daftar poker online daftar sbobet

APASIH PENGARUH AIR HUJAN DALAM MENANA TANAMAN HIDROPONIK?

Air hujan yang turun sangat lah memiliki manfaat karena hujan merupakan air bersih yang langsung diturun kan dari awan dan tak perlu diolah sendirian. Ah tapi sayang sekali kalau air hujan sendiri bisa membuat rugi tanaman hidroponik yang kamu tanam nih fellas. Tapi sebelum masuk ke dalam bahasan, apa sih definisi tanaman hidroponik itu sendiri ? Tanaman hidroponik adalah teknik untuk membudidaya tanaman yang mana utama nya buah – buahan dan sayur mayur dengan menggunakan tanah. Nah tanah yang di gunakan adalah memakai tanah jenisrock wool, hidroton, sekam bakar dan pasir dengan memfokuskan ke dalam suatu kebutuhan nutrisi untuk tanaman.Di kota besar, lahan menanam sudahlah masuk dalam ke langkaan, nah maka dari itu teknik menanam hidroponik bisa di lakukan, apalagi di jaman sekarang tanaman seperti saayur mayur dan buah – buahan sangat penting . Nah untuk bertanam tanaman hidruponik mudah banget nih fellas, kamu bisa menanam tanaman hidroponik di rumah dan kamu tidak perlu memiliki lahan yang sangat luas, nah ragam ang mesti kamu fikirkan dan perhatikan adalah oxygen, air, cahaya dan juga nutrisi. Nah berbicara tentang hasil tanaman yang menggunakan teknikhidroponik adalah lebih aman dan bersih di bandingka dengan menanam di tanah langsung. Teknologi hidroponik sendiri merupakan suatu hal yang termasuk ke dalam ramah lingkungan, mengapa bisa di katakan ramah lingkungan? Karena menanam dengan teknik hidroponik tidak memakai pestisida dan membuat lingkungan juga semakin tertata indah. Nah balik lagi ke dalam bahasan, apa sih pengaruh air ujan dalam menanam tanaman hidroponik ? Patut kamu ketahui nih fellas :

1.Green house

HIDROPONIK

Menggunakan green house yang kamu ciptakan dengan sedeerhana bisa banget ngebuat tanaman hidroponik kamu menjadi rusak fellas, hal ini di karenakan air hujan yang turun dengan banyak dan juga keseringan bisa membuat rusak tanaman green house kamu loh. Nah supaya tak ada pengaruh yang buruk dari turunnya air hujan, kamu harus membangun green house yang di rencanakan nah supaya ketika ada air hujan yang turun nggak bakal merusak green house yang sudah kamu ciptakan

2.pH

HIDROPONIK

Nah air hujan yang telah turun bisa banget loh menjadi pengaruh keasaman air di dalam tanaman hidroponik kamu, tanaman hidroponik yang mempunyai gerak tumbuh yang baik kalau pH air nya ada di angka 6 sampai dengan 7,5. Nah jenis air netral adalah air yang tingkat keasaman nya 6 sampai dengan 7,5. Nah kalau air berubah jadi basa atau asam yang di pengaruhi oleh air hujan, kamu bisa mengantisipasi dengan melakukan perencanaan tertentu. NAh di dalam air hidroponik yang asam, kamu bisa banget untuk menaruh es k dalam air tanaman hidroponik kamu yang mana agar air yang telah asal bisa berubah menjadi netral. Di samping itu di dalam tanaman hidroponik yang sudah menjadi basa bisa loh kamu menambahkan asam sulfat, asam nitrat dan asam fosfat. Tetapi di samping itu kamu wahib banget memperhatikan beragam jenis asam yang cukup bahaya kalau kena kulit kamu fellas, kamu harus lah berhati – hati ya.

3. Nutrisi

HIDROPONIK

Nutrisi sendiri adalah suatu hal yang sangat di perlukan untuk tanaman, di dalam zat yang tertentu bisa saja nutrisi nya bertambah atau juga berkurang. Nah maka dari itu tanaman – tanaman hidroponik bisa banget di pengaruhi air hujan. Untuk kamu ketahui kalau air hujan memiliki kandungan nutrisi yani uap air, asam sulfat, garam, asam nitrat dan juga karbon. Nah dalam jumlah nya sendiri, bergantung pada sebuah takaran sehingga efek nya bisa terlihat jelas sekali di dalam pertumbuhan suatu tanaman hidroponik. Nah air hujan yang turun dalam jumlah yang sangat banyak bisa loh menjadi penyebab air nutrisi yang sudah di beri wadah hilang yang di akibatkan oleh terpenuhi oleh air ujan.

4. Pertumbuhan tanaman – tanaman

HIDROPONIK

Kalau air hujan turun dengan jumlah yang banyak masuk ke dalam ladang hidroponik kamu, akan mengakibatkan terganggu nya pertumbuhan tanaman hidroponik kamu loh fellas, hal ini ada kaitannya dengan point nutrisi yang sebelum nya, semua itu di karenakan dengan terbuang nya si nutrisi tersebut dengan air hujan yang mana nutrisi yang kamu butuhkan akan menghilang.

5. Penyakit dan para hama

HIDROPONIK

Nah yang selanjutnya adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman hidroponik kamu. Ulat kutu daun dan ulat merupakan salah satu dari banyak nya hama yang ada pada saat hujan turun loh fellas, mereka itu adalah sebuah penyakit yang serius untuk tanaman hidroponik kamu. Nah si hama – hama tersebut muncul sesuai bagaimana kondisi hujan yang turun. Nah disini kamu harus lah berhati – hati jangan sampa hama dan penyakit tersebut menyerang tanaman – tanaman hidroponik kamu ya fellas, soalnya akan sayang banget deh !

KENAPA HIDROPONIK BISA DIJADIKAN SEBAGAI LADANG BISNIS?

Banyak hobi yang bisa menjadi ladang untuk berbisnis salah satunya adalah dengan bercocok tanam hidroponik. Semakin cinta dengan apa yang kita lakukan, maka akan membuahkan hasil yang lebih, apalagi kita bisa mendapatkan keuntungannya.

Selain gak perlu tanah yang penanamannya, hidroponik juga cocok untuk kamu yang punya lahan terbatas. Sehingga itu bukan menjadi alasan untuk gak mencoba melakukannya. Dengan begitu seorang pemula maupun yang sudah professional bisa budidaya dan hasilnya bisa di manfaatkan oleh orang banyak.

Lalu kenapa ya budidaya hidroponik bisa menjadi ladang bisnis? Simak bareng-bareng yuk!

1.Bisa dilakukan oleh siapapun

Bisa dilakukan oleh siapapun

Budidaya hidroponik ini memang termasuk susah-susah gampang. Tapi jika dilakukannya dengan tekun dan telaten, pastinya akan ada peluang bisnis sehingga bisa mendatangankan keuntungan. Yang terpenting kamu harus terus belajar dan mencoba berbagai hal yang baru seperti menambah hiasan agar hasilnya lebih optimal.

2.Mudah untuk di kembangkan

Mudah untuk di kembangkan

Budidaya seperti ini bisa dengan mudah di kembangkan dan termasuk cepat perkembangannya. Karena jaman sekarang, halaman rumah bukan hanya di taruh tanaman-tanaman hias saja, tapi orang-orang sudah mulai mencoba hidroponik. Selain itu pangsa pasanya cukup luas belum lagi akan menjadin prospek kedepannya jika di lakukan secara tepat. Kita pun bisa menentukan modalnya dari tergantung mau sebesar apa yang akan di pakai, meskipun modal besar tapi lama-lama bisa tertutup.

3.Media tanam dengan barang-barang yang tak terpakai

Media tanam dengan barang-barang yang tak terpakai

Media tanam hidroponik itu gak selamanya harus memakai pot. Karena kamu bisa menggunakan barang-barang yang mungkin sudah lama tak terpakai atau menggunakan benda-benda ayang ada di rumah seperti gelas plastik, paralon, ember dan lainnya. Dengan begitu kamu gak perlu untuk membeli yang baru, kecuali tujuan hidroponikmu hanya untuk sebagai hiasan di taman saja.

Penanaman hidroponik juga akan menghambat pertumbuhan lumut dibandingkan bila budidaya tanamanan secaya konvensional.

4.Hemat lahan

Hemat lahan

Gak perlu bingung jika memang kamu gak punya lahan yang besar untuk menanam hidroponik. Karena di lahan sempit pun, budidaya ini tetap bisa di lakukan. Yang harus diperhatikannya yaitu bagaimana kamu menata wadah-wadah, sehingga tetap bisa sesuai dengan tempat serta kebanyakan orang membuat wadah yang bertingkat, agar tak menghabisi tempat sekitarnya.

5.Hemat Pestisida

Hemat Pestisida

Jika tanaman di rawat dengan baik dengan kebutuhan nutrisi yang cukup, budidaya ini tak memerlukan pestisida. Faktanya, orang-orang yang memberi pestisida pada tanamannya cenderung menghasilkan residu. Sehingga dalam hal pembuangan residu pun gak usah bingung lagi.

6.Cabai yang paling mudah dengan hidroponik

Cabai yang paling mudah dengan hidroponik

Salah satu banyak peminatnya dan selalu banyak di cari dalam bahan masakan yaitu cabai hidroponik. Alasannya adalah karena cabai ini akan tumbuh dengan menggantung, sehingga lebih higienis, lalu gak perlu pakai pestisida, bebas dari hama.

7.Teknik hidroponik yang terkenal mudah

Teknik hidroponik yang terkenal mudah

Biasanya orang-orang menggunakan 3 teknik ini yaitu NFT yaitu biasanya terbuat dari pipa yang dibentuk selokan, sehingga akar tanaman bisa langsung berada di atas air nutrisi. Kemudian ada juga yang memakai Wick System yang hampir sama dengan NFT namun pipa di potong setengah. Dan ada pula yang menggunakan teknik air tetes, dimana medianya menggunakan polybag denga nisi sekam padi, nantinya akan ada air nutrisi yang menetes.

8.Modal kecil, untung besar

Modal kecil, untung besar

Meskipun gak semua bisa di terapkan seperti ini tapi kita bisa mengambil garis besarnya. Misalnya untuk budidaya selada, kamu perlu modal sekitar 20 ribu untuk 1 kg, jika sudah panen harga jual ke supermarket bisa hingga 30-35 ribu. Dengan begitu kamu bisa untuk kurang lebih 10 ribu kan, nah coba bayangkan jika selada yang kamu hasilkan mencapai kwintal. Untungnya pun akan lebih besar bukan?

Itu dia mengapa budidaya hidroponik bisa menjadi ladang bisnis, ada yang tertarik untuk coba?

TANAMAN YANG PUNYA NILAI TINGGI PADA BUDIDAYA HIDROPONIK

Seperti yang sudah pernah di jelaskan sebelumnya bahwa gak semua tanaman bisa di tanam dengan cara hidroponik. Banyak syarat khusus yang bisa cocok untuk ditanam secara hidroponik. Karena media tanam yang dipakai pun harus jelas, sehingga saat sudah memasuki masa panen tak ada kendala ataupun kesalahan.

Ada baiknya lagi bila jenis tanaman yang akan ditanam punya nilai ekonomi yang tinggi. Barangkali ketika kamu berhasil panen dan hasilnya bagus, bisa dijadikan bisnis. Kapan lagi kan ada hobi yang bisa menghasilkan? Nah untuk itu kami akan kasih tau jenis tanaman apa saja yang bernilai tinggi.

1.Timun Jepang

Timun Jepang

Timun Jepang memiliki ukuran yang lebih besar dengan warna hijau yang lebih pekat. Sayuran yang satu ini agak sudah untuk dicari kecuali di supermarket, itupun harganya lumayan tinggi. Timun ini yang biasa dijadikan sebagai sayuran pada sushi, oleh karena itu rasa yang dihasilkannya pun sangat berbeda dengan timun biasanya.

Semenjak ada teknik hidroponik ini, kamu sudah bisa mencoba menanamnya di rumah loh. Namun kamu harus siap dengan segala bahan serta alat-alat pendukungnya, bila dirawat dengan baik dan benar tentunya hasilnya pun akan maksimal. Pilihlah benih yang baik juga pupuk organic yang terbaik ya, sehingga nutrisinya bisa lebih tercukupi.

2.Paprika

Paprika

Meskipun keberadaan paprika ini gak terlal sulit di cari, tapi gak semua orang mengonsumsi atau menjadikan paprika sebagai bahan masakan. Kecuali pada makanan-makanan western yang cenderung lebih sering menggunakan paprika.

Alasan mengapa paprika memiliki nilai yang cukup tinggi, karena budidayanya yang cukup sulit dan berbeda seperti cabai pada umumnya. Meskipun begitu, paprika sudah bisa ditanam secara hidroponik tentunya dengan perawatan yang lebih ekstra, seperti pemberian nutrisinya. Karena budidaya paprika menggunakan hidroponik ini bisa 75% lebih banyak ketimbang menggunaan budidaya konvensional (memakai tanah).

Selain itu paprika juga disebut sebagai cabai yang banyak manfaatnya bagi tubuh, gak heran kan bila harganya mahal dan nilainya yang tinggi

3.Selada

Selada

Selada memang terkenal dengan budidaya hidroponik. Bagaimana tidak karena tumbuhan ini bisa memajukan ekonomi, dimana dengan lahan sekitar 300 ribu hektar bisa menghasilkan 3 juta ton dalam satu tahunnya. Gak heran meskipun harganya yang gak terlalu mahal dan bisa dicari dimanapun, tapi selada punya nilai yang tinggi.

4.Tomat

Tomat

Tomat bisa bernilai tinggi bila dilakukan dengan budidaya hidroponik. Kunci utama untuk menghasilkan kualitas tomat yang baik yaitu ada pada modal. Dimana modal ini diperlukan untuk membeli benih yang terbaik, sehingga bisa sangat memuaskan. Kebanyakan media yang dipakainya mengguna serbuk sabut kelapa dan kandungan nutrisinya pun harus sangat di perhatikan. Tomat pun gak butuh waktu lama untuk di panen kok, mau mencobanya?

5.Anggur

Anggur

Selain ditanam pada media konvensioanl, anggur ini cocok dibudidaya dengan menggunakan hidroponik yang lebih tepatnya di daerah curah huan yang tinggi. Banyak syarat yang harus diperhatikan dalam budidaya anggur, dimana kondisi suhu yang harus ada di angka sekitar 25-30 derajat dan kelembaban udara di angka sekitar 50 persen.

Alasan mengapa anggur bisa bernilai cukup tinggi karena penanamannya yang gak mudah dimana harus mempertimbangkan beberapa aspek. Karena ada perbedaan sedikit saja, hasil anggur pun akan berbeda. Lalu masa panennya yang lumayan cukup lama bisa mencapai 3 bulan. Anggur pun punya berbagai macam varietas sehingga harga yang dihasilkannya pun berbeda-beda.

Sudah mengerti kan kenapa 5 tanaman diatas punya nilai yang tinggi? jadi pikirkan lagi ya sebelum menanamnya.

JENIS SAYURAN YANG BISA DITANAM DENGAN TEKNIK HIDROPONIK PADA DATARAN RENDAH

Menanam tanaman memang gak bisa asal-asalan jika ingin menghasilkan tanaman yang baik. Setiap tanaman pasti memiliki perawatannya sendiri dan tentunya harus di sesuaikan dengan sifat-sifatnya. Berbagai macam teknik tanam yang dilakukan pun punya perlakuan yang khusus, seperti halnya teknik hidroponik.

Meski bisa dilakukan di rumah, tapi kita harus tahu apakah tanaman yang akan di tanam menggunakan teknik ini akan cocok dengan lingkungan sekitar atau tidak. Karena setiap daerah punya kondisi tanah dan juga suhu yang berbeda, sehingga kita harus bisa menyesuaikan itu.

Bila berada di dataran rendah, tentunya kita harus bisa memilih tanaman apa saja yang tahan dengan panas dan kelembaban yang rendah. Sehingga bila dilakukannya dengan benar, tanaman itu akan berhasil sesuai dengan yang kita inginkan. Bila rumahmu berada di dataran rendah, kami punya rekomendasi tanaman yang bisa di tanam dengan teknik hidroponik nih. Penasaran kan? Simak ya!

1.Brokoli

Brokoli

Mungkin banyak yang sudah tahu, bila brokoli ini hanya bisa ditanam di dataran tinggi saja. Tapi akhir-akhir ini banyak yang mencoba menanam dengan teknik hidroponil di dataran rendah loh. Yang jelas, brokoli ini harus di rawat secara ekstra dan jangan sampai salah memberikan nutrisinya. Karena sifatnya yang menyimpan banyak nutrisi di tubuh, brokoli ini sangat perlu nutrisi yang tepat dan juga penanaman dengan teknik bisa mempercepat produksi brokoli.

2.Kangkung

Kangkung

Kangkung memiliki 2 jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Keduanya memiliki ciri-ciri, bentuk, habitat, ukuran yang berbeda. Untuk teknik hidroponik ini lebih cocok untuk menanam kangkung darat. Kangkung ini sudah bisa di panen sekitar hari k 20-25 dengan ciri panen ketika daun sudah hijau tau dan terbuka lebar.

Sifat kangkung ini suka di tempat yang terbuka tapi jangan terlalu kena matahari secara langsung, karena akan menghasilkan daun dan batang lebih keras. Jadi alangkah baiknya bila kangkung ini berada di tempat yang lebih tertutup agar kangkung bisa tumbuh memanjang.

3.Bayam

Bayam

Bayam sangat cocok untuk di tanam di dataran rendah. Sayur ini gak hanya terkenal di Indonesia tapi terkenal juga di kawasan Asia Timur, China dan juga Afrika. Kandungan nutrisi pada bayam juga cukup banyak terdiri dari vitamin A, vitamin C dan asam folat. Terdapat 2 jenis bayam yang berbeda yang bisa dilakukan dengan cara hidroponik yaitu berdaun hijau dan berdaun merah.

4.Sawi

Sawi

Selain bayam, sawi juga terkenal dan sering dijadikan sebagai bahan masakan. Biasanya masa panen sawi di hari ke 25-30 hari dengan ciri-ciri tangkai daun yang cerah dan daun yang melebar. Untuk menanam sawi ini, perlu jarak sekitar 15 cm karena batangnya yang cukup panjang. Selain itu ada juga sawi sendok atau yang sering disebut dengan pakcoy. Pakcoy ini bisa di panen dengan akarnya dan bisa juga dibuang bagian pangkalnya.

Jadi itulah 4 sayuran yang cocok ditanam di dataran rendah dengan tkenik hidroponik. Setiap tanaman ini tentunya punya treatment tersendiri dan juga bisa di kontrol lewat green house. Dengan pengontrolan yang rutin, kita pun bisa tahu bagaiaman kondisi tanamannya apakah kelembabab dan suhunya sudah pas atau belum. Dengan begitu, tanaman yang dihasilkan pun bisa lebih optimal.

Semoga membantu ya!

CARA MENANAM BAWANG MERAH

CARA MENANAM BAWANG MERAH TANPA MENGGUNAKAN TANAH DENGAN TEKNIK HIDROPONIK

Bawang merah adalah satu satu bumbu dapur yang paling sering dipake untuk berbagai masakan Indonesia. Tak hanya sebagai bumbu masakan, terkadang bawang merah juga dijadikan sebagai topping dan juga sebagai bumbu untuk membuat sambal.

Masakan yang tak menggunakan bawang merah ini akan kurang lezat dan mungkin ada yang kurang pas. Selain bisa membuat masakan semakin sempurna, bawang merah juga memiliki kandungan nutrisi seperti asam folat, vitamin c dan zat besinya. Bawang merah juga bisa menjadi baluran ketika anak sedang panas.

Ada kalahnya, harga bawang merah bisa melonjak tinggi. Hal ini biasanya disebabkan dari para petani atau mungkin kondisi cuara yang buruk sehingga dalam penanamannya butuh waktu yang cukup lama. Untuk itu, kita akan kasih tau caranya bagaimana menanam bawang merah dirumah sendiri dengan menggunakan teknik hidroponk. Simak!

1.Dengan Polybag

Polybag

Bila kamu tak memiliki lahan yang cukup untuk menanam, cobalah untuk memakai polybag. Hal ini bisa meminimalisir lahan namun tetap bisa bertanam. Cara menanamnya pun hampir sama seperti menanam di sawah.

Pertama-tama siapkan polybag. Lalu campurkan arang, pupuk kompos dan tanah dengna perbandingan 1:1:1. Dalam 1 polybag, kamu bisa langsung menanam 2 hingga 3 umbi bawang merah sekaligus. Menanamnya pun jangan terlalu dalam ya guys, jika sudah, taruh polybag di tempat yang bisa terkena sinar matahari ya. Dan jangan lupa untuk disiram setiap dua kali sehari dan beri pupuk NPK bila sudah 6 minggu.

Bawang merah sudah bisa dipanen bila sudah memasuki 100 hari dan daun berwarna kuning.

2.Dengan gelas plastik

 gelas plastik

Menanam bawang merah dengna tkenik hidroponik memang susah-susah gampang karena kamu harus bersiap dengan media tanamnya. Jika kamu ingin menggunakan gelas plastik, kamu harus menyiapkan styrofoam yang dibentuk seperti pot. Lalu pada gelas tersebut harus diisikan oleh sekam dan tanah dengan perbandingan 1:1. Selanjutnya kamu harus memasukan nutrisi ke dalam gelas hingga 5 ml. Dengan cara menanam dengan teknik seperti ini, kamu sudah bisa panen di hari ke 65.

3.Menggunakan pot

Menggunakan pot

Jika kamu menggunakan pot, jangan lupa untuk di beri lubang dibagian bawahnya untuk sirkulasi air. Dalam pot ini kamu bisa menanam menggunakan hingga 3 bawang merah sekaligus.

Untuk caranya pun sangat mudah, kamu hanya perlua menyiapkan pot yang gak terlalu besar lalu beri tanah gembuar yang sudah mengandung humus. Selain humus, bisa juga di campur dengan pupuk kandang dan jangan lupa untuk siram air. Selanjutnya bibit bawang merah yang akan ditanam harus dibagi menjadi 4 di bagian atasnya.

Jika sudah selesai, siram setiap pagi dan sore untuk bisa mempercepat pertumbuhan. Namun bila sudah lebih dari 10 hari, siram sekali sehari saja. Biasanya bawang merah ini sudah bisa dipanen di hari ke 60.

4.Memakai kotak busa telur

Memakai kotak busa telur

Mungkin bagi sebagian orang belum tahu, kotak bekas telur yang terbuat dari seperti dari kardus ini bisa digunakan untuk menanam bawang merah loh. Untuk menghasilkan bawang merah yang baik, kamu perlu ekstra dalam menyiapkan bibitnya.

Sebelum di tanam, bawang merah harus yang sudah tua dengan ukuran yang besar, kemudian ditusuk dibagian tengah untuk direndam di air. Tunggu hingga bawang merah ini sampai muncuk tunasnya. Jika sudah muncul, barulah bisa memakai kotak kardus telur. Saat menggunakan media ini, kamu sudah bisa memanen ketika memasuki 90 hari.

Itulah 4 media tanam atau cara yang bisa dilakukan untuk menanam bawang merah secara teknik hidroponik. Selamat mencoba!

MENGENAL BERBAGAI SISTEM YANG DIGUNAKAN PADA TEKNIK HIDROPONIK

Teknik hidroponik merupakan teknik menanam yang bisa dilakukan di berbagai media tanpa menggunakan tanah. Begitu pula dengan sistemnya, dimana tak semua jenis tanaman bisa diperlakukan yang sama. Meskipun sama-sama menggunakan teknik hidroponik, tapi kalian harus tahu bagaimana sistem yang paling baik digunakan untuk tanaman tersebut, agar pertumbuhannya semakin lebih optimal.

Jadi sebelum bercocok tanam dengan teknik ini, ada baiknya untuk mengenal keseluruhan dari metode atau sistemnya terlebih dahulu.

1.Nutrient Film Technique (NFT)

Nutrient Film Technique (NFT)

Metode yang pertama ini merupakan metode yang paling terkenal dan sering digunakan. Metode ini bisa berjalan tanpa timer, karena medianya dibuat lebih miring agar memudahkan air mengalir ke akar tanaman. Tanaman tersebut dibuat dengan menggantung sehingga akarnya lebih leluasa dalam menerima nutrisi yang terkandung oleh aor.

Nantinya air tersebut akan dibawa kepada netpot yang diatas dengan menggunakan pipa. Sehingga tanaman tidak akan kekurangan air, karena sistem ini akan berjalan seperti itu, mempoma air, dan mendsitribusikan ke netpot yang diatas. Sistem seperti ini akan cocok untuk menanam selada, pakcoy dan sawi.

2.Deep Flow System (DFT)

Deep Flow System (DFT)

Sistem DFT biasa banyak digunakan oleh orang-orang yang bercocok tanam di rumah. Sistem ini bisa menjadi alternatif bagi kamu yang tak memiliki banyak ruang untuk bertanam, karena sistemnya dibuat dengan cara bertingkat sehingga bisa menampung tanaman dalam jumlah yang banyak.

Berbeda dengan sistem sebelumnya, dimana pada sistem ini menggunakan timer untuk mengalirkan nutrisi lewat pompa. Nutrisi tersebut nantinya akan di pompa dan dialirkan melalui akar, lalu kembali lagi ke penampungan.

Sayuran yang bisa cocok dengan sistem ini yaitu selada, kangkung, bayam, pakcoy dan sawi. Keuntungannya, jika listrik mati tak akan membuat tanaman menjadi layu.

3.Floating Hydroponic System (FHS)

Floating Hydroponic System (FHS)

Sesuai dengan namanya, metode ini dibuat dengan cara mengapung dengan menggunakan Styrofoam. Nantinya styrofoam tersebut akan di beri lubang sehingga memudahkan akar untuk cepat menyerap nutrisi. Permukaan yang rapat ini biasanya akan menutup keluar masuknya oksigen, jadi bisa diakali dengan menggunakan air stone yang bertujuan untuk menghasilkan gelembung udara, jadi oksigen tetap ada.

Keuntungan dari sistem ini dimana kita bisa mengontrol nutrisi pada waktu tertentu. Namun jangan sama kontrol tersebut lewat dari waktu yang telah di tentukan karena bisa memicu nutrisi yang mengendap, sehingga akan menghambat pertumbuhan tanaman. Biasanya metode ini akan cocok untuk tanaman yang berbatang kuat, seperti bayam dan kangkung.

4.Sistem Aeoponics

Sistem Aeoponics

Sistem yang satu ini mengandalkan penyemprotan dan penyerapan nutrisi yang langsung tertuju pada akar tanaman. Dengan begitu, oksigen pada sistem ini lebih banyak jumlahnya. Untuk membuat sistem seperti ini memang butuh biaya yang cukup mahal karena perakitan yang rumit, tapi kamu bisa lebih hemat nutrisi dan air, perawatannya pun terbilang mudah. Sawi dan selada bisa dijual dengan mahal, sehingga harga jualnya bisa menutupi modal.

5.Sistem  Irigasi Tetes (Drip)

Sistem  Irigasi Tetes (Drip)

Sistem yang satu ini lebih disarankan untuk menanam buah-buahan seperti tomat, stroberi, terong, melon dan cabai rawit. Cara kerjanya dari sistem ini yaitu meneteskan nutrisinya yang telah di alirkan dari penampungan. Nantinya aka nada slang yang telah di tancap di samping tanaman, dan tetesan yang mengalir dari pompa sedikit-sedikit akan menetes lewat selang. Dan tetesan itu akan mengalir hingga ke akarnya.

Jadi sebelum melakukan teknik hidroponik, ada baiknya mempelajari setiap sistem yang ada agar sesuai dengan tanaman yang akan ditanam.

Cara Mudah Menanam Hidroponik Brokoli

Sayuran brokoli merupakan sayuran dengan banyak kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Budidaya brokoli juga sangat mudah untuk dilakukan oleh siapa saja.

Namun jika kalian tak memiliki lahan yang luas dan ingin mencoba budidaya brokoli, maka kalian bisa melakukan budidaya brokoli hidroponik.

Menanam brokoli dengan sistem hidroponik tak membutuhkan lahan yang luas dan tak memerlukan tanam sebagai media tanamnya.

Nah, untuk kalian yang penasaran dengan cara menanam brokoli dengan hodroponik, di bawah ini kami akan berikan penjelasannya.

1.Persiapan dan Penyemaian

Persiapan dan Penyemaian

Hal pertama yang harus kalian siapkan adalah tempat untuk menanam brokoli. Bersihkan lahan atau tempat yang akan kalian gunakan baik dari kototan maupun tanaman gulma.

Lalu, siapkan bibit brokoli yang unggul dan bebas dari hama dan penyakit. Rendam bibit ked alam air hangat dan pilih bibit yang tenggelam.

Untuk menyemai tanaman brokoli hidroponik, kalian bisa menggunakan rockwool. Potong rockwool dengan ukuran kurang lebih 3 x 3 cm dan letakkan ke nampan persemaian.

Siram rockwool dengan air secukupnya jangan sampai ada air menggenang di dalam nampan. Lalu buat lubang tanam dengan menusuk rockwool menggunakan tusuk gigi atau lidi.

Masukkan benih brokoli hidroponik pada lubang tanam. Satu lubang untuk satu benih brokoli. Lalu, tutup nampan persemaian selama kurang lebih 2 – 3 hari menggunakan plastic hitam dan letakkan pada tempat yang tak terkenal sinar matahari.

Setelah benih berkecambah, segera letakkan persemaian pada lahan yang terkena sinar matahari. Jika kalian terlambat dalam memindahkan benih maka biasanya akan terjadi stiolaso dan kalian harus mengulangi lagi tahap persemaian dari awal.

Jika cuaca hujan, segera pindahkan bibit ke tempat yang teduh agar bibti brokoli tidak terserang penyakit. Atau, kalian harus membuang dan mengganti bibit baru.

2.Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman dan Pemeliharaan

Bibit yang layak untuk dipindahkan tanam ke instalasi hidroponik atau hidroponik kita adalah bibit yang telah memiliki 4 daun majemuk.

Untuk menghemat biaya hidroponik kalian bisa menambahkan sekam agar tanaman bisa tumbuh kuat. Untuk menghemat biaya hidroponik kalian bisa menggunakan hidroponik kit berupa botol bekas kemasan minuman.

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Cara proses penanamannya adalah dengan menyiapkan netpot lalu pindahkan tanaman dari nampan semai ked alam netpot.

Lalu tambahkan sekam agar tanaman nantinya bisa tumbuh dengan kuat. Lalu kalian masukkan pada lubang tanam yang ada di instalasi dan jangan lupa untuk mengatur kadar nutrisi dan air yang akan digunakan tanaman brokoli untuk tumbuh dan berkembang.

Proses pemeliharaan tanaman brokolo hidroponik merupakan proses yang sangat penting. Lakukan sedikit perempalan pada cabang samping sedini mungkin untuk memelihara pertumbuhan tanaman dan agar terpusat pada penyusunan bunga brokoli.

Jika ada hama yang menyerang maka lakukan pengendalian secara manual. Jika serangan hama sudah meluas maka kalian bisa menggunakan pestisidan untuk menanggulanginya.

Untuk pemanenan biasanya bisa dilakukan saat umur tanaman 2 – 3 bulan, tergantung varietas yang kalian gunakan.

Kalian bisa memanen hidroponik brokoli ini jika massa bunga telah padat dan mencapaibukuran ang maksimal namun kuncup pada bunga belum tumuh.

Cara panennya adalah dengan memotong tangkai bunga, sebagian batang brokoli dan daun brokoli dengan panjang sekitar 25 cm.

Lalu kumpulakn brokoli pada tempat yang terlindungi dari paparan sinar matahari langsung agar laju respirasi tanaman menurun.

Itulah cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk menanam tanaman hidroponik brokoli. Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Menanam Tanaman Hidroponik Sawi

Sawi merupakan salah satu sayuran hijau yang mudah tumbuh. Sayuran ini juga merupakan salah satu jenis sayur yang banyak diolah menjadi makanan lezat.

Rasa sawi sangat segar dengan tekstur yang renyah dan halus. Sawi sendiri merupakan salah satu bahan makanan favorit keluarga.

Sawi hijau juga memiliki kandungan air serta serat yang tinggi. Sayuran ini juga diperkaya dengan berbagai vitamin serta mineral yang baik untuk tumbuh.

Nilau jual sawi juga snagat ekonomis, hingga saat ini permintaan akan sawi semakin hari semakin meningkat. Karena itulah, budidaya sawi sedang digalakkan.

Budidaya sawi juga sangat mudah dilakukan pada lahan yang sempit maupun luas. Model wick dinilai sebagai model yang paling cocok untuk penanaman sawi hijau.

Sawi hijau diketahui memiliki kandungan antioksidan yang kaya. Zat itu bisa meningkatkan imun tubuh dan mencegah tubuh terjangkit kanker.

Penghematan lahan dengan harapan hasil melimpah dapat diupayakan melalui cara menanam hidroponik.

Nah, untuk kalian yang ingin menanam sawi di rumah dengan cara hidroponik, di bawah ini kami akan berikan caranya.

1.Siapkan Peralatan

Siapkan Peralatan

Beberapa peralatan yang diperlukan untuk menanam sawi hidroponik adalah botol air mineral bekas dengan ukuran 600 ml atau 1.500 ml.

Bagian botol yang masih utuh dibuka label kemasannya dan dibersihkan kemudian dipotong sehingga mendapatkan bagian bawah dan atas botol dengan lubang yang besar.

Botol bekas air mineral ini akan dimanfaatkan sebagai tempat penampungan nutrisi dan wadah media tanam. Sedangkan bagian atasnya untuk menanam. Bagian tertutupnya dilubangi dan dibalik.

Lalu, kalian akan membutuhkan pisau, gunting, cutter, sumbu untuk menjadi perantara penyerapan nutrisi ke tanaman, larutan nutrisi, abu sekam, dan pipa atau strrofoam.

2.Persiapan

Persiapan

Hal pertama yang harus dilakukan dalam menanam tanaman hidroponik sawi adalah memastikan ketersediaan seluruh bahan dan alat yang akan digunakan.

Sumbu yang telah dipotong dengan ukuran yang sesuai dimasukkan ke botol bertutup yang telah dilubangi.

Panjang sumbu harus bisa menjembatani antara nutrisi dan media tanam. Sumbu yang telah terpasang lalu diberi media abu sekam secukupnya. Bibit sawi hijau akan ditanam di sana nantinya.

Bagian bawah botol diisi dengan nutrisi yang telah siap pakai. Bagian atasnya dimasukkan ked alam botol bagian bawah dibatasi dengan peyangga.

Bagian atas botol tak boleh menyentuh larutan nutrisi. Hanya sumbu yang akan menjadi media perantara yang akan menyentuh nutrisi.

3.Pembibitan dan penanaman

Pembibitan dan penanaman

Benih sawi hijau bisa dibeli di toko benih / toko pertanian dengan varietas dan harga yang beragam. Bibit yang siap dipindahkan bisa langsung dimasukkan ked alam media abu sekam.

Pemindahan harus dilakukan dengan menyertakan sedikit media lama. Hal ini bertujuan agar menghindari stress pada tumbuhan sawi karena melakukan proes adaptasi di media baru.

Tanaman sawi yang mengalami perpindahan lokasi harus dilakukan secara perlahan dan penuh hati-hati agar akar sawi tidak terputus.

4.Perawatan

Perawatan

Cara menanam sawihijau pada metode penanaman hidroponik sangat mudah dilakukan. Yaitu dengan cara:

  • Larutan nutrisi yang berada di dalam botol bagian bawah harus selalu terisi sehingga sawi hijau tidak pernah mengalami kehabisan nutrisi.
  • Penyiraman pada tanaman sawi hijau dapat dilakukan sekali sehari dengan menggunakan sprayer.
  • Upaya perlindungan dengan menggunakan beraneka macam pestisida bisa saja dilakukan.
  • Pestisida organik maupun kimia dapat ditemukan dan dibeli dengan mudah.
  • Jenis pestisisda yang digunakan dapat berupa insektisisda (serangga), fungisida (jamur), dan lain – lain sesuai dengan kebutuhan.
  • Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan pestisida adalah takaran atau dosis dan resiko.

Itulah cara mudah yang bisa kalian lakukan untuk menanam sawi hidroponik. Semoga bermanfaat.

MENGENAL DUNIA TANAMAN HIDROPONIK LEBIH DALAM

Bercocok tanam sudah dilakukan sejak jaman dahulu dan merupakan aktivitas yang cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Banyak teknik yang bisa dilakukan dalam bercocok tanam, apalagi ketika teknologi sudah maju sehingga memudahkan manusia dalamm melakukan hobinya.

Salah satu teknik yang sudah ada dari tahun 1700an dan beberapa tahun ini kembali  ngetrend adalah dengan sebutan teknik hidroponik. Mungkin kalian juga sudah dengar istilah ini, tapi apakah tau apa maksudnya?

Hidroponik merupakan suatu proses bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Kok bisa ya? padahal tanah merupakan sumber utama yang bisa membantu pertumbuhan tanaman. Karena pada dasarnya teknik ini memanfaatkan air yang sudah dicampurkan dengan nutrisi.

Melihat dari banyaknya lahan pertainan yang sudah terpakai, sehingga munculah teknik seperti ini. Dalam teknik ini, tentunya akan lebih menguntungkan karena kita tak menggunakan tanah sedikitpun. Tapi perlu diperhatikan juga, bahwa media air yang digunakan harus sesuai dan gak boleh sembarangan. Teknik seperti ini juga bisa dibilang menjadi teknik pertanian yang lebih modern karena banyak sekali manfaat yang bisa didapat.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kini sudah banyak lahan pertanian yang harus dipakai untuk bangunan sehingga sulit untuk bisa menanam di lingkungan bebas. Pada dasarnya bercocok tanam dengan teknik hidroponik bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin bercocok tanam tapi gak punya lahan. Sekarang banyak sekali orang-orang yang mulai mencoba untuk menanam tanaman hidroponik, karena selain bisa menyalurkan hobi kepada tanaman, tak jarang juga dijadikan sebagai ladang bisnis.

Meskipun tanpa menggunakan media tanah, kamu pun harus tau jika dalam hidroponik memiliki metode atau cara yang berbeda. Hal ini bisa dilihat dari setiap penyusunan antara tanaman dan medianya. Teknik dengan cara hidroponik bisa lebih cepat panen, tapi perlu diperhatikan dari setiap aspeknya. Selain gak bisa asal-asalan, teknik seperti ini butuh orang yang memang telaten dan mengerti cara merawatnya.

Tempat yang bisa dipakai sebagai media tanaman ini bisa menggunakan botol bekas dengan ukuran yang agak besar atau memakai pipa paralon. Untuk hal ini kalian bisa lihat di laman lain bagaimana tempat yang dipakainya. Dengan begitu, kamu bisa lebih berkreasi mau seperti apa bentuknya atau ditata sesuai dengan keinginan.

Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dari teknik hidroponik, diantarnya:

-Lebih mudah maintenance

-hasil panen bisa lebih cepat juga bersih

-Hasil tanaman lebih aman dan kualitas terjamin karena tidak terkena pupuk kimia ataupun pestisida

-Tak perlu punya lahan yang besar, bisa memanfaatkan lahan yang ada

-Penggunaan pupuk tidak boros

-Lebih bisa dikendalikan dari penyakit dan hama

Namun di sisi lain ada juga kekurangan dari teknik ini diantaranya:

-Modal yang cukup besar

-Komposisi air dan nutrisi harus disiapkan secara pas

-Jika terjadi kesalahan bisa mematikan seluruh tanaman dalam satu tempat

-harus mengganti sistem wick secara rutin

Jika kita bisa melakukannya secara telaten, pasti akan muncukl rasa bangga tersendiri. Apalagi ketika nanti sudah panen, sayur atau buah yang kita tanam bisa di konsumsi. Selain itu, penataan tanaman hidroponik yang pas juga bisa dijadikan sebagai hiasan rumah, agar tak melulu harus menggunakan tanaman hias maupun tanaman yang menggunakan media tanah. Dengan warna yang hijau dan segar, akan membuat rumahmu semakin asri dan sejuk. Yang terpenting, tanaman tersebut harus mendapatkan sinar matahari yang cukup agar proses fotosintesisnya semakin optimal.

Jadi gimana, ada keinginan untuk mencobanya?

Cara Menanam Jahe dengan Sistem Hidroponik

Jahe adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat, tetapi masyarakat paling sering menggunakan jahe untuk diolah menjadi minuman yang menghangatkan tubuh. Selain itu banyak juga yang menggunakan jahe untuk obat-obatan yang bisa menyingkirkan banyak jenis penyakit.

Karena banyaknya manfaat dari jahe ini membuat seiring berjalannya waktu jahe semakin memiliki harga yang tinggi. Ini membuat para petani sangat memanfaatkan kesempatan untuk semakin membudidayakan jahe, apa lagi di desa masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan jahe.

Untuk Anda yang merupakan masyarakat perkotaan dan ingin juga membudidayakan jahe, tidak ada salahnya untuk menggunakan teknik hidroponik. Ini adalah cara yang mudah dan sangat irit tempat. Jika Anda ingin mencoba menanam jahe dengan sistem hidroponik, berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan jika ingin melakukannya.

Teknik Hidroponik Tanam Jahe

1.Siapkan Lokasi

Pertama yang harus Anda persiapkan jika ingin menanam jahe adalah pastikan ada lokasi yang cocok, di mana harus terpapar sinar matahari minimal 5 jam satu hari.

2. Siapkan Media Tanam

Sistem hidroponik merupakan sistem yang tidak membutuhkan tanah di dalam prosesnya, ini membuat Anda harus menemukan alternatif lainnya untuk digunaakn sebagai media perkembangan tanaman. Pilihlah barang yang mudah untuk menyerap air dan juga tidak menggenang, seperti misalnya kerikil yang halus, pasir kasar, sekam, serbuk kayu, atau pun arang.

Setealh mendapatkan bahan untuk hidroponiknya, siapkan juga wadah yang tepat. Anda tidak perlu membeli wadah yang mahal, karena dengan menggunakan botol air minum pun sudah cukup untuk digunakan menanam jahe dengan metode hidroponik.

3. Siapkan Bibitnya

Potong tuas jahe dan simpan di tempat yang teduh dan lembab, Anda akan mendapatkan mata tunas yang bisa digunakan untuk menumbuhkan jahe. Kalau sudah muncul mata tunasnya, ini menandakan kalau  pembibitan yang dilakukan sudah berhasil.

4. Pemupukan

Agar nanti jahe bisa menghasilkan banyak akar dengan ukuran yang besar, maka berikanlah pupuk dasar yang baik untuk jahe tersebut. Banyak unsur yang dibutuhkan oleh tanaman jahe, seperti Phospat dan Kalium. Jadi sebaiknya tambahkan dosis dari pupuk buatan agar lebih seimbang.

5. Tanam Bibit Jahe di Polybag

Penanaman di polybag ada baiknya dilakukan ketika sedang pagi hati atau di sore hari. Pada bagian tengahnya diisikan oleh serbuk kayu atau arang dulu, baru jahe di tanam dan bisa segera disiram. Letakkanlah bibit tersebut di tempat yang terbuka.

Pada umumnya, jika bibit jahenya bagus, maka bibit tersebut akan langsung tumbuh, kalau ada yang mati ini bisa jadi dikarenakan adanya jamur atau bakteri patogen. Karena bukan merupakan tanaman yang merambat, maka Anda bisa memanfaatkan lokasi tersebut dengan maksimal.

6. Lakukan Perawatan

Perawatan dari jahe dengan teknik hidroponik ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tanaman lainnya. Siramlah rutin 2-4 hari sekali, lakukan pemupukan untuk memberikan nutrisi sebagai penunjang agar tanaman jahe bisa tumbuh dengan baik, dan lakukan penanggulangan hama dan penyakit.

7. Panen Jahe

Jika jahe sudah terlihat cukup besar, maka Anda bisa langsung mencabutnya. Tetapi ada baiknya untuk menunggu jahe hingga ia berusia 3-4 bulan. Keunggulan dari jahe sendiri adalah rasanya tidak akan berubah meski dibiarkan tumbuh besar.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menanam jahe dengan metode hidroponik, mudah bukan?

Cara Menanam Semangka dengan Teknik Hidroponik

Semangka sebelumnya dikenal sebagai tanaman yang membutuhkan tanah untuk dikembangbiakkan, tapi tahukah kamu kalau ternyata penanaman semangka bisa jauh lebih efektif jika menggunakan teknik Hidroponik? Hal ini dikarenakan dengan metode ini tanaman menjadi lebih mudah dirawat dan pengendalian Hama menjadi lebih mudah dilakukan.

Tentunya untuk melakukan hal ini ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti dari teknik yang digunakan atau biji apa yang sebaiknya digunakan. Berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan jika Anda tertarik untuk menanam semangka dengan metode hidroponik.

Menanam Semangka Metode Hidroponik

1.Pilih Bibit yang Terbaik

Pertama yang harus Anda perhatikan jika ingin menanam dengan metode Hidroponik adalah perhatikan dari segi bibit yang akan Anda buat. Bibit yang harus dipilih adalah bibit yang lebih mengkilap dengan warna yang hitam dan licin. Agar biji tanaman ini bisa ditanam dengan baik, maka rendamlah biji tersebut pada larutan fungisida. Perendaman ini minimal dilakukan selama 24 jam atau lebih.

2. Pilih Media Tanam yang Tepat

Untuk menanam dengan metode Hidroponik, maka ada beberapa hal yang wajib untuk disiapkan. Beberapa barang yang diperlukan untuk menanam dengan metode ini adalah pipa paralon, penampungan air, Timber, mesin pompa akuarium, busa, dan talang air.

3. Lakukan Penyemaian Semangka Hidroponik

Setelah menyiapkan segalanya, biji semangka kini perlu disemai. Cara untuk menyemainya pun mudah, berikut ini merupakan cara yang bisa Anda lakukan.

  • Siapkan media penyemaian, yaitu karton, kapas, atau gabus yang sudah dibasahi dan juga bahan lainnya
  • Bibit semangka yang sudah direndam sebelumnya, kembali lakukan perendaman selama 2 – 4 jam dengan fungisida atau larutan atomik
  • Penyemaian dilakukan dengan menggunakan polibag atau di dalam pot yang sudah diberi tanah. Dalam beberapa hari akan muncul kecambah atau akar kecil dari bibit yang Anda semai tersebut
  • Setelah kecambah atau akar sudah tumbuh dari bibit, maka Anda bisa memindahkannya ke media tanam agar pertumbuhan menjadi lebih cepat. Lakukanlah pemeliharaan sampai bibit tumbuh semakin besar
  • Pada tanaman tersebut berilah nutrisi dan pupuk, lalu setelah 2 minggi bisa dipindahkan ke media tanam hidroponik

4. Penanaman Semangka Hidroponik

Setelah disemai, kini kita bisa beralih ke cara untuk melakukan penanamannya. Ini adalah cara yang harus Anda lakukan dengan hati-hati, jangan sampai Anda merusak bagian tanaman karena semangka merupakan tanaman yang sangatlah sensitif. Berikut ini langkah yang bisa Anda lakukan untuk melakukan penanaman tanaman semangka ke metode Hidroponik.

  • Pertama, jika tanaman dari semangka sudah memiliki 4 daun atau akar yang lebat, maka Anda bisa langsung memindahkannya ke metode hidroponik
  • Penanaman yang dilakukan sebaiknya baik dari aliran air sampai ke pemberian nutrisi sudah dilakukan secara otomatis dan sudah disusun dengan menggunakan Timer, ini akan membuat pemberian nutrisi dan aliran air menjadi lebih teratur dari pada Anda melakukannya dengan cara manual.
  • Gunakan pipa paralon untuk menanam tanaman hidroponik yang sudah dilubangi dengan diameter 5 Cm. Dan bagian ujung kanan dan kirinya sudah ditutup dengan plastik.
  • Gunakanlah pompa air agar pasokan air dan nutrisi yang ada di tanaman hidroponik berjalan dengan lebih teratur.

Itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk menanam tanaman semangka dengan memanfaatkan metode hidroponik. Kira-kira menurut Anda apakah cara ini jauh lebih mudah dan efisien dibandingkan dengan metode biasa?

Cara Untuk Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Kini semakin banyak orang yang memilih untuk menanam tanaman hidroponik dikarenakan di rasa lebih mudah dan efisien. Dengan metode ini juga, kita tidak lagi perlu pusing untuk memikirkan kira-kira di mana tempat yang cocok untuk menanam tanaman tersebut, karena dengan metode hidroponik tanaman dapat di tanam di mana pun. Bahkan Anda bisa menanam tanaman ini dengan menggantungkannya di tembok.

 Hal yang terpenting dari metode menanam tanaman hidroponik adalah dengan cara memikirkan aspek-aspek seperti pemberian nutrisi, cahaya, juga tentunya suhu dari tanaman tersebut. Untuk Anda yang masih merupakan pemula, berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda pakai untuk menanam tanaman hidroponik.

Metode Mudah Untuk Menanam Tanaman Hidroponik

1.Dengan Menggunakan NFT atau Nutrient Film Technique

 NFT atau Nutrient Film Technique

Pertama yang kami rekomendasikan adalah dengan menggunakan NFT atau Nutrient Film Techniwque. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dengan menggunakan metode Nutrient Film Technique ini, yaitu:

  • Pertumbuahan tanaman lebih cepat
  • Perawatan sistem NFT lebih mudah
  • Tingkat keseragaman tanaman yang tumbuh lebih tinggi
  • Tidak banyak endapan nutrisi atau kotoran dalam pipa
  • Tingkat Produktifitas lebih tinggi

Cara menanamnya pun mudah, berikut adalah caranya.

  • Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin menggunakan metode Nutrient Film Technique ini, yaitu: pompa air, selang inlet, gully, media tanam, pipa pvc, kerangka meja, tandon air, hole saw, bor, gergaji besi, pH meter, dan juga TDS/ EC Meter.
  • Pipa dilubangi sesuai dengan panjangnya dan pastikan jaraknya antara lubang satu dengan lubang lainnya sama
  • Pipa di susun juga dipersiapkan untuk menjadi tempat tanaman
  • Pada pipa yang lebih rendah siapkan penampung
  • Untuk menggunakan metode ini, konsepnya adalah akar ditanam akan tumbuh di bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam. Sirkulasi yang ada di tanaman ini harus terjaga agar tanaman bisa dengan baik mendapatkan nutrisi, oksigen, dan juga air.

2. Dengan Menggunakan Metode WICK

WICK

Kedua adalah dengan menggunakan metode WICK, metode ini lebih disukai karena kemudahannya dan bahan yang diperlukan juga murah.

Ada beberapa kelebihan yang didapatkan dengan menggunakan metode WICK, yaitu:

  • Tanaman bisa mendapatkan suply air secara terus menerus
  • Pembuatannya murah dan mudah
  • Perawatan tanaman dipermudah karena tidak lagi memerlukan penyiraman
  • Tidak bergantung pada listrik

Berikut adalah cara untuk menggunakan metode WICK.

Siapkanlah:

  • Botol Mineral
  • Alat Pemotor
  • Sumbu Kompor/ Kain Flanel
  • Alat Melubangi
  • Air Nutrisi

Cara membuat alat tanam tanaman hidroponik

  • Pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan cara memotong botol bekas menjadi dua bagian
  • Setelah itu lubangilah tutup botol tersebut
  • Dua bagian botol di gabungkan dengan cara membalik bagian moncong botol menghadap ke bagian bawah
  • Kain flanel atau sumbu kompor di pasang pada bagian tutup botol dan pastikan sumbu botol tersebut bisa menyerap air nutrisi
  • Tanamlah bibit tanaman pada bagian atas botol dengan memberikan tanah secukupnya
  • Sedangkan pada bagian bawah botol, isilah dengan air nutrisi
  • Dengan cara ini, tanaman bisa lebih hemat waktu dan memudah kan perawatan.

Nah, itulah beberapa cara menanam tanaman hidroponik yang bisa Anda para pemula lakukan. Cara untuk menanamnya sangatlah mudah, sehingga tingkat kegagalan dengan menggunakan metode tanam ini pun kecil.

Untuk Anda yang masih ragu untuk memulai menanam dengan metode hidroponik, cobalah dengan kedua metode ini karena tidak ada salahnya untuk mencoba!