidroponik. Selain banyak mengandung nutrisi, oksigen, air, dan berbagai kebutuhan tanaman, arang sekam ini juga memiliki bobot yang cukup ringan. Sehingga membuat akar tanaman akan lebih leluasa dalam bergerak dan tanaman tumbuh dengan prima. Untuk memperolehnya, kalian bisa membelinya atau membuatnya sendiri di rumah.

2. Spons

Tidak hanya digunakan untuk mencuci piring saja. Nyatanya spons juga bisa loh digunakan sebagai media tanam hidroponik. Dengan bobot yang ringan dan dapat menyimpan banyak air, tentu saja media ini tidak akan membebani akar tanaman. Justru penggunaan media ini akan membuat tanaman yang kalian tanam tumbuh dengan tegak.

Namun untuk penggunaan media ini tidak dapat digunakan dalam waktu panjang. Mengingat media ini memiliki tekstur yang mudah hancur. Terlebih jika terendam air dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu jika kalian ingin menggunakan media tanam ini, kami sarankan agar kalian menanam tanaman yang memiliki masa tanam atan panen yang singkat.

3. Rockwool

Sekilas memang mirip dengan spons, namun Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari berbagai serat lelehan batu vulkanis. Tentunya media tanam ini memiliki komposisi antara air dan udara yang terbilang paling seimbang dibandingkan dengan media tanam yang lainnya. Rockwool ini juga mampu menampung air hingga 14 kali kapasitas tampung tanah loh.

Sehingga bisa dibilang bahwa media ini mampu untuk mengoptimalkan fungsi dari larutan nutrisi sebagai pupuk cair. Media tanam ini sendiri memiliki kandungan pH yang cukup tinggi. Sehingga sebelum penggunaannya, mediab tanam ini memerlukan perlakuan yang khusus. Dan pastikan bahwa tanaman yang akan kalian tanam dapat tumbuh dalam rentang pH 7.8 – 8.02.

4. Hidrogel

Media tanam ini memang sering kita jumpai pada setiap tanaman hias yang biasanya diletakan pada area ruang tamu. Dengan terbuat dari Kristal polimer, sudah pasti media tanam ini memiliki daya serap air yang cukup baik serta pengurai larutan nutrisi yang cukup baik.

5. Kerikil

Sama halnya seperti tanah, krikil juga memiliki kemampuan sebagai media tanam yang efektif untuk memberikan ruang pada tumbuhan agar tumbuh dengan prima. Dengan tekstur berpori besar, bukan hal yang sulit untuk media tanam ini mengalirkan nutrisi dan oksigen secara merata kepada tanaman. Untuk itu, media tanam ini sangat cocok sekali jika kalian menggunakan teknik Nutrient Film technique ( NFT ).

6. Pasir

Seperti yang kita ketahui bahwa pasir memiliki sifat yang mudah menyerap air. Sehingga pasir sangat cocok sekali untuk  digunakan sebagai media tanam hidroponik. Sama halnya seperti krikil, pasir pun memiliki pori – pori yang banyak sehingga cukup mudah baginya untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen pada tanaman.

7. Cocopeat

Cocopet atau serbuk sabut kelapa bisa juga loh digunakan sebagai media tanam hidroponik. Media tanam ini memiliki kemampuan untuk menampung daya tampung air yang cukup tinggi dengan larutan nutrisi yang tinggi juga loh. Sehingga kalian tidak perlu sering untuk melakukan penyiraman jika menggunakan media tanam ini.

Demikian media tanam hidroponik yang bisa kalian gunakan untuk bercocok tanam selain menggunakan media tanah. Semoga artikel ini dapat membantu dan jangan lupa simak artikel selanjutnya mengenai tanaman hidroponik selanjutnya. Selamat Bertanam!

Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Pemula Hidroponik

Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Pemula Hidroponik

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula hidroponik memang merupakan hal yang biasa terjadi di kalangan para pemula, meski terkadang terlihat sepele, tidak tahunya berdampak besar pada keberlangsungan tanaman hidroponik.

Terjadinya kesalahan juga bisa saja terjadi karena kurangnya edukasi mengenai tanaman hidroponik, padahal informasi mengenai tanaman hidroponik saat ini sudah tidak lagi sulit didapatkan, karena kita bisa mendapatkannya dengan mudah diinternet.

Pentingnya edukasi mengenai tanaman hidroponik adalah modal dasar dari keinginan kita menciptakan kebun tanaman hidroponik yang sukses, karena dengan edukasi tentunya tujuan kita akan lebih terarahkan pada hal yang benar, sehingga hal-hal yang tidak kita harapkan menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Selain edukasi dan informasi dari tanaman hidroponik, diperlukannya juga konsistensi untuk menciptakan  suatu lahan perkebunan hidroponik yang berkualitas, oleh karena itu sebelum memulai perkebunan, kita juga harus menyiapkan konsistensi kita terhadap apa yang akan kita lakukan.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula hidroponik yang harus kita hindari apabila kita ingin menciptakan perkebunanan tanaman hidroponik yang sukses, seperti apa ulasannya ? langsung saja kita lihat dibawah ini.

 

Ingin Menanam Semua Jenis Tanaman

Nah, ini merupakan hal yang paling sering terjadi dikalangan para pemula hidroponik, padahal tidak semua tanaman hidroponik itu mudah ditanam, terkadang perlu keahlian khusus untuk menangani beberapa tanaman yang cukup sensitf, oleh karena itu apabila kita adalah pemula di dunia hidroponik, sebaiknya kita mencoba menanam tanaman yang pas untuk pemula terlebih dahulu.

Tanaman hidroponik yang pas untuk para pemula adalah tanaman yang berdaun-daunan, seperti bayam, caisim, kangkung, selada, kale, daun bawang.

 

Mengabaikan Semaian Benih

Kunci dari kesuksesan menanam tanaman hidroponik berada pada masa penyemaian, dimana penyemaian merupakan kunci yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman hidroponik, biasanya pada tahap ini para pemula suka lupa dan terkadang terkesan cuek untuk menyiram semaian, hingga berakhir pada keringnya semaian tanaman tersebut.

Padahal penting sekali kita untuk memperhatikan masa penyemaian ini, karena baik atau buruknya pemeliharaan kita terhadap semaian akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman nantinya, apabila kita memelihara semaian dengan buruk, maka kemungkinan besar pertumbuhan tanaman selanjutnya akan menjadi kurang maksimal.

 

Tidak Meletakan Semaian Ditempat Yang Cukup Sinar Matahari

Seperti yang kita ketahui, semua tanaman pastinya akan sangat memerlukan cahaya sinar matahari sebagai modal utama untuk berfotosintesis, meski demikian ternyata banyak dari pada para pemula hidroponik ini kurang paham bahwa pentingnya sinar matahari terhadap tanaman yang kita semai.

Apabila kita sudah gagal dalam tahap ini, maka tanaman sudah tidak dapat dilanjutkan karena batang dari tanaman tersebut tidak akan kuat menopang daun maupun buahnya nanti.

 

Ingin Membuat Nutrisi Sendiri

Membuat nutrisi sendiri memang tidak ada salahnya, karena itu merupakan salah satu bentuk dari kreasi, namun juga kita tetap perlu memperhatikan segi kemampuan, karena tidak jarang diantara orang-orang yang ingin meracik nutrisi tanaman hidroponik sendiri, malahan membuat gagal tanamannya sendiri, hingga tidak jarang tanaman mati, gosong, dan bahkan daunnya menguning.

Ada baiknya apabila kita masih ditahap hobi menanam tanaman hidroponik, sebaiknya kita membeli nutrisi saja ditoko tanaman yang sudah pasti berhasil, selain simple, harganya juga jauh lebih ekonomis ketimbang kita meracik nutrisi sendiri.

 

Itu dia beberapa kesalahan yang kerap dilakukan para pemula hidroponik, alih-alih ingin tanamannya tumbuh dengan subur, malahan tanamannya berakhir dengan mengenaskan, teruntuk kamu para pemula hidroponik yang baru saja igin memulai hobi ini, yuk belajar dari kesalahan-kesalahan ini, agar kesalahan ini tidak menimpa kamu nantinya.

Alat-Alat Yang Diperlukan Untuk Melakukan Cocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik

Alat-Alat Yang Diperlukan Untuk Melakukan Cocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik

Meski kita sudah sering mendengar informasi tentang tanaman hidroponik, akan tetapi kita masih belum familiar dengan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan cocok tanam dengan teknik hidroponik, bukan ?

Untuk menyokong suburnya suatu perkebunan hidroponik juga tentunya harus memiliki kelengkapan untuk bercocok tanam secara hidroponik agar hasil dari buah dan sayurannya bisa optimal, akan tetapi banyak juga orang yang bercocok tanam dengan teknik hidroponik akan tetapi tidak menggunakan media alat yang tepat.

Padahal dengan adanya alat-alat sepeti ini, kegiatan bercocok tanam secara hidroponik ini akan sangat terbantu sekali. Dengan berbagai alasan juga masih banyak orang yang enggan menggunakan perkakas tanaman hidroponik, diantaranya adalah ketersediaan barang yang susah didapatkan, harganya yang relatif mahal, dan bahkan mungkin ada juga yang tidak mengetahui mengenai alat-alatnya.

Oleh karena itu, kali ini kita akan sedikit berkenalan dengan alat-alat perkakas perkebunan tanaman hidroponik, yang dapat membuat tanaman lebih subur dan mempercepat masa panen, langsung saja kita lihat ulasan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan cocok tanam dengan teknik hidroponik dibawah ini.

 

Netpot

Netpot merupakan sebuah wadah yang baisanya berukuran kecil dan berlubang, netpot adalah salah satu alat pertanian yang dapat menyokong sebuah tanaman hidroponik yang kita tanam. Netpot juga dapat dibuat sendiri dirumah menggunakan gelas pelastik yang layak pakai kemudian diberikan lubang seperti netpot pada umumnya, tentunya netpot buatan sendiri akan terasa lebih ekonomis dan ramah bagi lingkungan.

 

Rockwool

Rockwool merupakan salah satu media tanam dari tanaman hidroponik, dimana rockwool ini terbuat dari batuan basalt yang dimasak dengan suhu yang cukup panas sehingga membentuk busa. Rockwool ini sangat disarankan untuk salah satu alat untuk melakukan cocok tanam hidroponik karena tingkat penyerapan airnya sangat tinggi.

 

Ph Meter

Ph meter merupakan alat yang dapat mengetahui kadar keasaman dari media tanam, kadar keasaman dari sebuah tanaman hidroponik sangat penting sekali untuk dikontrol, dengan adanya alat ini, maka kita bisa mengecek tingkat keasaman suatu media tanam, sehingga tanaman hidroponik kita bisa jauh lebih terkontrol.

 

Pipa Pelastik

Tidak terus menerus menggunakan pot atau bak ember, dengan melakukan metode cocok tanam hidroponik kita juga bisa menggunakan alat berupa pipa pelastik yang dijadikan sebagai wadah bagi tanaman hidroponik kita, sehingga penempatan dari lahan bisa jauh lebih efisien.

 

Steroform

Steroform ini bisa menjadi alat yang berguna bagi kegiatan cocok tanam hidroponik, karena berfungsi sebagai wadah dari pada netpot agar posisinya tetap stabil, dan biasanya steroform itu sendiri akan dilubangi berdasarkan dari pada diameter netpot itu sendiri.

 

Sumbu Panel

Sumbu panel berfungsi sebagai alat yang dapat menyalurkan nutrisi pada tanaman, sumbu ini juga dapat dibuat dengan menggunakan kain panel, kain flannel, sumbu kompor, ataupun bahan-bahan lainnya yang berdaya serap tinggi.

 

Bak Pelastik

Selain sebuah netpot dan wadah bagi tanaman hidroponik, perlu juga adanya wadah sebagai alat untuk menampung air yang sudah terlarut dengan nutrisi agar nantinya bisa tersalurkan ke media tanam.

 

Timer

Nah, alat timer ini digunakan sebagaimana fungsi dari timer, yaitu mengatur intensitas penyiraman pada tanaman, alat ini sangat membantu sekali karena dengan hadirnya alat ini, tentu kita tidak lagi perlu repot-repot menyirami tanaman secara manual.

 

Kira-kira sudah ada gambarankan tentang alat-alat bercocok tanam secara hidroponik, jika sebelumnya masih belum menggunakan alat ini, tidak ada salahnya loh mencoba dengan alat-alat ini, siapa tahu perkebunanmu nanti bisa menjadi semakin subur dan hasil panennya sangat berkualitas.

Go Green Dimulai Dengan Menanam Tanaman Hidroponik Dirumah

Go Green Dimulai Dengan Menanam Tanaman Hidroponik Dirumah

Go green dimulai dengan menanam tanaman hidroponik dirumah ini merupakan salah satu solusi yang bisa kita terapkan dari sekarang untuk mempersiapkan hunian yang layak bagi generasi penerus kita, dengan adanya program go green, semoga masyarakat menjadi lebih sadar akan bahayanya global warming.

Mungkin kita tidak secara langsung mengalami efek dari global warming, namun jika kita mau sedikit berpikir tentang efek dari global warming, maka salah satu efek tersebut adalah kebakaran hutan, panas yang tidak terkendali dan menyulitkan orang-orang untuk beraktifitas diluar rumah, dan yang parahnya lagi adalah kita mulai kehilangan bahan makanan akibat global warming yang menyebabkan kekeringan sehingga tanaman dan hewan banyak yang berguguran.

Tentu kita semua tidak menginginkan hal terebut terjadi bukan ? tentu saya juga tidak, oleh karena itu go green dimulai dengan menanam tanaman hidroponik dirumah adalah solusi yang mudah sekali kita lakukan, mari dari sekarang mulai menanam tanaman bagi lingkungan.

Mulailah dengan menanam tanaman hidroponik yang sekiranya dapat memberikan sedikit manfaat untuk kita, seperti tanaman buah-buahan hidroponik maupun sayuran hidroponik, atau boleh juga dengan menanam tanaman rempah-rempah seperti cabai, bawang, dan banyak lainnya.

Paling tidak dengan kamu menanam tanaman hidroponik, kamu sudah mendapatkan beragam manfaat, salah satunya adalah, lingkungan hidup kamu akan terasa lebih sejuk dan nyaman, karena sejatinya tanaman akan menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan O2 yang layak kita hirup.

Kamu juga akan mendapatkan hasil dari tanaman tersebut, semisal kamu menanam tanaman stroberi hidroponik, maka kamu juga pasti akan menuai hasilnya, hasil yang dihasilkan dari bercocok tanam hidroponik sudah pasti sangat berkualitas dan layak untuk kita konsumsi.

Hasil yang kita dapatkan selain enak, juga dapat menyehatkan tubuh kita, pengeluaran kita juga menjadi lebih sedikit, dan masih banyak lagi manfaat dari menanam tanaman hidroponik.

Perlu kita ketahui terlebih dahulu, bahwa menanam tanaman secara hidroponik itu sangat ramah lahan, karena tidak memerlukan lahan yang luas, sedikit lahanpun di lingkungan perkotaan kita masih tetap bisa menanam tanaman hidroponik, karena dengan bermodalkan botol bekas yang masih layak pakai saja kita sudah bisa mulai menanam tanaman hidroponik.

Terdengar sangat mudah, bukan ? dengan lahan yang sempit, kita masih tetap bisa membantu melakukan program pengurangan dampak global warming, coba kita bayangkan, apabila seluruh orang di Indonesia menanam tanaman hidroponik, pastinya udara di Indonesia akan terasa lebih sejuk, dengan sejuknya udara, pasti tingkat kesehatan juga akan meningkat.

Tidak perlu dengan tanaman yang sulit-sulit, kamu bisa memulainya dengan menanam tanaman hidroponik yang ramah bagi para pemula terlebih dahulu, seperti tanaman selada, tanaman daun bawang, sawi hijau, wortel, tomat, seledri, dan juga mentimun, tanaman ini sangat ramah sekali bagi para pemula, dan tingkat kegagalannya juga sangat kecil, oleh karena itu tanaman ini sangat disarankan sekali untuk para pemula.

Apabila nanti kamu sudah mahir bercocok tanam, kamu bisa mempelajari hal baru lagi dengan menanam tanaman yang sedikit lumayan rumit untuk naik ke level selanjutnya, kamu bisa coba menanam tanaman buah-buahan yang sekiranya dapat kamu nikmati hasilnya, dan syukur-syukur bisa menghasilkan pundi-pundi uang sebagai pemasukan sampingan.

Nah, sekarang kamu sudah pahamkan ? sekarang sudah waktunya kita untuk mulai mencoba menerapkan solusi dari pada global warming tersebut, mari kita ciptakan lingkungan hidup yang layak bagi generasi penerus kita.

Cara Menanam Cabai Menggunakan Teknik Bercocok Tanam Hidroponik

Cara menanam cabai menggunakan teknik bercocok tanam hidroponik tergolong tidak sulit, karena pada dasarnya semua orang pasti bisa melakukannya, karena teknik hidroponik sangatlah mudah ketimbang dengan cara konvensional.

Menanam cabai menggunakan teknik hidroponik juga merupakan pilihan yang sangat tepat, karena cabai pasti selalu kita butuhkan sebagai bumbu remah-rempah yang setia menemani makan kita, coba bayangkan, orang Indonesia mana yang tidak gemar mengkonsumsi pedas ? pasti ada, namun lebih banyak orang yang gemar mengkonsumsi cabai dari pada orang yang tidak gemar mengkonsumsinya.

Dengan menanam cabai kita dapat menghemat pengeluaran belanja, malahan jika kita mampu menghasilkan cabai dalam jumlah yang lumayan, kita juga bisa mendapatkan untung darinya dengan cara menjualnya ke tetangga atau ke pasar tradisional terdekat.

Tanpa banyak panjang lebar lagi, mari kita lihat ulasan cara menanam cabai menggunakan teknik bercocok tanam hidroponik :

 

Memilih Bibit Cabai Unggulan

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika kita ingin menanam tanaman cabai hidroponik adalah menentukan bibit cabai yang berkualitas agar menghasilkan tanaman yang berkualitas juga.

Dengan menggunakan bibit cabai unggulan, maka tanaman tersebut memiliki produktivitas yang sangat tinggi, masa panen yang tergolong cepat, dan juga lebih tahan terhadap serangan hama nantinya.

Untuk memilih bibit cabai memang harus memiliki pengalaman lebih, karena memilih suatu bibit juga bisa dikatakan dengan susah-susah gampang, akan tetapi jika sudah terbiasa, maka itu akan menjadi lebih mudah untuk di kerjakan.

 

Lakukan Teknik Penyemaian

Teknik penyemaian adalah teknik atau proses penyiapan bibit tanaman baru sebelum di tanam pada lahan penanamannya, hal ini dilakukan agar tanaman cabai memiliki peluang hidup dan berkembang yang lebih besar.

Berikut ini tahap penyemaian pada bibit tanaman :

  1. Siapkan plastik polybag, dimana ini akan menjadi wadah dari teknik penyemaian
  2. Sediakan tanah humus, arang sekam, dan pupuk kandang, kemudian dicampur dengan perbandingan 3:1:1
  3. Masukan campuran tersebut pada wadah penyemaian yang sudah disiapkan sebelumnya (jangan terlalu penuh)
  4. Masukan bibit cabai pada wadah yang sudah terisi campuran media penyemaian
  5. Siram dengan air secukupnya pada pagi dan sore hari
  6. Jika tunas sudah tumbuh yang biasanya sudah berumur 20-30 hari, maka bibit sudah siap untuk di pindahkan ke media tanam selanjutnya.

 

Persiapkan Media Tanam

Cara Menanam Cabai Menggunakan Teknik Bercocok Tanam Hidroponik

Wadah yang bisa digunakan pada media tanam selanjutnya ini adalah botol bekas yang dibelah menjadi dua, kemudian untuk media tanahnya sendiri hanya perlu menggunakan campuran arang sekam dan cocopeat.

Jika sudah menciptakan wadah seperti pada gambar di atas, buatlah sumbu dari kain flannel yang mudah menyerap air agar penyerapan air dapat berjalan dengan baik pada tanaman.

 

Pindahkan Tanaman Cabai

Jika sebelumnya bibit cabai yang ditanam dengan melalui teknik penyemaian sudah berusia 20-30 hari maka sekarang saatnya untuk di pindahkan ke media tanam, untuk itu perlu ke hati-hatian agar tanaman cabai tersebut tidak rusak dan menyebabkan gagal panen.

Tarik perlahan-lahan pada batang tanaman, jika terasa sulit boleh juga sambil disiram dengan air agar tanah menjadi basah dan tanaman lebih mudah untuk dicabut, jika sudah berhasil tercabut, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan tanaman dari media penyemaian sebelumnya.

Caranya bisa menggunakan air agar bekas-bekas penyemaian dapat larut bersama air juga, sehingga tidak mengkontaminasi media tanam yang baru.

Setelah berhasil meletakan tanaman cabai ke media tanam yang baru, maka letakanlah tanaman cabai tersebut agar tidak terkena sinar matahari secara langsung guna tanaman agar mampu beradaptasi pada lingkungan baru, lakukan hal ini hingga 5-7 hari dan selebihnya baru boleh diletakan pada ruangan yang terkena sinar matahari secara langsung.

 

Nah, jika sudah melakukan langkah diatas jangan lupa juga untuk memberikan nutrisi serta rajin melakukan pengontrolan pada tanaman cabai tersebut guna tanaman cabai mampu menghasilkan hasil yang memuaskan nantinya, sekian informasi mengenai cara menanam tanaman cabai hidroponik, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terimakasih.

7 Alasan Mengapa Bercocok Tanam Hidroponik Lebih Menguntungkan Dibanding Bercocok Tanam Konvensional

7 Alasan Mengapa Bercocok Tanam Hidroponik Lebih Menguntungkan Dibanding Bercocok Tanam Konvensional

Dikesempatan kali ini kita akan sedikit membahas tentang 7 alasan mengapa bercocok tanam hidroponik lebih menguntungkan dibanding bercocok tanam konvensional, teruntuk para petani dan penggemar cocok tanam, yuk mari merapat dan bersama-sama menyimak artikel tanaman hidroponik ini agar kita semua bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Sampai kini teknik bercocok tanam secara konvensional memang masih banyak digunakan oleh para petani-petani kita, akan tetapi ada juga yang sudah beralih ke teknik menanam secara hidroponik, entah alasan apa yang masih mengganjal petani-petani kita sehingga enggan untuk beralih dari teknik bercocok tanam konvensional ke teknik bercocok tanam hidroponik.

Padahal teknik bercocok tanam secara hidroponik sudah terbukti dapat menghasilkan bahan makanan yang lebih banyak dan juga berkualitas, tentu ini akan sangat berpengaruh pada nilai jualnya sehingga para petani kita bisa menjadi lebih sejahtera hidupnya.

Maka dari itu, berikut ini akan kita bahas 7 alasan mengapa bercocok tanam hidroponik lebih menguntungkan dibanding bercocok tanam konvensional agar para petani kita dapat melihat peluang ini dan membuka matanya lebar-lebar bahwa betapa menguntungkannya bercocok tanam secara hidroponik, tanpa banyak panjang lebar, langsung saja kita ulas dibawah ini.

Lebih Simple

Pengerjaannya tergolong sangat simple, sederhana, tidak memerlukan modal yang terlalu besar, hal ini menjadikan bercocok tanam secara hidroponik menjadi gacoan untuk kaum petani agar kehidupannya bisa menjadi lebih sejahtera.

Sudah banyak bukti juga dari para petani hidroponik yang lain yang cara pengerjaannya tidak serumit bercocok tanam secara konvensional, padahal jika dibandingkan persentasi keuntungannya malah lebih untuk bercocok tanam secara hidroponik.

Pemakaian Kebutuhan Lebih Efisien

Dengan bercocok tanam secara hidroponik, kita dapat lebih efisien dalam menggunakan dan memberikan kebutuhan seperti air dan juga nutrisi pada tanaman.

Dengan begini pemakaian dari nutrisi akan lebih hemat, dan tentunya akan lebih menguntungkan bagi kaum petani.

Dapat Meminimalisir Serangan Hama Perusak

Dengan bercocok tanam seperti ini, tingkat tanaman rusak akibat hama bisa jauh lebih ditekan, karena berada dalam lingkungan yang dapat dikontrol jangkauan manusia yang tentunya mudah untuk di berikan penanganan terhadap serangan hama, sehingga tanamanan dapat menghasilkan hasil yang lebih berkualitas.

Kualitas Terjamin

Bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik bisa menghasilkan bahan makanan yang jauh lebih berkualitas disbanding dengan hasil dari bercocok tanam secara konvensional, maka dari itu tidak heran bahan makanan yang dihasilkan dari tanaman hidroponik lebih mahal ketimbang dengan bahan makanan dari hasil bercocok tanam konvensional.

Kuantitas Lebih Banyak

Jika dibandingkan dengan bercocok tanam konvensional, maka bercocok tanam dengan teknik hidroponik lebih jauh mengungguli dari segi kuantitas, dengan penanganan bercocok tanam hidroponik yang tepat, maka tanaman hidroponik akan jauh lebih menghasilkan tanaman yang lebih banyak lagi, tentunya ini akan membuat hasil panen menjadi lebih meningkat, dan pemasukan untuk para petani juga ikut meningkat, sehingga terciptanya kesejahteraan dikalangan para petani kita.

Solusi Pintar Untuk Menghadapi Kekurangan Lahan

Seperti yang kita ketahui, biasanya teknik bercocok tanam kovensional membutuhkan lahan yang lumayan luas dibandingkan dengan bercocok tanam secara hidroponik, maka dari itu bercocok tanam secara hidroponik merupakan solusi tepat untuk para petani-petani yang mengalami kendala dengan lahannya.

Harga Jual Panen Lebih Tinggi

Hasil makanan dari teknik hidroponik pada umumnya lebih mahal karena dianggap lebih memiliki kualitas yang tinggi dibanding dengan hasil dari bercocok tanam secara umumnya, maka dari itu teknik menanam hidroponik sangat tepat untuk mensejahterai kehidupan para petani.

Apabila banyak para petani yang mau menjalankan peluang ini, maka dapat dipastikan di tahun tahun kedepan teknik bercocok tanam hidroponik menjadi satu-satunya teknik menanam yang sangat menguntungkan bagi para petani dan dapat mensejahterahkan kehidupan mereka.

Harapan kedepannya untuk para petani bisa lebih sejahtera kehidupannya agar dapat senantiasa selalu mencukupi kebutuhan makanan kita semua.

Maksimalkan Keuntungan Dan Meminimalisir Kerugian Dari Bercocok Tanam Hidroponik, Berikut Tipsnya

Maksimalkan Keuntungan Dan Meminimalisir Kerugian Dari Bercocok Tanam Hidroponik, Berikut Tipsnya

Me maksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian dari bercocok tanam hidroponik menjadi informasi yang sangat penting sekali untuk dipelajari bagi para petani, maupun orang-orang yang hobi dan gemar melakukan cocok tanam dengan teknik hidroponik.

Tidak ada satu petanipun atau orang yang gemar melakukan cocok tanam di dunia ini yang ingin hasil tanamannya mengalami kerugian, atau gagal panen, tentunya pasti semua petani diseluruh dunia ingin hasil dari tanamannya menghasilkan bahan makanan yang berkualitas dan bernilai harga tinggi.

Namun pada nyatanya, tidak semua impian dan harapan para petani itu bisa selalu berjalan dengan mulus, karena terkadang pasti ada beberapa kendala yang menghambat para petani mendapatkan hasil yang maksimal diantaranya adalah hama, banjir, maupun kekeringan.

Berikut ini adalah tips untuk me maksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian dari bercocok tanam hidroponik yang perlu diketahui oleh para petani dan orang-orang yang gemar melakukan cocok tanam.

 

Menanam Cabai

Orang Indonesia mana yang tidak gemar dengan mengkonsumsi sambal cabai yang ekstra pedas ? tentu banyak di antara orang Indonesia yang gemar mengkonsumsi makanan dengan rasa pedas, karena sejatinya cabai merupakan teman yang pas dikonsumsi dengan berbagai makanan, seperti bakso, gorengan, mie ayam, serta banyak makanan lainnya yang membutuhkan bahan pokok cabai ini.

Tentunya dengan menanam cabai maka tingkat keuntungan menjadi sangat besar, selain itu harga cabai juga terbilang cukup tinggi di Indonesia karena banyak sekali permintaan dan kebutuhan pasar yang harus terpenuhi setiap harinya.

Tanaman cabai sendiri juga tidak memerlukan waktu yang sangat lama untuk menghasilakan buahnya, sehingga tingkat kemungkinan gagal panen menjadi lebih kecil.

Terlebih lagi, perawatan dari tanaman cabai sendiri juga tergolong mudah, karena kita selagi penanam hanya memerlukan air secukupnya dan nutrisi bagi tanaman yang cukup agar tanaman cabai ini mampu menghasilkan buah cabai yang berkualitas hingga memiliki daya jual yang lebih tinggi, tentunya hal ini akan berimbas pada keuntungan yang lebih maksimal bagi para penanamnya.

 

Menanam Bawang

Pasar mana yang tidak memerlukan bawang ? tentunya seluruh pasar di manapun akan memerlukan bawang, karena pada dasarnya bawang juga merupakan bahan dasar dari masakan, bawang dapat memberikan rasa yang lebih nikmat pada makanan, oleh karena itu, menanam tanaman bawang merupakan pilihan yang sangat tepat.

Selain karena pangsa pasarnya cukup luas, metode cocok tanamnya juga tidak rumit, karena bisa juga menggunakan wadah botol bekas dengan air secukupnya, terlebih lagi waktu yang diperlukan untuk memanen bawang adalah sekitar satu hingga satu setengah bulan, waktu ini termasuk cepat di bandingkan dengan golongan tanaman yang lainnya.

Perlu diketahui juga bahwa tanaman bawang sangat memerlukan cahaya sinar matahari, untuk itu kita juga harus memastikan ada cahaya matahari yang menyinari tanaman tersebut agar berhasil dipanen dengan sempurna.

Selain bawang yang dapat di panen, kita juga dapat memanfaatkan daun bawangnya untuk kita jual kembali, sehingga sekali tanam sudah bisa mendapatkan 2 kali keuntungan.

 

Apabila sudah mengikuti cara maksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian dari bercocok tanam hidroponik, maka siap siap omset akan semakin meningkat pesat, karena pada dasarnya cabai dan bawang merupakan suatu bahan pokok wajib yang ada di makanan, agar makanan yang dihidangkan menjadi lebih nikmat dan lezat, tanpa kedua bahan tersebut, makanan seenak apapun akan kurang lezat adanya.

Sekian informasi yang dibagikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi banyak orang, dan dapat berguna bagi orang banyak.

Ungkap Serunya Bercocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik, Pria Asal Bogor Kini Sukses Mendapatkan Untung Puluhan Juta Setiap Bulannya.

Ungkap Serunya Bercocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik, Pria Asal Bogor Kini Sukses Mendapatkan Untung Puluhan Juta Setiap Bulannya.

Seorang  pria asal kota hujan ini meng ungkap serunya bercocok tanam dengan teknik hidroponik, sebut saja Hermawan, pria separuh baya yang kini sukses menjadi jutawan dari tanaman hidroponik.

Awalnya Hermawan tidak pernah kepikiran untuk mendirikan ladang tanaman hidroponik, karena Hermawan adalah seorang pekerja kantoran di salah satu perusahaan ternama di daerah Jakarta.

Kala itu Hermawan di pecat dari kantor tempat ia bekerja karena menolak untuk dipindah tugaskan di cabang perusahaan yang berada di Kalimantan, dengan berat hati Hermawan menerima hal itu.

Hermawan akhirnya memutuskan untuk kembali ketempat orang tuanya di Bogor ketimbang terus membayar sewa kos yang terbilang lumayan mahal di tengah kota Jakarta.

Awalnya Hermawan sempat terpuruk dan merasa tidak berguna setelah hampir 2 tahun menganggur, tidak jarang Hermawan memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya sendiri, namun niat itu terus ia lawan.

Hingga waktu itu Hermawan bertemu seorang Omnya yang sudah lama tidak ia jumpai, Hermawan sempat mendapat semangat dan dukungan dari Omnya ini, Hermawan juga mendapatkan sedikit bantuan uang dari Omnya untuk membuka usaha.

Semangat dan dukungan sudah diberikan kepada Hermawan oleh Omnya, namun itu semua tidak serta merta langsung membuat Hermawan keluar dari permasalahannya, Hermawan masih bergulat dengan dirinya sendiri karena masih harus menentukan usaha apa yang akan ia jalani.

Seminggu berlalu begitu saja, Hermawan juga masih belum menemukan jawaban yang pasti untuk usahanya, akhirnya Hermawan mencoba untuk mencari cari inspirasi sambil berjalan di sekitaran daerah tempat tinggalnya.

Hermawan mulai duduk dibawah pohon sambil memandang ke suatu persawahan, sempat terdiam beberapa saat, namun tiba-tiba ia mendapat ide untuk mencoba bercocok tanam, kemudian Hermawan memutuskan pulang kerumahnya untuk mendiskusikan hal ini kepada kedua orang tuanya.

Orang tua Hermawan selalu memberikan dukungan kepada Hermawan, tentu hal ini juga di dukung oleh kedua orang tuanya, namun permasalahannya adalah dimana lokasi untuk bercocok tanam, di ingat ingat orang tua Hermawan sudah tidak lagi memiliki sawah, terlebih lagi Hermawan juga tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli sawah kembali.

Dari kesulitan ini Hermawan berubah menjadi seseorang yang berinovasi, dimana ia memutuskan untuk mencoba bercocok tanam dengan teknik hidroponik, teknik yang terkenal dengan kemudahannya dalam bercocok tanam membuat semangat Hermawan semakin menggebu gebu.

Awal mulanya Hermawan hanya mengandalkan halaman rumah orang tuanya untuk dijadikan lahan bercocok tanam dengan teknik hidroponik, pada percobaan pertama, Hermawan langsung berhasil karena sukses memanen tanaman hidroponiknya, ia mengatakan bahwa suksesnya percobaan pertama karena dibantu oleh kedua orang tuanya yang dahulunya juga merupakan seorang petani.

Di tahun kedua Hermawan mulai memberanikan diri untuk membeli sebuah lahan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Bogor untuk dijadikan lahan bercocok tanam, dengan adanya lahan ini, Hermawan mulai mengembangkan sayap usahanya, berbagai tanaman berhasil ia tanam dan ia panen dan hasilnya ia jual kepada para pedagang di pasar maupun para pengepul sayur dan buah buahan.

Di tahun ke empatnya usaha Hermawan semakin sukses dan mencoba untuk mengekspor berbagai hasil cocok tanamnya ke berbagai negara di asia tenggara.

Kisah Hermawan yang meng ungkap serunya bercocok tanam dengan teknik hidroponik banyak membuat orang-orang Indonesia menjadi sangat termotifasi, yang awalnya ia hanyalah seorang pekerja kantor, kemudian dipecat, terpuruk dalam hidupnya, bahkan sempat untuk mengakhiri hidupnya, kini situasi malah berbalik arah membuat Hermawan terus melambung tinggi mengepakan sayapnya, bahkan omset perbulannya sudah mencapai puluhan juta, bahkan pernah melebihi 100 juta pungkas Hermawan.

Peluang Usaha Dibalik Tanaman Hidroponik

Melihat Peluang Usaha Dibalik Tanaman Hidroponik

Di tengah situasi yang seperti sekarang ini, peluang usaha dibalik tanaman hidroponik bisa menjadi solusi yang sangat cemerlang ditengah sulitnya masa pandemic covid-19 seperti ini.

Pasalnya usaha tanaman hidroponik sangat mudah dilakukan, karena tidak memerlukan lahan yang besar serta tidak memerlukan bahan bahan yang mahal. Bisnis tanaman hidroponik juga sangat mudah dilkakukan oleh orang-orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Dari tanaman hias hingga sayur dan buah-buahan banyak sekali yang bisa kita manfaatkan sebagai media untuk menghasilkan pundi-pundi uang.

Berikut akan kita bahas beberapa tanaman yang memiliki peluang usaha dibalik tanaman hidroponik yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber pundi-pundi uang dirumah.

 

Tanaman Tomat Hidroponik

Tomat merupakan salah satu tanaman yang paling cepat menghasilkan uang karena pertumbuhan pada tanaman ini bisa dikatakan lebih cepat jika dibanding dengan tanaman lainnya.

Dilihat dari segi peminat juga tomat memiliki banyak penggemar, karena biasanya tomat dijadikan sebagai teman hidangan bersama timun dan acar, hal ini akan menyebabkan pasar selalu memerlukan jumlah pasokan tomat yang cukup agar permintaan pasar dapat terpenuhi dengan baik.

 

Tanaman Sawi Hijau Hidroponik

Menanam tanaman sawi hijau hidroponik juga bisa menjadi pilihan yang bagus, karena menanam sayuran ini kita tidak memerlukan biaya yang mahal.

Dengan bermodalkan botol bekas yang di potong menjadi dua bagian saja kita sudah dapat menanam  tanaman tersebut dengan teknik hidroponik . Selain itu harga sawi hijau juga tergolong lumayan menggiurkan serta minat pasar akan pasokan sawi hijau sangatlah besar.

 

Tanaman Lobak Hidroponik

Tanaman lobak juga bisa menjadi salah satu pilihan tanaman yang tepat untuk memulai menekuni bidang usaha hidroponik.

Bisa dikatakan juga masa panennya cukup singkat antara 24 hingga 60 hari, tergantung pada jenis lobak dan perawatannya. Lebih lagi pasokan lobak di pasar biasanya kurang terpenuhi, hal ini tentunya bisa menjadi peluang usaha yang lebar bagi kita semua.

Lobak juga memiliki sistem perakaran yang dangkal, tentu akan sangat mudah sekali menanam tanaman ini di pot pot kecil.

 

Tanaman Brokoli Hidroponik

Jenis tanaman yang mudah ditanam berikut ini adalah tanaman brokoli, jika biasanya brokoli tumbuh pada tanah di ketinggian, namun kamu bisa menanam tanaman ini dengan teknik hidroponik di dataran rendah seperti Jakarta.

Brokoli juga merupakan tanaman yang paling banyak di gemari oleh banyak orang, setiap harinya pasokan sayuran brokoli selalu dibutuhkan dalam volume yang sangat besar, ini merupakan kabar bagus untuk kita, karena masih terdapat peluang besar untuk menekuni bidang ini.

 

Tanaman Cabai Hidroponik

Nah, siapa sih orang Indonesia yang tidak gemar dengan cabai atau makanan yang pedas ? hanya segelintir orang saja yang tidak suka dengan makanan pedas, hampir rata-rata penduduk Indonesia gemar mengkonsumsi makanan yang pedas.

Selain permintaan pasar yang selalu menjulang kelangit, teknik menanam cabai juga tergolong sangat mudah dilakukan oleh kita semua, kita hanya perlu memilih bibit cabai terbaik, lalu kita hanya perlu untuk memperhatikan kebutuhan nutrisinya saja, dengan demikian tanaman cabai hidroponik akan subur dan lebih cepat di panen.

 

Tanaman Hidroponik Seledri

Tanaman seledri memang tidak semenarik tanaman cabai yang  sangat banyak di gemari oleh masyarakat Indonesia, akan tetapi meski demikian, tanaman seledri merupakan tanaman yang sangat mudah untuk kita tanam dirumah.

 

Demikianlah tanaman-tanaman hidroponik yang bisa kita manfaatkan sebagai pundi-pundi penghasil uang, dari peluang usaha ini, tidak jarang dari mereka yang berhasil dan sukses hingga mencetak uang ratusan bahkan milyaran setiap bulannya, jika kita rajin dan tekun, tentunya tidak menutup kemungkinan kita juga bisa seperti orang-orang yang sudah sukses mendahului kita.

tanaman hidroponik

Manfaat Tanaman Hidroponik Bagi Para Pemula

Menanam tanaman Hidroponik memang sangat memudahkan dan membantu kita dalam bercocok tanam ya. Namun, kalian juga harus tahu loh apa saja manfaat hidroponik serta kekurangannya.

Sebelum itu, kalian juga harus tahu apa pengertian hidroponik. Hiduroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponous yang berarti kerja. Karena itu, hidroponik adalah teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen.

Kelebihan Tanaman Hidroponik:

  • Penggunaan lahan lebih efisien
  • Tanama berproduksi tanpa menggunakan tanah
  • Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih
  • Penggunaan pupuk dan air lebih efisien
  • Pengendalian hana dan penyakit lebih mudah

Kekurangan Tanaman Hidroponik:

  • Butuh modal yang besar
  • Pada kultur susbtrat, kapasitas menampung air media substrat lebih kecil dibanding media tanah sehingga menyebabkan pelayuan tanama lebih cepat.

Di Indonesia sendiri, Hidroponik yang berkembang pertama kali yaitu hidroponik susbtrat, setelah itu hidroponik NFT (Nutrien Film Technique), kemudia berkembang juga hidroponik aeroponik yang memberdayakan udara.

Tanaman Hidroponik Subtrat

Media hidroponik subtrat tidak menggunakan air sebagai media, namun menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen serta mendukung akar tanaman seperti halnya fungsi tanah.

Bahan-bahan yang biasanya digunakan adalah arang sekam, pasir, kerikil, batu apung, cocopeat, rockwool, dan spons. Media tersebut juga harus teril, bisa menyimpan air sementara, porous, dan bebas dari hara.

Media tanama hidroponik tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan air nutrisi sementara dan tempatnya berfungsi sebagai tempat berpijaknya akar.

Hidroponik NFT (Nutrien Film Technique)

Sedangkan Hidroponik NFT (Nutrien Film Technique) menunjukkan aliran air tipis. Hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrien) sebagai medianya. NFT merupakan model budidaya dengan meletakan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal.

Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran bisa berkembang di dalam larutan nutrisi karena disekeliling perakaran terdapat selapis larutan nutrisi, maka sistem ini dikenal dengan nama nutrien film technique.

Hidroponik Aeroponik

Untuk tanaman Hidroponik Aeroponik, dapat diartikan dengan memberdayakan udara. Aeroponik sendiri berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya.

Prinsip kerja dari aeroponik yaitu menyemburkan larutan hara dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Larutan hara tersebut akan diserap oleh akar tanaman.

Tanaman pada sistem aeroponik ditanam dengan cara digantung sehingga akar tanaman menggantung di dalam suatu bak. Pangkal batang dimasukkan ke dalam helaian styrofoam yang telah dilubangi agar dapat berdiri.

Itulah beberapa kekurangan dan kelebihan dari cara menanam tanaman hidroponik. Semoga artikel ini membantu.

Cara Menanam Cabe Menggunakan Sistem Hidroponik Sederhana, Murah dan Gampang!

Makan tanpa cabe rasanya ada yang kurang gitu ya guys. Tetapi, sekarang ini, harga cabe semakin menjulang di pasaran. Gimana tuh?

Kali ini, kami akan membagikan cara untuk menanam sendiri tanaman cabe menggunakan hidroponik sederhana. Penasaran? Yuk lihat artikel dibawah ini.

Cara Mudah Menanam Tanaman Cabe Hidroponik Sederhana

Budidaya Cabe memang bukanlah hal yang sulit juga tidak terlalu mudah. Namun, dengan langkah penanaman dan perawatan yang tepat, kalian dapat mendapat cabe dengan kualitas yang tidak mengecewakan.

Ada banyak cara untuk membudidayakan cabe. Salah satunya adalah dengan cabe hidroponik dan kalian dapat mempraktekkannya dirumah. terdapat beberapa langkah dalam cara tanam cabe hidroponik:

1.Persiapan

Hidroponik adalah metode menanam tanpa tanah melainkan menggunakan media tanam pengganti seperti arang sekam, pasir, kerikil, rockwool, atau serbuk kayu. Metode hidroponik sederhana ini sangat mudah dilakukan pada skala kecil.

Hidroponik sederhana menggunakan beberapa kultur. Salah satunya adalah polybag. Kultur ini sangat disarankan bagi pemula karena sistemnya lebih mudah dan tidak memiliki resiko gagal yang tinggi.

Kultur polybag menggunakan media tanam hidroponik arang sekam yang ditaruh didalam kantong plastik (polybag). Cara penyiramannya umumnya menggunakan teknik drip (tetes) dengan pipa atau selang plastik.

Langkah-langkah persiapan penanaman:

1.Pemilihan Benih Cabe

Rendam benih cabe dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Biji yang tenggelam pada umumnya lebih baik untuk ditanam.Penyemaian Benih Cabe

2.Pembuatan media semai

  • Pembuatan Media Semai

Pertama-tama, campur bagian atas (top soil atau berhumus) dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dan arang sekam dengan komposisi perbandingan 1:1:1. Masukkan media semai ke dalam polybag mini (ukuran 8 x 9 cm). kalian juga dapat menggunakan baki (seedling tray).

  • Penanaman biji

Selanjutnya, tanam biji cabe ke dalam polybag mini (1 biji cabe dalam 1 polybag). Buat lubang kira-kira sedalam 0,5 cm di tengah media semai. Media semai dibasahi sedikit untuk menjaga kelembaban.

  • Perawatan bibit

Bibit harus disiram setiap pagi dan sore hari dengan menggunakan semprotan halus agar bibit dan media semai tidak rusak.

Tips penyiraman, tutup permukaan polybag dengan kertas koran kemudian siram kertas koran hingga basah. Kertas koran dibukan setelah biji tumbuh (sekitar 3 hari).

Bibit cabe lalu siap dipindahkan ke media tanam hidroponik kultur polybag setelah 21 – 24 hari atau setelah bibit cabe memiliki 4 – 5 helai daun. Bibit harus dirawat dan dijaga dari gulma. Jika ada gulma segera lakuka penyiangan.

2.metode Hidroponik sederhana dengan kultur polybag

A. Penyiapan Lahan dan Peralatan Hidroponik

Siapkan tempat untuk kegiatan bercocok tanam hidroponik. Kemudian pasang peralatan hidroponik seperti bak / wadah nutrisi, selang pompa utama / pipa, dan selang-selang plastik.

Jumlah selang plastik disesuaikan dengan jumla polybag yang akan kalian gunakan. Pasang 1 selang plastik pada setiap polybag. Lalu selang-selang tersebut dihubungka pada selang pompa utama bak nutrisi

B. Siapkan Wadah dan Media Tanam

Disarankan untuk menggunakan polybag ukuran 40 cm sebagai penanaman cabe atau minimal ukuran polybag diatas 30 cm. Media tanam yang disarankan adalah arang sekam dan pasir dengan perbandingan 2:1.

Campuran arang sekam dan pasir dapat menahan larutan nutrisi dengan baik dan campuran keduanya memiliki aerasi yang baik.

Masukkan media tanam ke dalam polybag dan beri lubang di tengah-tengah media dengan kedalaman 5-7 cm. kalian juga bisa menggunakan rockwool sebagai media tanam, namun harga media ini relatif mahal.

C. Transplating / Pindahkan & Tanam Bibit

Lakukan pemindahan secara hati-hati dan jangan sampai merusak akar tanaman. Robek polybag mini tempat penyemaian lalu pindahkan bibit dan media semai seluruhnya ke dalam lubang media hidroponik di polybag yang lebih besar.

Disarankan untuk memindahkan bibit pada spre hari saat matahari tidak terlalu menyengat. Karena bibit akan tampak layu setelah 2 – 3 hari pemindahan namun akan segar kembali asalkan akarnya masih baik.

D. Beri Larutan Nutrisi

Susun polybag secara teratur dan letakkan selang-selang plastik pengalir nutrisi pada masing-masing polybag. Larutan nutrisi harus mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.

Unsur makro seperti N, P, K, Ca, DAN Mg harus terpenuhi. Kalian dapat menggunakan pupuk AB mix, atau pupuk tanaman hidroponik lainnya (anorganik maupun organik).

Campur pupuk dengan air di bak nutrisi, lalu alirkan larutan nutrisi ke masing-masing polybag yang berisi bibit tanaman cabe.

E. Pemeliharaan

Pemeliharaan seperti penyiraman, pengairan, dan pemangkasan, penyiraman tanaman cabe harus dengan larutan nutrisi dan dilakukan sebanyak 5 – 8 kali sehari.

Kalian disarankan menggunakan timer pada selang pompa utama agar tidak memerlukan tenaga ekstra.

Larutan nutisi yang diberikan sebaiknya dilakukan dengan cara irigasi tetes atau fertigasi. Larutan nutrisi juga tidak boleh diberikan dalam jumlah banyak sekaligus. Sedikit-sedikit saja asal cukup membasahi media tanam polybag.

Pengairan biasanya dilakukan pada tanaman yang sudah berumur kurang lebih 1 minggu atau sudah setinggi kurang lebih 20 cm dengan menggunakan tongkat bambu.

Tongkat ini juga berfungsi sebagai media penopang tanaman agar dapat tumbuh tegak. Biasanya disebut dengan Ajir. Ajir diletakkan di media tanam dengan jarak kurang lebih 4 cm dari pangkal batang.

Pemangkasan tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun mencegah tanaman agar tidak tumbuh ke samping ketika batang belum kuat menopang. Lakukan pemangkasan pada hari ke-20 setelah tanam.

Itulah tahap-tahap dalam melakukan penanaman cabe hidroponik sederhana. Bagaimana? Mudah bukan?

selada hidroponik

Cara Menanam Selada Hidroponik Yang Benar

Selada Keriting  atau selada hidroponik adalah selada yang dibudidayakan dengan sistem tanam Hidroponik. Dengan sistem menanam ini, penanaman menjadi fleksibel dan mudah untuk dilakukan untuk kalian yang tidak mempunyai lahan besar.

Selain flesibel, sekarang selada juga bisa ditanam di dataran rendah. Seperti di perkotaan. Tetapi, hasilnya tidak bisa dibandingkan dengan selada yang ditanam di dataran tinggi. Karena faktor kelembaban udara dan hawanya yang lebih tinggi.

Di dataran tinggi, ketika tengah hari sinar matahari tidak akan membuat Daun Selada layu. Ini akan membuat penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Sedangkan di dataran rendah, selada akan layu meskipun nantinya saat sore daunnya segar dan mekar kembali.

Tips Menanam Selada Hidroponik Agar Hasil Maksimal

selada hidroponik

Sayuran yang sering dijadikan lalapan, salad, hingga sebagai garnis dalam sajian makanan ini memiliki beberapa varian. Namun, yang paling sering ditemui hanya 5 jenis saja.

Mereka adalah Selada Cina, Looselead, Romaine, Butterhead (boston), Crisphead (iceberg) dan summercrisp (batavia). Semua jenis ini bisa tumbuh subur di daerah sedang dan tropis. Juga cocok ditanam di dataran tinggi maupun rendah.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar tanaman selada hidroponik bisa tumbuh subur?

  • Pilihlah bibit yang baik, karena bibit yang bagus akan menghasilkan selada hidroponik yang bagus juga.
  • Tanam selada di pipa DFT (Deep Flow Technique)  atau NFT (Nutrient Film Technique) terutama selada keriting karena akan menghasilkan daun yang lebih bagus.
  • Gunakan rockwool
  • Agar hasil panen 1 lubang tanam banyak dan gemuk, saat menyemai di rockwool tempatkan 1-2 benih per rockwool. Kalau berhasil tumbuh semua, hasilnya akan padat sekali
  • Agar semaian bagus, tanaman harus terkana banyak sinar matahari pagi.
  • Perhatikan jarak tanam, idealnya antar lubang tanam berjarak 15-20 cm. kurang dari itu biasanya daun selada akan berdesak desakan sehinggan tumbuhnya tidak optimal.
  • Cek & pantau pertumbuhannya setiap hari. Periksa kepekatan AB mix dan air secara rutin. Kalau selada sudah remaja dan akan segera panen, biasanya akan membutuhkan lebi banyak air.
  • Panen sebaiknya dilakukan di pagi hari saat matahari belum menyengat, bila terlalu panas, biasanya sayur selada akan jadi layu dan tidak sedap dilihat.

Itulah beberapa tips untuk merawat tanaman selada hidroponik anda. Semoga artikel ini bermanfaat.

tanaman hidroponik

Jenis Tanaman Hidroponik Yang Cocok Ditanam Untuk Kebun Di Rumah

Budidaya jenis tanaman hidroponik kini semakin banyak dilakukan orang karena caranya yang amat mudah. Mudah dan tidak memakan tempat, jenis tanaman yang dapat dikembangkan pun cukup bervariasi. Mulai dari sayuran hingga buah-buahan, ini dia beberapa pilihan yang bisa ditanam sendiri di rumah.

9 Contoh Tanaman Hidroponik Rumahan

1. Selada Segar Dengan Teknik Hidroponik

selada

Selada merupakan sayuran yang cepat tumbuh dan juga mudah untuk ditanam. Itu mengapa selada cocok untuk dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik yang simpel. Biarpun ditanam dengan media yang simpel, hasil yang dapat dipanen bisa sangat berkualitas. Umumnya bibit selada akan mulai tumbuh setelah dua minggu penanaman.

2. Kangkung Hidroponik

kangkung

Kangkung ialah salah satu jenis sayuran yang sangat umum, dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang enak, nutrisi yang terkandung di dalamnya pun baik untuk tubuh. Ternyata, kangkung yang biasanya dibudidayakan dalam jumlah besar juga bisa menjadi tanaman hidroponik dan dikembangkan di rumah.

3. Stroberi Tanaman Buah Hidroponik

stroberi

Salah satu jenis buah yang dapat di budidayakan ialah stroberi. Buah yang satu ini sangat sehat karena mengandung vitamin C yang cukup kaya. Ada yang menyebutkan, mengembangkan stroberi dengan cara hidroponik dapat menghasilkan buah yang lebih banyak.

Nutrisi yang di berikan pada tanaman dari pembibitan hingga berbuah lebih banyak. Pertumbuhan stroberi pun jadi lebih maksimal sehingga hasilnya berlimpah.

4. Hidroponik Sawi Sederhana

sawi

 

Sawi juga termasuk sebagai jenis tanaman hidroponik yang amat mudah untuk ditanam. Cukup menyiapkan bibit yang baik lalu tanam dengan menggunakan media rockwool. Disarankan untuk menanam sawi hidroponik dengan menggunakan sistem wick atau sumbu karena lebih mudah.

5. Seledri Hidroponik

seledri

Seledri merupakan jenis tanaman hidroponik berhabitat di dataran tinggi dengan curah hujan rendah. Hal-hal yang perlu disiapkan untuk menanam seledri hidroponik ialah bibit yang baik dan media tanam yang simpel. Selanjutnya, kebutuhan air, nutrisi, dan unsur haranya pun dapat terkontrol dengan baik melalui sistem hidroponik.

6. Pokcoy Hidroponik

pokcoy

Pakcoy atau kerap disebut juga sebagai bok choy merupakan sayuran hijau yang kaya dengan vitamin dan mineral. Membudidayakannya di rumah menggunakan hidroponik pun mudah untuk dilakukan. Saat musim panen tiba, tinggal mengambil dari kebun. Lebih sehat dan segar bukan?

7. Tanaman Hidroponik Kailan

kailan

Di restoran-restoran, kailan yang masih kecil kerap dijadikan masakan andalan. Rasanya enak sebab memiliki tekstur yang renyah dan juga lembut di saat bersamaan. Kailan pun ternyata dapat dibudidayakan sebagai tanaman hidroponik. Media tanam yang dapat digunakan pun bisa apa saja. Misalnya botol bekas, gelas air mineral, atau pun pipa paralon berukuran besar.

8. Tomat Hidroponik Sederhana

tomat

Membudidayakan tomat dengan cara hidroponik pun dapat dilakukan. Buah yang satu ini akan lebih baik jika ditanam pada media polybag atau pot yang sudah diisi dengan arang dan sekam. Saat melakukan pembudidayaan, jangan lupa untuk terus mengecek buahnya sebab mereka rentan terkena hama.

9. Tanaman Hidroponik Cabe

cabe

 

Cabai merupakan jenis tanaman hiroponik yang sangat mudah ditanam di mana saja dan kapan saja. Selain bisa ditanam dengan media tanam tanah atau pot, cabai juga bisa dikembangkan dengan metode hidroponik. Lumayan ‘kan buat konsumsi sehari-hari, mengingat harga cabai kerap melambung tinggi.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah, tanaman hidroponik di atas dapat tumbuh dengan baik jika diberikan nutrisi yang cukup.

cara menanam strawberry dengan cara hidroponik

Cara Menanam Strawberry Hidroponik Dengan Mudah

Saat ini sudah banyak orang yang belajar teknik menanam hidroponik. Sistem penanaman ini sangat hemat tempat karena menggunakan media air dan bisa menghasilkan tanaman yang lebih bernutrisi dan sehat untuk manusia.

Ada banyak jenis tanaman yang bisa kamu tanam dengan cara hidroponik. Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan tutorial menanam Strawberry Hidroponik yang bisa anda lakukan sendiri di rumah.

Alat dan Bahan

Anda perlu menyiapkan sekam padi yang sudah kering dan bakar sampai kehitaman dan berubah jadi arang sekam. Lalu siapkan juga polybag yang berukuran 50 cm x 50 cm serta polybag dengan ukuran sekitar 20 cm x 18 cm.

Setelah itu, masukkan arang sekam ke dalam polybag. Setelah semua polybag terisi penuh dengan sekam, anda bisa masukkan 4 buah polybag kecil ke dalam polybag besar.

Cara Menanam Buah Strawberry Hidroponik

Disini saya akan membagikan panduan menanam buah strawberry dengan sulur atau stolon. Anda perlu memilih induk strawberry yang sudah berusia 1-2 tahun agar mampu menghasilkan buah yang berkualitas.

Berikut ini langkah-langkahnya.

1.Siapkan media tanam seperti rockwool dan basahi rockwool tersebut dan tempatkan anakan strawberry disana.

2.Jaga kelembapan rockwool hingga akar muncul dan setelah akar sudah cukup kuat, anda bisa memotong sulur di pangkal indukan lalu pindahkan ke media tanam hidroponik lain yang sudah anda persiapkan sebelumnya.

Nah, itulah tutorial menanam strawberry dengan teknik hidroponik yang bisa anda lakukan sendiri di rumah.

kangkung hidroponik

Cara Menanam Sayuran Kangkung Dengan Mudah di Rumah

Kamu pasti sudah mengetahui apa itu teknik menanam Hidroponik. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menanam hidroponik kangkung yang mudah dan praktis untuk anda lakukan sendiri di rumah.

Kangkung sendiri merupakan sebuah sayuran yang sangat populer di Indonesia karena bisa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan enak. Selain itu, kangkung juga harganya sangat terjangkau.

Lalu, bagaimana cara menanam hidroponik tanaman kangkung yang benar? Yuk simak artikel ini sampai habis.

Cara Menanam Kangkung Dengan Metode Hidroponik

Ada beberapa persiapan yang harus kamu lakukan jika ingin menanam kangkung agar kualitas tanaman ini tetap terjaga.

1.Persiapkan Alat dan Bahan

  • Besek atau Wadah dengan lubang kecil di sekelilingnya
  • Baskom yang memiliki ukuran sama dengan Besek
  • Benih kangkung
  • Pupuk Hidroponik seperti AB Mix
  • Zat Pengatur Tumbuh

2.Cara Menanam

  • Pindahkan benih kangkung ke dalam besek, anda bisa menambahkan busa filter aquarium sebagai dasar untuk melapisi besek. Namun jika tidak ada, tidak usah diberikan tidak masalah.
  • Tuangkan larutan nutrisi hidroponik yang sudah anda buat ke dalam baskom hingga mengenai besek dan benih.
  • Setelah itu letakkan benih kangkung di dalam besek dan letakkan barang itu ke area yang terkena sinar matahari.

Nah, itu dia cara mudah menanam kangkung secara hidroponik yang bisa kamu lakukan sendiri dirumah.

manfaat hidroponik

Manfaat Hidroponik Untuk Lingkungan Sekitar

Cara menanam hidroponik saat ini menjadi salah satu teknik utama yang digunakan oleh para petani sayuran di Indonesia. Tahukah kamu jika teknik budidaya hidroponik ternyata memiliki manfaat yang cukup besar untuk lingkungan.

Hidroponik sendiri merupakan inovasi yang diciptakan oleh kreativitas manusia. Budidaya jenis ini sangat ramah lingkungan, Penasaran seperti apa saja manfaat tanaman hidroponik untuk lingkungan? Yuk simak artikel ini sampai habis.

1.Kesejukan Udara

Jika anda menggunakan sistem hidroponik untuk menanam tanaman yang anda miliki. Maka udara dilingkungan sekitar anda akan menjadi sejuk dan segar. Hal ini bisa terjadi karena pupuk yang digunakan tanaman hidroponik sama sekali tidak menggunakan bahan kimia.

Pupuk yang digunakan untuk tanaman dengan teknik hidroponik ini berasal dari larutan nutrisi yang menjadi sumber makanan tanaman itu sendiri.

2.Mampu Mengurangi Polusi Udara

Dengan menggunakan teknik menanam hidroponik, anda bisa mengurangi polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran hutan dan yang lainnya.

Maka dari itu, tanaman hidroponik juga cocok dibudidayakan untuk didaerah perkotaan dengan tingkat pencemaran lingkungan yang tinggi.

3.Membantu Meningkatkan Kadar Oksigen

Selain mampu mengurangi tingkat polusi udara di sekitar anda. Ternyata tumbuhan hidroponik juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan kadar oksigen udara loh.

Kadar oksigen yang berlimpah ini akan membuat mahluk hidup lebih sehat lagi dan mampu membuat tumbuhan hidroponik lebih sehat juga.

Nah, itu dia beberapa manfaat dari menanam tanaman hidroponik yang bisa kamu dapatkan.

jenis tanaman hidroponik

5 Jenis Tanaman Hidroponik Yang Cocok Di Tanam Untuk Daerah Perkotaan

Teknik Hidroponik saat ini menjadi salah satu cara menanam sayuran tanpa tanah yang sering digunakan oleh para petani di Indonesia. Dengan teknik ini, yang dibutuhkan untuk menanam hanyalah air saja. Penggunaan airnya juga lebih efisien.

Nah, buat kamu yang tinggal diperkotaan. Cara menanam hidroponik ini sangat cocok untuk kamu gunakan karena kamu tidak perlu media tanah untuk menanamnya.

Berikut ini akan saya bagikan beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik.

1.Selada

Selada merupakan sebuah tanaman yang paling sering ditanam secara hidroponik karena tanaman ini bisa tumbuh dengan sangat cepat dan perawatannya juga mudah.

Buat kamu yang baru saja memulai menanam dengan cara hidroponik, kamu bisa mencoba tanaman Selada terlebih dahulu.

2.Tomat

Sayuran tomat menjadi salah satu tanaman yang bisa ditanam dengan cara hidroponik. Tomat mengandung vitamin A yang sangat bagus untuk kesehatan kulit dan kekebalan tubuh. Oleh karena itu, sudah banyak orang yang menanam tanaman tomat secara hidroponik.

Untuk menanam tomat, kamu memerlukan banyak air dan cahaya karena tumbuhan tomat ini mengandung air yang cukup banyak.

3.Lobak

Nah, jika kamu ingin menanam tanaman hidroponik yang simpel dan mudah. Kamu bisa mencoba menanam lobak.

Sayuran ini tidak membutuhkan lampu atau panas, melainkan suhu yang dingin. Bibit lobak bisa tumbuh dalam jangka waktu sekitar 3-7 hari saja. Setelah itu, kamu bisa panen dan mengolahnya menjadi pelengkap berbagai macam makanan di rumahmu.

4.Kale

Kale merupakan salah satu sayuran sehat yang bisa kamu jadikan tanaman hidroponik di rumah. Kandungan gizi dan manfaatnya sangat melimpah.

Sama seperti selada, kale juga sangat mudah ditanam menggunakan teknik ini dan akan tumbuh dengan baik.

5.Timun

Timun saat ini menjadi salah satu sayuran favorit banyak orang yang memiliki banyak manfaat. Mulai dari garnish, jus, dimakan mentah hingga perawatan kecantikan kulit.

Semua timun juga bisa tumbuh baik dengan menggunakan teknik hidroponik. Namun, pastikan suhu dan pencahayaannya cukup untuk tanaman ini.

tanaman hidroponik

Tips Sukses Budidaya Tanaman Hidroponik Di Rumah

Saat ini banyak sekali orang yang memiliki usaha budidaya tanaman hidroponik. Usaha ini memang memberikan keuntungan yang sangat besar di zaman modern ini, maka tak heran banyak orang yang berlomba-lomba menanam dengan cara hidroponik.

Namun, sebelum anda memulai budidaya tanaman hidroponik. Anda perlu mengetahui tips dan trik sukses budidaya tanaman secara hidroponik berikut ini.

1.Perencanaan

Perencanaan yang matang akan membuatmu menjadi seseorang yang sukses, begitu pula ketika anda memutuskan untuk membudidaya tanaman hidroponik.

Anda harus membuat sebuah perencanaan dan tujuan dari budidaya hidroponik yang akan anda lakukan. Apakah budidaya tanaman ini untuk konsumsi pribadi anda atau dijual lagi?

2.Modal

Setelah melakukan sebuah perencanaan yang matang. Anda bisa menyiapkan modal yang cukup untuk membuka usaha budidaya hidroponik sendiri. Modal ini bisa banyak atau sedikit tergantung dari perencanaan yang sudah anda atur sebelumnya.

Modal ini sendiri bisa kamu dapatkan dari berbagai macam cara, kamu bisa mendapatkannya dengan melakukan pengajuan pinjaman ke lembaga pemerintah atau ke bank umum.

3.Desain Hidroponik

Desain hidroponik saat ini sangat banyak, anda perlu mencari yang cocok dengan kebutuhan anda. desain tanaman hidroponik bisa berpengaruh terhadap berapa banyak jumlah tanaman yang akan ditanam, jumlah air dan yang lainnya.

4.Tanaman Hidroponik

Selain menentukan teknik hidroponik yang akan anda gunakan, anda juga harus menentukan jenis tanaman hidroponik yang akan anda gunakan apa saja. Cari tanaman jenis buah yang bisa ditanam secara hidroponik dengan mudah.

5.Pemeliharaan

Nah, jangan lupa untuk memelihara tanaman hidroponik anda, pengaturan sistem aliran air dan nutrisi juga harus dicek secara berkala. Jangan lupa untuk melihat kondisi pipa dan sortir tanaman hidroponik yang tidak sesuai dengan kriteria panen anda.

6.Sumber Daya Manusia

Jika anda berencana untuk membudidayakan tanaman hidroponik dengan tujuan komersial, anda memerlukan beberapa sumber daya manusia untuk membantu usaha anda agar berjalan dengan lancar.

Pilihlah orang yang bisa dipercaya dan mau belajar hal baru untuk membantu anda.

Nah, itulah beberapa tips yang harus kalian lakukan sebelum menjalankan usaha hidroponik di rumah.

pupuk hidroponik

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dirumah Dengan Mudah

Kita semua tau bahwa tanaman hidroponik membawa manfaat yang cukup besar untuk kesehatan sayuran dan buah-buahan yang ditanam menggunakan metode ini.

Nah, bagi anda yang kesulitan mencari nutrisi yang pas untuk tumbuhan hidroponik. Berikut ini ada beberapa cara untuk membuat nutrisi hidroponik menggunakan campuran dari pupuk anorganik.

Jika kamu ingin menghemat biaya dan sedang belajar hidroponik. Maka, cara membuat nutrisi hidroponik ini layak kamu coba dirumah.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Dengan Mudah

Ada beberapa bahan untuk membuat nutrisi hidroponik yang perlu anda miliki seperti:

  • Pupuk Urea 1000gr
  • Pupuk KCL 1000gr
  • Pupuk NPK 1000gr
  • Pupuk Daun Gandasil 50gr

Lalu, anda juga perlu menyiapkan peralatan seperti

  • Ember Volume 20 Liter
  • Drum Plastik Volume 100 liter
  • Timbangan Digital
  • Alat Pengaduk
  • Air Sumur atau PAM yang sudah diendapkan selama 7-10 hari

Langkah Membuat Pupuk Nutrisi Hidroponik Sederhana

  • Setelah anda menyiapkan bahan dan peralatan untuk membuat larutan nutrisi hidroponik. Anda bisa masukkan semua bahan yang telah ditimbang ke dalam ember volume 20 liter.
  • Lalu, tuangkan air sumur sebanyak 20 liter ke dalam ember tersebut secara perlahan sambil diaduk-aduk. Jangan sampai ada pupuk yang mengendap atau mengkristal.
  • Tuangkan larutan pekatan tadi ke dalam bak penampung air volume 100 liter
  • Kucurkan air sumur ke dalam bak penampungan sambil di aduk sampai bak penampung penuh.
  • Setelah itu, Larutan nutrisi siap digunakan

Nah, itulah tata cara untuk membuat pupuk nutrisi bagi tanaman hidroponik sendiri dirumah dengan mudah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

media tanam terbaik untuk tanaman hidroponik

Media Tanam Hidroponik Paling Populer di Indonesia

Sistem tanam hidroponik saat ini semakin disukai oleh para masyarakat khususnya yang tinggal di daerah perkotaan karena sistem bertanam ini tidak memerlukan lahan yang luas.

Selain itu, menanam dengan cara hidroponik juga membuat hiburan tersendiri di tengah penatnya pekerjaan dan keramaian ibukota. Kamu bisa menanam sayuran dengan cara hidroponik tanpa tanah sekalipun pada rumah yang sempit.

Jika biasanya kita menggunakan media tanam untuk menanam sayuran atau tumbuhan. Jika dengan cara hidroponik kita bisa menggunakan media tanam non tahan.

Media tanam ini berguna untuk menopang akar dan membantu kelancaran pertumbuhan untuk si tanaman. Air berguna sebagai sumber nutrisi. Nah, penasaran apa saja media tanam hidroponik yang populer di Indonesia? Mari kita simak di bawah ini.

Sekam Bakar

Sebuah media tanam harus mampu menyimpan air, nutrisi dan oksigen dengan baik. Selain menyimpan, media tanam juga harus mempunyai sistem drainase yang baik serta mampu menjaga kelembapan dengan efektif.

Nah, sekam bakar cocok dengan syarat tersebut. Media tanam ini berasal dari sekam padi yang dibakar, media tanam ini memiliki bobot yang ringan sehingga tidak akan membebani akar tanaman.

Sifat padi yang poros juga membuat akar bisa tumbuh lebih bebas. Media tanam ini juga bebas dari hama serta bibit penyakit lainnya karena sudah melalui tahap sterilisasi pembakaran.

Rockwool

Rockwool merupakan sekumpulan serat yang disatukan membentuk busa. Terbuat dari lelehan batu gunung berapi seperti batu basalt. Media tanam ini sangat ramah lingkungan sehingga cocok digunakan untuk media tanam hidroponik dengan periodae tanam yang tidak terlalu lama.

Rockwool memiliki kemampuan untuk mengikat akar dan menyerap nutrisi yang diberikan dari Air. Air dan udara bisa disimpan dengan komposisi yang sangat baik juga. Rockwool juga bisa digunakan sejak masa penyemaian benih hingga proses pembesaran tanaman hidroponik.  

Sabut Kelapa

Media tanam untuk hidroponik yang lainnya adalah Sabut Kelapa. Cocopeat memiliki daya serap tinggi sehingga ia mampu menyimpan air dengan tampungan yang kuat.

Sabut kelapa juga mengandung beberapa zat nutrisi untuk tanaman seperti magnesium, fosfor, kalsium dan natrium. Zat ini tentu saja bermanfaat untuk tanaman hidroponik agar lebih sehat.

Itu dia 3 media tanam yang bisa kamu gunakan untuk tanaman hidroponik di rumah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

manfaat tanaman hidroponik

Pengertian Hidroponik dan Manfaatnya Untuk Umum

Saat ini kita pasti lebih sering membudidayakan tanaman dengan cara hidroponik daripada cara konvensional. Dengan menanam menggunakan cara hidroponik, kita jadi tidak perlu lahan yang luas untuk melakukannya.

Banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan teknik ini untuk menanam tanaman mereka meskipun hanya sekedar hobi atau ada juga yang menanam untuk mencari penghasilan.

Buat kamu yang ingin mengetahui apa itu hidroponik, berikut ini kita rangkum penjelasannya.

1.Pengertian Hidroponik

Hidroponik adalah cara menanam tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Jadi produk yang dihasilkan dari cara hidroponik kaya akan nutrisi.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan subur dan bisa menghasilkan buah secara lebih cepat meskipun tidak menggunakan tanah. Dimanapun tempat tumbuh tanaman hidroponik akan selalu tumbuh baik jika nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Pada cara penanaman dengan hidroponik, fungsi dari media tanahnya yaitu untuk menyangga tanaman dan yang terpenting air untuk melarutkan nutrisi yang akan diserap oleh akar tanaman. Dengan cara ini, petani bisa menghemat tempat dan waktu untuk bercocok tanam.

2.Manfaat Hidroponik

Kamu bisa mendapatkan manfaat yang berlimpah jika menggunakan metode ini untuk menanam tanamanmu dirumah.

  • Menghasilkan kualitas tanaman yang bagus
  • Tanaman bisa terhindar dari bahaya hama
  • Hemat pupuk
  • Hemat tempat
  • Tanaman bisa tumbuh lebih cepat
  • Hemat tenaga dan waktu

Ada banyak sekali jenis tanaman hidroponik yang bisa kamu tanam agar kamu bisa mendapatkan manfaat yang banyak dengan menggunakan metode ini.

Selain itu, buah yang dihasilkan juga bisa kamu jual atau gunakan sendiri karena kualitasnya terjamin dan kamu bisa lebih hemat.

Ada beberapa contoh jenis tanaman yang bisa kamu budidayakan dirumah seperti Selada, Cabai dan Kangkung. Masih banyak lagi jenis tanaman yang bias kamu tanam dengan menggunakan cara ini. Untuk bisa menghasilkan tanaman yang bagus, kamu perlu menggunakan bibit tanaman dengan kualitas terbaik.

Kamu bisa membeli bibit tersebut dari toko tanaman hidroponik dan pastikan protein dari setiap tumbuhan yang kamu budidayakan semuanya tercukupi dengan baik.

jenis buah-buahan hidroponik

5 Jenis Buah-buahan yang Bisa Ditanam Hidroponik

Selain dikonsumsi, buah ternyata bisa kita budidayakan dengan cara hidroponik lho. Buah yang dihasilkan juga sangat bagus kualitasnya berkat nutrisi yang berlimpah dari penanaman dengan metode hidroponik.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada kalian semua mengenai apa saja jenis buah-buahan yang bisa ditanam secara hidroponik.

Buah-buahan yang Dapat Ditanam dengan Cara Hidroponik

1.Tomat

Tomat merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia dan memiliki kandungan Vitamin C yang banyak sehingga bermanfaat untuk mencerahkan kulit kita.

Tomat yang dibudidayakan menggunakan cara hidroponik biasanya akan menghasilkan vitamin yang lebih baik dan rasanya lebih manis.

2.Stroberi

Stroberi juga dikenal menjadi salah satu buah yang memiliki banyak kandungan vitamin C serta stroberi bisa dimanfaatkan menjadi banyak jenis makanan.

Seperti selai, jus, hiasan kue dan jenis makanan serta minuman yang lain. Stroberi dikenal sebagai buah yang bisa hidup didataran tinggi, namun jika kamu menanam stroberi dengan cara hidroponik maka stroberi bisa ditanam didaratan rendah juga.

Stroberi yang ditanam dengan metode hidroponik biasanya akan menghasilkan buah yang lebih banyak.

3.Semangka

Semangka dikenal sebagai buah yang cocok untuk dimakan ketika musim panas, hal ini karena semangka mengandung banyak air sehingga bisa menyegarkan tenggorokan kita ketika cuaca sedang panas.

Kamu bisa menanam semangka menggunakan cara hidroponik namun memerlukan perhatian khusus. Masa panen semangka sendiri sekitar 2-3 bulan setelah ditanam.

4.Blueberry

Buah yang masih berkerabat dengan stroberi ini juga menjadi salah satu jenis buah yang bisa ditanam dengan cara hidroponik. Blueberry memiliki tekstur luar yang halus.

Untuk menanam buah ini dengan cara hidroponik, kamu harus menyiapkan kondisi tanah asam yang tinggi. Dengan mengawasi kadar keasaman dan kecukupan air yang rutin, blueberry akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang besar.

5.Melon

Melon menjadi salah satu buah yang paling digemari anak-anak Indonesia, sama seperti menanam semangka dengan cara hidroponik. Menanam melon menggunakan metode hidroponik memerlukan tempat yang luas.

Ukuran buah ini sangat besar sehingga tidak mungkin jika kita akan menanamnya di tempat yang sempit.

tanaman hidroponik rumahan

5 Contoh Tanaman Hidroponik Rumahan Yang Cocok Untuk Pemula

Budidaya tumbuhan dengan cara hidroponik saat ini semakin banyak dilakukan orang karena caranya yang mudah. Selain mudah dan tidak memakan tempat banyak, jenis tanaman yang dapat dikembangkan dengan cara ini juga bervariasi. Mulai dari sayuran hingga buah-buahan bisa ditanam dengan cara hidroponik di rumah.

Nah, bagi kamu yang ingin mencoba menanam tanaman hidroponik rumahan. Kamu bisa melihat contoh tanaman dibawah ini karena saya akan memberi tahu kepada kalian contoh tanaman hidroponik yang cocok ditanam di rumah.

1.Tanaman Hidroponik Kailan

Kalian sudah pernah mendengar belum dengan sayuran yang bernama Kailan? Jika direstoran, kailan yang masih kecil sering menjadi masakan andalan. Rasanya enak sebab memiliki tekstur yang renyah dan lembut, selain itu kailan juga bisa dibudidayakan sebagai tanaman hidroponik.

Media tanam yang digunakan juga bisa apa saja, misalnya botol bekas, gelas air mineral atau pun pipa paralon berukuran besar.

2.Selada Segar

Selada merupakan salah satu sayuran yang menyehatkan, sayuran ini mudah untuk ditanam dan cepat tumbuh, itulah mengapa selada cocok untuk ditanam dengan sistem hidroponik yang simpel.

Meskipun ditanam dengan media yang simpel, hasil dari selada yang dipanen sangat berkualitas dan enak. Umumnya, bibit selada akan mulai tumbuh setelah dua minggu penanaman.

3.Pakcoy

Pakcoy atau yang biasa disebut dengan Bok choy juga menjadi salah satu tanaman hijau favorit yang dapat ditanam dengan cara hidroponik. Sayuran hijau ini kaya akan vitamin dan mineral.

Untuk membudidayakan tanaman ini dirumah juga mudah, saat musim panen tiba kamu tinggal mengambilnya dari kebun.

4.Kangkung Hidroponik

Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang umum dikonsumsi masyarakat indonesia, selain memiliki rasa yang enak, nutrisi yang terkandung didalam kandung juga baik untuk tubuh.

Maka dari itu, petani jaman sekarang suka membudidayakan kangkung dalam jumlah besar menjadi tanaman hidroponik.

5.Stroberi

Selain sayuran, kita juga bisa menanam buah-buahan dengan cara hidroponik lho, salah satunya adalah stroberi. Salah satu jenis buah yang menyehatkan ini bisa kamu tanam dirumah menggunakan sistem hidroponik.

Buah ini mengandung vitamin C yang bermanfaat untuk tubuh, selain itu ada yang menyebutkan jika mengembangkan stroberi dengan cara hidroponik maka dapat menghasilkan buah yang lebih banyak.

Nah, itu dia 5 contoh tanaman hidroponik rumahan yang bisa kamu budidayakan dengan mudah dirumah sendiri.

tanaman hidroponik

Cara Membuat Kebun Hidroponik di Rumah Sendiri

Menanam dengan media tanah membutuhkan pasokan air yang cukup banyak untuk pengairan rutin. Apalagi di zaman saat ini ketersediaan lahan makin menyempit, khususnya di kota-kota besar. Nah buat kamu yang tetap ingin memiliki area perkebunan sendiri di pekarangan rumah yang sempit.

Kamu bisa mencoba bercocok tanam dengan metode hidroponik, caranya juga cukup mudah dan tidak ribet. Kamu hanya perlu menyiapkan bahan-bahannya saja. Berikut ini langkah-langkah mudah untuk membuat kebun tanaman hidroponik sendiri di rumah.

1.Siapkan Alat dan Bahan

Untuk membuat kebun hidroponik dirumah, kamu perlu menyiapkan bahan-bahan seperti:

  • Paralon dengan diameter 3 inch
  • Pipa penyambung dan penutup paralon
  • Gergaji
  • Gelas plastik (gunakan bekas kemasan air mineral)
  • Alat solder
  • Alat bor
  • Selang
  • Pompa akuarium
  • Spons
  • Bibit tanaman

Setelah semua alat dan bahan siap, sekarang baca langkah-langkah pembuatannya.

2.Lubangi Paralon Seukuran Gelas Plastik

Langkah untuk membuat tanaman hidroponik sendiri dirumah yakni kamu harus melubangi paralon seukuran dengan gelas plastik. Lalu potong paralon dengan panjang yang kamu inginkan.

Setelah itu pasang tutup paralon di kedua ujungnya.

3.Pilih Metode Pengairan

Menanam secara hidroponik memiliki dua pilihan metode pengairan yang pertama adalah metode sumbu, lalu yang kedua metode drip system. Pilihlah metode yang menurutmu cocok dengan tanamanmu.

4.Pasang Pompa air jika memilih metode drip system

Jika kamu memilih metode drip system sebagai cara membuat kebun hidroponikmu, kamu harus memasang pompa air.  Kamu perlu menyiapkan ember dengan pompa akuarium lalu lubangi salah satu penutup pada masing-masing paralon.

Lalu pasanglah selang menuju ke ember, sementara itu pompa akuarium bisa dipasang dalam ember untuk mengalirkan air ke tiap-tiap paralon menggunakan selang.

5.Susun gelas plastik pada lubang paralon

Setelah menyusun paralon dan metode pengairan sudah siap, atur gelas plastik pada setiap lubang yang ada di paralon. Sisakan satu lubang untuk memasukan pupuk cair nantinya.

Jangan lupa untuk melubangi pantat gelas plastik dengan bantuan alat solder, buat beberapa lubang kecil untuk jalur keluar masuk air nanti.

6.Letakkan Bibit tanaman diatas Spons

Setelah kamu menaruh gelas dengan  rapih, letakkan spoons dibagian dasar.

Supaya rapi kamu bisa memotongnya dengan bentuk dan ukuran yang mengikuti gelas, selanjutnya kamu bisa langsung meletakkan bibit tanaman diatas spons.

7.Pilih tanaman

Tidak semua tanaman bisa kamu tanam dengan cara hidroponik, maka dari itu gunakanlah tanaman yang bisa kamu tanam dengan cara ini seperti sawi hijau atau yang lainnya.

8.Beri pupuk dengan rutin

Jangan lupa setelah berhasil menanam tanaman hidroponik, langkah selanjutnya yang wajib kamu lakukan adalah memberinya pupuk secara rutin agar tanaman tetap sehat dan hasilnya bagus.

cara menanam tanaman hidroponik

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Untuk Pemula

Tanaman hidroponik saat ini telah berkembang semakin pesat semenjak pertama kali diperkenalkan di Dunia. Metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah ini mulai diminati oleh banyak orang untuk tujuan komersial atau sebatas menyalurkan hobinya.

Saat ini setidaknya ada 6 jenis bercocok tanam hidroponik yang perlu anda ketahui, cara ini cukup mudah dilakukan bahkan oleh pemula sekalipun jadi kamu jangan khawatir.

Dengan menanam tumbuhan atau sayuran dengan cara hidroponik maka hasil panen akan lebih cepat dan bernutrisi serta menyehatkan. Tidak seperti tanaman sejenis lainnya yang ditanam secara konvensional.

Berikut ini saya rangkum cara menanam hidroponik yang mudah untuk pemula sehingga kamu tidak perlu lagi membeli tanaman hidroponik di supermarket jika bisa menanamnya sendiri.

1.Menanam Hidroponik Dengan NFT

Cara yang pertama untuk menanam tanaman hidroponik adalah dengan menggunakan NFT (Nutrient Film Technique). Sudah banyak orang yang menggunakan teknik ini ketika ingin menanam hidroponik.

Cara menanam:

  1. Siapkan Beberapa pipa atau talang serta pompa.
  2. Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya dan pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain itu sama.
  3. Susun pipa atau talang yang telah dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman.
  4. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.
  5. Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal.
  6. Cara ini menggunakan konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam dan menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapatkan nutrisi,oksigen dan air secara baik dan tercukupi.

2.Cara Menanam Hidroponik dengan WICK

Cara selanjutnya menanam hidroponik adalah dengan Menggunakan WICK, cara ini disukai oleh orang karena pembuatannya yang mudah serta bahannya mudah didapatkan dan murah.

Persiapkan:

  1. Botol air mineral 1
  2. Alat pemotong
  3. Sumbu kompor atau kain flanel bekas
  4. Alat untuk melubangi seperti paku atau solder
  5. Air nutrisi

Cara membuat:

  1. Potong botol bekas jadi 2 bagian
  2. Lubangi tutup botol
  3. Gabungkan kedua bagian botol, caranya dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah.
  4. Pasang sumbu kompor atau flanel pada lubang tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi.
  5. Tanam bibit tanaman pada bagian atas botol dengan tanah secukupnya
  6. Isi bagian botol bawah dengan air nutrisi.

Nah itulah 2 cara menanam sayuran atau tumbuhan dengan cara hidroponik yang mudah dilakukan bahkan oleh pemula sekalipun, kamu bisa menghemat tempat dan waktu untuk perawatan.

contoh tanaman hidroponik

5 Jenis Tanaman Hidroponik Yang Bisa Kamu Tanam Sendiri

Tanaman Hidroponik sangat populer di masyarakat, Kebanyakan para petani modern saat ini sudah menggunakan teknik Hidroponik di setiap tanamannya karena dianggap lebih hemat lahan.

Selain itu Tanaman Hidroponik adalah jenis tanaman yang bisa ditanam selain menggunakan media tanah seperti diganti dengan air yang berisi nutrisi hingga membuat tanaman tersebut tumbuh lebih baik dan cepat.

Tumbuhan yang ditanam dengan teknik hidroponik sangat bergizi dan sehat untuk dikonsumsi, karena teknik ini mengutamakan terpenuhinya kebutuhan nutrisi tumbuhan, jadi jika kamu ingin menanam tanaman hidroponik dirumah. Tentukan dulu jenis tanaman hidroponik yang akan kalian tanam.

Karena tidak semua tanaman bisa ditanam dengan teknik hidroponik, Berikut ini beberapa jenis tanaman hidroponik yang akan menghasilkan jenis tanaman bebas penyakit dan sehat dari hama yang bisa kamu tanam dirumah.

Jenis Tanaman yang Bisa Ditanam dengan Teknik Hidroponik

1.Sawi Hijau

Jenis tanaman pertama yang bisa di tanam dengan teknik Hidroponik adalah Sawi hijau, sawi termasuk tanaman yang tahan terhadap hujan sehingga bisa tumbuh sepanjang tahun. Selain itu sayuran ini juga bisa ditanam dimanapun.

Sawi merupakan sayuran yang cukup laris di pasar sehingga para petani banyak yang menggunakan teknik hidroponik untuk membudidayakannya.

2.Brokoli

Selain sawi, Brokoli juga menjadi tanaman yang bisa kamu tanam dirumah dengan cara Hidroponik, jenis tanaman yang mirip kol ini menyimpan banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu Brokoli biasanya tumbuh di dataran tinggi. Namun saat ini brokoli bisa ditanam di dataran rendah dengan cara hidroponik yang benar.

3.Seledri

Daun Seledri merupakan jenis tanaman hidroponik sayuran yang biasanya sering ada di setiap rumah. Tanaman ini memiliki ciri khas tersendiri seperti bau yang unik dan mempunyai manfaat yang sangat banyak.

Jenis sayuran ini bisa kamu tanam secara hidroponik menggunakan sistem sumbu dan bisa juga dengan sistem rakit apung.

4.Bayam

Bayam termasuk sayuran favorit masyarakat indonesia yang sangat sehat untuk dikonsumsi, bayam sangat mudah ditemukan namun kamu sebaiknya membudidayakan bayam sendiri dirumah agar lebih bernutrisi.

5.Cabe

Menanam cabe dengan teknik hidroponik tidak perlu se-insetif seperti jenis tanaman yang lain, hal penting yang harus kamu perhatikan adalah memilih bibit yang unggul, memperhatikan cara penyemaian yang benar dan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dll.

Kesimpulan

Jenis-jenis tanaman ini bisa kamu tanam dirumah sendiri menggunakan cara hidroponik yang benar dan teratur, hasil dari tanaman bisa kamu konsumsi sendiri karena memiliki kandungan nutrisi yang banyak dan sehat untuk tubuh.

metode hidroponik

Pengertian Tanaman Hidroponik dan Cara Menanamnya

Tanaman Hidroponik merupakan sebuah tanaman yang media tanamnya tidak menggunakan tanah melainkan menggunakan media tanam air sehingga menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan Air pada Tanaman Hidroponik lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan air tanaman pada tanah, Hal ini terjadi karena hidroponik menggunakan air dengan efisien sehingga cara ini cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air sedikit.

Dengan menggunakan air yang diperkaya dengan berbagai nutrisi, tanaman hidroponik sangat sehat dan bagus untuk dikonsumsi dan bebas oleh hama serta pencahayaannya jadi lebih mudah lagi.

Hidroponik merupakan metode tanam yang sangat ramah lingkungan karena tidak memerlukan pupuk pestisida atau herbisida yang sangat beracun dan tidak ramah lingkungan.

Cara ini juga tidak memerlukan penyiraman pada tanaman sehingga bisa membuat sayuran yang dihasilkan aman dan sehat daripada cara biasa, Meskipun tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya namun tetap saja metode ini memerlukan unsur pendukung lainnya seperti pasir, sabut kelapa, pecahan batu bata, busa, kerikil dan masih banyak lagi yang bisa kamu gunakan sebagai alternatif tanah.

Namun ada beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh subur dengan menggunakan teknik ini, tapi ada juga yang tidak bisa tumbuh. Menanam tanaman dengan cara ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang mengingat tumbuhan tidak bisa lepas dengan yang namanya tanah.

Ada berbagai macam cara penanaman yang diterapkan secara hidroponik, yakni:

1.Hydroponic Kultur Agregat

Dengan metode ini penanaman tumbuhan menggunakan media kerikil, pasir, arang, sekam padi dan bahan-bahan lainnya yang telah disterilkan.

2. Hydroponic Kultur Air

Cara ini melakukan penanaman dengan media yang menggunakan larutan hara mikro serta mikro dibagian dasar, hal ini dimaksudkan agar akar tanaman bisa menyerap dan menyentuh larutan penuh nutrisi.

Sehingga tanaman atau buah yang dihasilkan akan sangat sehat, aman dan enak untuk dikonsumsi.

3.Hydroponic Nutrient Film Technique

Cara ketiga adalah dengan melakukan penanaman diselokan sempit yang juga panjang dengan membuat medianya dengan lempengan logam tipis anti karat kemudian selokan ini akan diberi nutrisi lewat aliran air untuk tumbuhan.

Nantinya akan tumbuh lapisan tipis disekitar akar tanaman yang berfungsi sebagai makanan untuk tanaman itu sendiri.

Kesimpulan

Anda telah membaca pengertian tanaman hidroponik dan metodenya secara lengkap, Semoga informasi ini bisa menambah wawasan anda mengenai tumbuhan yang menggunakan metode ini.