daftar poker online daftar sbobet
Petani Hidroponik

Jujul, Contoh Petani Hidroponik Muda Dari Banten

Saat masa pandemi Covid 19 ini, menjadikan masyarakat sulit untuk berbelanja langsung ke pasar. Anjuran untuk memminimalisir kontak langusng dengan orang dan bepergian keluar rumah membuat para masyarakat kesusahan jika barang kebutuhan di rumah habis.

Selain itu, sayur mayur yang biasa ditemukan di pasar juga terkadang menipis dan sulit ditemukan. Padahal sayur merupakan bahan makanan penting untuk tubuh kita dan sangat membantu menjaga keseinbangan metabolisme kita.

Untuk mengatasi hal tersebut, banyak masayarakat di Indonesia mulai melakukan bercocok tanam di halaman rumahnya sendiri. Awalnya hanya uintuk memenuhi kebutuha sehari-hari, namun semakin lama menjadi peluang bisnis yang bagus untuk di jalankan. Hasil panen yang dihasilkan sangatlah menggiurkan dan mempunyai nilai harga yang lumayan tinggi.

Namun hal tersebut sulit dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di kota besar. Hal ini disebabkan oleh sempitnya lahan terbuka yang ada di perkotaan besar. Bercocok tanam dengan Teknik hidroponbik menjadi jawaban atas maslah tersebut. Karena dengan teknik ini, kita tidak perlu membutuhkan laha yang luas untuk bercocok tanam.

Hal  tersebut menggerakan hati Jujul, seorang pemuda asal Banten untuk menjadi petani saat pandemi Covid 19 ini. Perasaan khawatir yang dirasakan Jujul saat kesusahan mencari sayur mayur di pasar menjadi alasan awal dia menjadi petani.

Ia Bertani di lahan yang mempunyai luas 35.000 meter persegi untuk melakukan cocok tanam dengan berbagai teknik disana. Salah satunya adalah dengan teknik Hidroponik yang tidak membutuhkan lahan yang luas. Di sisa lahan yang ada dia membangun 3 green house untuk menanam sayuran yang susah di cari di pasar maupun di super market.

Tanaman yang dilahan tersebut adalah Bayam, Pakcoy, Selada, Caisim dan kangkong. Untuk sayuran yang sulit ditemukan di supermarket adalah Romaine, thyme, dan Basil juga di tanam di lahannya.

Tidak hanya sayuran saja yang ditanam  di lahannya, buah-buahan juga ditanam disana seperti papaya, lengkeng, lemon, jeruk nipis dan umbi-umbian.

Menurutnya, bisnis dalam bentuk bercocok tana mini tidak terlalu berpengaruh saat masa pandemic ini, sehingga merupakan bisnis yang bagus dijalankan pada saat masa pandemi ini. Keuntungan yang didapat juga bisa dibilang sangat memuaskan.

Jujul merupakan salah satu contoh pemuda yang tidak menyerah dengan keadaan pandemi yang melanda Indonesia. sulitnya mencari pekerjaan dan kepeduliannya dengan lingkungan membuatnya memberanikan diri untuk banting stir menjadi petani. Alhasil pada saat ini kebun yang digarapnya mengahsilkan panen yang luar biasa. Keanekaragaman tanaman ynag dipanen juga sangat memuaskan.

Jadi, buat anda pemuda tidak usah malu dengan menjadi seorang petani atau bekerja di lading yang kalian miliki. Karena hal tersbeut bisa menjadi lading rejeki yang ada punya nantinya. Pemuda yang  berasar dari Banten ini juga berharap bahwa pemuda lainnya juga bisa mengikuti langkahnya. Selain baik untuk memperbaiki ekonimi, bercocok tanam juga berdampak positif untuk lingkungan sekitar. Kualitas udara jadi membaik karena tanaman di kebun tersebut bisa menurunkan polusi udara yang ada disana dan tempatnya pun menjadi sejuk.

Rumah Kaca Sunter

Rumah Kaca di Sunter, Usaha Penghijauan Wilayah Jakarta Utara

Bercocok Tanam dengan Teknik Hidroponik sudah populer di masa pandemi ini. Sudah banyak masyarakat di perkotaan besar yang ada di Indonesia sudah mulai mencoba tekbik tersebut. Mudahnya Teknik tersebut menjadi alasan masyarakat untuk mencoba melakukan bercocok tanam teknni itu. Selain cara yang mudah, lahan yang digunakan juga tidaklah besar. Dengan lahan yang minimal, para masyarakat bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Hasil panen yang didapatkan biasa digunakan untuk konsumsi sehari-hari, bahkan banyak yang menjual dan mendapatkan untuk banyak dari hasil menjual hasil panen dari becocok tanam teknik hidroponik. Hal tersebut membuat banyaknya muncul pengusaha yang bergerak di bidang ini.

Selain membantu dalam factor ekonomi, dengan bercocok tanam dengan teknok hidroponik ini mebuat lingkungan sekitar menjadi asri. Udara di kampung dan sekitranya yang bercocok tanam dengan teknik ini menjadi segar. Hal tersebut menjadi salah satu solusi bagi kota-kota besar yang ada di Indonesia dalam menghadapi polusi udara yang semakin parah.

Salah satu wilayah di Jakarta yang mulai melakukan usaha penghijauan dengan membuat daerah atau perkampungan menjadi tempat bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Sunter menjadi salah satu wilayah Jakarta Utara yang menjadikan wilayahnya menjadi perkampungan Hidroponik.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kelompok Tani Teratai Taman Hatinya. Tidak tanggung-tanggung mereka mendirikan sebuah rumah kaca untuk menjadi tempat budidaya tanaman dengan Teknik Hidroponik disana. Setiap hari mereka merawat tanaman yang berada di dalamnya dengan sangat tekun.

Selain untuk mendapatkan hasil panen dari budidaya tersebut, dengan adanya rumah kaca ini, diharapkan dapat membantu wilayah penghijauan di Jakarta Utara di Wilayah Sunter dan sekitarnya.

Rumah Kaca ini dipilih karena tanaman yang berada didalamnya akan mudah terhindar dari serangan hama yang menganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Adanya hama juga dapat menyebabkan gagal panen.

Sebelum adanya rumah kaca tersebut, warga disana sudah mencoba berbagai Teknik untuk bercocok tanam, namu dinilai belum mendapatkan hasil yang maksimal. Banyak juga kasus yang menyebabkan tanaman mereka gagal panen.

Tanaman yang berada disana sangat banyak jenisnya. Tranaman sayur seperti pakcoy, sawi, kangkong, bahkan sampai melon telah budidayakan  dalam rumah kaca ini.

Pengurus RT dan RW disini mempunyai rencana untuk mengembangkan program penghinjauan ini diteruskan ke wilayah yang ada disekitarnya. Dimulai dari RW ke RW dan bisa berkembang ke berbagai wilayah yang ada di Jakarta Utara.

Wilayah Jakarta Utara yang makin buruk kualitas udarnaya akan semakin membaik perlahan jika wilayah di sekitarnya melakukan penghijauan. Dengan sedikitnya lahan yang ada di Jakarta menjadikan Teknik bercocok tanam Hidroponik ini menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi kurangnya lahan hijau di Jakarta.

hidroponik teknik Knockdown

Knockdown, Sistem Hidroponik Praktis Masa Kini

Bercocok tanam dengan menggunakan tekik hidroponik menjadi terkenal saat ini. pandemi Covid 19 yang memaksa kita untuk tidak keluar rumah dan berkontak langsung dengan orang lain membuat kita beroikir untuk melakukan sesuatu yang baru, kejenuhan yang melanda para pekerja yang melakukan pekerjaan di rumah membuat mereka mencari sesuatu yang baru untuk dikerjakan. Salah satu yang sedang banyak dikerjakan oleh masyarakat perotaan saat uni adalah bercocok tanam. Dengan lahan yang sempit mereka juga masih bisa melakukan hal tersebut dengan cara bercocok tanam hidroponik. Hal tersebut dianjurkan karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

Saat ini teknik hidroponik yang sedang terkenal sekarang ini adalah sistem Knockdown. Sistem tersebut adalah mengaplikasikan bercoock tanam dengan hidroponik namun denga tempat yang bisa dibongkar pasang atau biasa disebut portable, hal ini menguntungkan bagi para masyarakat yang mempunyai lahan kecil. Karena merupakan hasil boongkar pasang, tempat dari tanaman hidroponik ini bisa dipindahkan. Hingga sangat praktis untuk semua orang yang cepat bosan, mereka bisa langsung mengganti tempat dan lokasi untuk menaruh tanaman tersebut.

Ebagian besar bahan dari hidroponik portable menggunakan teknik bongkr pasang. Jadi tidak ada lem yang menempel pada tempat hidroponik tersebut. Anda bebas membongkar pasang tempat yang sudah dibuat dan mengatur tata letak sesuai dengan keinginan anda.

Pada pembuatan tempat ini, ukuran, kejelian dan ketelatenan menjadi kunci dalam pembuatan tempat portable tersebut. Karena tidak memakai lem atau penyambung lainnya, ukuran yang dibuat haruslah pas tidak bisa asal sembarangan. Kamis sarankan untuk menggunakan tenaga porfesional untuk menanganinhal tersebut agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Hal tersebut menjadi tren baru saat ini. praktisnya pemindahan tempat tersebut dan ditambah lagi dengan mudahnya bahan-bahan yang dicari untuk membuat hidroponik portable membuat teknik ini menjadi primadona di kalangan masyarakat yang hobi bercocok tanam. Tidak hanya itu dengan teknik ini anda akan mendapatkan panen yang bagus karena tumbuhan tetap terjaga dan tumbuh dengan baik.

Kampung Hidroponik Simorejo

Tak Ada Lahan, Warga Mendirikan Kampung Hidroponik Di Simorejo

Kesulitan lahan untuk berococok tanam merupakan msalah bagi setiap warga di tengah kota yang ingin melakukan kegiatan bercocok tanam. Namun halk tersebut tidak menyurutkan semangat bercocok tanam para warga kampung Simorejo yang berada di Surabaya surut. Mereka menjadikan kampong yang mereka tinggali menjadi kampung hidroponik.

Teknik bercocok tanam hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa media tanah, teknik ini menggunakan air untuk nmemenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman. Hal tersebut membuat para warga tidak memerlukan lahan yang luar untuk melakukan kegiatan bercocok tanam.

Setiap rumah dan penjuru gang pada kampong ini berisikan tanaman hidroponik yang dirawat dengan baik oleh para warga sekitar. Mereka serempak salinng membantu mengatasi kesulitan dan memecahkan masalah dalam bercocok tanam.

Banyaknya tanaman yang dibudidayakan disana membuat kampung ini menjadi sejuk. Di tengah kota Surabaya yang mempunyai suhu yang sangat tinggi, kampong ini tetap menyajikan kesejukan untuk setiap orang yang datang melewati kampung tersebut.

Jenis tanaman yang dibudidayakan disana berbagai macam seperti selada merah, kangkung dan sawi.  Warga memanen tanaman tersebut sekitar tiga bulan sekali. Hasil panen tersebut biasa warga untuk konsumsi sendiri. Namun tidak sedikit warga disana menjualhasil panenya kepada pedagang sekitar.

Banyak para pedagang kaki lima seperti pedagang mie ayam yang memebeli sawi disini. Harga yang jauh lebih murah dari pada di pasar menjadi alasan para pedagang tersebut membeli bahan-bahan tersebut di kampung ini.

Dengan banyak tumbuhan yang dibudidaya dikampung ini, membantu mengurangi polusi udara yang ada di kota Surabaya. Kita tau Surabaya merupakan kota metropolitan yang berada di Jawa Timur, banyak kegiatan warganya yang menggunakan kendaaraan bermotor. Tingkat polusi semakin naik setiap tahunnya. Dengan kehadiran kampong ini diharapkan dapat membantu menurunkan tinglkat polusi yang ada di Kota Surabaya.

Kampung Simorejo yang menyediakan suasana segar dan asri ini juga banyak dikunjungi para siswa maupun mahasiswa untuk mempelajari cara untuk membangun sebuah kampong hidroponik.

Selain asri dan sejuk, tempat ini juga menjadi tempat yang memiliki pemandangan yang bagus. Nuansa hijau yang disajikan, membuat setiap orang berasa di sebuat hutan yang berada di tengah kota. Banyak para pemuda yang datang untuk berfoto disana.

Selain tanaman hidroponik, warga Simorejo juga bertenak ikan patin dan nila. Dengan lahan yang terbatas para warga membuka lahan yang seadanya untuk berternak ikan. Hasil terbnak tersebut juga biasa dikonsumsi pribadi.

Dengan adanya Kampung Simorejo ini, memicu Kampung di sekitaran  kota Surabaya juga membuat kampong mereka menjadi kampong hidroponik dengan tujuan membuat kampong mereka menjadi asri dan menarik minat para wisatawan untuk datang ke kampung.

Desa yang sduah melakukan hal yang sama adalah kampung Margorejo. Kampung yang terletak di Jalan Margorejo, Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya. Sudah menjadi kampung hidroponik kedua yang ada di Kota Surabaya.

Dengan adanya dua contoh kampung tadi, diharapkan bahwa warga kampung yang ada di Indonesia bisa mencontoh dan melakukan hal yang sama. Dengan dijadikan tempat sekitar anda menjadi kampung hidroponik, membuat daerah kampung anda menjadi asri. Selain itu, dapat menaikan perekonomian warga sekitar dengan cara menjual hasil panen dari budidaya tersebut. Yuk mari jadikan kampung anda menjadi kampung hidroponik, agar kampung anda menjadi asri dan segar udaranya.

Hama di Tanaman Hidroponik

5 Hama Yang Dapat Menyerang Tanaman Hidroponik

Pada Masa Pandemi Covid 19, seluruh masyarakat di Indonesia mencari kegitan yang dapat menghilangkan rasa bosan mereka. Terkurung lama di rumah pastinmya membuat jenuh setiap orang. Apalagi dengan diberlakukannya bekerja dari rumah, yang mengakibatkan para pekerja akan melakuakn pekerjaan dirumah dan tidak bisa pergi kemanapun.

Bercocok tanam mencajdi trend baru saat ini. bagi masyarakat pedesaan yang mempunyai lahan ynag luas hal tersebut bukanlah maslah bwsar dan bisa dilakukan kapan saja. Namun, untuk masyarakat perkotaan, lahan adalah sesuatu yang sangat langka.

Masyarakat perkotaan yang memeiliki hobi becocok tanam mengakali hal tersebut dengan memakai teknik bercocok tanam hidropolik. Hal tesebut sungguh praktir karena tidak memerlukan lahan yang luas. Bahkan saat ini, hobi tersebut telah erambat menjadi bisnis yang berkembang di daerah perkotaan saat ini.

Hama yang Menyerang Tanaman Hidroponik

Hama merupakan musuh bagi para petani. Bahkan tanaman hidroponikpun bisa terserang hama yang menyebabkan tanaman tersebut jadi layu lalu mati. Berikut beberapa hama yang bisa menyerang tanman hidroponik anda.

1.Ulat

ulat

Ulat sudah menjadi musuh bagi setiap petani yang ada di Indonesia. Hama tersebut bisa membuat lubang pada daun tanaman. Salah satu jenis ulat yang benama ulat grayak dapat bmengahbiskan daun yang besar dalam waktu yang tidak lama. Hal tesebut sangat merugikan anda jika hama ulat tersebut menyerang tanaman anda. Tanaman yang telah anda rawat, tiba-tiba habis dimakan ulat. Hati-hati semoga bukan tanaman anda yang menjadi korban hama ulat ini.

2. Belalang

 Belalang

Serangga ini menyerang tanaman secara berkelompok. Mereka akan datang dan langsung memakan habis dauh yang ada di depannya. Para petani jga sering di serang dengan hama belalang ini. belalang merupakan serangga yang tangguh, banyak obat anti serangga yang tidak mempan terhadapnya. Banyak petani yang juga bingung dengan cara membasmi hama tersebut.

3. Hama Thrips

Hama Thrips

Hama ini dapat menyebabkan fatal pada tanaman anda. Seranga hama inni mengakibatkan ppohon anda mengalami kekeringan, karena mengalami kekeringan tersebut pohon menjadi mati. Hama ini terus menyebar makan anda bisa dipastikan akan gagal panen. Hama ini menyerang pucuk pohon pada awalnya dan llalu menyebar ke seluruh tanaman anda. Jika hama ini menyerang tanaman muda, maka menybabkan layu pada tanaman tersebut.

4. Tungau

Tungau

Tungau merupakan hama yang berada dibalik daun tanaman. Hama ini menyerang bagian mesofil pada daun. Jika mesofil rusak, Klorofil dauh juga ikut rusak dan menyebabkan tanaman susah untuk melakukan fotosintesis. Jika tanaman tidak melakiukan fotosintesis, tanaman akan sulit tumbuh dan pada akhirnya mati. Awal dari serangan hama ini adalah adanya bercak kuning di daun tanman anda yang semakin lama semakin melebar. Jadi jika anda melihat tanman anda menguning, cepat ditangani agar hama tersebut tidak menyebar. 

5.Jangkrik

Jangkrik

Jangkrik merupakan serangga yang menjadi hama bagi para petani. Hampir sama seperti belalang yang menyerang tanaman secara berkelompok. Kerusakan ditimbukan sangat besar karena menyerang secara berkelompok. Daun-daun pada tanman anda kan dimakan dan menyebabkan daun menjadi bolong.

Itu tadi macam-macam hama yang dapatmenyerang tanaman hidroponik anda. Tetap waspada dan rawat tanaman anda dengan tekun. Berikan obat anti hama untuk menghindari hama serangga yang akan menyerang tanaman anda. Semoga anda terhindar dari hama dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. 

Gagalnya Panen Tanaman Hidroponik

4 Penyebab Gagalnya Panen Hidroponik

Bercocok Tanam adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Tingkat kesulitannya tergantung dari kita yang mejalankannya. Kita harus dituntut untuk ulet, sabar dan telaten untuk bisa menghasilkan keberhasilan dalam bercocok tanam. Banyak orang yang melakukan hal tersbut namun tidak memiliki rasa sabar untuk menunggu waktu panennya dan berakhir sia-sia.

Tidak adanya lahan merupakan masalah bagiorang-orang perkotaan yang ingin bercocok tanam. Namun maslaah itu teratai dengan adanya teknik bercocok tanam hidroponik. Teknik itu sendiri tidak memerlukan lahan tanah yang luas. Bahkan teknik ini tidak memerlukan tanah. Karena teknik ini hanya memerlukan air yang sudah diberikan nutrisi untuk menghidupkan tumbuhan yang kita rawat.

Teknik ini sudah banyak di pakai oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di perkotaan, karena mereka yang tinggak di perkotaan pasti tidak mempunyai lahan yang luas. Hanya terhampar gedung-gedung tinggi dan aspal yang membentang.

Selain untuk menyalurkan hobi, semakin berkembangnya jaman, teknik berocok tanam ini sudah menjadi bahan binis di banyak kalangan. Bahkan sudah bisa mendapatkan untung yang besar dari bisnis ini.

Penyebab Gagal Panen Tanaman Hidropolik

Setiap melakukan bercocok tanam pasti setiap orang menunggu masa panen. Karena pad masa itu usaha dan kesabaran yang anda lakukan bisa berbuah manis dan anda nikmati sendiri. Namun dibalik itu semua akan ada resiko kegagalan dalam panen tersebut. Apalgi bagi anda yang ingin berbisnis di dalam dunia hidropolik ini kegagalan panen pasti tidak ingin terjadi di bisnis anda. Berikut beberapa hal yang menyebabkan gagal panen dalam becocok tanam menggunakan teknik hidropolik.

1.Menanam berbagai Macam Sayuran Secara Bersamaan

Menanam berbagai Macam Sayuran Secara Bersamaan

Bercocok Taanam dengan teknik memang sangatlah praktis. Banyak orang yang ingin cepat mendapatkan hasil yang melimpah dari sini dengan cara menanam sayuran berbagai macam jenis secara bersamaan. Namun, hal tersebut yang membuat kegagalan dalam panen. Loh kenapa itu bisa terjadi?. Hal tesebut tyerjadi karena setiap tanaman membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda. Ada yang membutuhkan banyak nutrisi da nada yang sedikit. Jika disama ratakan pastinya sayuran tersebut akan mati.

2.Tidak Menyiram Media Semaian Benih

Tidak Menyiram Media Semaian Benih

Banyak orang yang tidak mementingkan media semaian, padahal media ini sangat penting untuk membatu tumbuhan mencapai pertumbuhan yang sempurna. Media semaian harus terjaga kelembapannya. Jika anda tiudak menyiram media semaian dan menjadi kering, tentu saja proses semai benih tidak akan maksimal dan membuat tumbuhan stress. Jika sudah seperti itu akan susah untuk mendapatkan hasil panen yang sempurna dan menyebabkan kegagalan panen

3.Tidak Mengenal Jadwal Tanam dan Panen sebuah Tanaman

Tidak Mengenal Jadwal Tanam dan Panen sebuah Tanaman

Satu persatu tanaman memiliki karakteristik yang berbeda. Masa Tanam dari setiap tumbuhan juga berbeda-beda. Masa tanam ini adalah waktu kapan tanaman ini dapat dipanen dan berpa lama waktu yang dibutuhkan dalam penyemaian. Jika anda tidak mengetahui, setiap jadwal tanaman yang ada tanam, aka nada kemungkinan untuk gagal dalam melakukan panen.

4. Akar Tanaman Yang Mengalami Kebusukan

Akar Tanaman Yang Mengalami Kebusukan

jika tanaman anda mengalami akar busuk, sudah dapat dipastikan anda mengamali kegagalan dalam panen. Busuknya akar dapat disebabkan tumbuhnya jamur air pada tanaman, kekurangan oksigen dan suhu air yang hangat. Cara mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan selalu mengecek suhu air tanaman hidroponik.

Kegagalan panen dalam bercocok tanam memang menyakitkan tapi itu semua bisa di cegah ya kawan pecinta tanaman. Jangan sampai beberapa hal tadi anda lakukan, Karen dapat menyebabkan kegagalan dalam panen. Tentunya anda tidak mau waktu yang dinantikan tidak berjalan dengan baik.

Peralatan Hidroponik

Daftar Peralatan Hidroponik yang Wajib Kalian Ketahui!

Masyarakat sudah makin sadar akan pentingnya penghijauan dan pemenuhan pangan. Meski begitu, sebagian dari mereka masih terhambat problem lahan penanaman. Namun, kendala tersebut bisa dipecahkan dengan memanfaatkan urban farming memakai hidroponik. Menanam dengan cara hidroponik dahulu dianggap susah dan membutuhkan modal awal yang cukup besar.

Kini, ada cara hidroponik simpel memakai wick (sumbu) yang bisa dipraktikkan sendiri di rumah malah oleh orang awam sekalipun. Bahan dan perlengkapan untuk memulai hidroponik ini juga gampang ditemukan baik di warung pertanian ataupun warung online. Melalui artikel ini, aku ingin berbagi info perlengkapan apa saja yang harus dimiliki untuk memulai hidroponik simpel di rumah.

1.EAST WEST SEED INDONESIA

EAST WEST SEED INDONESIA

Benih pakcoy Nauli F1 yakni jenis bibit hibrida yang dikenal mempunyai produksi tinggi dengan penampilan yang seragam. Benih cap panah merah dengan spesifikasi penampilan seragam ini sesuai untuk jenis penanaman hidroponik yang juga menunjukkan keindahan.

Berdasarkan pengalaman aku, daya tumbuh bibit ini sudah teruji baik sehingga tak perlu melakukan penyulaman atau penanaman ulang. Apalagi jika sudah ditopang dengan nutrisi hidroponik sehingga membikin bibit bisa tumbuh menjadi tanaman yang subur.

2. Rockwool Cultilene

Rockwool Cultilene

Rockwool yakni media tanam yang awam diterapkan sebagai daerah tumbuhnya tanaman hidroponik. Media tanam ini terbuat dari batu sehingga terasa sedikit kasar saat diraba dan malah sesekali membikin gatal di kulit.

Media tanam khusus hidroponik ini seperti busa dengan serabut halus namun mempunyai muatan yang betul-betul ringan. Kelebihan dari media tanam ini yakni sanggup menaruh cukup air dan udara. Hasilnya, media tanam ini betul-betul menolong tanaman dalam meresap nutrisi malah pada saat penyemaian bibit.

3. Box Sterofoam

Box Sterofoam

Pemakaian box stirofoam yakni salah satu trik untuk merakit hidroponik simpel di rumah dengan harga yang relatif murah. Box stirofoam ini diterapkan untuk media nutrisi hidroponik cara wick. Wadah box stirofoam yang diperlukan berukuran 5 liter bervolume 37 cm x 23 cm x 16 cm.

Sebelum memakai box ini sebagai wadah hidroponik, kalian perlu melapisi bagian dalam box dengan plastik hitam secara merata. Sesudah dilapisi plastik, karenanya kalian bisa memasukkan larutan nutrisi hidroponik AB mix ke dalam box stirofoam tersebut.

4. Kantong Sampah

Kantong Sampah

Kantong sampah plastik ini diterapkan untuk melapisi box stirofoam yang dijadikan wadah hidroponik. Manfaatnya yakni menjaga agar larutan nutrisi yang dimasukkan ke dalam box tak bocor. Kantong sampah merek Trima Beri ini mempunyai ketebalan yang baik dan ukuran yang pas untuk box stirofoam.

Untuk melapisi box stirofoam, kalian cukup memasukkan kantong sampah plastik ini ke dalam box stirofoam. Kemudian, atur plastik sedemikian rupa agar semua lapisan box terlapisi. Lalu, kasihlah perekat di bagian luar sehingga posisi plastik tak berubah.

5.Hole Saw Kits

Hole Saw Kits

Tutup box stirofoam bisa dimanfaatkan sebagai daerah tanaman mengambang di atas larutan nutrisi hidroponik AB mix. Untuk itu, tutup box stirofoam perlu dilubangi untuk meletakkan net pot. Untuk mempermudah pembuatan lubang tanam tersebut, kalian membutuhkan alat pelubang yang bernama hole saw.

Tidak hanya pada stirofoam, alat pelubang ini juga bisa diterapkan untuk membikin lubang pada paralon, ember plastik, dan lain-lain. Hole Saw Kits ini terdiri dari 13 kits dan 10 tool steel cutting cups. Kalian bisa memilih kit dan tool ini sesuai dengan lebar lubang tanam yang diinginkan.

Itulah sebagian perlengkapan dari hidroponik yang diperlukan.

Modal Budidaya Sayur Hidroponik di Rumah

Pandemi virus corona ( Covid-19) membikin pamor hidroponik kian populer. Mulai banyak orang kini terjun menggeluti budidaya tanaman berbasis urban farming hal yang demikian.

Ada yang sekedar hobi, tak sedikit pula mereka yang serius menekuninya dan mulai dihasilkan bisnis rumahan.

Para pakar bilang, hidroponik juga jadi obat stres bagi mereka yang terlalu lama berdiam di rumah. Lalu, berapa modal untuk memulai hidroponik? Ginanjar Ibnu Tamimi, praktisi hidropinik yang juga pemilik usaha Hanifarm, menyatakan modal memulai kultur hidropinik sangat tergantung dengan model yang diinginkan.

Contoh umumnya menyesuaikan dengan luasan lahan. Kian tinggi atau banyaknya tingkat, biayanya tentu akan kian mahal dan tergantung jumlah pipa PVC yang terpakai. Kisarannya dapat menghabiskan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

“Kalau untuk pemula, sekedar hobi dan memenuhi kebutuhan sayuran untuk dapur sendiri, dapat mulai dengan ukuran 1×4 meter. Bahkan dapat 1×2 meter dengan dihasilkan meninggi ke atas. Itu kaprah-kaprah untuk instalasi habis Rp 1,5 juta,” terang Ginanjar kepada Arah.com beberapa waktu lalu. 

Diamati di sejumlah marketplace, gampang ditemukan paket instalasi hidroponik dengan pipa paralon. Sebagai model, media tanam dengan menerapkan pipa 2,5 tipe D, panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 90 cm, serta jumlah lubang 44 dipasarkan seharga Rp 1,1 juta.

Contoh media tanam pipa hidroponik yang dipasarkan di pasaran umumnya gampang dibongkar pasang. Peralatan dipasarkan lengkap dengan modul instalasinya yang relatif cukup gampang dipahami.

Sementara, banyak pula instalasi hidroponik lengkap yang dipasarkan di bawah Rp 1 juta, tetapi dengan spesifikasi yang lebih sederhana.

Menurut dia, mutu sayur yang lebih baik membikin harga sayuran hidroponik relatif lebih mahal. Tapi, faktor itulah yang membikin sayur-mayur yang dihasilkan dari kebun hidroponik mempunyai segmen pasar tersendiri.

Lanjut Ginanjar, kesadaran orang akan hidup sehat ketika pandemi Covid-19 membikin permintaan sayuran dari kebun hidroponik meningkat.

Berbeda dengan sayuran yang dipasarkan di pasar, hidroponik menciptakan sayuran yang relatif lebih segar dan bebas pestisida. “Selain dari perorangan, pembeli banyak juga dari kafe-kafe dan beberapa hotel.”

“Kalau ke swalayan belum masuk, karena patut kontinu. Saya sendiri berencana memperluas kebun,” ucap Ginanjar yang ketika mengelola kebun seluas 20×15 meter yang dibantu dua orang energi kerja.

Ginanjar yang umum memanen sayur sepekan sekali ini dapat memasarkan hingga 400 kilogram berbagai tipe sayuran dalam sebulan. Sebagian sayuran yang dihasilkan di kebunnya antara lain kale, selada, dan berbagai tipe sawi seperti pakchoy, caisim, dan sawi putih.

“Primadona ketika ini kale, harganya per kilogram dapat hingga Rp 120.000. Lalu selada Rp 40.000, sawi saya jual Rp 35.000. Walaupun lebih mahal dari sayuran di pasar, sayur hidroponik kian banyak dicari,” tuturnya.

Sementara itu, diinfokan dari Antara, Ketua Program Studi S2 lahan Kering sekalian Ketua Program Studi S2 Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Dr. Gede Wijana mengatakan menerapkan cara hidroponik di rumah dapat membantu sebagai obat stres selama masa pandemi Covid-19.

” Hidroponik ini kapabel menciptakan kuantitas dan mutu sayuran yang baik dengan pemeliharaan yang baik. Jadi yang dipersiapkan adalah instalasinya,” kata Gede Wijana.

“Bibit, nutrisi AB mix atau racikan sendiri, pompa pengangkat larutan nutrisi dan tentu perlu listrik. Dalam pembuatan bibit perlu bibit dan media penanam bibit antara lain rockwool,” kata dia lagi.

Alat Hidroponik Sawi

Alat Hidroponik Sawi yang Mudah dan Wajib Dicoba!

Sawi merupakan salha satu jenis sayuran hijau yang mudah tumbuh. Dimana sayuran in sendiri cukup banyak diolah menjadi makanan yang cukup lezat untuk dinikmati. Rasa sawi yang segar dengan tekstur renyah dan halus. Dimana sawi adalah salah satu jenis bahan makanan favorit untuk para keluarga. Sayuran ini memiliki kandungan air dan serat yang tinggi. Dimana sayuran ini diperkaya dengan berbagai jenis vitamin dan mineral yang baik dalam tubuh. Sawi ini sangat mudah untuk dilakukan pad alahan yang sempit maupun luas.

Dimana sawi hijau ini diketahui memiliki cukup banyak kandungan antioksidan yang kaya. Zat ini dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah tubuh terjangkitnya kanker. Penghematan lagan dengan harapan hasil melimpah bisa diupayakan dengan menanam hidroponik. Kali ini, kami akan memberikan beberapa cara menanam sawi hijau yang bisa kalian lakukan di berbagai jenis perkarangan. Kali ini, kami akan memberikan beberpaa cara yang baik untuk bisa kalian lakukan penanaman sawi hijau. Langsung saja simak daftar lengkapnya berikut di bawah ini!

Hal yang pertama ini bisa kalian lakukan dan bisa menjadi salah satu alat daur ulang yang baik dan mudah untuk kalian dapatkan. Dimana bisa kalian lakukan dari kemasan botol enam ratus militer sampai dengan seribu lima ratus mililiter. Bagian botol ini masih utuh dibuka label kemasannya dan bisa dibersihkan. Dimana botol yang telah bersih bisa kalian potong, sehingga bsia kalian dapatkan di bagian bawah dan atas botol dengan lubang yang besar. Botol bekas ini sendiri bisa kalian manfaatkan sebagai tempat penampung nutrisi dan wadah media tanam.

Alat seperti Pisau, gunting, dan cutter ini merupakan salah satu peralatan bantu yang bisa digunakan untuk memotong dan mengiris berbagai perlaatan dan bahan yang kalian gunakan. Dimana berbagai ukuran dan alat pemotong ini bisa digunakan untuk mempermudah proses penanaman sawi hijau.

Dimana larutan nutrisi ini memiliki peran sepertti pupuk cair. Larutan ini dibuat dengan mencampurkan satu liter air dalam 50 mililiter nutrisi. Akan ada berbagai banyak jenis nutrisi yang bisa digunakna antara AB-Mix. Nutrisi ini sendiri akan mudah ditemukan di banyak toko pertanian.

Tips Menanam Tanaman Hidroponik Rockwool Untuk Pemula

Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan cocok tanam, pasti sudah tidak asing lagi dengan teknik hidroponik. Teknik ini terbukti dapat membuat tanaman menjadi lebih cepat tumbuh dan sangat cocok diaplikasikan ke berbagai kondisi lingkungan.

Kini banyak petani yang memanfaatkan media ini untuk menanam dengan media tanam rockwool, atau biasanya juga disebut dengan stonewool. Ini adalah salah satu mineral fiber yang keunggulannya adalah bisa menahan dari udara dan air, jadi pertumbuhan akarnya dan penyerapan nutrisi di tanaman bisa berlangsung dengan lebih baik.

Biasanya bahan rockwool bisa dipakai tanpa adanya batas waktu. Sayuran yang cocok dengan sistem ini seperti paprika, mentimun, terong, dan sayuran hijau lain.

Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk mengaplikasikan rockwool. Bagi kamu yang masih pemula, berikut ini adalah cara untuk melakukan penanaman dengan rockwool.

Cara Menggunakan Metode Rockwool

1.Pemilihan Rockwool

Syarat utamanya adalah kamu harus memilih media tanam hidroponik yang ringan dan memiliki porositas yang baik. Substrat yang ada di dalam hidroponik pada umumnya memiliki fungsi yang sama dengan tanah, di sini mereka akan menyerap air, unsur hara, dan oksigen yang nantinya akan akar serap. Pilihlah rockwool yang memiliki kualitas baik dan perhatikan juga kemampuannya dalam menyerap air.

2. Potong Rockwool

Potong Rockwool

Biasanya rockwool yang dijual di toko-toko memiliki potongan seperti balok yang ukurannya bermacam-macam. Jadi untuk melakukan penyemaian, maka ada baiknya potong rockwool dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm, gunakanlah cutter atau gergaji.

Alat potong yang digunakan haruslah tajam agar tidak merusak rockwool dan serpihan yang nantinya malah terhirup di udara. Hati-hatilah saat memotong dan sangat disarankan untuk menggunakan masker. Potongan ini nantinya direndam di dalam air serta letakkan pada wadah semai.

3. Semai Benih Tanaman

Semai Benih Tanaman

Selanjutnya sekarang kita semai bibit tanaman dengan cara membuat lubang-lubang kecil di rockwool. Gariskan bentuk bujur sangkar dengan jarak 2 cm. Letakkan bibir ke setiap lubang dengan posisi titik tumbuh nantinya mengarah ke bawah sekitar 0,5 cm, kamu bisa lakukan ini dengan menggunakan pinset.

Perrockwoolnya, masukkan 2 biji dan kalau sudah semua, tutup dengan kain atau kresek berwarna hitam. Tujuannya agar bibit bisa lebih cepat tumbuh tunas.

4. Rawat Bibitnya

Rawat Bibitnya

Setelah disemai, kini kita rawat bibit tanamannya. Simpan bibit tersebut pada suhu yang bisa terjaga kelembapannya lalu semprotkan dengan menggunakan hand sprayer.

Setelah 7 hari, bibit nantinya akan mulai tumbuh kecambah juga plastik sudah bisa dibuka agar bibit bisa terkena sinar matahari. Bibit sebaiknya disiram 2 kali sehari, baik di pagi dan sore hari agar rockwool tidak mengering.

5. Pemindahan Tanaman

Pemindahan Tanaman

Terakhir adalah pindahkan tanaman yang dilakukan pada hari ke 10 atau hari ke 14, karena pada saat itu tanaman sudah bertunas dan juga ada 2 lembar daun di atasnya.

Kamu tidak perlu memisahkan bibit dari media tanamnya, jadi bisa langsung dipindahkan ke tempat tanam yang sudah kamu siapkan.

Bagaimana? Mudah bukan menanam tanaman dengan media tanam rockwool? Ditambah dengan media tanam hidroponik, tanaman bisa semakin tumbuh dengan maksimal serta hasil yang didapatkan nanti lebih baik.

Media ini juga tidak mengandung pathogen penyakit serta memiliki daya tamping air yang lebih lama. Sebenarnya rockwool bisa digunakan berulang kali, sayangnya ini adalah gabus yang mudah untuk hancur.

Setelah membaca ini, apakah kamu tertarik untuk mencoba media tanam ini?

Ternyata Lampu UV Dapat Tingkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik, Loh!

Sinar dari lampu ultra violet atau Sinar UV dimanfaatkan oleh Perusahaan Listrik Negara untuk meningkatkan produktivitas dari tanaman hidroponik. Inovasi yang sangat berguna ini mendapatkan apresiasi dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Terobosan teknologi pada sector pertanian ini adalah hasil kerja sama dari Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Seperti yang diungkapkan oleh Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja sama, dalam keterangannya Selasa (02/02/21) lalu “Langkah pemanfaatan lampu UV ini bisa digunakan sebagai cara meningkatkan penjualan kWh listrik. Ini salah satu bukti bahwa penjualan listrik yang dilakukan PLN tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif semata. Kami mengapresiasi terobosan ini,”

Pemanfaatan dari listrik di dalam meningkatkan produktivitas ini sejalan dengan upaya dari pemerintah untuk semakin meningkatkan pasokan listrik ke masyarakat pada wilayah perekonomiannya saat ini tengah bertumbuh.

Keberadaan dari lampu UV sendiri dirasa semakin meningkatkan hasil dari panen tanaman hidroponik, di mana cahaya ini kini dimanfaatkan untuk menggantikan cahaya matahari ketika di malam hari.

Jadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman hidroponik saat malam hari tetap didapatkan oleh tanaman selama 24 jam penuh, jadi tanaman bisa tumbuh lebih optimal.

Dengan adanya system pengairan stabil dan juga penerangan dari lampu UV ini, satur organik bisa dipanen hanya dalam kurun waktu 30-35 hari saja, bahkan beratnya bisa mencapai 200-250 gram. Ini tentunya lebih berat dibandingkan dengan tanaman hidroponik biasanya, di mana hanya seberat 150 gram.

Tapi lampu yang digunakan tidak bisa sembarang lampu. Untuk menerapkan teknik ini dibutuhkan lampu yang disebut dengan GROW LED, di mana ia memanarkan cahaya spectrum ultra violet. Selain itu jarak antar lampunya juga harus disesuaikan.

Idealnya, digunakan 1 lampu untuk 2 meter persegi dan dengan tinggi 150 cm dari tanaman.

Idealnya lampu ini akan meningkatkan kualitas dari tanaman, mulai dari daun, sampai ke akar yang lebih cerah, ini adalah indikator dari tanaman yang sehat.

Jadi bagaimana? Ingin mencoba teknik baru satu ini?

JENIS SAYURAN HIDROPONIK

JENIS SAYURAN HIDROPONIK YANG BISA DI TANAM DI DATARAN TINGGI

Dataran tinggi yang baik berada di permukaan tanah di atas ketinggian 600 mdpl. Suhu di dataran tinggi yang relative lembab dan dingin membuat banyak beberapa jenis tanaman seperti kol, kentang, buncis dan yang lainnya baik untuk di budidaya di sana. Tidak semua tanaman bisa ditanam pada dataran tinggi karena setiap tanaman punya kriteria dan syaratnya tersendiri.

Untuk itu kali ini kita akan bahas berbagai sayuran hidroponik yang bisa di tanam di dataran tinggi menggunakan teknik hidroponik..

1.Selada Hijau

Selada Hijau

Selada merupakan jenis sayuran yang sangat terkenal karena teknik penanamannya yang menggunakan teknik hidroponik, selain itu tanaman ini juga bisa ditanam pada iklim yang tropis. Selada memiliki kandungan vitamin dan potassium, sehingga sangat baik untuk di konsumsi dan lebih efektif bila di tanam di suhu yang rendah.

Bila ditanam di dataran tinggi, selada sudah bisa dipanen setelah kurang lebih 35 hari. Usia panen ini bisa menghasilkan selada yang muda dimana rasa yang lebih manis dan renyah. Sementara untuk selada dewasa biasanya butuh waktu sekitar 65 samapi 135 hari untuk masa panennya, namun rasa yang di hasilkan cenderung lebih pahit. Jika selada sudah menunjukan warna hijau cerah dan daun yang lebar, itu tandanya sudah siap panen.

Selada sendiri akan tumbuh secara optimal di udara yang sejuk sekitar 20 derajat selsius dengan tingkat pH di atas 5,0. Selada juga akan punya harga jual yang tinggi bila sayurannya masih segar.

2.Selada Merah

Selada Merah

Selada merah biasanya digunakan pada garnish makanan dan juga salah. Untuk budidaya selada merah lebih cocok di dataran tinggi yaitu lokasi yang dingin karena akan mempengaruhi dan menghasilkan warna merah yang merata. Selada ini juga sama renyahnya dengan selada hijau dan rasa yang segar. Selada merah yang ditanam di dataran rendah cenderung memiliki warna merah yang pucat dan gak sempurna, dimana warnanya akan bersatu seperti bercak campuran antara merah dan hijau. Masa panen selada merah ini ada di sekitar 30 sampai 40 hari setalah penanaman dengan ciri daun yang berwarna merah.

3.Lettuce Romaine

Lettuce Romaine

Masih sama dengan varian selada dengan dengan bentuk yang berbeda, dimana Lettuce romaine ini memiliki bentuk yang oval dan bagian ujung kepala yang melebar. Dibagian tengahnya sedikit kaku, namun daunnya lebih tebal dan bergelombang. Sayur ini bisa dipanen jika sudah memasuki usia 30-40 hari setelah tanam dengan ciri-ciri permukaan daun yang kasar dan warna sudah hijau tua.

Dibanding dengan jenis selada yang lain, lettuce romaine ini lebih tahan terhadap panas. Lalu sayuran ini juga lebih sering di temukan di Eropa sebagai santapan berbagai macam makanan yang disajikan masih mentah.


4.Endive

Endive

Sayuran yang satu ini memang jarang di konsumsi dan susah ditemukan di Indonesia karena harga yang cukup mahal. Sayuran ii mengandung berbagai macam vitamin, folat dan serat. Untuk ukuran di Indonesia sendiri, tanaman ini termasuk sayuran yang eksklusif karna harga jualnya yang tinggi. Bila pun ada di Indonesia, biasanya sayuran ini berada di hidangan hotel mewah atau restaurant mewah. Usia panen sayuran ini berada di hari ke 30 dengan ciri daun yang panjang sekitar 20 cm.

Itulah 4 sayuran hidroponik yang bisa di tanam di dataran tinggi, meskipun beberapa diantaranya tetap bisa di tanam di daerah rendah namun kualitas dan hasil dari sayuran pun berbeda. Semoga bermanfaat!