daftar poker online daftar sbobet

Cara Untuk Menanam Paprika dengan Teknik Hidroponik

Banyak orang yang mengira kalau paprika merupakan salah satu jenis buah yang sulit untuk dibudidayakan. Tetapi sebenarnya paprika merupakan jenis tanaman yang dapat ditanam di mana saja, baik di gunung, di dataran yang rendah, bahkan kita bisa menanamnya di pantai. Tetapi tempat terbaik untuk menanam paprika adalah di dataran tinggi, di atas 1700 DPL, karena di sana dapat menghasilkan paprika dengan ukuran yang besar.

Untuk Anda yang tinggal di dataran rendah, jangan ragu untuk menanam paprika. Karena kini terdapat teknik hidroponik yang sangat membantu Anda untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Kali ini kami akan memberitahukan Anda bagaimana cara untuk menanam paprika dengan teknik hidroponik.

Tanam Paprika Teknik Hidroponik

1.Pilih Benih yang Berkualitas Baik

Jika Anda ingin menanam paprika, kami sangat menyarankan untuk menggunakan benih yang memiliki kualitas baik. Sebaiknya tidak menyemai benih paprika yang Anda langsung ambil dari buahnya, karena hampir semua paprika yang dijual di pasaran merupakan hasil dari tanaman Hybrid, jadi hasil yang nantinya tumbuh akan berbeda dibandingkan dengan induknya, bahkan tanaman yang sudah tumbuh pun tidak bisa berbuah. Lebih baik untuk membeli benih yang sudah dikemas, jadi Anda tidak akan mengalami kegagalan saat berhasil menumbuhkannya.

2. Semai di keadaan lembab

Dalam keadaan yang lembab, semai biji paprika tersebut. Anda bisa gunakan rockwool untuk media tanam dan gunakan penutup untuk 1-2 hari setelah dilakukan penyemaian. Setelah itu tunas akan muncul dan biarkan di bawah sinar matahari. Sedangkan kalau menutup benih terlalu lama, tanaman bisa etiolasi dan malah tumbuh menjadi taoge.

Semailah benih langsung di bawah sinar matahari, tetapi tetap disemprot di pagi hari dan juga di sore hari untuk menjaga agar tanaman tetap lembab. Jangan sampai benih Anda terkena hujan, segera teduhkan jika turun hujan. Masa semai paprika ini berlangsung selama 10-14 hari.

3. Metode Hidroponik

Setelah 10-14 hari, maka akan muncul benih paprika sekitar 3-4 daun, di keadaan ini pindahkanlah ke metode hidroponik. Sistem hidroponik yang bisa digunakan untuk menanam paprika adalah NFT, DFT, fertgasi, atau juga sistem Dutch bucket.

4. Hal yang wajib jadi perhatian

Selama menanam paprika dengan metode ini, pastikanlah untuk terus menjaga nutrisi yang ada di air. Jika paprika tersebut berumur 7-14 hari, maka gunakanlah nutrisi yang kepekatannya 750 ppm dengan nutrisi AB Mix, lalu di usia 30-45 hari gunakan nutrisi 1500 ppm. Saat sudah berbuah, gunakan nutrisi 3500 ppm.

Selain itu Anda juga harus memerhatikan suhu juga kelembaban udaranya, karena tanaman sangat bergantung pada suhu dan cahaya. Suhu yang ideal untuk tanaman paprika adalah di suhu 18-23 derajat celcius.

Lalu pastikan tidak ada hama yang hinggap, contohnya seperti lalat buah. Ini akan membuat buah paprika menjadi busuk, meski bagian luar masih tampak bagus. Tindakan yang bisa Anda lakukan adalah menangkap lalat buah dengan perangkap, seperti menggunakan cairan petrogenol.

5. Gunakan Greenhouse/ Screenhouse

Terakhir yang bisa Anda lakukan untuk menanam paprika adalah menggunakan Greenhouse. Ini membuat Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan hama yang masuk ke tempat tanaman Anda.

Itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk menanam paprika dengan metode hidroponik. Bagaimana? Meski terlihat sulit tapi kalau sudah dicoba, bisa jadi Anda semakin mahir untuk melakukannya.

Tanaman Hidroponik yang Bisa Membuat Rumah Menjadi Cantik

Mungkin tidak semua orang suka ribet dalam melakukan cocok tanam, ada yang ingin segalanya dibuat mudah namun memberikan hasil yang nyata. Nah, jika Anda merupakan orang yang demikian, maka Anda bisa memilih untuk menanam tanaman hidroponik.

Pada umumnya orang-orang menggunakan teknik hidroponik untuk menanam sayuran, tetapi ternyata Anda bisa juga memanfaatkan teknik ini untuk menanam tanaman hias, loh!

Berikut ini kami akan menunjukkan kepada Anda tanaman apa saja yang bisa ditanam dengan menggunakan teknik ini. Dengan demikian Anda bisa semakin mudah mencari tanaman yang cocok untuk Anda tanam di rumah Anda.

Tanaman Hias Hidroponik

1.Bunga Matahari

Bunga Matahari

Pertama yang kami akan bahas adalah Bunga Matahari. Bunga ini sendiri merupakan tanaman yang unik, di mana ia akan mengikuti arah dari matahari. Selain itu bunga matahari juga merupakan buya yang indah untuk dijadikan hiasan rumah.

Peletakan bunga ini haruslah di luar ruangan, karena bunga ini membutuhkan tempat yang penuh akan sinar matahari. Untuk perawatannya, kamu hanya butuh untuk menyiramnya dengan larutan nutrisi setiap sehari sekali.

2. Keladi Red Star

Keladi Red Star

Mungkin namanya masih asing untuk Anda, tetapi kalau dilihat, sebenarnya sudah banyak orang yang merawat jenis tanaman hias ini di rumah mereka. Tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik ini memiliki warna merah menyala yang bisa Anda gunakan untuk menambah warna di taman Anda.

Kelebihan dari Keladi Red Star ini, selain memiliki daun yang cantik ia juga membutuhkan perawatan yang mudah. Anda hanya perlu untuk memastikan tanaman ini berada di lokasi yang penuh akan sinar matahari.

3. Sri Rejeki

 Sri Rejeki

Bagi yang sudah berpengalaman dalam dunia tumbuhan hias, pasti Anda sudah tidak asing dengan Sri Rejeki. Ini adalah jenis tanaman yang memiliki harga cukup mahal, apa lagi jika sedang ditengah trend. Kelebihan dari tanaman ini adalah ia memiliki corak yang unik dan bisa dimanfaatkan untuk membersihkan udara atau anti polutan yang dapat menyerap zat berbahaya.

Perawatan dari Sri Rejeki ini sangat mudah, selain itu ia juga bisa diletakkan di dalam rumah.

4. Suplir

Suplir

Suplir merupakan jenis tanaman hias yang sudah biasa dibudidayakan dengan konsep hidroponik. Tanaman ini mudah didapatkan dan pernah populer pada era 90-an. Ciri khas dari tanaman hias satu ini adalah dari bentuk daun dan warna kontras yang ada dari daun dengan batang.

Ada berbagai macam jenis varietas dari Suplir ini, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kesukaan Anda. Kelebihan lain dari Suplir ini adalah ia dapat tumbuh dengan baik meski berada di lingkungan yang lembab.

5. Aggrek

Aggrek

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah Anggrek. Ini merupakan tanaman yang sangat bervariasi dan bisa ditanam dengan pot atau bahkan di tanam dengan menempel di bagian dinding.

Perawatan dari Anggrek berbeda untuk setiap jenisnya. Ada 3 jenis perawatan dari berbagai varietas, yaitu yang harus langsung terkena sinar matahari, yang dapat tumbuh dengan baik meski tidak terkena sinar matahari, dan yang harus terkena sinar matahari agar bisa tumbuh dengan baik.

Nah, itulah beberapa tanaman hias yang bisa Anda tanam dengan menggunakan teknik hidroponik. Selain lebih mudah untuk penanaman dan perawatannya, tanaman-tanaman ini juga bisa memberikan keindahan untuk taman di rumah Anda. Jadi apakah sudah siap untuk menanam tanaman hidroponik?

5 Tips Merawat Tanaman Hidroponik Paling Mudah

Dimasa pandemi seperti ini, pastinya kamu bosan jika diam saja dirumah. Lebih baik! Yuk jadikan aktivitasmu dengan cara berkebun. Kamu bisa menanam tanaman hidroponik dengan mudah, adapun cara merawat tanaman hidroponik yang akan kami jelaskan dibawah ini.

Sebelum membahasnya, apakah kamu sudah tahu apa saja yang bisa dijadikan sebagai tanaman hidroponik? Diantaranya kamu bisa memiliki sayur-sayuran seperti tomat, kangkung, cabai, timun, selada, pokchoy, dan sawi.

Supaya kamu tidak gagal merawat tanaman hidroponik, simak dibawah ini ada tips yang bisa kamu lakukan dengan mudah :

1. Cek Kadar Air Dan Tempat Penampungan

Faktor yang menjadi utama agar tumbuhan kamu terawat dan bisa tumbuh secara cepat yaitu perhatikan ketersediaan air. Karena pada media hidroponik memang tidak mampu menyediakan air secara alami.

Maka dari itu, kalau kamu ingin tanaman hidroponik bisa bertahan lama dan terawat dengan baik, kamu bisa melakukan pengecekan kondisi air di tempat penampungan diantaranya :

-Pastikan kondisi air selalu bersih.

-Supaya terjaga kebersihannya, kamu bisa menggantinya dalam waktu 4 hari sekali.

-Agar lebih mudah mengecek kadar air, ada baiknya kamu menggunakan wadah bening atau transparan. Sehingga kamu bisa lebih mudah untuk mengamati kadar air yang tersedia.

-Idealnya dalam pengisian air kurang lebih ½ atau ¾ bagian saja. jangan isi bak penampungan terlalu penuh yah guys.

2. Pengecekan Kondisi Larutan Nutrisi

Nutrisi juga merupakan kunci paling penting dalam penanaman hidroponik. Dengan cara pemberian nutrisi yang cukup, tanaman tersebut akan tetap stabil dalam pertumbuhan masa panjang.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam pengecekan nutrisi, sebagai berikut :

-Cek ketersediaan nutrisi disetiap hari.

-Gantikan nutrisi pada 3 hari sekali dengan larutan yang baru

-Berikan dosis larutan nutrisi secara bertahap.

-Campurkan larutan nutrisi dengan air yang bersih.

-Pastikan nutrisi yang diberikan tidak lewat dari masa kadaluwarsa.

3. Bersihkan Wadah Penampungan Dan Larutan Nutrisi

Pada poin ketiga, merupakan hal yang sangat penting. Supaya tanaman yang sudah kamu rawat dengan baik tidak terserang hama dan penyakit lainnya.

Untuk wadah media tanam yang transparan atau bening, akan rentan ditumbuhi lumut. Sehingga kamu harus mengetahui pembersihannya sebagai berikut :

-Yang pertama, kamu bisa keluarkan sisa larutan nutrisi.

-Selanjutnya, bersihkan pada bagian yang ditumbuhi lumut dengan air yang mengalir.

-Lalu, rendam wadah dengan air bersih atau alkohol.

-Berikan larutan nutrisi yang baru.

Kamu bisa melakukan tips yang ada diatas setiap 1-2 minggu sekali, dan jangan sampai kamu biarkan lumut tumbuh dalam waktu yang lama, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

4. Cek Kondisi Tanaman Secara Rutin

Hal yang paling ditunggu-tunggu dalam berkebun hidroponik adalah melihat hasil panen yang baik dan subur. Untuk mendapatkan hasil tersebut, kamu wajib mengecek kondisi tanaman secara rutin.

Dengan cara kamu melakukan pengecekan kondisi tanaman, tentunya kamu bisa mengetaghui apa saja yang terjadi pada tanamanmu. Karena jika tanaman yang terserang hama atau penyakit, maka pertumbuhan tanaman juga akan menunjukkan gejalanya. Seperti daun yang terlihat kuning, layu, dll.

5. Buang Tanaman Yang Terserang Hama Atau Penyakit

Dalam pengecekan tanaman secara berkala, tentunya kamu bisa mengetahui tanaman yang terserang penyakit atau hama. Maka dari itu, kamu bisa memisahkan tanaman yang sakit dari tanaman yang sehat. Jika kamu tidak mengambil langkah yang satu ini, dikhawatirkan tanaman yang sehat akan tertular juga.

Nah, itulah 5 cara merawat tanaman hidroponik yang paling mudah dan bisa kamu coba dirumah. Meskipun terbilang mudah, kamu juga harus sabar dan rutin mengecek tanaman sampai panen tiba.

7 Media Tanam Hidroponik Yang Mudah Digunakan

Karena kemudahan dalam membudidayakannya, tentunya tanaman hidroponik ini banyak dipilih oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal diperkotaan. Dengan cara penanaman yang relative mudah dengan penggunaan alat yang sederhana, rupanya dengan cara ini, kualitas tanaman yang dihasilkannya pun terbilang sangat baik jika dibandingkan dengan metode konvensional.

Tertarik untuk menanam tanaman hidroponik dirumah kalian? Yuk ketahui lebih dahulu mengenai media tanam apa saja yang dapat dipergunakan.

Media Tanam Hidroponik

1. Aram Sekam

Media tanam ini memang banyak digunakan bagi pembudidaya tanaman hidroponik. Selain banyak mengandung nutrisi, oksigen, air, dan berbagai kebutuhan tanaman, arang sekam ini juga memiliki bobot yang cukup ringan. Sehingga membuat akar tanaman akan lebih leluasa dalam bergerak dan tanaman tumbuh dengan prima. Untuk memperolehnya, kalian bisa membelinya atau membuatnya sendiri di rumah.

2. Spons

Tidak hanya digunakan untuk mencuci piring saja. Nyatanya spons juga bisa loh digunakan sebagai media tanam hidroponik. Dengan bobot yang ringan dan dapat menyimpan banyak air, tentu saja media ini tidak akan membebani akar tanaman. Justru penggunaan media ini akan membuat tanaman yang kalian tanam tumbuh dengan tegak.

Namun untuk penggunaan media ini tidak dapat digunakan dalam waktu panjang. Mengingat media ini memiliki tekstur yang mudah hancur. Terlebih jika terendam air dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu jika kalian ingin menggunakan media tanam ini, kami sarankan agar kalian menanam tanaman yang memiliki masa tanam atan panen yang singkat.

3. Rockwool

Sekilas memang mirip dengan spons, namun Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari berbagai serat lelehan batu vulkanis. Tentunya media tanam ini memiliki komposisi antara air dan udara yang terbilang paling seimbang dibandingkan dengan media tanam yang lainnya. Rockwool ini juga mampu menampung air hingga 14 kali kapasitas tampung tanah loh.

Sehingga bisa dibilang bahwa media ini mampu untuk mengoptimalkan fungsi dari larutan nutrisi sebagai pupuk cair. Media tanam ini sendiri memiliki kandungan pH yang cukup tinggi. Sehingga sebelum penggunaannya, mediab tanam ini memerlukan perlakuan yang khusus. Dan pastikan bahwa tanaman yang akan kalian tanam dapat tumbuh dalam rentang pH 7.8 – 8.02.

4. Hidrogel

Media tanam ini memang sering kita jumpai pada setiap tanaman hias yang biasanya diletakan pada area ruang tamu. Dengan terbuat dari Kristal polimer, sudah pasti media tanam ini memiliki daya serap air yang cukup baik serta pengurai larutan nutrisi yang cukup baik.

5. Kerikil

Sama halnya seperti tanah, krikil juga memiliki kemampuan sebagai media tanam yang efektif untuk memberikan ruang pada tumbuhan agar tumbuh dengan prima. Dengan tekstur berpori besar, bukan hal yang sulit untuk media tanam ini mengalirkan nutrisi dan oksigen secara merata kepada tanaman. Untuk itu, media tanam ini sangat cocok sekali jika kalian menggunakan teknik Nutrient Film technique ( NFT ).

6. Pasir

Seperti yang kita ketahui bahwa pasir memiliki sifat yang mudah menyerap air. Sehingga pasir sangat cocok sekali untuk  digunakan sebagai media tanam hidroponik. Sama halnya seperti krikil, pasir pun memiliki pori – pori yang banyak sehingga cukup mudah baginya untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen pada tanaman.

7. Cocopeat

Cocopet atau serbuk sabut kelapa bisa juga loh digunakan sebagai media tanam hidroponik. Media tanam ini memiliki kemampuan untuk menampung daya tampung air yang cukup tinggi dengan larutan nutrisi yang tinggi juga loh. Sehingga kalian tidak perlu sering untuk melakukan penyiraman jika menggunakan media tanam ini.

Demikian media tanam hidroponik yang bisa kalian gunakan untuk bercocok tanam selain menggunakan media tanah. Semoga artikel ini dapat membantu dan jangan lupa simak artikel selanjutnya mengenai tanaman hidroponik selanjutnya. Selamat Bertanam!

Buah yang Bisa Ditanam Hidroponik

Jika biasanya orang menggunakan metode tanam Hidroponik untuk menanam sayur-sayuran, tahukah Anda kalau ternyata buah-buahan pun bisa ditanam dengan metode satu ini. Ada banyak jenis buah yang bisa Anda tanam dengan metode hidroponik, hasil dari buahnya pun bisa tumbuh dengan lebih maksimal dengan menggunakan metode ini.

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik. Berikut ini kami akan memberitahukan beberapa buah yang bisa Anda tanam dengan cara hidroponik dan hasil yang didapatkan bisa lebih memuaskan dibandingkan dengan menggunakan metode hidroponik.

Jenis Tanaman Buah yang Dapat di Tanam dengan Metode Hidroponik

1.Pepaya

Pepaya

Pepaya? Ya, Pepaya. Mungkin jika Anda melihat pohon pepaya, Anda akan merasa itu merupakan sebuah ketidakmungkinan. Tetapi faktanya, pepaya dapat di tanam dengan metode hidroponik, loh. Anda hanya membutuhkan pot dengan ukuran 90 dan memiliki diameter 60 cm.

Tidak semua jenis pepaya bisa ditanam dengan metode ini, pepaya yang disarankan adalah pepaya yang merupakan varietas pepaya California, di mana jenis tanaman tersebut tidak memiliki batang yang terlalu tinggi. Jadi untuk Anda yang ingin menanam pepaya di dalam pot, ini merupakan pilihan yang sangat tepat.

Untuk melakukan teknik hidroponik ini Anda harus memerhatikan kebutuhan dari tanaman tersebut, seperti nutrisinya, perlakuan khususnya, dan masih banyak lainnya.

2. Stroberi

Stroberi

Kedua ada tanaman Stroberi, di mana tanaman ini juga bisa ditanam secara hidroponik. Mungkin stroberi merupakan buah yang sangat umum ditemukan untuk ditanam dengan metode ini, karena banyak perkebunan yang sudah mempraktekkannya. Untuk melakukan teknik hidroponik pada tanaman stroberi, lakukanlah dengan cara menanam stroberi dari benih yang disemai.

3. Melon

Melon

Mungkin biasanya kita hanya melihat tanaman hidroponik yang menghasilkan buah-buahan yang kecil, seperti tomat, pepaya, atau stroberi. Tetapi bagaimana jika teknik hidroponik yang semakin berkembang ini bisa diterapkan pada tanaman melon? Ya, kini Anda bisa menanam melon dengan menggunakan metode satu ini. Melon merupakan buah yang tanamannya merambat.

Untuk menggunakan metode ini, Anda harus memerhatikan perawatan melon, seperti salah satunya adalah dengan cara memangkas tunas yang tidak diperlukan. Tentunya ini dilakukan agar tunas tersebut tidak akan mengganggu perkembangan dari melon yang butuh sinar matahari yang cukup. Jadi jika ingin menghasilkan buah yang memiliki kualitas terbaik, membutuhkan paparan dari sinar matahari secara langsung.

4. Semangka

Semangka

Keempat ada semangka, buah yang juga memiliki ukuran besar. Sekarang semakin banyak orang yang memilih untuk membudidayakan semangka dengan cara hidroponik atau air nutrisi ini. Cara untuk mempelajari dan mempraktekkan menanam semangka hidroponik mudah dipelajari, bahkan untuk Anda yang masih pemula.

Tips untuk menjaga tanaman ini tetap terjaga hingga berbuah adalah perhatikan media airnya, pastikan air terbebad dari hama atau penyakit lainnya. Berikan pupuk susulan agar semangka dapat dengan optimal dan juga bersihkan gulma yang ada. Gunakan beberapa pupuk cair atau kompos sesuai dengan kebutuhan.

5. Cabe

Cabe

Terakhir yang akan kami bahas adalah Cabe. Mungkin menanam cabe dengan metode ini bukan lagi hal yang aneh, bahkan sudah sangat banyak orang yang menggunakan metode ini. Meski terdapat kekurangan dalam menanam dengan metode ini, seperti harus dengan teliti dan rutin memeriksa tanaman, Anda tetap akan mendapatkan hasil yang memuaskan dari jerih payah tersebut.

Nah, itulah beberapa jenis tanaman buah yang bisa ditanam dengan metode hidroponik. Semoga artikel ini dapat membantu Anda, ya!

Jenis Pupuk Tanaman Hidroponik

Apakah kamu tengah mencoba untuk memulai menanam tanaman hidroponik? Jika iya, kami sangat menyarankan untuk membeli pupuk yang sesuai dengan tanaman hidroponik untuk membantu pertumbuhannya. Tapi apa ya kira-kira pupuk terbaik untuk tanaman hidroponik?

Memilih pupuk untuk tanaman tidak bisa dilakukan sembarangan, karena kita harus tahu pupuk yang akan digunakan itu sebenarnya ditujukan untuk tanaman apa. Tanaman hidroponik tidak menggunakan tanah untuk media tumbuhnya, ini membuat tanaman tidak bisa mendapatkan kandungan unsur hara yang cukup. Jadi yang terbaik adalah dengan memberikan asupan melalui pupuk.

Kali ini kami akan memberikan rekomendasi pupuk untuk tanaman hidroponik terbaik yang dapat Anda gunakan pada tanaman hidroponik.

5 Rekomendasi Pupuk Tanaman Hidroponik

1.Pupuk AB Mix Hydro J

Pertama yang kami rekomendasikan adalah Pupuk AB Mix Hydro J. Ini merupakan pupuk untuk tanaman hidroponik yang biasa digunakan untuk memupuki tanaman berdaun atau sayuran yang siap pakai. Pupuk AB Mix Hydro J memiliki unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, khususnya tanaman hidroponik.

Kelebihan dari Pupuk AB Mix Hydro J ini adalah ia memiliki tekstur berupa 100% bubuk yang mudah untuk larut di air, jadi ia ramah lingkungan serta tidak membuat sistem hidroponik tersumbat.

2. Pupuk Lewatit HD-5

Pupuk berikutnya yang akan kami sarankan adalah Pupuk Lewatit HD-5. Tekstur dari pupuk ini mirip dengan gula pasir, tapi ia memiliki warna merah muda. Komposisi dari Pupuk Lewatit HD-5 ini ada 15 gram K2O, 7 gram P2O5, 3 gram Nitrogen dalam bentuk Amonia, dan 15 gram Nitrogen dalam bentuk Nitrat.

Pupuk ini hanya dapat mengeluarkan unsur hara jika terdapat ion penukar yang larut di dalam air. Sebabnya, ini merupakan pupuk yang sangat cocok untuk tanaman hias yang memiliki waktu pemupukan 4-5 bulan. Disarankan untuk memberikan Pupuk Lewatit HD-5 ini saat tanaman sudah berusia 2 minggu dan sudah dipindahkanke pot hidroponik.

3. Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor

Jika dua pupuk di atas berbentuk bubuk, Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor ini merupakan pupuk yang memiliki bentuk cair. Di mana dalam pupuk ini terdapat unsur makro 3,37% Sulfur, 5,7% P2O5, 11,28% Nitrogen, dan 7,84% K2O. Adapun unsur mikro yang terkandung antara lain unsur Fe, Cu, Mn, Zn, Mg, B,  Mo, Ce, dan Co.

Pupuk ini cocok digunakan baik untuk tanaman sayuran atau pun tanaman hias. Cara menggunakannya pun mudah, hanya perlu untuk melarutkannya ke air dan digunakan pada tanaman yang sudah berusia 3 minggu.

4. Pupuk Anorganik dan Gandasil D

Jika ingin lebih murah, Anda bisa meramu sendiri pupuk untuk tanaman hidroponikmu. Gunakan campuran dari pupuk NPK, KCI, dan Gandasil. Dalam campuran ini akan terdapat unsur hara makro dan mikro yang asalnya dari pupuk daun. Tetapi untuk meramu sendiri pupukmu, sebaiknya gunakan konsentrasi yang tepat agar nantinya pupuk tidak terjadi pengendapan.

5. Kotoran Kelinci

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah dengan memanfaatkan kotoran kelinci. Namun tidak keseluruhannya menggunakan kotoran kelinci. Ada cara untuk membuat pupuk hidroponik dari bahan yang sangat alami ini. Langkah yang diperlukan juga mudah dan tidak akan sulit untuk dilakukan di rumah.

Nah, itulah beberapa pupuk untuk tanaman hidroponik yang bisa Anda gunakan untuk tanaman Anda. Pilihlah pupuk yang cocok dan sesuai dengan tanaman Anda agar tanaman semakin berkualitas.

Tanaman Hidroponik Paling Cepat Panen

Kini tanaman hidroponik semakin digandrungi karena kepraktisan yang dimilikinya. Ada banyak kelebihan dari menanam tanaman dengan konsep ini, salah satunya karena dengan teknik ini tanaman bisa menjadi lebih cepat untuk dipanen.

Dari semua tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik, berikut ini adalah beberapa tanaman hidroponik yang dapat dipanen dengan waktu yang lebih cepat dari yang lainnya.

7 Tanaman Hidroponik yang Cepat Dipanen

1.Kangkung

Kangkung

Pertama yang akan kami bahas adalah tanaman kangkung. Kangkung memang merupakan tanaman yang bisa tumbuh di air, itu sebabnya tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Bahkan waktu untuk memanen kangkung hanya membutuhkan waktu sekitar 21-30 hari.

Selain mudah untuk dibudayakan, Kangkung juga memiliki banyak manfaat serta memiliki rasa yang enak saat diolah. Sebab itulah jika Anda tengah mencari tanaman yang cocok untuk memulai belajar teknik hidroponik.

2. Sawi

Sawi

Berikutnya yang kami akan bahas adalah tanaman sawi, di mana ini merupakan tanaman yang juga memiliki waktu panen yang cepat. Kelebihan lain dari menanam sawi dengan teknik hidroponik adalah perawatan yang dibutuhkan untuk merawat tanaman ini mudah.

Sawi yang ditanam mulai dari bijinya dapat dipanen setelah 40-60 hari. Tetapi kalau ditanam mulai dari bibit dapat lebih cepat lagi, yaitu 25-30 hari setelah ditanam.

3. Timun

Timun

Timun merupakan makanan yang sering dijadikan lalapan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menanam timun, tetapi salah satu yang hasilnya paling memuaskan adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Teknik ini dapat membuat timun dipanen setelah 30 hari ditanam.

Setelah itu pun Anda bisa memanen timun satu Minggu sekali. Jadi timun sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin berbisnis hasil panen tanaman hidroponik.

4. Cabe

Cabe

Cabe merupakan tanaman yang memiliki adaptasi yang baik, itu sebabnya tanaman ini cocok ditanam dengan berbagai metode dan salah satunya adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Namun, sangat disarankan untuk memilih bibit terbaik kalau ingin menanam tanaman ini.

Tanaman ini sendiri merupakan tanaman yang sangat cepat untuk panen. Saat sudah berusia 9 minggu, tanaman ini sudah bisa dipanen dan setelahnya dapat dipanen setiap 5 hari sekali.

5. Tomat

Tomat

Sudah bukan hal asing lagi kalau tomat merupakan tanaman yang sering ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Pemilihan bibit yang tepat dan perawatan yang baik akan menghasilkan tomat yang unggul dan berpotensi menguntungkan.

Selain memiliki banyak peminat, keunggulan lain dari menanam tomat adalah karena ia memiliki waktu yang singkat untuk masa panennya. Yaitu bisa dilakukan saat tanaman sudah berusia 25-30 hari, lalu setelahnya bisa dipanen setiap 5 hari sekali.

6. Kacang Panjang

Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan makanan yang sudah sangat umum ditemukan di berbagai jenis masakan. Itu sebabnya banyak orang yang memanfaatkan ini dengan menjual kacang panjang. Selain memiliki banyak peminat, kacang panjang juga memiliki waktu panen yang cepat. Yaitu ia akan mulai berbunga di hari ke 30 dan setelahnya akan panen 15 hari setelahnya.

7. Bayam

Bayam

Terakhir yang akan kami bahas adalah Bayam, tanaman yang biasanya dapat dengan bebas tumbuh di halaman rumah. Tetapi tentunya jika ingin mendapatkan bayam yang berkualitas, ada baiknya untuk menanamnya dengan metode hidroponik.

Selain memiliki kualitas yang lebih baik, dengan metode ini juga bayam bisa lebih cepat dipanen. Bahkan setelah 25-30 hari ditanam, Anda bisa memanennya 5 hari sekali.

Nah, itulah beberapa tanaman hidroponik yang cepat dipanen. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda. 

Tanaman Hidroponik yang Mahal Kalau Dijual

Tanaman-tanaman yang bisa ditanam dengan konsep hidroponik bukan merupakan tanaman yang sembarangan. Karena media yang dibutuhkan untuk menanam jenis tanaman ini hanya cocok untuk tanaman yang memang memiliki waktu singkat untuk bertunas atau berbuah. Sebabnya, tidak semua tanaman cocok untuk ditanam dengan konsep hidroponik ini.

Jadi, jika ingin menanam dengan konsep ini Anda harus tahu dulu apa yang ingin ditanam. Sedangkan jika Anda berniat untuk menjual tanaman tersebut, ada baiknya untuk mengetahui jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, jadi menanam tanaman hidroponik ini kedepannya bisa menjadi hobi yang lebih menghasilkan lagi.

Berikut ini adalah jenis tanaman hidroponik yang mungkin bisa menjadi pilihan Anda jika ingin mulai usaha menjual hasil tanaman hidroponik.

Tanaman Hidroponik dengan Nilai Ekonomi Tinggi

1.Paprika

Paprika

Siapa di sini yang suka Paprika? Ya, tanaman dengan warna yang segar ini merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa di tanam dengan metode hidroponik. Bahkan dengan menggunakan metode ini, Anda bisa lebih mudah mengembangkannya dibandingkan dengan metode konvensional.

Kalau dilakukan dengan intensif, Anda bisa mendapatkan hasil tanaman paprika setidaknya 2,5 KG buah pertanaman. Ini tentunya lebih banyak kalau dibandingkan dengan merawat paprika dengan metode konvensional, di mana hanya mendapatkan sekitar 1 kg pertanaman.

2. Tomat

Tomat

Tomat juga merupakan tanaman yang bisa dikembangkan secara hidroponik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk bisa mendapatkan tomat dengan nilai jual yang tinggi, tentunya Anda harus memilih juga bibit tomat yang bagus. Belilah bibit tomat di toko pertanian dan cari yang merupakan bibit unggul agar nantinya hasil dari panen Anda memuaskan.

3. Timun Jepang

Timun Jepang

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan timun satu ini. Timun Jepang atau Zucchini ini memiliki bentuk yang menyerupai terong dan biasanya hanya dapat ditemukan di supermarket. Tapi dengan metode hidroponik, Anda kini bisa menanamnya di perkarangan rumah. Lakukan perawatan yang baik dan benar, sehingga nantinya bisa menghasilkan timun yang berkualitas dan memiliki harga jual yang tinggi.

4.Selada

Selada

Bukan lagi rahasia umum kalau selada merupakan salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan secara hidroponik. Biasanya orang mengonsumsi selada sebagai pendamping makanan seperti ayam goreng, pecel lele, atau daging. Ini tentunya bisa menjadi peluang besar untuk Anda, di mana dengan demikian banyak orang yang mencari selada, jadi lebih mudah dalam memasarkannya.

5. Semangka

Semangka

Bukan hanya sayur saja jenis tanaman yang bisa Anda tanam dengan metode Hidroponik, karena nyatanya ada beberapa buah yang juga bisa ditanam dengan metode ini. Salah satunya adalah Semangka, buah yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Dampak Anda mengonsumsi semangka adalah Anda bisa menjaga metabolisme tubuh juga kesehatan Anda. Kadar air yang ada di semangka juga bisa membantu Anda dalam melepaskan dahaga, terutama saat sedang cuaca panas.

Harga semangka juga cukup tinggi, jadi pembudidayaan semangka dengan metode hidroponik merupakan pilihan yang tepat. Pilih bibit yang terbaik dan lakukan perawatan yang intensif. Hasil semangka yang akan Anda dapatkan pastinya nanti tidak akan mengecewakan.

Nah, itulah beberapa tanaman hidroponik yang memiliki nilai tinggi. Ini tentunya merupakan info yang bermanfaat, khususnya untuk Anda yang ingin memulai usaha dalam bidang ini dan mencari jenis tanaman yang cocok untuk dijual nantinya.

Apakah Tanaman Hidroponik Aman Dikonsumsi?

Tanaman Hidroponik

Banyak yang mempertanyakan perihal keamanan dari mengonsumsi tanaman yang ditanam dengan menggunakan metode hidroponik. Itu dikarenakan metode menanam tanaman ini memang ada yang menggunakan bahan kimia tertentu. Nutrisi yang digunakan para pekebun tanaman hidroponik adalah AB Mlx, ini merupakan nutrisi kimia dari A dan B yang dicampur menjadi satu.

Kalau di tanya apakah nutrisi kimia ini aman untuk dikonsumsi atau tidak, jawabannya adalah AMAN! Kenapa? Karena nutrisi yang diberikan ke tanaman ini sesuai dengan kebutuhan dari sayur yang ditanam itu sendiri. Tidak diberikan secara berlebihan atau pun secara acak, semuanya sesuai dengan takaran yang ada.

Sebenarnya sama saja dengan tanaman yang ditanam di tanah, sama-sama menggunakan pupuk kimia. Selama dosis yang digunakan tetap sesuai dan tidak berlebihan, maka bisa aman untuk dikonsumsi.

Banyak orang yang khawatir dengan unsur kimia yang ada di sayuran hidroponik, itulah yang membuat mereka menjadi mengurangi pengonsumsian sayuran hidroponik. Padahal sebenarnya bahan kimia ini hanya merupakan istilah, bahkan udara yang kita hirup pun mengandung unsur kimia.

Tanaman Hidroponik

Ada gas nitrogen sampai 78% pada udara yang kita hidup, oksigen 20%, dan sisanya zat lain yang juga disebut dengan kimia. Jadi jangan terkecoh dengan istilah pupuk kimia ini.

Bahan kimia tidaklah berbahaya, sedangkan untuk tanaman yang berbahaya adalah Pestisida. Selain itu yang tanaman tanah serap sama saja dengan tanaman hidroponik.

Hasil dari pertanian hidroponik pun juga sehat dan enak untuk dikonsumsi. Karena nutrisi yang ada pun sudah terkontrol dan sesuai dengan yang tanamannya butuhkan. Dengan demikian tanaman menjadi dapat tumbuh dengan baik sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Ini membuat tanaman hasil hidroponik menjadi memiliki rasa yang renyah.

Selain itu tanaman hidroponik pun memiliki kandungan gizi yang baik, karena nutrisi yang ada pada tanaman sudah dikontrol dengan baik pula. Produk pertanian yang dihasilkan dengan melalui sistem ini dan dengan metode yang taat maka tidak akan memerlukan pestisida kimia, jadi tingkat keamanan untuk dikonsumsinya sudah tidak perlu lagi untuk diragukan.

Kelebihan lain dari sistem hidroponik adalah ia tidak akan merusak tanah, karena dalam metodenya sama sekali tidak memerlukan tanah. Sangat kecil terdapat efek residu dari pupuk berbahaya yang ada pada jenis tanaman ini.

Tanaman Hidroponik

Mungkin memang pada awalnya investasi yang dibutuhkan untuk menggunakan sistem ini cukup besar, tapi nantinya bisa akan lebih murah. Itu karena tenaga kerjanya tidak perlu banyak-banyak. Kerusakan tanaman pun bisa lebih minimal dan bisa memiliki banyak visual yang menjadi lebih menarik, baik dari segi tanaman atau di lingkungannya.

Nah, intinya adalah tanaman hidroponik memang menggunakan unsur kimia, namun tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Unsur kimia ini akan secara alamiah dikelola oleh Batang juga daun dari tanaman. Sama seperti saat sayur organik yang diberikan pupuk kandang, kita tidak akan memakan kotoran dari pupuk tersebut, tetapi tanaman sudah mengubah zat-zat yang ada dengan cara yang alami.

Untungnya saat ini konsep ini sudah banyak diaplikasikan oleh banyak kalangan, jadi kita tidak lagi memerlukan sayur impor nantinya. Sayur pun lebih memiliki kualitas yang baik dan banyak yang memulai untuk bertani karena ada metode semudah ini.

Itulah sedikit ulasan mengenai apakah tanaman hidroponik aman di makan, apakah artikel ini membantu Anda dalam memahaminya?